
Sambil menunggu kemal bangun gia membereskan kamar suaminya itu.
Gia lupa selama ini gia tidak pernah berani masuk kamar kemal, jadi kamar suami nya itu sedikit berantakan.
Ketika gia sedang asik beres-beres tiba-tiba kemal pun terbangun, kemal sangat kaget melihat gia dikamarnya, karena selama pindah ke apartement nya gia tidak berani masuk ke kamar kemal.
"Sayang, kamu disini?,"
"Kak kemal udah bangun?," jawab gia lalu menghampiri kemal.
"Maaf sayang, aku terlalu pulas tidur, jam berapa sekarang, aku siap-siap dulu kita kan mau ke rumah mamah,"
"Gausah kak, gia udah bilang mamah, kita kesana nya besok, soalnya tadi gia ga tega bangunin kakak, kayanya tidurnya lelap banget,"
"Benarkah?,"
Gia pun mengangguk menjawab pertanyaan kemal itu.
"Sekarang kakak mandi ajah dulu, gia mau panasin makanan dibawah, kak kemal kan belum makan," ucap gia sambil segera pergi keluar dari kamar kemal.
Sebelum masuk pintu kamar mandi kemal melihat kamar nya sudah tertata rapi, pasti gia yang membereskannya tadi, pikir kemal sambil tersenyum.
"Gia kamu memang sempurna sebagai istri membereskan rumah, menyiapkan makan, semuanya kamu kerjakan, padahal kamu anak pemilik perusahaan besar, tapi kamu tidak manja malah bisa melakukan semuanya, hanya tinggal satu yang kamu belum lakukan, tapi aku akan sabar menunggumu gi," gumam kemal dalam hati.
Setelah selesai kemal pun turun dan memakan makanan yang sudah gia siapkan.
"Kak, nanti kedepannya apa gia boleh masuk ke kamar kakak?," tanya gia.
"Tentu saja sayang, apalagi kalau mau pindah kamar,"
"Apa sih kak, gia cuma mau beresin kamar kak kemal ajah, sama beresin baju-baju nya,"
"Iyah sayang boleh kok, tapi sayang kamu engga harus mengerjakan semuanya, biasanya aku ada orang dari jasa home service buat merawat rumah,"
"Aku gak mau kamu cape sayang, kamu telpon ajah, biar kamu ga kecapean,"
"Gia gak cape kok kak, ini kan emang tugas gia, dulu waktu sama ayah gia udah biasa mandiri ngurus rumah sama ngurus ayah,"
Kemal pun teringat adam memang tidak mau tinggal dirumah yang mewah. Adam lebih memilih membeli apartement untuk mereka tinggali dan tidak memilik pembantu.
Om adam bilang dia ingin memiliki keluarga kecil yang bahagia dan harmonis dengan kesederhanaan.
"Yasudah sayang kalau mau kamu gitu, tapi inget kalau kamu cape kamu telpon yaa,"
"Iyah kak,"
"Sayang habis makan kamu temani aku nonton tv yaa,"
"Iyah kak,"
Kemal dan gia pun sedang duduk di depan tv sekarang, sofa ruang tv kemal hanya satu tapi cukup besar bisa untuk tidur juga, jadi gia duduk agak jauh dari kemal karena sebenarnya gia takut dekat-dekat kemal yang tiba-tiba suka mesum.
"Sayang, apa kita sedang bermusuhan?,"
"Engga,"
"Atau kamu benci pada suamimu ini?, atau kamu alergi padaku gi?,"
"Engga dua-duanya kak, apa sih kak kemal katanya mau nonton tv,"
"Terus kenapa kamu duduk sangat jauh dari ku?,"
__ADS_1
"Ga kenapa-kenapa, udah kak nyalain ajah tv nya, posisi duduk gak mempengaruhi acara tv kan kak,"
"Gak bisa, pindah kesini atau aku yang pindah kesana?,"
Gia tidak mau mendengarkan kemal, dan hanya diam ditempatnya.
"Baiklah aku yang pindah,"
Kemal pun pindah duduk dekat gia sangat dekat hingga tidak ada jarak diantara keduanya.
"Kak jauhan dikit tempatnya kan masih lega, buat apa himpit-himpitan gini,"
"Kalau kamu masih banyak gerak aku bakal.." ancam kemal yang berhasil membuat gia takut.
"Enggak-enggak udah cukup gini aja duduknya ayo nyalain tv nya," gia mulai ketakutan kemal bakal macem-macem jadi gia memilih mengikuti apa mau nya kemal.
