
Setelah menonton video dari alice gia pun segera memperaktekkannya dengan alat-alat dan make up yang sudah alice siapkan. "Ternyata susah juga pakai make up, semoga seperti ini sudah benar," ucap gia dalam hati.
"Sayang apa sudah sel..." kemal yang baru saja masuk ke closet begitu terpesona pada istri kecilnya itu, gia sangat cantik dengan gaun yang disiapkan alice itu, begitu pas dibadan gia, begitu pun make up nya, walaupun hanya make up tipis tapi karena gia memang sudah cantik dan jarang bermake up jadi gia tampak berbeda dan sangat cantik. Make up gia menambah kesan sedikit segar dan sensual karena gia memakai lipglos yang membuat bibir gia pun terlihat sangat menggoda di mata kemal.
"Kak bagaimana gaun dan make up gia apa bagus?,". "Kak, kok malah bengong, gia cantik gak?,". Tanya gia yang sekarang mendekat pada kemal dan memegang tangan suaminya itu karena dari tadi kemal hanya bengong memperhatikan nya."cantik sayang sangat cantik, apa sebaiknya kita tidak usah hadir di pesta itu malam ini,"ucap kemal sambil mengelus pipi gia dengan tatapan sayu penuh damba.
"Kan ini baru acara pembukaan kak, ini sangat penting kata papah, jadi kita harus hadir, dan lagi gia mau cicipin makanan-makanan nya nanti, pasti enak-enak,"ucap gia sambil membayangkan makanan-makanan yang nanti dihidangkan pasti sangat lezat.
"Lagian kenapa kak kemal jadi ragu dateng atau engga, kan tadi kak kemal yang bawel takut kita telat,".tanya gia. "Karena aku juga ingin makan dan mencicipi sesuatu juga disini, sepertinya ini juga lezat, bahkan sangat lezat," jawab kemal sambil mendekat dan memengang dagu gia, kemal hendak mencium istrinya itu, tapi segera gia hentikan, gia tau sekarang kemal sedang dalam mode mesum nya, pasti yang dimaksud lezat tadi itu adalah gia sendiri.
"Kak, gia udah susah-susah ini pakai make up nya, jangan dirusak nanti gia gak bisa lagi pakainya," ucap gia sambil mendorong dada suaminya itu. "Kak kemal lebih baik pakai bajunya sekarang, gia udah siapin tuh disitu setelannya, gia tunggu diluar yaa," lanjut gia sambil menunjukan baju kemal yang sudah gia siapkan. "Gia keluar dulu yaa kak," gia pun keluar dengan cepat takut mode mesum suaminya kambuh lagi.
"Dasar kamu rubah kecil, awas saja nanti aku akan memakanmu sampai habis, bukan cuma mencicipi,". Kemal pun memakai setelan jasnya.
"Wahh suamiku ini memang paling tampan,"gumam gia dalam hati ketika melihat kemal keluar dan sudah rapi dengan setelan jas nya.
"Kak boleh gia bilang sesuatu?,". "Bilang apa sayang?,". "You'r so handsome with that suit,". "Kamu mau menggodaku lagi?," "kok menggoda gia kan cuma memuji kak kemal, bukannya bilang terima kasih malah dibilang mau menggoda, gimana sih kak kemal ini," ucap gia sambil cemberut.
__ADS_1
"Karena aku sangat senang kalau kamu yang bilang aku tampan, dan bibir yang cemberut ini sepertinya minta dicium,". "Ehh,,jangan-jangan ayo kita jalan kak, nanti telat," sergah gia sambil menepis tangan kemal yang kembali menyentuh dagunya hendak mencium gia.
"Ok ayo kita selesaikan acara penghalang ini, biar bisa cepet-cepet balik lagi ke kamar dan istirahat," ujar kemal sambil melirik gia dengan senyuman penuh arti nya. Gia pun hanya bisa bergidik melihat kemal "apalagi yang dia pikirkan sekarang, ya ampun gini nih punya suami pria dewasa, pikirannya selalu soal hal-hal dewasa juga,".gumam gia dalam hatinya.
Begitu sampai di tempat acara kemal segera mengajak gia membaur dengan yang lainnya, gia tidak pernah melepaskan tangannya dari kemal, walaupun semua mata memandang kearahnya, gia pikir mungkin wanita-wanita itu suka dengan kemal, melihat kemal sekarang dengan nya, pasti mereka bertanya-tanya, tapi gia tidak perduli malah gia seakan ingin memberitahu mereka kalau kemal adalah suaminya agar mereka tidak berharap lagi pada kemal.
