
"Sejak hari dimana kamu minta izin menginap di rumah sakit sayang." ucap Reno.
"Maksud Mas Reno apa?" tanya Nadya tidak mengerti tiba-tiba Reno bicara.
Mereka baru saja selesai makan malam dan Reno mengajak Nadya duduk di teras belakang. Malam ini bulan bersinar cukup terang dan langit sedang bertabur bintang, seakan mengerti hati Reno yang tengah bersinar malam ini.
"Mas jawab pertanyaan kamu tadi siang." jawab Reno.
"Kirain lupa." sahut Nadya membuat Reno terkekeh.
Ijah dan Tina ikut bahagia melihat majikan mereka bisa tertawa bahagia dan sudah tidak kesepian lagi. Sejak menikah dengan Nadya, Reno yang pendiam dan dingin menjadi sering tersenyum
"Mbak, bapak sejak ada bu Nadya sering tersenyum dan tertawa ya." ucap Tina pada Ijah.
"Iya karena mbak Nadya itu orang yang menyenagkan, dan baik. Cocok sama pak Reno yang juga baik. Tidak seperti bu Marisa yang...."
"Yang apa Mbak?" tanya Tina penasaran karena Ijah tidak melanjutkan ucapannya.
"Yang tidak peduli sama pak Reno." jawab Ijah.
Sebenarnya Ijah ingin menjawab jika Marisa itu beberapa kali Ijah dengar sedang bercinta dengan Kevin.
"Tapi saya dengar bu Nadya menikah sama pak Reno hanya sampai melahirkan saja." ucap Tina.
"Tidak usah ikut campur terlalu jauh." sahut Ijah.
"Kita doa kan saja semoga bu Nadya yang selamanya jadi istri pak Reno." ucap Ijah lagi.
"Aamiin." ucap Tina dan Ijah bersamaan.
"Ayo masuk ke kamar, nggak baik lihat orang yang sedang pacaran, nanti kamu buru-buru pengen nikah." ucap Ijah mengajak Tina masuk.
Kedua asisten itu meninggalkan majikan mereka yang sedang berbahagia. Reno seakan lupa jika masih ada Marisa yang menjadi istrinya. Bukan hanya Nadya.
"Mas." panggil Nadya.
"Hemm." sahut Reno.
"Mas." ulang Nadya memanggil Reno.
"Hemm." sahut Reno lagi. Pria itu tengah sibuk menatap layar ponselnya.
"Mas penggemar Nissa Sabyan ya?" tanya Nadya membuat Reno melihat kearah Nadya.
"Kok jadi Nissa Sabyan?" tanya Reno binggung.
"Mas senangnya jawab hemm. Lagunya Nisya Sabyan kan gitu, hemmm hemmm mmmm." jawab Nadya yang lagi-lagi membuat Reno tertawa.
"Kenapa malam ini kamu lucu sekali sih sayang." ucap Reno sambil mencubit gemas pada pipi Nadya.
__ADS_1
"Sakit... Mas." keluh Nadya pada pipinya yang sekarang di jember oleh Reno.
"Gemesin soalnya."
"Mas."
"Iya sayang." jawab Reno yang membuat Nadya tersenyum.
"Mas mencari tahu tentang Dya?" tanya Nadya kembali pada pembicaraan awal mereka.
"Awalnya Mas hanya ingin tahu apa yang kamu katakan waktu itu benar atau kebohongan."
Nadya sedikit menyipitkan matanya, "Jadi saat itu Mas Reno mengira Dya bohong."
"Bisa dikatakan begitu, Mas tidak kenal kamu dan siapa kamu yang tiba-tiba masuk ke dalam hidup Mas."
"Mas kira kamu kenal baik Risa dan berbohong tentang biaya rumah sakit. Jadi Mas minta tolong Yuda untuk mencari tahu tentang kamu."
"Karena itu Mas juga tahu tentang Anjas?" tanya Nadya.
Reno menghela nafas, mengingat Anjas itu berarti mengingatkan Reno pada malam pertama dia bercinta dengan Nadya penuh dengan rasa cemburu.
"Maaf." ucap Reno sambil meraih tangan Nadya.
"Maaf untuk apa?" tanya Nadya lagi karena dia tidak tahu Reno merasa salah dalam hal yang mana.
"Maaf untuk malam itu, harusnya Mas bersikap lembut sama kamu. Tapi...."
Reno malu untuk mengakuinya, tapi dia tidak bisa berbohong.