"Kamu suka bola sayang?, kita nonton bola yaa,"
"Suka ko kak,"
"Suka team mana kamu sayang?,"
"Team mana ajah yang penting ada ronaldo nya,"
"Kenapa kamu suka ronaldo?," tanya kemal yang mulai menaikan alisnya.
"Kak kemal ini pakai tanya, ronaldo kan ganteng banget kak, jiwa sosialnya tinggi, kaya, baik, pokoknya keren banget kak, semuanya temen gia juga suka ama ronaldo termasuk nora," jelas gia panjang lebar tanpa melihat raut wajah suaminya itu.
"Jadi kamu beneran suka ronaldo?, terus aku?, apa aku ga ganteng, ga kaya, ga punya jiwa sosial, gak keren?,"
"Ampun kenapa ni orang kok marah-marah gini, masa iyah cemburu sama ronaldo," gumam gia dalam hati.
"Maksudnya gia, gia kan cuma ngefans kak, kenapa dibandingin sama kak kemal, kak kemal kan suami gia,"
"Loh jangan marah gituh dong kak, katanya mau nonton bola,"
"Kamu ajah yang nonton, kebetulan yang main sekarang ronaldo, sana liat sampai puas,"
"Ya ampun bener-bener, gak masuk akal nih cowok masa bisa-bisa nya cemburu sama ronaldo," gerutu gia dalam hati lalu gia pun masuk ke kamarnya.
Besok nya kemal masih marah pada gia, kemal cuma bicara seperlunya.
"Kak masih marah?,"
Kemal tidak menjawab gia.
"Yaudah kalau kak kemal masih marah, gia mau telpon kak ghani ajah minta dijemput ke rumah mamah,"
"Gak usah ayo,"
Kemal dan gia pun berangkat ke rumah Daud dan Alice.
"Hallo sayang, menantu mamah yang cantik, apa kabar, mamah kangen banget sama kamu sayang,"
"Gia juga mah gia kangen banget sama mamah sama papah juga," jawab gia sambil bergantian memeluk kedua mertuanya itu.
__ADS_1
Kemal hanya diam menyalami orang tuanya sebentar lalu masuk kedalam.
"Suami mu itu kenapa sayang?,"
"Ga kenapa-kenapa mah, mungkin cuma kecapean," jawab gia asal, karena gia bingung harus jawab apa, masa iyah gia harus jawab kemal cemburu sama ronaldo.
Malamnya keluarga daud berkumpul di taman, mamah alice sudah merancang sebuah garden party untuk mereka sekeluarga makan bersama, dengan hiasan dan tatanan yang indah.
"Mamah emang paling hebat bikin acara," ucap gia pada mertuanya itu.
"Kamu bisa ajah sayang, mamah kan cuma menyalurkan hobby ajah,"
Selesai makan mereka berkumpul bercerita dan tertawa bersama, serta membicarakan soal ghani nanti disana, hanya kemal yang cuma diam.
"Kak ghani jangan lupa yaa kalau udah disana, jangan lupa pulang, terus bawa oleh-oleh yaa buat gia sama nora," ucap gia pada ghani.
"Iyah gia pasti, nanti kakak bawakan yang banyak untuk kalian berdua,"
"Yes," ucap nora dan gia bersamaan.
"Owhh iyah gi,semalem kamu nonton gak gi, ronaldo main loh,, gak ada kamu aku jadi nonton sendirian, gila ganteng banget gi, dia bikin gol lagi," seru nora dengan heboh nya.
Gia memejamkan matanya dengan putus asa mendengar nora bercerita soal ronaldo dengan hebohnya seperti itu.
"Aduuhhhhhhh nora, pake acara ceritain ronaldo segala," gerutu gia dalam hati.
"Engga nor aku gak nonton,"
"Loh kenapa biasanya kan kita selalu nonton,"
"Ampun ini anak..." ucap gia dalam hati yang sekarang udah pengen nangis rasanya dan gak berani liat kemal.
"Mah, pah, kemal ke kamar dulu yaa, kemal sedikit cape," ucap kemal dengan raut wajah yang tidak dapat di artikan oleh siapapun.
"Ghan, kakak kedalam dulu yaa,"
"Iyah kak, istirahat ajah kalau kakak cape," ucap ghani pada kemal.
Gia melihat kemal pergi ke kamarnya, jadi bingung bagaimana harus membujuk kemal agar tidak ngambeuk lagi seperti itu.
__ADS_1
Jadinya semua orang kena getahnya.