
Setelah semuanya meninggalkan kamar mereka, kemal teringat istrinya belum makan apa pun, “Sayang, apa kamu mau aku belikan sesuatu?, tadi mamah bilang kamu belum masuk makanan,” tanya kemal
“Gia gak mau makan kak, gia cape muntah terus, kasian nanti anak gia kecapean juga dibawa bolak-balik kamar mandi terus,” ucap gia membuat kemal sangat gemas mendengarnya.
“Anak gia? Kamu waktu itu marah aku selalu menyebut anakku sekarang kamu juga mau milikin anak kita sendiri,” ucap kemal
“Ah iyah maksudnya anak kita kak,”
“Nah gitu dong, dan lagi anak kita gak akan kecapean sayang karena bolak-balik kamar mandi, yang ada dia bakalan kelaperan gara-gara mommy nya gak makan,” jelas kemal mengoreksi statement lucu istrinya itu.
“kamu mau makan apa sayang?, atau mau aku bawakan ice cream coklat kesukaan kamu?,”
“Enggak, gak mau,!” ucap gia sambil melotot pada kemal
“Kenapa melotot begitu sayang?,”
“Karena setiap makan ice cream pasti kak kemal minta yang aneh-aneh,”
Kemal pun hanya bisa cengengesan mendengar perkataan istrinya itu karena memang benar adanya.
“Gia gak mau makan apa-apa kak, gia lemes, gia mau langsung tidur ajah yaa, kak kemal cepetan mandi sana, gia mau melukin kak kemal,”
“Baiklah sayang dengan senang hati,” kemal pun dengan semangat mandi agar cepat-cepat bisa menemani istrinya tidur.
“Pah, apa yang mau kamu lakukan pada keluarga kamu itu?, maaf tadi aku sangat marah aku benar-benar kesal pada mereka jadi kamu terbawa-bawa,” ucap alice yang menyesali perbuatannya yang sudah marah-marah pada suaminya itu.
“Gak apa-apa sayang, aku mengerti perasaan kamu bagaimana, kita sangat menyayangi gia, gia sudah seperti putri kita sendiri, tapi mereka malah menghina gia, tanpa tau yang sebenarnya, aku sungguh malu dengan kejadian ini,” ucap daud
“Benar pah, jangan sampai hal tidak penting seperti ini terjadi lagi, kamu harus baik-baik memberi mereka pelajaran,”
“Nah sayang, ayo kita tidur,” ucap kemal setelah selesai mandi lalu dia merebahkan tubuhnya dipinggir gia.
“Iyah kak, sini aku pengen peluk,” pinta gia, lalu sesuai permintaannya gia pun langsung menghamburkan dirinya di dada kemal.
“Sayang,” panggil kemal sambil tetap memeluk erat istrinya.
__ADS_1
“Iyah, kenapa kak?,”
“Apa kamu benar-benar tidak terganggu dengan kejadian tadi sore?,”
Gia diam sejenak mendengar pertanyaan kemal, “Pasti gia terganggu kak, gia juga sangat kesal dan sedih, tapi gia berpikir lagi, sekarang walau apapun yang terjadi, gia sudah punya keluarga yang lengkap, ada mamah ada papah nora juga kak kemal, terlebih sekarang ada yang harus gia jaga sepenuh hati,” ucap gia sambil mengusap perutnya.
“Kamu memang selalu dewasa, walaupun kamu masih kecil,” ucap kemal lalu mencium istrinya itu.
“Hei enak ajah masih kecil, orang gia udah mau punya anak,”
“Ohh iyah-yah,” ujar kemal sambil tertawa kecil melihat istrinya itu
“Besok aku akan balas mereka sayang, berani sekali menyinggung keluargaku, kamu mau aku bagaimana kan mereka sayang?,”
"Terserah kak kemal ajah,”
“Ko terserah sayang?, emang kamu gak dendam sama mereka?,”
“Enggak, untuk apa dendam?, gia mungkin tadi marah kesal sakit hati, tapi nyatanya itu malah berdampak buruk ama anak kita, jadi gia gak mau dendam kak, terserah mereka ajah mau bagaimana, selama kak kemal tidak ada hubungannya dengan dokter sarah, gia gak akan gimana-gimana,” ucap gia lalu bangun dan melirik tajam pada suaminya itu.
“Awas ajah kak, kalau kak kemal macam-macam, walaupun gia udah janji gak akan melepaskan kak kemal, tapi tidak untuk yang satu itu, gia akan menerima masa lalu kak kemal, tapi kalau hal seperti itu terjadi dimasa sekarang, gia gak akan pernah mempertahankan kak kemal, inget itu baik-baik,!” tegas gia sambil tetap menatap tajam suaminya itu.
