
☀️☀️☀️
" Mah, pah, pulang sekolah gia ga pulang kesini lagi, gia langsung di jemput kak kemal ke apartement, gia pasti bakal kangen sama mamah sama papah," pamit gia pada daud dan alice ketika mau pergi ke sekolah dengan nora dan ghani.
" Sayang, kamu ini kaya mau pisah kemana ajah, kan nanti kita bisa tetep nginep ke sini," ucap kemal pada istrinya itu.
" Bener yaa kak, nanti tiap libur kita nginep kesini yaa,"
" Engga tiap minggu juga dong sayang," kemal mulai gemas dengan istrinya itu, karena kemal ingin banyak waktu berduaan ajah sama gia.
" Udah dehh ayo nanti kita telat gi, kalau kamu ga main kesini, kan kita bisa mah ke apartement gia,biar ada yang merasa terganggu," nora mulai lagi menggoda kakak nya kemal yang sontak langsung melotot padanya.
Alice dan daud hanya tersenyum mendengar ucapan nora itu, kemudian daud pun pamitan berangkat ke kantor dengan supirnya.
"Gia ke sekolah dulu ya kak," sekarang giliran gia yang pamit pada suaminya.
" Iyah sayang hati-hati, jangan macam-macam disekolah yaa," seperti biasa kemal membalikkan tangan nya dan mencium tangan gia, malah sekarang kemal menarik tangan gia dan langsung memeluk gia dengan erat.
Gia dibuat melongo oleh kelakuan kemal.
"Apa-apa an sih kak, lepasin ini ada mamah nora dan kak ghani, papah juga sepertinya masih dimobil belum jalan," bisik gia di telinga kemal, yang sedang menenggelamkan kepalanya tengkuk gia, jadi gia bisa sejajar dengan telinganya kemal.
Sumpah gia sudah sangat malu oleh kelakuan kemal itu, rasanya ingin berbuat kasar pada kemal yang semakin kesini semakin ga tahu tempat kalau mau menyentuhnya, tapi gia juga ga mungkin bisa marah pada kemal.
"ishhhh apa sihh nih kakak gw makin menjadi ajah bucin nya," gumam nora dalam hati dan ga mau banyak bicara lagi dia langsung masuk ke mobil begitu pun ghani yang sedari tadi memang tidak mau melihat mereka, karena takut hatinya semakin sakit.
"Jalan pak," pinta daud pada supirnya.
"Anak itu benar-benar seperti aku waktu muda, ga tau tempat dan didepan siapa," kenang daud saat melihat kelakuan kemal yang sepertinya persis dirinya itu.
Setelah puas memeluk gia kemal pun melepaskan nya, " sudah, aku sudah isi tenaga nya nanti sore kita ketemu lagi yaa sayang," kali ini gerakan nya sudah tertebak oleh gia, kemal pasti akan mencium bibirnya, gia pun dengan cepat lari masuk ke mobil.
"Sudah yaa mah,, gia berangkat dulu," sambil berlari gia pamit pada alice, alice pun hanya tertawa melihatnya.
"Awas kamu nanti gadis kecil, sudah berani lari dariku yaa," gumam kemal dalam hati.
" Kamu ini, percis sekali dengan ayahmu sayang," ucap alice sambil tertawa.
" maksud mamah ?,"
" Iyah, sama-sama gak tau malu kalau lagi jatuh cinta, hahaha,.."
Kemal pun ikut tertawa bersama alice.
" Terus mamah waktu awal menikah sama papah, apa minta pisah kamar juga mah?,"
" Memangnya kenapa?,apa gia minta pisah kamar sama kamu sayang?,"
"Iyah mah," jawab kemal dengan raut wajah sedikit sedih.
"Mamah sih dulu ga minta pisah kamar, bagaimana mamah bisa lari dari papah kamu yang gak tau malu itu," kenang alice sambil tersenyum mengenang daud suaminya.