Sementara itu Marisa berbohong pada Wulan yang menyuruhnya pulang untuk menemui Reno dan meminta maaf. Wanita itu lebih memilih pulang ke apartemen Kevin. Setidaknya Kevin bisa menghangatkan malam ini.
"Aku harus bagaimana sekarang Kev?" tanya Marisa setelah dia menceritakan kejadian tadi siang pada Kevin.
"Aku sudah bilang sama kamu untuk tidak mempermainkan Nadya. Tapi kamu tidak mau mendengarkan aku." jawab Kevin.
"Ok aku salah. Sekarang bantu aku bagaimana menjelaskannya pada Reno."
"Tidak perlu menjelaskan apa-apa. Minta cerai saja." jawab Kevin yang langsung mendapat pukulan dilengannya oleh Marisa.
"Enak saja." jawab Marisa.
"Aku tidak akan melepaskan Reno begitu saja, apa lagi dia akan bersama Nadya selamanya" ucap Marisa.
Belum sempat Kevin bicara untuk menjawab ucapan Marisa, ponsel miliknya berdering. Kevin segera mengangkat panggilan teleponnya, seorang produser film yang menghubunginya kali ini. Sudah dapat Kevin bayangkan nilai rupiah yang akan dia dapatkan.
"Halo Pak." ucap Kevin.
"Baik, akan saya usahakan." ucap Kevin lagi yang langsung menutup panggilannya.
__ADS_1
"Kacau." ucap Kevin.
"Ada apa?" tanya Marisa.
"Ada yang menyebarkan video kejadian kamu siang tadi." jawab Kevin sambil membuka media sosial.
Benar saja, berita Marisa marah pada Nadya tersebar. Judulnya hampir semua menyudutkan Marisa.
MARISA MODEL DAN PEMAIN SINETRON BERTENGKAR DENGAN ADIK TIRINYA
MARISA INGIN MEREBUT SUAMI ADIK SENDIRI
MODEL DAN PEMAIN SINETRON MARISA BERTERIAK PADA ADIKNYA DI DEPAN UMUM.
Banyak lagi judul berita yang hampir semua menyudutkan Marisa. Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengannya, Marisa tidak akan membiarkan berita ini semakin meluas.
Reno yang masih menikmati malam bersama Nadya di bawah kerlap kerlip cahaya bintang dan sinar bulan. Yuda menghubungi Reno, asisten Reno itu memberi tahu tentang berita yang beredar saat ini.
Tidak ada satupun berita yang menyebut namanya dan Nadya. Wajah mereka berdua juga tidak terlihat dengan jelas, hanya tampak samping. Wajah Marisa dan Wulan yang terekspose dengan jelas. Siapa sebenarnya orang yang ingin menjatuhkan Marisa?
Keesokan harinya.
Nadya dan Reno sedang sarapan. Ijah tampak berlari kecil mendekati meja makan.
"Pak, diluar banyak orang, sepertinya wartawan." ucap Ijah.
"Wartawan. Bagaimana ini Mas?" tanya Nadya.
Tadi malam Reno sudah memberitahu Nadya masalah yang kini di hadapi Marisa setelah melihat berita-berita yang dikirimkan Yuda. Reno meminta istri keduanya untuk tidak terlalu khawatir, karena wajah mereka tidak terlihat jelas.
Bukan pemburu berita namanya jika mereka tidak bisa menemukan siapa sosok laki-laki dan wanita yang berdiri di hadapan Marisa.
"Kamu tidak usah pergi ke restoran dulu" ucap Reno memberi saran pada Nadya.
"Iya Mas." jawab Nadya yang patuh.
"Nanti Dya kabari manager restoran" ucap Nadya yang tidak ingin menyebut nama Anjas di hadapan Reno.
Nadya segera mengambil ponsel miliknya, dia akan memberi kabar Anjas jika dia tidak bisa bekerja hari ini.
Belum sempat Nadya menekan tombol hijau, ponsel milik Nadya berdering. Nama Anjas yang tertera di layar pipih miliknya.
"Halo An." sapa Nadya pada Anjas.
"Nad, tidak usah ke restoran." ucap Anjas.
Mendengar ucapan Anjas, Nadya langsung paham kemana arah tujuan sahabatnya itu bicara. Tadi malam Anjas sempat mengirim pesan tentang berita yang beredar, pria itu bertanya, apakah Nadya baik-baik saja.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Menikah Jadi Istri Kedua...