MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 37. Terungkap


__ADS_3

"Keluarga, benarkah?" tanya Surya yang menatap tajam pada Wulan dan Marisa.


"Pa." panggil Marisa lalu berjalan mendekat pada Surya.


"Apa arti keluarga pun kalian tidak mengerti." ucap Surya membuat Marisa menghentikan langkahnya.


"Tidak malukah kalian datang ketempat ini?" tanya Surya.


"Pa, jangan bicara seperti itu. Risa dan mama tidak bermaksud apa-apa, kami hanya ingin mengucapkan selamat." ucap Marisa.


"Mereka tidak butuh ucapan selamat dari kalian. Tinggalkan tempat ini. Pergi!"


"Pa, Risa ini anak papa. Jika mama bisa jadi mantan istri papa, tapi tidak dengan Risa."


"Aku meragukan jika kamu anakku." jawab Surya lirih namun tetap bisa didengar Wulan dan Marisa.


"Surya, Marisa itu putri kita." teriak Wulan tidak terima dengan ucapan mantan suaminya yang meragukan Marisa adalah putrinya.


"Pa, begitu bencikah Papa padaku saat ini?" tanya Marisa dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah, kita buktikan saja di pengadilan nanti." sahut Surya lalu berjalan kembali masuk ketempat acara.


Surya baru saja dari toilet dan saat kembali, dia melihat sepasang anak dan ibu yang tidak tahu malu itu sedang memaksa untuk masuk dimana pesta pernikahan Nadya dan Reno sedang berlagsung. Surya sendiri tidak megerti, mengapa lama sekali pihak pengadilan menindak lanjuti gugatan cerai yang dia layangkan untuk Wulan.


Surya juga kecewa, mengapa pihak yang berwajib sangat lamban dalam meyelidiki kejahatan yang sudah Wulan lakukan pada Widya.


"Pengadilan." beo Wulan dan Marisa bersamaan.


"Pengadilan apa?" tanya Wulan pada Marisa.


"Pengadilan agama mungkin Ma. Mama tidak perlu khawatir, nanti mama bisa mengajukan pembagian harta gono gini saat persidangan." jawab Marisa.


"Kamu benar. Coba saja kamu dulu mengesahkan pernikahan kamu, pasti kamu juga bisa menuntut harta gono gini pada Reno. Tidak zonk seperti sekarang ini." keluh Wulan.


"Sudahlah Ma, sekarang pikirkan bagaimana kita bisa masuk dan mempermalukan Nadya dipesta pernikahannya malam ini." balas Marisa.

__ADS_1


"Kamu benar, biar Mama hubungi Jane. Dimana anak itu?" ujar Wulan.


"Cepatlah kalau begitu Ma, keburu acara didalam selesai."


Wulan mengeluarkan ponselnya dari tas pesta yang dia pakai. Tas pesta yang dia beli dari hasil mengambil hak Nadya dan Azam.


"Halo tante." jawab Jane begitu dia tahu Wulan yang menghubunginya.


"Kamu dimana?" tanya Wulan dengan sedikit membentak.


"Saya di dalam, sudah saya persiapkan semuanya. Tante dimana? Mengapa saya tidak melihat keberadaan Tante?" tanya Jane yang pura-pura tidak tahu masalah yang kini Wulan hadapi.


"Tante tidak bisa masuk Jane. Kamu keluar dan bantu tante untuk masuk." jawab Wan menjelaskan.


Jane tersenyum, ingin sekali di menertawakan wanita paruh baya yang gila harta itu.


"Kalau saya keluar, takutnya tidak bisa masuk lagi Tan." jawab Jane memberikan alasan.


"Dicoba saja dulu." pinta Wulan lagi.


"Kita tunggu sebentar lagi, sisakan tamu hanya sedikit saja. Kita tidak butuh mereka melihat apa yang akan kita tayangkan, tapi kita butuh pemburu berita untuk memberitakan perbuatan mereka." ucap Yudha.


"Sayang sekali kalau pesta meriah ini diakhiri dengan keributan ulah dua orang itu." rutuk Jane.


"Kenapa kamu sepertinya sangat kesal, sayang." bisik Kevin yang membuat Jane menghembuskan nafas kasar. Bagaimana dia bisa bebas dari Kevin, jika saat ini pria itu sudah bergabung bersama timnya.


Tamu satu persatu meninggalkan pesta, yang tersisa sahabat, kerabat dan karyawan saja. Orang-orang penting dan kolega semuanya sudah kembali kekediaman mereka sejak tadi. Karena mereka yang dipersilakan lebih awal untuk memberikan ucapan selamat pada Reno dan Nadya.


"Jane, kamu bisa bawa mereka masuk." ucap Yuda.


Jane berdiri dan menjalankan perintah Yuda sebagai bosnya saat ini. Gadis itu keluar dan langsung menemui Wulan dan Marisa yang menunggunya di kursi tunggu yang tersedia tidak jauh dari pintu masuk ballroom dimana resepsi pernikahan Reno dan Nadya berlangsung.