"Tapi sayang, kasusmu ini sedikit berbeda, dengan kisah mamah sama papah, dulu mamah sama papah mu menikah diusia kami yang memang masih mudah tapi sudah cukup usia untuk menikah,"
" Sedangkan gia, gia masih anak-anak KTP ajah dia belum punya sayang, tapi entah bagaimana caranya Adam bisa mengurus semuanya, dan membuat gia menandatangani surat-surat nikah kalian, Adam memang selalu hebat mengurus sesuatu,"
" Jadi sayang, kamu harus banyak bersabar, menunggu gia, pelan-pelan dia juga pasti nerima kamu kok, karena yang mamah lihat gia juga sepertinya mencintai kamu,"
" Iyah mah, kemal akan bersabar, tapi dengan usaha keras tentunya, mamah kan tau kemal pekerja keras,"
" Kamu ini sayang, ingat istri kamu itu baru saja ulang tahun yang ke-16 dua bulan lalu, sabar sebentar memang ga bisa sampai lulus SMA, sebentar lagi juga kan mereka ujian sekolah terus kenaikan kelas,"
" Kamu hanya perlu bersabar satu tahun juga kurang kayanya, karena habis ujian kelas tiga nanti kan sudah masa-masa bebas, emang ga bisa,?"
" Gabisa mah, yaudah kemal juga berangkat ya mah, " Jawab kemal sambil mencium pipi alice dan kabur seperti istrinya.
" Anak itu, kenapa kelakuan papahmu kamu copy semuanya," gerutu alice sambil menepuk jidatnya melihat kelakuan anaknya itu.
Kemal sudah tiba di kantornya, dia segera menyelesaikan pekerjaan nya disana dengan cepat karena dia pun juga harus pergi ke perusahaan adiratama, selama dipimpin kemal perusahaan istrinya itu menunjukan kemajuan, walaupun sering mendapat gangguan dari reno dan keluarga adiratama lainnya tapi kemal berhasil menangani itu semua.
Setelah semua urusannya selesai kemal pun bergegas ke sekolah untuk menjemput istrinya.
Kemal menunggu istrinya di dalam mobil di depan gerbang sekolah, setiap mata yang melihat mengagumi mobilnya yang mewah, mereka bertanya-tanya mau menjemput siapa mobil itu.
Tak lama dia melihat dari jauh istri dan adiknya berjalan keluar, tapi ada yang salah, kenapa ada anak laki-laki yang dari tadi tidak mau jauh dari gia.
Sebenarnya laki-laki itu adalah ray, ray sangat menyukai gia, makanya dia rajin sekali mendekati gia, padahal gia sudah sering menolak dan merasa risih,tapi ray tetap saja mencoba mendekatinya.
Kemal yang sangat kesal melihatnya pun segera turun dari mobil, padahal gia sudah bilang pada kemal kalau jemput jangan turun dari mobil, karena penampilan kemal akan sangat mencolok untuk dilihat.
Gia takut terjadi kejadian seperti kak ghani yang lupa kalau nora udah melarang dia turun, semua yang melihat kak ghani jadi heboh, dan akhirnya nora yang repot ditanyain terus karena kakaknya ganteng dan jadi idola.
Kemal yang turun dari mobil pun segera berjalan menghampiri Gia, dan benar saja semua disitu yang melihat kemal merasa takjub,mereka semua terpesona dengan kemal yang berbadan tinggi atletis dengan wajah yang sempurna.
Tak lama gia dan nora pun melihat kemal dari jauh, " ishh kejadian lagi begini, gak adik ga kakak hobby banget bikin masalah," gerutu nora setelah melihat kemal.
"Kamu ga bilang ama suami kamu jangan turun mobil gi,?"
"Aku dah bilang kok nor, gatau kenapa dia malah turuh juga, dan lagi berjalan ke arah kita nor,"
"Hei kalian kenapa,?" Tanya ray
"Iyah kalian kenapa, ga sopan tau berbisik-bisik gituh depan orang bnyak," seru anne
" Ya tuhan apa aku ga bermimpi, apa ini bukan di surga,?" Seru diana.
