
"Mas." panggil Nadya saat tangan kekar suaminya melingkar di perutnya yang semakin membulat.
"Tidur saja lagi. Mas hanya ingin peluk kamu dan dedek." bisik Reno pelan.
Nadya mengangguk, mengikuti ucapan suaminya dengan kembali memejamkan mata. Entah waktu sudah menunjukkan pukul berapa, Nadya yakin suaminya pasti sangat lelah hari ini. Karena itu Nadya tidak akan membantah dan mengikuti saja permintaan Reno.
Reno mengeratkan pelukannya pada Nadya, tempat ternyaman untuknya berlabuh. Tidak akan ada yang lain yang bisa menggantikan posisi Nadya dihatinya saat ini dan selamanya. Baginya Nadya adalah kesempurnaan cinta yang dia butuhkan dan dia cari selama ini.
Reno mengecup pucuk kepala Nadya berulang kali, menyalurkan rasa sayangnya dan juga sangat berterima kasihnya pada Nadya. Karena Nadya Reno sadar akan arti cinta. Istrinya ini wanita yang sangat sabar dan baik. Karena kesabaran Nadya menghadapi Reno dulu, membuat Reno luluh dan sekarang sangat mencintai wanitanya ini.
Tapi mengapa? Orang yang baik dan sabar seperti Nadya masih saja ada yang tidak menyukainya.
Sebenarnya bukan tidak menyukai, tapi lebih tepatnya mereka iri melihat kehidupan Nadya yang lebih baik dan bahagia dari pada mereka. Karena mereka tidak bisa memilki suami sempurna seperti Reno, yang menyayangi dan mencintai Nadya dengan sepenuh hati.
Dulu saja, mereka tertawa mengejek dan senang melihat penderitaan yang Nadya rasakan. Mereka tidak tahu, apa yang Nadya raih saat ini adalah buah kesabaran dan keikhlasan menjalani hidup yang sudah ditakdirkan untuknya. Hingga akhirnya yang diatas membalas kesabaran dan keikhlasan itu dengan kehidupan yang lebih baik saat ini.
Jadi, mengapa mereka harus iri? Bahkan tega sampai ingin mencelakai Nadya. Seperti yang Silvi lakukan hari ini.
Sungguh Reno sampai tidak habis pikir, mengapa ada orang yang bisa melakukan hal seperti itu di zaman yang serba modern seperti ini. Hanya karena iri dengan kebahagiaan Nadya saat ini, wanita itu tega ingin melukai Nadya dengan cara yang sungguh tidak terpuji.
Untung saja, Nuri melihat apa yang wanita itu lakukan, merekam agar bisa menjadi sebagai alat bukti. Sehingga, mereka tidak akan dituduh sebagai penyebar fitnah.
Reno sangat mengapresiasi apa yang Nuri lakukan. Gadis itu tanpa takut, segera menyingkirkan benda-benda yang tidak lazim itu dari tempatnya. Semua Nuri lakukan agar tidak membahayakan Nadya dan buah hatinya. Jika tidak, Nadya dan bayi dalam kandungannya bisa saja celaka akibat dari apa yang Silvi lakukan.
__ADS_1
Sementara kepadanya, wanita itu meletakkan sesuatu di pakaian Reno yang menurut Nuri sejenis benda yang digunakan untuk guna-guna yang bisa membuat Reno berpaling dari Nadya dan hanya akan melihat kepada Silvi saja.
Mengapa di jaman modern seperti ini masih ada saja hal seperti itu. Reno sulit untuk mempercayainya. Untung saja ketahuan dan masalahnya bisa cepat selesai. Reno tidak bisa membayangkan jika hal buruk itu terjadi pada orang yang dicintainya. Karena melukai Nadya itu berarti melukai dirinya juga.
Reno berjanji mulai detik ini juga, dia akan selalu menjaga istri dan anaknya dari hal-hal buruk yang tidak terduga seperti yang dilakukan Silvi. Atau hal-hal lain diluar sana akibat sifat iri dengki orang lain pada mereka.
Menjelang subuh Nadya sudah membuka matanya telebih dulu. Melihat keatas, mata suaminya masih terpejam. Tangan Reno sejak semalam sepertinya tidak lepas melingkar ditubuhnya, meski sekarang Nadya sudah berbalik menghadap Reno.