"Kenapa lama sekali?" tanya Wulan kesal.


"Tante tidak tahu, bagaimana ketatnya penjagaan didalam sana." jawab Jane yang juga kesal.

__ADS_1


"Ayo masuk, aku mencuri undangan milik orang lain agar kalian bisa masuk." ucap Jane lagi.


"Tempat ini terlalu indah untuk sebuah resepsi pernikahan." gumam Marisa. Sungguh dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Marisa akan merebut Reno kembali, itulah yang sekarang ingin Marisa lakukan.


"Selamat malam semuanya, terima kasih sudah hadir disini. Saya Marisa ingin meminta sedikit perhatian kalian tamu istimewa yang bisa menghadiri pesta yang indah malam ini." ucap Marisa mengambil alih mic yang sejak tadi digunakan oleh penyanyi yang mengisi acara malam ini.


"Baiklah, saya ingin bercerita sedikit tentang adik saya yang saat ini berbahagia disana dengan cara merebut suami kakaknya sendiri." ucap Marisa lagi melanjutkan orasinya.


Ucapan Marisa tentu saja menarik perhatian para tamu yang masih berada disana. Nadya tampak biasa saja, Reno dan yang lain sudah memberitahu kemungkinan akan ada hal buruk yang terjadi di akhir acara.


Sementara Jane tengah melakukan siaran langsung menggunakan akun Marisa seperti permintaan wanita itu sendiri. Sementara dia bicara, Marisa meminta Jane untuk menayangkan beberapa cuplikan foto dan video yang menyudutkan Nadya. Wanita itu sudah mengeditnya seolah Reno yang berselingkuh dengan Nadya dibelakangnya sehingga Marisa terpaksa menikahkan mereka dan menerima di madu.


Tanpa Marisa sadari, dilayar lebar bukan menayangkan apa yang sudah dia persiapkan, melainkan isi chat yang memaksa Nadya menikahi Reno sebagai ibu penganti dengan bayaran pengobatan Rosa yang tak lain neneknya sendiri jika dia benar anak Surya.


Siaran langsung itu menuai hujatan untuk Marisa. Wulan yang tahu langsung memberi kode, meminta Marisa menghentikan orasinya. Namun Marisa tidak mengerti maksud dari kode yang diberikan Wulan, sehingga dia terus menyampaikan orasinya yang membuat Nadya menjadi buruk didepan orang banyak.


"Jane hentikan siaran langsungnya." ucap Wulan begitu dia berhasil mendekati Jane.


Jane hanya tersenyum, dia tidak menghiraukan permintaan Wulan. Sebentar lagi mereka akan menayangkan semua kebusukan Marisa dan Wulan.


Sebenarnya Reno masih memiliki hati tidak ingin membuka aib orang lain didepan umum, namun sayangnya tidak ada niat baik dari Marisa dan Wulan untuk meminta maaf.


Marisa dan Wulan bahkan terus memperkeruh keadaan dan menantang Reno untuk melakukan semua ini. Apa lagi Wulan sempat bekerja sama dengan Jasmine, mereka sungguh bertindak di luar batas karena berniat menjual tubuh Nadya pada Aditya yang memang menginginkan Reno hancur. Hal itulah yang membuat Reno akhirnya memilih mempermalukan Marisa dan Wulan.


Reno memang akan bertindak setelah pesta pernikahannya, namun lagi-lagi Wulan dan Marisa kembali berusaha mengusiknya.


"Kamu yakin menyuruh adikmu itu untuk menikah dengan Reno? Bagaimana kalau dia tahu kamu itu hanya memanfaatkan kesulitannya saat ini. Apa lagi kalau papamu sampai tahu kamu memaksa putrinya menikah sebagai ibu penganti. Jangan sampai semua yang kita lakukan selama ini terbongkar dan diketahui papa mu, jika kita tidak pernah memberikan hak mereka dan menggunakan uang itu untuk keperluan pribadi kita. Jika satu hal saja papamu ketahui, maka dia juga akan mengetahui jika mama sudah menghabisi nyawa istri kesayangannya itu."


Marisa terdiam saat telinganya menangkap suara Wulan yang bicara denganya. Dia mencari sosok wanita yang melahirkannya didunia ini namun tidak terlihat.


"Mama tenang saja, mereka semua itu bodoh. Nadya tidak akan tahu, Reno pun sama dia terlalu sibuk dengan pekerjaan. Papa juga tidak akan tahu, selama ini dia tidak pernah tahu, bukan."


Marisa menutup mulutnya dengan tangan begitu dia melihat layar yang menampilkan dia dan Wulan sedang bicara. Marisa menggeleng tidak percaya, mengapa semua yang dia rencanakan berbalik pada dirinya sendiri? Terungkap, semua kejahatannya dan sang mama terungkap. Kini semua orang tahu apa yang sudah mereka perbuat selama ini.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2