“Sayang tatapan mu itu membuatku sangat takut, aku janji itu gak akan pernah terjadi sayang, kamu kan tau bagaimana hidup aku tanpa kamu, gak mungkin aku mau ngulangi kesalahan yang bisa bikin kamu pergi lagi dari aku,” ucap kemal lalu memeluk gia.
“Yasudah, awas ajah kalau macem-macem,”
“Enggak akan pernah, sudah ayo tidur tadi kan kamu dan anak kita sudah sangat lelah,”
Gia pun tertidur di pelukan suaminya beberapa saat setelah obrolan singkat mereka.
Pagi-pagi sekali kemal sudah siap untuk pergi, gia pun sudah beres menyiapkan sarapan untuk nya dan suaminya itu. Gia sengaja membawa sarapan ke kamarnya karena takut kemal tidak sempat sarapan.
“Sayang kamu sarapannya Cuma itu?,” tanya kemal yang melihat piring istrinya hanya diisi roti tawar polos tanpa topping apapun.
“Iyah kak, ini juga kalau gak mual, soalnya tadi dibawah gia udah makan yang lain tapi malah mual,” jawab gia pada kemal.
__ADS_1
Kemal yang mendengar perkataan istrinya itu merasa sangat bersalah melihat istrinya yang sedang mengandung anaknya dan harus melalu fase seperti ini diusia nya yang masih belia, seharusnya gia masih bebas bersekolah bermain dan tertawa dengan teman-teman sebayanya seperti nora.
“Ehmmm,..” ucap gia menahan mualnya dan berlari ke kamar mandi .
Kemal pun mengikuti gia ke kamar mandi dan membantu istrinya yang sedang muntah-muntah itu.
“Sayang maafkan aku, maafkan aku gia,” ucap kemal dengan wajah sangat sedih melihat istrinya itu bahkan gia melihat mata kemal yang berkaca-kaca.
“Kak, kenapa kak kemal minta maaf?,” tanya gia sambil menatap suaminya yang terlihat sedih itu.
“Karena aku sudah menyusahkan kamu sayang,”ucap kemal.
Gia pun langsung memeluk suaminya itu “Kak, gak ada yang menyusahkan gia, malah gia sangat bahagia, ini pilihan gia, kak kemal jangan sedih begitu, ibu hamil memang begini di awal-awal, tapi kata mamah nanti juga kalau usia kehamilannya lebih tua, gak akan mual-mual lagi,” jelas gia
“Benarkah sayang?,”
“Iyah kak, jadi kak kemal jangan merasa bersalah terus, karena ini adalah hal yang paling membahagiakan buat gia, memiliki suami seperti kak kemal dan keluarga seperti keluarga adnan adalah berkah yang paling besar di hidup gia kak, karena sebelumnya gia gak punya siapa-siapa selain kak danny,” terang gia
Kemal pun sengera memeluk erat gia, “Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu, kamu juga adalah hadiah terbaik yang tuhan berikan untukku,” ucap kemal.
“Makasih kak, ayo sekarang kak kemal sarapan, katanya mau berangkat pagi, oh iyah kak kemal ada rapat yaa sampai harus pagi-pagi ?,”
“Bukan sayang, urusanku ini tidak ada hubungannya dengan kantor, nanti saja aku ceritakan, ayo sekarang kita sarapan,”
“Kak, jangan terlalu keras sama nenek mala dan keluarga dokter sarah, mereka masih keluarga papah keluarga kak kemal juga,” ucap gia yang sudah bisa menebak apa itu urusan suaminya.
“Iyah sayang, sudahlah kamu lebih baik jaga kesehatan yaa, yang lainnya biar aku yang urus,” ucap kemal lagi sambil mengelus istrinya.
......................
Hari minggu di keluarga adnan, gia dan mamah alice dibantu nora sedang sibuk packing barang-barang bawaan kemal dan gia untuk berangkat ke german besok, tak terasa usia kandungan gia pun sudah jalan dua bulan sekarang, pekerjaan kemal di kantor sudah mulai teratasi dan kemal juga sudah membuat surat kuasa sementara untuk danny menjalankan perusahaan adiratama.
Di lantai bawah daud kemal dan danny sedang mengobrol. Danny yang ingin mengantarkan adiknya besok pagi sengaja menginap di rumah daud atas permintaan kedua mertua adiknya itu. Di saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba terdengar suara seseorang berteriak memanggil daud.
“Ada keributan apa itu om ?, kayanya manggil-manggil nama om daud,” tanya danny yang heran dengan keributan itu, tapi tak lama bi tina datang.
__ADS_1
“Tuan maaf di depan ada yang mencari tuan saya sudah bilang tunggu didepan dulu tapi mereka menerobos masuk,”