" lo kenapa na, udah gila ini masih di dunia," jawab anne
" Lo liat tuh sendiri, kalau bukan di surga terus itu cowo apa, kok ganteng banget ya ampun mau mampus gw liatnya ann, tapi rasa-rasanya gw pernah lihat cowo ganteng itu" ucap diana lagi.
" Ya ampun, bener na, gantengnya ga manusiawi banget, bener tapi na, kita kayanya pernah ketemu deh ama cowo itu" seru anne
Kemal yang semakin dekat, segera menyambar tangan gia, " Ayo pulang," dengan wajah datar dan tegas.
"I..iyah kak," gia bingung dengan sikap kemal kenapa galak sekali.
"Kamu juga nora, ghani sudah ada didepan cepat pulang," ucap kemal pada nora masih dengan wajah garangnya.
"Iyah kak," cuma itu yang bisa nora katakan karena nora juga bingung dengan sikap kakaknya itu, kenapa kembali ke setelan pabrik, padahal kemaren-kemaren gara-gara gia kakaknya itu sudah sedikit jinak.
"Siapa dia nor, kenapa dia tarik-tarik gia gituh?," tanya diana
"Iyah siapa nor?, loh kenal nya ama cowo ganteng mulu, saingan kak ghani sih ini, cuma gantengnya beda genre,"
__ADS_1
" Bukan saingan kak ghani, itu kakak nya kak ghani, terus maksud loh apa ganteng kok pake genre," ucap nora
"Yah kan kalo kak ghani lemah lembut, kalau ini garang-garang gimana gitu," jawab anne
"Sebentar-sebentar dia kakaknya kak ghani, berarti dia kakak loh juga dong nor,?," tanya diana sambil melongo.
" Yuppss 100, dia kak kemal kakak tertua gw," jawab nora yang mulai kesal dengan sahabat-sahabatnya yamg sedikit tulalit itu.
Sementara itu gia yang berjalan dengan tangan digenggam terus oleh kemal sontak jadi pusat perhatian, rasanya gia ingin menutup mukanya itu.
"Ayo masuk," kemal membuka kan pintu untuk gia lalu segera melajukan mobilnya. Ghani yang melihat kakak nya itu hanya bisa memperhatikan. Ghani gak mau dimarahin nora nantinya karena turun dari mobil.
"Akhirnya gia dapetin kak kemal juga, walaupun kita sedikit patah hati tapi kita bahaga banget buat gia, iyah kan ann,"
"Iyah na, emang gia juga sih cantiknya kebangetan, jadi dia pasti dapetin cowo yang dia suka, walaupun laki-laki itu spec nya kaya kak kemal,"
"Iyah gimana ga cantik orang mamah nya gia cewe itali ann, terus gimana ga ganteng juga kak kemal ama kak ghani, bapaknya arab emaknya itali juga sama kaya gia,"
"Iyah bener na, tar kita cari bule juga ya na, kalau engga arab deh kaya om daud,hehe,"
"Dasarr loh pada, bokap gw dibawa-bawa, udah ahh gw pulang dulu," nora pu berlari dan segera masuk mobil ghani.
Ray yang sedari tadi memeperhatikan mereka tidak mengatakan apapun, ray sepertinya paham kalau tadi kemal sedang cemburu pada gia, karena kemal sempat menatap nya dengan penuh amarah.
"Gia, jadi itu laki-laki yang kamu sukai, sepertinya aku memang kalah dalam segala hal dengan laki-laki yang kamu cintai itu, tapi bukan berarti aku akan menyerah gia," gumam ray dalam hati sambil tersenyum penuh arti.
Selama perjalana kemal tidak mengucapkan sepatah katapun pada gia dan gia pun hanya bisa diam, gia sangat takut melihat wajah kemal yang sepertinya sangat emosi sedangkan gia tidak tau penyebabnya.
Begitu sampai di apartement mereka, kemal melempar tas kerja nya ke sembarang tempat,
"Siapa dia gia?," bentak nya pada gia
"Dia..dia siapa kak?," tanya gia yang sudah sangat takut pada kemal.
