
Keputusan Nadya menolak ajakan Anjas untuk mentraktirnya makan merupakan keputusan yang sangat tepat. Reno sudah pulang lebih awal dari biasanya, bahkan laki-laki itu saat ini sudah berganti pakaian dan duduk santai di teras.
"Untung saja aku menolak ajakan Anjas." gumam Nadya begitu dia turun dari ojek online dan melihat Reno yang juga melihat ke arahnya.
Deg, jantung Nadya berdetak lebih cepat dari biasanya. Ingatanya kembali pada malam Reno menyentuhnya, hari itu Reno juga pulang lebih awal dan duduk di teras seperti saat ini. Nadya merasa dejavu, dia takut dirinya akan kembali berakhir di tempat tidur bersama Reno.
"Mas." panggil Nadya memberanikan diri menyapa Reno dan meraih tangan Reno untuk dia cium punggung tangannya. Sudah lama Nadya tidak melakukan hal ini, tepatnya setelah malam Reno menyentuhnya.
"Kamu setiap hari naik ojek online?" tanya Reno yang baru menyadari jika Nadya tidak memiliki kendaraan pribadi.
Reno merutuki dirinya sendiri yang terlambat menyadari hal ini. Bagaimana istri seorang pengusaha hebat seperti dia di biarkan menggunakan kendaraan umum roda dua.
"Beruntung sekali abang ojek itu." umpat Reno didalam hati.
Nadya mengangguk menjawab pertanyaan Reno, lalu dia pamit pada Reno untuk masuk ke dalam rumah meninggalkan Reno yang menatap punggungnya.
Selepas maghrib Nadya menyiapkan makan malam untuk Reno seperti biasanya. Kegiatannya terhenti saat mendegar suara wanita yang menyapa dengan memanggil namanya.
"Hai Nad." sapa Marisa.
"Mbak Risa kapan pulang?" tanya Nadya yang terkejut melihat kehadiran Marisa.
Dia tidak tahu kalau Marisa sudah pulang, pantas saja dia tidak melihat Reno sejak tadi.
"Berarti mas Reno sejak tadi bersama mbak Marisa. Mereka pasti habis melepas rindu." pikir Nadya sambil tersenyum pada Marisa. Dia tidak cemburu tapi mengapa rasanya tidak nyaman mengingat Reno berduaan dengan Marisa.
"Aku baru saja sampai." jawab Marisa.
"Ohh" sahut Nadya yang ternyata salah menebak tapi ada perasaan lega dihatinya.
Lalu dimana Reno? Biasanya laki-laki itu ada di depan televisi sambil menunggu Nadya selesai menyiapkan makan malam.
"Hai cantik." sapa Kevin mengejutkan Nadya.
"Kenapa laki-laki ini harus ikut pulang ke kediaman ini?" Nadya bertanya dengan dirinya sendiri karena merasa heran.
"Hai Kak, apa kabar." balas Nadya hanya untuk menghormati Kevin sebagai teman Marisa.
"Aku lapar, masakan kamu kayaknya enak ni Nad." ucap Marisa memotong Kevin yang hendak menjawab pertanyaan Nadya sambil menarik kursi meja makan untuk dia duduki.
"Pasti enak lah, aku yakin." sahut Kevin yang ikut duduk disamping Marisa.
__ADS_1
Tanpa menunggu Reno, Marisa dan Kevin menyantap hidangan yang ada diatas meja makan. Nadya terkejut dengan sikap Marisa yang tidak peduli dengan Reno yang sudah makan atau belum. Bahkan wanita itu tidak menanyakan keberadaan suaminya ataupun kabar Reno.
"Bukankah mereka sudah lama tidak bertemu?" tanya Nadya pada dirinya sendiri.
Marisa dan Kevin baru saja menyelesaikan makan mereka saat Reno tiba di meja makan.
"Hai Ren, aku pulang." ucap Marisa sambil tersenyum lebar pada Reno.
Marisa tampak terkejut dengan sikap Reno yang biasa saja, tidak ada pelukan hangat atau kecupan sayang yang Reno berikan untuknya seperti biasanya karena mereka sudah lama tidak bertemu. Laki-laki itu malah memilih menarik kursi dan ikut duduk di meja makan, dari pada menghampiri Marisa.
"Apa dia masih marah karena aku memaksanya menikah dengan Nadya?" batin Marisa.
Melihat Reno duduk, Nadya langsung mengambilkan nasi di piring yang ada di hadapan Reno.
"Aku kira kamu sudah makan, sayang." ucap Marisa.
Lagi-lagi Marisa kecewa karena Reno tidak menjawab ucapannya, Reno justru bicara pada Nadya.
"Kamu belum makan, kan." ucap Reno.
"Saya nanti saja." jawab Nadya.
Nadya merasa tidak nyaman ikut duduk bersama Reno, Marisa dan Kevin. Lebih baik dia makan bersama Ijah dan asisten rumah tangga yang lain di rumah belakang atau makan sendirian saja.
