MENIKAH JADI ISTRI KEDUA

MENIKAH JADI ISTRI KEDUA
Bab 25. Kedatangan Wulan


__ADS_3

Memenuhi janjinya untuk mengajak kencan Nadya, hari ini Reno mempersiapkan segala keperluannya. Karena bukan kencan biasa yang Reno persiapkan, tapi Reno akan mengajak Nadya pergi bulan madu. Malam ini, Reno juga akan memberikan kejutan pada sang istri. Kejutan yang mungkin tidak pernah Nadya sangka sebelumnya.


"Semua sudah siap Yud?" tanya Reno pada Yuda yang membantu mempersiapkan segalanya temasuk kejutan yang akan Reno berikan malam ini.


"Mempersiapkan semuanya, aku jadi ingin ikut bulan madu." ujar Yuda sambil terkekeh.


"Cari istri dulu baru bisa bulan madu. Bukannya gonta ganti pacar terus." sahut Reno menanggapi ucapan Yuda


"Iya... iya, susah bicara sama orang yang udah dua kali nikah." balas Yuda yang langsung mendapat toyoran dari Reno.


Sebenarnya Reno ingin membalas ucapan Yuda, tapi ponselnya berdering. Nama Ijah asisten rumah tangganya yang tertera di layar.


Nadya sedang berkutat di dapur untuk mempersiapakan bahan masakan, malam ini dia dan Reno mengundang keluarga mereka berdua untuk makan malam di kediaman Reno. Nadya terkejut saat dia merasakan hijab instan yang dia pakai ditarik seseorang dengan kasar hinga terlepas dari kepalanya.


"Ini balasan untuk kamu yang sudah membuat Marisa terusir dari rumah ini."


Nadya tahu siapa pemilik suara tersebut, jika dulu dia diam karena Wulan istri dari Surya, tapi kali ini dia tidak akan tinggal diam. Terlebih lagi, Wulan sudah berani membuka aurat yang selalu dia jaga meskipun didalam rumah.


Nadya meraih hijab instan miliknya dari tangan Wulan dengan kasar, Nadya tidak bisa menutupi kemrahannya kali ini. Tentu saja membuat Wulan tercengang, melihat mantan anak tirinya kini berani melawan.


"Suami yang baik akan tahu istri mana yang baik untuknya." ucap Nadya.


"Jika mas Reno sampai menceraikan anak anda, itu berarti anak anda bukan wanita baik-baik."


Ucapan Nadya kembali memancing emosi Wulan, dia tidak terima Nadya menghina Marisa bukan wanita baik-baik. Meskipun dia tahu, apa yang dikatakan oleh Nadya adalah kebenaran. Marisa selama ini sering mencari kesenangan bersama laki-laki lain, bahkan sebelum menikah dengan Reno.


"Apa?" tanya Nadya membalas tatapan tajam Wulan yang menatap seakan-akan ingin menerkam dirinya.


"Mau membantah yang saya katakan." ucap Nadya lagi.


"Kamu... sudah berani ya sekarang, jangan kira karena Reno lebih memilih kamu saya akan takut." jawab Wulan.


"Saya berani bukan karena mas Reno memilih saya, tapi karena anda bukan siapa-siapa saya lagi yang harus saya hormati."


Wulan semakin terpancing emosinya, dia mengangkat tangannya ingin menampar Nadya. Istri Reno bukan wanita lemah, Nadya langsung menahan tangan Wulan dan sedikit melintirkan tangan itu lalu menghempaskan dengan kasar.

__ADS_1


"Aww..." teriak Wulan kesakitan.


"Pergi dan jangan pernah lagi menginjakkan kaki anda di kediaman ini. Anda bukan siapa-siapa pemilik rumah ini lagi." ucap Nadya mengusir Wulan.


"Jangan sampai saya jadi pembunuh seperti anda."


"Widya memang layak mati, dia yang merebut Surya dari saya. Seharusnya saya juga menghabisi kamu dan adikmu." jawab Wulan yang terpancing dengan perkataan yang Nadya ucapkan.


Nadya menahan sakit dan amarahnya, apa yang dia duga selama ini ternyata benar. Widya yang telah membunuh ibunya. Sebenarnya Nadya mengatakan apa yang dia ucapkan hanya untuk memancing Wulan membicarakan tentang ibunya, Nadya hanya ingin tahu apa yang dia duga dan pikirkan selama ini adalah benar. Karena selama ini Nadya hanya menduga-duga ada andil Wulan sebagai penyebab kematian ibunya yang tiba-tiba, tanpa bisa membuktikan.


"Pergi dari sini, SEKARANG!" bentak Nadya meluapkan amarahnya.


Ingin rasanya membalas dendam yang dia pendam sejak dulu, untung saja Nadya masih bisa berpikir jernih.


Tanpa Nadya tahu, semua perlawanannya terhadap Wulan di saksikan sang suami. Reno yang menugaskan Ijah untuk menghubungi majikannya itu jika terjadi sesuatu pada Nadya. Ijah langsung memberi kabar pada Reno, begitu dia membukakan pintu utama dan menemukan sosok Wulan yang langsung menerobos masuk mencari Nadya.


