
Sepulang sekolah, seperti biasa shani sudah menunggu nora di depan gerbang sekolah, begitupun kemal yang sudah setia menunggu gia istrinya.
Dari jauh nora melihat lydia menghampiri mobilnya, sepertinya gadis itu ingin menemui shani.
"Aku pulang duluan yaa, owh iyah sepertinya lydia lagi deketin kak shani tuh nor," ucap gia pada nora.
"Iyah bener nor, cewek itu emang gak gampang nyerah kalau soal cowok," lanjut anne.
"Iyah bener, yaudah aku juga pulang duluan yaa, sekalian mau gangguin acaranya si lydia tuh, pasti seru deh," ucap nora.
Shani yang tidak enak pintu kaca mobilnya diketuk-ketuk lydia, akhirnya mau tidak mau keluar dari mobil.
"Hai, maaf mengganggu aku lydia kak, aku tau dari temen-temen katanya nama kakak kak shani yaa," sapa lydia pada shani.
"Benar non, maaf ada apa yaa?,"
"Begini kak shani, aku cuma mau menawarkan sesuatu untuk kak shani,"
"Menawarkan apa yaa?,"
"Apa kak shani berniat untuk pindah kerja jadi sopir lydia?, lydia bisa memberikan gaji tiga kali lipat dari gaji yang nora berikan, asal kak shani mau jadi sopir lydia," terang lydia.
Lydia sebenarnya tidak mau kalah dari gang nora, lydia tau gosip tentang gia yang ternyata berpacaran dengan seorang kemal adnan, pemilik saham terbesar di sekolah, yang terkenal sangat tampan dan cool itu, sedangkan dia mengejar ray saja belum berhasil, malah ray suka pada gia.
Sekarang bisa-bisa nya sopir nora saja bisa sangat tampan, dan jadi idola di sekolah.
"Ayolah kak shani, masa aku gaji tiga kali lipat ajah kamu harus berpikir, kamu harus jadi sopir aku, aku gak bisa kalah terus-terusan dari mereka," gumam lydia dalam hati.
"Maaf non saya tidak bisa menerima,"
"Loh kenapa?, kak shani ini aneh sekali bisa-bisa nya menolak tawaran menggiurkan seperti itu,"
"Lo tuh yang aneh lyd, apa lo udah ga bisa nyari sopir sendiri, hobby banget rebut-rebut punya orang," ucap gia yang tiba-tiba datang dan berdiri disamping shani.
__ADS_1
"Gw cuma mau ngasih kak shani kesempatan yang lebih bagus, setiap orang kan berhak memilih,"
"Terus apa lo kurang denger tadi yang kak shani bilang, dia ga terima tawaran dari loh, sekarang lebih baik lo pergi, tuh sopir loh dah nungguin,"
Ucap nora sambil menunjuk ke arah mobil jemputan lydia.
"Kenapa loh jadi ngatur-ngatur gw, gw kan belum selesai ngomong sama kak shani, lagian gak semuanya itu milik loh nor, sampai sopir ajah mau lo kuasai,"
"Apapun itu, mau sopir mau apapun kalau gw bilang punya gw yaa punya gw, dan siapapun gak bisa ngerebut punya gw," tegas nora.
"Kak shani, aku tawarkan sekali lagi bagaimana penawaran lydia tadi?, kalau kak shani ngerasa tiga kali lipat kurang lydia bisa tambah jadi lima kali lipat dari gaji yang dikasih nora," tanya lydia lagi didepan nora, yang membuat nora semakin emosi.
"Maaf non, tapi seperti yang tadi saya sudah katakan saya gak bisa nerima tawaran itu,"
"Cihhh, sungguh tidak bisa dipercaya, bagaimana kak shani bisa menyia-nyiakan kesempatan bagus seperti ini,"
"Gak semua bisa dibeli dengan uang asal lo tau, udah jelas sekarang bukan?, kata-kata kak shani tadi, dia gak mau jadi sopir loh, atau loh ga ngerti bahasa indonesia, mau gw translete ke bahasa inggris, bahasa arab, atau bahasa italia?, gw bisa ko kalau lo mau,"
"Gak perlu, gw yakin pasti nanti kalau kak shani sudah memikirkan lagi, dia bisa memilih mana yang lebih menggiurkan," ucap lydia sambil melirik genit ke shani.