Menghirup aroma tubuh Reno adalah hal yang sangat Nadya sukai akhir-akhir ini. Ada ketenangan yang Nadya rasakan setelahnya. Mengapa bisa begitu? Nadya sendiri tidak tahu jawabannya.
Dan jika mengingat awal pernikahan mereka, Nadya sungguh tidak menyangka akan bisa sampai sejauh ini perasaan mereka. Dua orang yang tidak saling kenal, disatukan dalam ikatan suci tanpa landasan cinta. Hanya bermodalkan keyakinan dan demi kesembuhan Rosa, Nadya ikhlas menjalaninya. Dan hasilnya? Seperti yang dia rasakan saat ini.
Cup
Kecupan di bibir sang iatri yang Reno berikan, membuat lamunan Nadya buyar begitu saja. Berganti rasa hangat dan bahagia menjalar ditubuhnya. Jangan tanyakan bagaimana wajah Nadya saat ini. Masih saja merona setiap Reno megecupnya. Karena itulah Reno selalu ingin melakukannya, ingin selalu melihat rona merah diwajah Nadya karena dirinya.
"Bukan apa-apa Mas. Dia hanya mengenang apa yang sudah terjadi dengan kita hingga kita sampai di titik ini." jawab Nadya jujur.
Mendengar jawaban Nadya, Reno mengeratkan pelukannya. Jika mengingat awal pernikahan mereka, Reno merasa sangat bersalah. Begitu buruk perlakuan Reno terhadap Nadya dulu. Dulu dia sama seperti yang lain, memandang Nadya sebelah mata. Bedanya jika orang diluar sana memandang iri pada kehidupan Nadya. Reno dulu mengira Nadya gila harta, hingga rela menjadi istri keduanya.
"Sayang, bisakah yang bagian awalnya dihapus saja?" ujar Reno.
Nadya terkekeh, "Mana bisa Mas." jawabnya menggoda Reno.
__ADS_1
"Kalau dihapus, belum tentu ending nya seperti ini." ucap Nadya lagi.
Reno membenarkan apa yang istrinya katakan. Jika dulu dia langsung bersikap baik, mungkin dia tidak akan secinta ini pada Nadya. Bukankah karena kesabaran Nadya yang membuat Reno luluh dan jatuh cinta?
Reno kembali mengecup bibir istrinya, kali ini sedikit lama lalu menghisapnya dalam. Wanitanya sungguh luar biasa, hingga membuat Reno selalu jatuh cinta di setiap harinya.
"Sayang, ada yang ingin Mas ceritakan." ucap Reno setelah dia ingat kejadian tadi malam.
"Cerita apa Mas?" tanya Nadya.
"Nanti ya, setelah subuh. Kita sholat dulu. Tuh sudah terdengar adzan subuh." jawab Reno.
Nadya mengangguk dan segera bangkit dari tidurnya. Seperti biasa dia akan membersihkan diri terlebih dulu dengan mandi.
Mandi diwaktu subuh atau sebelum matahari terbit seperti ini jauh lebih sehat. Banyak manfaat yang bisa didapatkan. Salah satunya selain dapat meningkatkan energi baik, juga bisa menjaga kesehatan kulit wajah. Karena itu Nadya selalu terlihat cantik dan segar.
Selesai sholat, seperti yang Reno katakan. Pria itu mengajak Nadya duduk di sofa dan mulai menceritakan apa yang terjadi tadi malam.
Nadya tidak terkejut dengan apa yang Reno sampaikan mengenai sifat Silvi. Dia tahu seperti apa Silvi saudaranya itu. Silvi tidak pernah menganggap dia dan Azam sebagai saudara. Mereka bertemu di jalan pun seolah tidak saling kenal. Wanita itu malu memiliki saudara miskin seperti Nadya.
Tapi Nadya tidak menyangka, Silvi wanita yang modern dengan lingkungan pergaulan kelas atas. Tapi mengapa masih bersinggungan dengan hal-hal musyrik seperti itu.
Tentang Nuri, Nadya sekali lagi harus berterimakasih. Perawat neneknya itu, lagi-lagi berhasil menghalau gangguan dari luar untuk keluarganya.
__ADS_1
...🌿🌿🌿...
...Menikah Jadi Istri Kedua...