Nadya terduduk lemah di kursi meja makan, ditemani Ijah yang baru saja memberikan air minum pada Nadya.


Nadya menghabiskan hingga tandas segelas air putih yang dibawakan Ijah. Dia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya berlahan. Belum pernah Nadya mersakan marah yang berlebihan seperti saat ini.


"Biar bapak nanti yang mengurusnya. Mbak Nadya istirahat saja, biar saya yang menyelesaikan masakan Mbak Nadya." jawab Ijah.


"Tidak apa-apa Mbak, saya hanya shok saja. Saya akan lebih sedih kalau sendirian di kamar."


Nadya berdiri setelah bicara dengan Ijah. Belum sampai melangkah, Nadya menyerahkan hijab yang ada ditangannya pada Ijah.


"Berikan saja hijab ini pada orang lain jika tidak ingin membuangnya. Saya sudah tidak mau memakainya lagi." ucap Nadya berjalan menuju laundry yang ada di kediaman Reno untuk mengambil hijab baru yang sudah di cuci oleh Tina.


Sementara itu di apartemen Kevin, Jane mengerutu sendiri. Dia sedang tidak ada job, sementara Kevin dan Marisa ada pekerjaan diluar kota. Tinggallah dia berdua saja bersama Wulan di apartemen Kevin.


Sejak Wulan dan Marisa ikut tinggal di Apartemen kevin, Jane yang juga tinggal disana merasa diperlakukan seperti asisten rumah tangga oleh Wulan dan Marisa. Mereka berdua hanya ikut tinggal disana tapi tidak peduli dengan keadaan sekitar yang kotor dan berantakan.


Seperti saat ini, Jane harus membersihkan sisa-sisa makanan dan minuman bekas Wulan berpesta semalam bersama teman-temannya. Dan sekarang wanita itu tidak terlihat batang hidungnya untuk membersihkan apartemen ini.


"Jane."

__ADS_1


Jane yang terkejut dengan teriakan Wulan langsung bangkit dari tidurnya. Dia baru saja tiduran di sofa sambil melihat tayangan televisi setelah membersihkan apartemen ini.


"Tante mengagetkan saya saja." jawab Jane panggilan Wulan.


"Tante butuh kamu untuk membantu Tante." ucap Wulan ikut duduk di samping Jane. Pulang dari kediaman Reno dia langsung kembali ke apartemen untuk bicara dengan Jane dan meminta bantuan gadis ini untuk membalaskan dendamnya pada Nadya.


"Bantuan apa Tante, kalau beres-beres, Jane capek."


"Tidak sekarang, tapi besok-besok. Kita susun dulu rencananya sebelum kita lakukan." jawab Wulan menggebu-gebu menceritakan maksudnya memanggil Jane.


"Tante merencanakan apa?" tanya Jane menyelidik.


"Kamu tahu mengapa saya dan Marisa menumpang di apartemen Kevin?" tanya Wulan yang dijawab gelengan kepala oleh Jane.


Waktu Marisa dan Wulan datang ke apartemen ini, Jane memang tidak tahu apa-apa. Tapi dua hari yang lalu dia tidak sengaja bertemu Didu suami dari sahabatnya. Sebenarnya bukan tidak sengaja, tapi Didu yang sengaja pura-pura tidak sengaja bertemu Jane di sekitaran apartemen Kevin. Didu diberi tugas diluar pekerjaan kantor oleh Yuda, karena riwayat Didu yang sudah mengenal Nadya.


"Jane, kamu tinggal disini, wah sudah jadi orang hebat ya." tegur Didu.


Jane terpancing menceritakan tentang dirinya. Didu yang sebenarnya sudah tahu langsung memberikan tawaran pada Jane, dan gadis itu menyanggupinya.


"Akan aku lakukan, tapi setelahnya keluarkan aku dari tempat ini dan pekerjaanku." jawab Jane setelah Didu meminta gadis itu menjadi mata-mata untuk Wulan dan Marisa.


"Tante dan Marisa di usir oleh adiknya Marisa, dari istri kedua suami saya." ucap Wulan mengawali ceritanya.


"Jahat sekali adiknya mbak Marisa." ujar Jane.


"Iya, dia sangat jahat. Karena itu saya butuh kamu untuk mendekati anak tiri saya itu." ucap Wulan memberitahu Jane.


"Untuk apa?" tanya Jane penasaran. Baru dua hari dia dapat pekerjaan baru jadi mata-mata, kini Wulan sendiri yang mendatanginya dan meminta bantuan.


"Apa kamu sungguh bisa dipercaya Jane?" tanya Wulan sambil memindai Jane.


"Memangnya Tante mau melakukan apa? Mau menyingkirkan anak tiri Tante?" pancing Jane.


...🌿🌿🌿...

__ADS_1


...Menikah Jadi Istri Kedua ...


__ADS_2