MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 23. Menyelesaikan Masalah


__ADS_3

Merasa sudah tidak ada yang perlu didengarnya lagi, Nadya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Membiarkan Reno dan Marisa menyelesaikan masalah mereka.


Nadya terbangun begitu Reno meninggalkannya sendiri di kamar. Ada perasaan tidak nyaman yang Nadya rasakan begitu tahu Reno pergi meninggalkannya setelah mereka bercinta. Tapi Nadya bisa apa, Reno mungkin ingin menemui Marisa yang tadi sempat mengetuk pintu kamar mereka.


Dan benar saja, Nadya mendengar Reno sedang bicara dengan Marisa. Rasa penasaran Nadya, membuat dia menguping pembicaraan suami dan istri pertama suaminya itu.


Nadya boleh merasa lega kini Marisa bukan lagi istri Reno, tapi apakah benar semudah itu Reno jatuh cinta dan berpaling padanya.


Menatap dirinya di cermin, Nadya tersenyum miris. Banyak tanda yang ditinggalkan Reno di leher dan dadanya sisa-sisa percintaan mereka tadi. Tapi tanda ini tidak menjamin Reno benar-benar mencintainya.


Kini Nadya tahu, mengapa Reno begitu mudah menerima dirinya masuk dalam kehidupan laki-laki itu. Ucapan Reno pada Marisa yang dia dengar tadi sangat jelas, Reno menerimanya karena dia wanita yang selama ini diinginkan Dina untuk menjadi istrinya.


Reno hanya mewujudkan keinginan Dina, bukan mencintainya. Bagaimana Nadya harus bersikap? Bukankah dirinya sendiri masih menyimpan rasa pada Anjas?


"Sayang." darah Nadya berdesir mendengar panggilan Reno yang kini tengah tersenyum padanya.


Suaminya itu baru saja masuk ke kamar mereka, Nadya tidak tahu apa yang terjadi antara Marisa dan Reno setelah dia tinggalkan ke kamar mandi. Dari senyum yang Reno perlihatkan, sangat jelas suaminya sedang bahagia.


"Sudah bangun dari tadi?" tanya Reno sambil mengambil alih hair dryer yang ada di tangan Nadya.


Nadya hanya bisa menatap tidak percaya dengan perlakuan Reno padanya. Suaminya itu mengambil alih membantu mengeringkan rambutnya.


Reno mengecup pipi Nadya setelah selesai menjadi pegawai salon dadakan. Wajahnya lagi-lagi menyungingkan senyum bahagia.


"Benarkah kamu bahagia telah menceraikan dia, Mas." batin Nadya bertanya-tanya.


"Bersiap-siaplah, kita jalan-jalan sore ini." ucap Reno memberi tahu Nadya.


"Kemana?"


"Kencan." bisik Reno yang membuat semburat merah di pipi Nadya terlihat.


Reno suka wajah merona Nadya karena dirinya, rasanya dia ingin mengulang penyatuannya lagi. Tapi Reno ingat ada satu hal lagi yang harus dia selesaikan sebelum dia dan Nadya bersama-sama membina rumah tangga yang sempurna.


Nadya sudah siap untuk pergi, begitu suaminya itu keluar dari kamar mandi. Suaminya? Kini Reno hanya suaminya, bukan lagi suami Marisa dan Nadya. Bolehkah Nadya bangga akan hal itu?


Netra mereka bertemu, lagi-lagi wajah Reno melukiskan senyum yang menawan. Bagaimana Nadya tidak bangga, jika dia selalu di suguhkan senyum menawan Reno yang hanya untuknya.


"Ayo." ajak Reno yang sudah terlihat rapi. Hanya mengenakan kaos oblong, suaminya jauh terlihat lebih santai dari biasanya yang mengenakan kemeja dan jas. Membuat Nadya bertanya-tanya, mau kemana Reno membawanya.


"Mas, kenapa kita kesini?" tanya Nadya begitu Reno memarkirkan kendaraanya direstoran tempat Nadya bekerja.


"Bukankah kamu ingin berhenti bekerja?" Reno balik bertanya.

__ADS_1


"Tapi bisa besok."


Reno meraih tangan Nadya, "Lebih cepat lebih baik kan sayang." ucap Reno lalu mengecup jari-jari tangan istrinya dengan mengabsennya satu-satu.


"Nadya." panggil Anjas begitu melihat Nadya yang masuk keruangannya.


Wajah Anjas melukiskan senyum, sejak Reno yang menerima teleponnya pada Nadya, Anjas menjadi tidak fokus bekerja dan uring-uringan kata sang koki yang tadi melihatnya.


"Aku menghubungi kamu, tapi...."


"Iya aku tahu, Mas Reno yang menjawab telepon kamu." ucap Nadya memotong ucapan Anjas.


"Jadi benar dia Reno Bagaskara, pengusaha muda yang terkenal itu. Dia benar saudara kamu? Maksud aku pernyataan Marisa di media, apa dia menutupi hubungannya dengan Reno dengan membawa nama kamu." ucap Anjas panjang lebar, semua yang sejak tadi ada di benaknya kini dia sampaikan pada Nadya.


"An, aku minta maaf."


Anjas mengerutkan keningnya tidak mengerti, "Maaf untuk?" tanya Anjas.