"Dia anak laki-laki yang berjalan terus ingin menempel dengan mu itu?," jawab kemal sambil melonggarkan ikatan dasi nya tapi tetap menatap gia dengan tajam.
Gia pun ingat tadi ray memang terus-terusan menghampirinya, mengajak gia berbicara, padahal gia sudah menghindar.
"Jawab gia..." kemal sudah hilang kesabaran dia bertanya lagi pada gia sambil merengkuh kedua pundak gia.
"Dia ray kak, teman sekelas gia,"
"Apa dia suka pada mu gia, apa dia pernah mengutarakan perasaan nya pada mu gi?,"
"I...iyah kak, iyah pernah,"
Mendengar gia mengatakan itu, amarah kemal semakin menjadi.
"Lalu kamu jawab apa?,"
"Tentu saja gia tolak kak, itu pun gia selalu menghindari ray kak,"
"Anak brengsek, masih saja mengejar-ngejar istriku,"
"Mulai besok aku akan memperhatikan kamu gia, bila perlu aku akan menyewa bodyguard buat menjauhkan si brengsek itu,"
"Ingat gia kamu hanya milikku," ucap kemal yang masih memegah kedua bahu gia, dan sekarang tangan nya beralih ketengkuk leher gia lalu dia mencium gia.
Kemal yang merasakan air mata gia menetes mengakhiri ciumannya dan segera melihat wajah istrinya itu, dia menangkup wajah mungil istrinya dengan kedua tangan nya.
"Maafkan aku gia, maafkan aku, aku khilaf, aku sudah kasar padamu gi, maafkan aku," kemal terus-terusan meminta maaf pada gia sambil memeluk tubuh istrinya itu.
Gia tidak menjawab apa-apa, gia cukup shock dengan sikap kemal tadi.
"Maafkan aku gia, maafkan aku sayang, aku juga gak ngerti kenapa aku bisa lepas kendali seperti ini, ini pertama kalinya untuk ku gi, aku minta maaf,"
Kemal sangat menyesal dalam hatinya, kenapa dia semarah itu pada gia, mungkin memang karena gia adalah segalanya bagi kemal, sehingga bisa membuat kemal hilang kendali.
"Iyah kak, sudahlah gia mau ke kamar dulu kak,"
"Kamu apa memaafkan aku gia?,"
"Iyah kak, gia maafin kakak, gia juga minta maaf kalau gia bikin kakak marah, gia janji gia bakal lebih jaga jarak lagi dari ray, gia cuma minta kakak juga percaya sama gia,"
Kemal hanya mengangguk sambil tersenyum, entah pahala apa yang sudah dia perbuat, sehingga kemal bisa mendapatkan istri seperti gia, cantik,muda,lemah lembut dan sangat pengertian.
"Terimakasih om Adam, sudah memerikan puteri mu yang luar biasa ini untuk ku," ucap kemal dalam hati.
"Gia ke kamar dulu kak, gia mau mandi, terus gia mau masak buat kita makan malam, ini udah sore,"
"Masak?, emang kamu bisa masak gi?,"
"Bisa sedikit kak, yah tapi ga sehebat mamah alice, tapi gia belajar dari mamah alice,"
"Semakin sempurna saja istriku ini," gumam kemal dalam hati.
"Tapi sayang, aku tidak pernah memasak disini, jadi ga ada bahan makanan apapun di kulkas,"
"Yaudah, apa kakak mau anterin aku belanja dulu, sepertinya tadi aku lihat ada supermarket ga jauh dari sini,"
"Owh iyah memang ada, yasudah aku mandi dulu nanti kita pergi kesana yaa,"
Kemal dan gia pun segera bersiap, tapi kemal siap lebih dulu, dia lalu mengetuk pintu kamar gia.
"Sayang apa sudah siap?,"
"Iyah kak, sebentar,"
Gia pun tak lama membuka pintu kamarnya.
"Ayo kak gia sudah siap,"
"Kak, ko malah bengong ayo kita jalan," nanti keburu makin sore.