"Apa lo kurang paham juga lydia, soal siapa yang bisa memberikan tawaran yang lebih menggiurkan disini, kamu pasti tidak lupa kan?," bisik nora ditelinga lydia yang masih terdengar oleh shani.
"Kalau kamu saja bisa memberi tawaran sampai lima kali lipat, lalu.... apa aku masih harus menjelaskan?, sepertinya kamu ngerti kan?, atau bahkan kamu sudah lupa sekarang ini kamu sedang berdiri di mana?, dan belajar di sekolah siapa?," ucap nora lagi.
"Bahkan tanah yang kamu injak dan sekolah ini pun punya kakak ku, bagaimana kamu masih bisa mau bersaing denganku lydia?, kalau kamu tidak punya kaca besar dirumah, kamu bisa datang ke kelas tari, berkacalah dengan baik disana,"
"Ayo kak shani kita pulang," ucap gia sambil menarik tangan shani untuk masuk ke kursi kemudi, lalu nora duduk di kursi belakang seperti biasa, meninggalkan lydia yang sangat kesal dengan ucapan nora, dan lagi ucapan nora itu benar.
"Aku benci selalu kalah dari kalian, suatu saat nanti aku pasti bisa menang tunggu saja," ucap lydia yang sangat marah pada nora.
Diperjalanan nora sebenarnya masih kesal juga dengan lydia jadi dia memilih diam untuk neredamkan emosinya, tapi nora ingat dia berhutang maaf pada shani soal kejadian tadi pagi yang diceritakan diana dan gia.
"Kak shani,"
__ADS_1
"Iyah non,"
"Maaf yaa, soal tadi pagi, gia sama diana cerita kalau kak shani kerepotan ngadepin fans-fans nya kak shani,"
"Fans?, fans apa maksudnya non?," tanya shani
"Emang kak shani gak tau sekarang kak shani itu udah jadi sopir idola, jadi banyak fans nya disekolah nora, tadi pagi gia marahin nora karena main tinggalin kak shani dikerubutin fans-fans fanatik itu,"
Shani yang mendengarnya pun sedikit tertawa "owhh benarkah non?, ga apa-apa kok non,"
"Iyah maaf yaa, besok-besok kalau anterin nora, langsung cepet-cepet pergi ajah yaa, biar ga di gangguin lagi,"
"Owhh iyah non,"
"Ehh tapi paling besok juga terakhir sekolah, karena lusa sudah liburan akhir semester,"
"Apa kak kemal udah bilang nora mau liburan ke maldives, terus kak shani disuruh nemenin?,"
"Sudah non,"
"Owhh yaudah bagus kalau gitu,"
"Kak shani, aku mau tanya?, apa kak shani beneran ga tertarik sama tawaran lydia tadi?, dia nawarin gaji lima kali lipat loh,"
"Saya gak tertarik non,"
"Kenapa?," tanya gia yang penasaran.
"Saya sudah nyaman kerja sama tuan Daud, belum tentu saya nyaman kerja dengan orang lain,"
"Owhh gtuh yasudah, syukurlah aku jadi bisa menang lagi lawan si lydia itu,"
"Emang non Lydia itu musuh nya non nora?," tanya shani.
__ADS_1
"gak musuh juga sih, nora gak nganggap gitu, tapi dia selalu menjengkelkan dan menganggap kita itu saingan, padahal sudah jelas kan mana mungkin dia bisa bersaing dengan nora," ucap nora dengan percaya diri, shani hanya tersenyum mendengarkan nora yang terus nyerocos kesal.