"Sayang katanya kamu mau mencicipin makanan disini, kok gak ambil makanan nya dari tadi?, mau aku ambilkan?," tanya kemal pada gia. "Gak usah kak, gia mau makan begitu nyampe kamar ajah nanti, sekarang gia gak laper," jawab gia singkat, kemal merasa aneh melihat istrinya itu, tapi kemal sangat suka kalau melihat gia dengan wajah kesal seperti itu walaupun kemal tidak tau apa yang membuat istrinya itu kesal.
"Ada apa sih sayang, ko cemberut gitu?," tanya kemal sambil mengelus lembut wajah istrinya itu.
"Emang kenapa kalau cemburu?,". "Gak apa-apa sayang malah aku senang, tapi kalau kamu risih sama mereka aku bisa ngajak kamu berkenalan dengan mereka dan memperkenalkan kamu sebagai istriku, ayo sayang,". "Engga kak, gak usah biarin ajah,". "Kalau gitu udah dong cemberutnya, acara nya juga udah mau selesai ayo kita balik ke kamar ajah," ajak kemal.
"Serius kak, kita bisa ke kamar lagi sekarang?,". "Iyah sayang ayo,". Gia dan kemal pun segera beranjak pergi menuju ke kamar mereka.
Belum lama mereka melangkah mereka sudah dihentikan dengan panggilan dari seorang pria pada gia. "Gia, kamu disini ?," ucap danny pada gia. Kemal langsung menghalagi gia agar berada dibelakangnya sehingga danny tidak bisa mendekati gia. "Iyah, memangnya kenapa?,"jawab kemal dengan ketus pada danny.
"Kemal walaupun kamu wali nya, tapi kamu tidak bisa seperti ini, aku kakak nya kamu bahkan menghalangiku untuk sekedar ingin bicara dengan gia,".
__ADS_1
"Kakak..?, apa aku tidak salah dengar, bagaimana seorang kakak ingin menikahi adiknya, aku tidak akan lupa,". Tak ingin berurusan dengan kemal danny segera menghampiri gia yang sedari tadi hanya diam, gia sangat bingung kalau bertemu danny, "gia maafkan kakak, bisakah kita bicara gi,?". Gia tidak tau harus menjawab apa, segalanya berubah menjadi begitu rumit antara dia dan danny, padahal dulu gia bisa begitu nyaman dengan danny yang dia anggap kakaknya satu-satunya.
"Sudah gak ada yang perlu kita bicarakan kak, gia sudah tau semuanya dari papah daud," Jawaban gia seakan menusuk hati danny, sekarang gia sudah tau kalau danny bukanlah kakak kandungnya. "Walaupun begitu kakak masih akan terus menjaga kamu gi, dan berikan kakak kesempatan untuk...". Belum lagi danny menyelesaikan kata-katanya kemal segera menghentikan danny.
"Sudahlah siapa yang mengijinkan kamu berbicara dengan gia, ayo sayang kita ke kamar," ajak kemal sambil mengenggam tangan gia.
"Kemal kamu tidak bisa seperti ini, aku juga berhak menjaga gia walaupun kamu memiliki hak secara hukum, tapi aku yang sedari gia kecil menjaganya,". Ucap danny.
"Kamu menjaganya ?, mana mungkin, seorang kakak yang sedari kecil menjaga adiknya bisa mencintai adiknya sendiri,". Danny tidak bisa berkata apapun soal itu, dia juga tidak tau kenapa dia bisa mencintai adiknya sendiri, mungkin karena selama ini hanya gia wanita yang memiliki sikap dan sifat yang sangat baik yang pernah danny temui, karena ibu dan adik perempuan kandungnya sungguh sangat dia benci.
"Aku akan menemui kamu nanti gi," ucap danny. "Itu tidak akan mungkin, gia satu kamar dengan ku danny adiratama, aku tidak akan membiarkan dia bertemu dengan mu," jawab kemal dengan tegas. Mendengar ucapan kemal kini danny murka bagaimana bisa gia dan kemal satu kamar, apa yang kemal lakukan sudah keterlaluan.
"Apa maksudmu kemal, kamu jangan keterlaluan bagaimana kalian bisa satu kamar, kamu jangan memanfaatkan kepolosan gia, aku akan memesankan satu kamar lagi untuk gia,".
"Apa kamu pikir aku tidak mampu untuk memesan satu kamar lagi disini?, aku memesan satu kamar untukku dan gia, karena memang seharusnya begitu, bukan kah suami istri harus tidur di kamar yang sama," ucap kemal setengah berbisik pada danny.
"Apa maksudmu suami istri?," tanya danny yang sangat kaget dan penuh tanya mendengar perkataan kemal. "Gia adalah istriku,".
__ADS_1