Kemal memang sedang asik memandangi gia, gia yang tampak sangat cantik dan imut dimata kemal, dia mengenakan mini dress berwarna pastel memakai sepatu kets dan menguncir kuda rambutnya yang biasanya tergerai itu,serasa kemal ingin mencium leher dan tengkuk gia yang mulus dan dihiasi sedikit rambutnya yang tidak terikat.
"Kak,..ayo..,"
"Owhh iyah..iyahh, ayo sayang kita jalan,"
Mereka pu segera berangkat ke supermarket untuk membeli bahan makanan untuk gia memasak.
Di supermarket itu, banyak sekali wanita yang berbelanja dari mulai muda sampai tua,mereka semua memandangi kemal, bahkan ada yang tidak segannya membicarakan kemal sampai-sampai gia mendengarnya.
__ADS_1
Kemal tidak pernah berbelanja keperluan rumah seperti ini sebelumnya, otomatis dia hanya mengikuti gia membantu mendorong troli belanja istrinya itu dan dia mengabaikan pandangan orang-orang yang melihatnya.
Berbeda dengan kemal yang sudah biasa mengabaikan orang-orang disekitanya, gia merasa semakin risih dan kesal mendengarkan omongan ibu-ibu dan cewek-cewek genit itu.
"Aduuhh apa boleh yaa ngajak kenalan, itu cowo ganteng banget,"
"Tapi itu siapa nya yaa sepertinya mereka dekat sekali,"
"Paling juga adiknya,"
Begitulah terus-menerus yang gia dengar, ga ada yang bilang gia pacarnya kemal atau istrinya, wanita-wanita itu sangat berharap kemal single.
"Maaf ya ibu, nona, dia bukan kakak atau om saya, dia adalah suami saya," ucap gia yang memberanikan diri berbicara karena merasa sudah sangat kesal dengan mereka yang mendambakan suaminya.
"Owhhh,benarkah maaf kalau begitu mba, kami kira belum menikah,"
Ucap mereka lalu mereka berlalu meninggalkan gia yang masih terlihat dongkol.
"Kamu kenapa sayang cemburu?," tanya kemal menggoda gia.
"Enggak,cuma kesel ajah,"
"Kenapa kesel?,"
"Yahh kesel dong mereka semua pada mupeng ama kak kemal, padahal kan udah ada aku, ga liat apa, kak kemal kan cuma punya gia, masih ajah mereka pengen," cerocos gia sambil cemberut kesal dan gak sadar apa yang dia katakan.
"Aku punya siapa sayang?," tanya kemal yang senang melihat gadis kecilnya itu marah-marah karena cemburu.
"Uppsss,,kenapa aku bodoh banget, saking kesalnya jadi keceplosan deh, malu kan jadinya sekarang," gumam gia dalam hati sambil menutup mukanya.
"Ayo dong jawab,"
"Ikkhhh apa sih kak, udah ahh ayo kita cepet pulang,gia mau masak nanti keburu malem,"
Kemal pun mengikuti gia dengan wajah penuh senyuman karena tingkah imut istrinya yang sedang cemburu itu.
Di perjalanan pulang, kemal masih saja senyum-senyum sendiri mengingat kata-kata gia pada wanita-wanita di supermarket tadi.
Gia tidak berani melihat kemal karena masih malu dengan ucapannya sendiri.
Begitu sampai di apartement gia pun segera membereskan belanjaan nya di dapur, lalu bersiap untuk memasak.
"Sayang, apa perlu aku bantu,"tanya kemal dari ruang tv.
"Engga usah kak, kakak tunggu ajah, nanti kalau udah siap gia kasih tau kakak,"
Kemal pun melanjutkan menonton tv nya, tapi rasanya tidak ada yang seru, karena di pikiran kemal hanya ada gia.
Kemal pergi ke dapur untuk melihat gia, ternyata gia sedang asik memasak, gia tampak serius di dapur, kemal pun datang menghampiri gia, lalu memeluk gia dari belakang.