"Aku bohong sama kamu."


"Bohong dalam hal apa?"


"Mas Reno, dia bukan saudara aku, dia...."


"Jadi benar, Marisa menjadikan kamu untuk menutupi hubungannya dengan pengusaha itu."


Anjas diam mendengar permintaan Nadya, "Maaf." jawab Anjas.


"Mas Reno itu suami aku."


Kali ini Anjas tidak bisa bicara apa-apa lagi. Pengakuan Nadya adalah hal yang sejak tadi dia sangkal begitu Marisa mengakui Reno adalah saudara iparnya.


Anjas tentu saja tahu Marisa yang sangat membenci Nadya dan itu di karenakan dirinya. Karena itulah Anjas tidak mau memberi tahu Nadya, jika dia mengenal Marisa bahkan pernah menolak cinta wanita itu. Dan karena itu juga, Anjas tidak memberi tahu Nadya jika Marisa adalah saudara tiri Nadya. Semua Anjas lakukan agar Nadya tidak besingungan dengan Marisa. Dan saat tahu berita tentang Marisa melibatkan nama Nadya, ada rasa khawatir yang Anjas rasakan. Tapi kini rasa khawatir itu berganti menjadi rasa kecewa.


Di tatapnya wajah Nadya dalam-dalam, tidak ada kebohongan disana. Nadya berkata jujur kali ini.


"Sejak kapan?" tanya Anjas lirih.


"Sebelum nenek operasi? Maafkan aku merahasiakan ini dari kamu, An. Aku belum siap, semua serba mendadak. Tapi aku tidak bisa selamanya bohong sama kamu. Maafkan aku Anjas."


"Nad, kamu tahu selama ini aku mencintai kamu kan."


"Aku tahu Anjas, bukan sekali atau dua kali kamu mengatakanya. Terlalu sering kamu ungkapkan bukan hanya dengan kata-kata tapi sikap mu kepadaku dan aku pun merasakan rasa yang sama denganmu. Tapi kita sama-sama tahu, kita tidak bisa bersama." jawab Nadya.

__ADS_1


Hening, tidak ada lagi yang bicara. Hanya sesekali terdengar tarikan nafas panjang Anjas melepaskan sesak yang dia rasakan. Nadya kini semakin sulit dia jangkau, tapi Anjas bisa apa? Nadya sudah membuat keputusan.


"Anjas." Nadya memberikan surat pengunduran dirinya pada Anjas.


"Terima kasih untuk semua yang pernah kamu berikan padaku, semua sangat berarti bagiku. Maaf aku harus berhenti bekerja. Bukan permintaan mas Reno, tapi kesadaran dari diriku sendiri. Karena kita tidak bisa lagi sedekat dulu."


"Tapi kita tetap bisa bertemu, kan?"


Nadya mengangguk, "Terima kasih Anjas, kamu selalu mengerti keadaan ku."


"Maaf kan aku juga Nad, mungkin selama ini aku yang sering menyakiti kamu. Mencintai kamu tapi bertunangan dengan wanita lain." ucap Anjas.


"Kita memang ditakdirkan berteman bukan berjodoh." jawab Nadya .


"Iya kamu benar, berati kita tetap berteman." balas Anjas.


"Sahabat." jawab Nadya.


"Sahabat." balas Anjas.


Keduanya sama-sama tersenyum. Nadya lega, dia bisa menyelesaiakan masalahnya dengan Anjas. Begini lebih baik dari pada memaksakan diri untuk menyatukan perasaan mereka.


"Aku pulang, An. Sampai jumpa." ucap Nadya pamit pada Anjas.


Ketakutan Nadya akan kemarahan Anjas kini berganti senyum bahagia. Anjas mau menerima permintaan maafnya. Anjas memang selalu bisa memahami dirinya dan selalu mengalah untuk kebahagiaanya. Bukankah Nadya selama ini juga mengalah, dengan membiarkan Anjas bertunangan dengan wanita lain.


"Kamu datang sendiri?" tanya Anjas.


Nadya menggeleng, "Ada mas Reno menunggu di depan."


"Dia membiarkan kamu bicara berdua denganku, apa dia tidak..."


"Mas Reno percaya aku tidak akan berbuat yang tidak baik. Dia juga percaya kamu sahabatku yang terbaik." ucap Nadya menjawab pertanyaan Anjas yang belum selesai.


Anjas mengantar Nadya sampai ke tempat Reno yang sejak tadi menunggu istrinya itu. Senyum Reno menyambut kehadiran Nadya yang mendekat padanya.


"Sudah sayang?" tanya Reno sambil menatap lekat istrinya. Dari yang Reno lihat, semua baik-baik saja. Anjas bisa melihat cinta yang besar untuk Nadya lewat tatapan teduh Reno.


"Terima kasih selama ini sudah menjaga Nadya dengan baik." ucap Reno mengulurkan tangannya pada Anjas.


"Titip Nadya, buat dia selalu bahagia." balas Anjas sambil membalas uluran tangan Reno.


Nadya yang berdiri diantara keduanya merasa bersyukur, suami dan sahabatnya bisa berteman. "Begini memang lebih baik" batin Nadya.

__ADS_1


...🌿🌿🌿...


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2