Tidak ada yang berani bicara saat Reno makan, termasuk Marisa. Wanita itu lebih memilih memperhatikan interaksi Nadya dan Reno.
"Baguslah kalau kalian sudah dekat, setidaknya kalian bisa cepat memberikan aku anak dan orang tua Reno tidak ribut meminta anaknya untuk menceraikan aku." batin Marisa.
Tidak jauh berbeda dengan Marisa, Nadya juga memperhatikan kedekatan Marisa dan Kevin.
"Mengapa kamu seperti biasa saja melihat mbak Marisa bersama Kevin, mas?" Nadya bertanya pada dirinya sendiri.
"Lalu mengapa malam itu kamu seperti menunjukkan kecemburuan kamu pada Anjas." ucap Nadya lagi di dalam hati.
"Apa sebenarnya yang kamu pikirkan tentang aku, Mas?"
Kembali Nadya mempertanyakan pandangan Reno tentang dirinya. Terlebih lagi sikap laki-laki itu sering berubah-ubah padanya, terkadang lembut tapi terkadang juga menyakitkan. Membuat Nadya sulit menebak apa yang ada dalam pikiran Reno tentang dirinya yang sebenarnya.
Selesai makan seperti biasanya Nadya akan membantu Ijah terlebih dulu membersihkan meja makan baru dia masuk kekamarnya. Saat akan masuk kekamarnya, Nadya melihat Marisa keluar dari ruang kerja Reno.
"Nad, kamu melihat Reno?" tanya Marisa.
__ADS_1
"Saya tidak melihatnya Mbak." jawab Nadya.
"Apa dia ada di kamar pribadinya?" tanya Marisa.
"Kamar pribadi?" Nadya balik bertanya karena tidak mengerti maksud Marisa.
"Lupakan." ucap Marisa sambil berlalu dari hadapan Nadya.
Marisa lupa jika dia tidak memberitahu Nadya jika selama ini dia dan Reno tidur terpisah. Hanya saat Reno ingin berhubungan saja mereka tidur bersama. Itu pun Reno yang mendatangi kamar Marisa, karena laki-laki itu tidak mengizinkan orang lain tidur di kamar pribadinya termasuk Marisa.
Nadya yang baru mengetahui jika selama ini Marisa dan Reno memiliki kamar tidur terpisah merasa penasaran. Hal ini tentu saja membuat Nadya ingin tahu hubungan seperti apa yang Reno dan Marisa jalani selama berumah tangga.
Keesokan harinya.
"Mas, hari ini aku libur kerja, tapi aku izin mengunjungi nenek." ucap Nadya saat dia mengantar Reno berangkat kerja.
"Pergilah, tapi jangan gunakan ojek online. Pak Agus akan mengantarkan kamu. Tunggu dia kembali dari mengantakan saya ke kantor." jawab Reno.
Nadya mengangguk, "Terimakasih Mas." balas Nadya dengan tersenyum senang.
Nadya tidak tahu jika senyumnya membuat Reno bisa saja mengeksekusi dia lagi malam ini.
Masuk ke rumah, Nadya melihat Marisa yang baru bangun dari tidurnya masuk ke kamar tamu, kamar yang ditempati Kevin yang menginap di kediaman Reno. Nadya tidak mau ambil pusing dengan urusan pribadi Marisa, dia kembali kekamarnya untuk bersiap-siap kerumah neneknya.
Sebelum pergi Nadya ingin pamit pada Marisa, tapi dia tidak melihat keberadaan istri Reno itu.
"Bi, Bi Ijah lihat ibu Marisa?" tanya Nadya.
"Sepertinya masih tidur Mbak. Saya belum lihat dia keluar kamar." jawab Ijah.
Mendengar jawaban Ijah, Nadya melangkahkan kakinya kekamar tamu.
"Sepertinya mbak Marisa masih bersama Kevin. Mengapa lama sekali?" Nadya bicara dengan dirinya sendiri.
Awalnya Nadya memang tidak ingin peduli dengan apa yang dilakukan Marisa di kamar tamu bersama Kevin, tapi melihat lamanya Marisa berada dikamar itu tentu saja membuat dia bertanya-tanya apa yang dibahas kedua orang itu, mengapa juga mereka bicara di kamar?
Tapi Nadya berusaha untuk berpikir yang baik-baik tentang Marisa, "Mereka mungkin membahas pekerjaan, mereka sudah biasa berdua bahkan sampai keluar kota. Mas Reno saja tidak mempermasalahkannya, mengapa aku harus memikirkannya." gumam Nadya.
Tapi suara dua orang yang sedang memadu kasih terdengar jelas di telingga Nadya dari balik pintu. Nadya yang tadinya ingin mengetuk pintu untuk pamit pada Marisa mengurungkan niatnya. Dia terdiam didepan pintu sambil menutup mulutnya karena tidak percaya dengan yang dia dengar.
...🌿🌿🌿...
__ADS_1
...Menikah Jadi Istri Kedua...