"Kak, ada apa bikin gia kaget ajah," ucap gia yang memang kaget kemal tiba-tiba memeluknya, gia pun berusaha melepaskan tangan kemal yang yang melingkar di perutnya yang ramping itu.
Bukan nya melepaskan pelukannya kemal malah semakin erat memeluk gia, bahkan kemal menciumi leher dan tengkuk gia, yang sebenarnya sudah dari tadi ingin dia lakukan.
Gia pun merasa sekujur tubuhnya meremang akibat kelakuan kemal, gia segera mematikan kompor dan berbalik ke suaminya itu.
"Kak, aku sudah mau selesei tunggu di meja makam, ok,"
"Baiklah," kemal pun segera melepaskan pelukannya dan menunggu di meja makan.
Kemal tidak mau membuat gia takut, jadi kemal berencana akan membuat gia terbiasa dengan nya pelan-pelan.
Kemal dan gia pun makan malam bersama.
"Sayang, ini enak sekali, kamu memang hebat,"
"Makasih kak, gia senang sekali kalau kak kemal suka masakan gia,"
Selesai makan gia pun segera merapih kan semuanya, begitu selesai gia pamit pada kemal untuk mandi karena merasa sudah kotor lagi gara-gara masak tadi.
"Kak, gia mau mandi dulu yaa, rasanya lengket banget keringetan habis masak,"
"Iyah sayang habis mandi kesini yaa sayang temani aku nonton tv,"
"Iyah kak,"
Selesai mandi gia memilih baju yang akan dia pakai, gia teringat baju-baju pilihan nora, kalau tidak dipakai nanti nora marah, gia pun akhirnya memakai salah satu baju itu.
Setelah selesai gia pun keluar dan langsung menghampiri kemal di ruang tv.
Kemal yang melihat gia memakai baju pilihan nya hanya bisa melongo terpesona dengan istrinya itu.
"Sayang duduklah," ucap kemal sambil menarik tangan gia untuk duduk disampingnya. Matanya tidak berpaling sedikitpun memandangi istrinya itu, yang sangat pas memakai dress pilihannya itu.
"Kak mau nonton apa?, ko dari tadi cuma liatin gia terus,"
"Terserah kamu sayang, kamu ajah yang nonton tv, aku nonton kamu ajah,"
"Apa sih kak kemal ini ada-ada ajah,masa nonton gia,"
"Habisnya kamu enak buat dilihat sayang, apalagi,"
"Apalagi apa?,"
"Engga deh, belum waktunya,"
Gia pun akhirnya menonton film kartun kesukaan nya, gia pikir rasa-rasanya menonton film kartun adalah yang paling aman dari suaminya yang suka mesum itu.
Kemal sedari tadi hanya memperhatikan gia sambil tangannya tidak berenti bergerileya ditubuh gia, gia seperti sudah lelah menepis tangan nakal suaminya itu.
"Sayang tadi di supermarket kamu bilang aku ini punya kamu kan, tapi kok kamu cuekin aku sekarang,"
Gia lalu berbalik dan melihat suaminya itu.
"Ya tuhan bisa-bisanya kak kemal yang selama ini gia kenal sangat dingin bahkan dia ga pernah menoleh ke arah gia kalau tidak sengaja bertemu,sekarang bisa bersikap manja-manja begini padanya,"gumam gia dalam hati.
"Emang gia cuekin kak kemal yaa, kan dari tadi gia disini deket kak kemal,"
"Kamu asik nonton tv, aku ga diperhatiin ama kamu gi," ucap kemal yang sekarang serasa semakin menggemaskan dimata gia.
Gia pun segera mematikan tv nya, "mmmhhhhh menggemaskan sekali, aku gak nyangka kak kemal bisa juga semanis ini," ucap gia dan dengan refleks nya menangkup wajah kemal.
Setelah puas memainkan wajah suaminya, gia sadar posisinya kini semakin berbahaya untuknya, gia segera ingin menjauh tapi kemal langsung menariknya, dan kini posisi gia menindih kemal di atas sofa itu.
__ADS_1