
Sore hari ini di rumah kediaman adnan, gia sedang asik melanjutkan rajutannya, gia duduk di taman sendirian karena ibu mertuanya alice sedang menyiapkan makan malam di dapur, nora yang baru pulang sekolah pun sedang mandi di kamarnya.
Ketika alice sedang asik di dapur dengan asistennya terdengar suara bell pintu, bi tina pun hendak membukakan pintu, “Bi gak usah, biar saya ajah yang buka, mungkin bapak pulang cepat,” ucap alice
“Iyah nyonya,” alice pun bergegas membukakan pintu rumahnya.
Begitu pintu rumahnya terbuka alice sangat terkejut melihat siapa yang datang, ternyata bukan suaminya seperti yang dia harapkan melainkan saudara jauh yang sudah lama tidak berjumpa dengannya maupun dengan suaminya.
“Kalian,,” ucap alice yang kaget dengan kedatangan Tante dari suaminya yang bernama mala, juga kedua orang tua dari sarah tia dan ammar.
“Kenapa alice?, kenapa kamu terlihat sangat kaget?, apa kamu tidak akan mempersilahkan kami masuk?,”.
“Ah maaf tante, aku hanya kaget saja soalnya kita sudah lama tidak bertemu, silahkan masuk,” ucap alice pada ketiga tamu nya itu.
“Apa daud tidak ada dirumah alice?,” tanya tia, padahal ide nya sendirilah yang mengajak tante mala dan suaminya agar datang untuk menanyakan soal pernikahan kemal yang diam-diam itu disaat daud dan kemal tidak ada dirumah, agar mereka lebih leluasa berbicara, karena kalau sudah ada daud mereka tidak bisa berbicara dengan nyaman karena sudah pasti daud akan membela istri nya itu.
“Tentu saja suamiku belum pulang tia,” ucap alice yang sudah mulai kesal dengan saudara suaminya itu.
“Oh yasudahlah,”
“Alice, tante kesini hanya ingin menanyakan, apa benar kemal sudah menikah?,” tanya mala pada alice langsung setelah mereka sampai ruang keluarga.
“Benar tante, kemal sudah menikah,” jawab alice.
“Sejak kapan?, kenapa kalian merahasiakan pernikahan kemal?, apa kalian berdua sudah tidak menganggap kami saudara ?, sehingga hal yang membahagian pun tidak mau kalian bagi dengan kami,”
“Bukan begitu tante, kami minta maaf sebelumnya, tapi kami memiliki alasan untuk semuanya itu, dan alasan itu tidak bisa kami bagi dengan siapapun, karena ini menyangkut keluarga besan kami juga,” jawab alice yang berusaha menjelaskan dengan tenang walaupun sebenarnya hatinya sangat kesal.
“Sejak kapan itu?, alasan apa sampai kalian tidak bisa membaginya?, apa mungkin kemal sudah menghamili istrinya sebelum menikah?,” tanya tia sekarang. Alice sangat murka mendengarnya tapi baru saja dia ingin buka mulut, nora yang baru saja tiba segera berteriak pada tia.
“Hei jaga mulut busuk kamu itu,! Berani sekali kalian memfitnah kakakku,” teriak nora yang sangat kesal mendengar tuduhan yang sangat menjijikan itu, apalagi tuduhan itu tertuju pada kakak dan sahabat terbaiknya.
“Siapa mereka mah?, kenapa sangat berani berbicara seperti itu tentang kak kemal dan gia?,” tanya nora yang sekarang sudah menghampiri ibunya.
“Mereka saudara papah kamu nora,”
“Oh ini puteri bungsu kalian, kenapa sama sekali tidak ada sopan santun kepada orang tua?, bagaimana kalian mendidik anak-anak kalian sebenarnya?,”ucap mala sambil melirik pada nora.
“Kedua orang tua ku mendidik ku dengan sangat baik, tapi tidak ada aturannya kita harus menghormati orang tua seperti kalian ini, sangat menjijikan,” ucap nora lagi yang benar-benar tidak bisa menahan emosi nya.
“Sayang sudahlah, biar mamah yang mengurus ini, kamu tolong jaga gia di taman, jangan sampai gia ke sini, mamah gak mau gia mendengar semua ini,” bisik alice pada puteri nya itu.
“Mah, tolong lihat rajutan gia ini, apa sudah benar?,” ucap gia yang tiba-tiba masuk ke ruangan keluarga.
Alice dan nora pun kaget, baru saja alice menyuruh nora menahan gia di taman, tapi nora sudah keburu masuk keruang keluarga itu.
__ADS_1
Gia yang baru saja tiba begitu kaget melihat orang-orang yang tidak dia kenal, begitu pun ketiga tamu tak diundang itu. Mereka begitu terpukau oleh kecantikan gia, istri dari kemal itu.
“Sayang, kamu tunggu di kamar aja yah, nanti mamah ke kamar kamu, ayo nora antar gia ke kamar nya dulu,” ucap alice.
“Gadis ini memang sangat cantik, tapi percuma kalau cantik saja, puteri ku lebih baik, dia seorang dokter, mana mungkin bisa dibandingkan dengan nya yang seorang yatim piatu ,” gumam tia dalam hatinya begitu melihat gia.
“Kenapa kamu menyuruh menantu mu ke kamar alice?, apa kamu tidak mau memperkenalkan nya pada kami?,” ucap mala.
“Ada apa ini mah?, mamah sama nora kenapa?,” ucap gia yang heran karena begitu dia datang alice dan nora terlihat sedang menahan emosinya, dan orang-orang itu, kenapa sepertinya nada bicara mereka kurang menyenangkan.
“Ga apa-apa gi, rumah kita hari ini kedatangan orang-orang gak jelas,” ucap nora
“Jaga mulut kamu, aku ini tante dari papah kamu,” seru mala pada nora.
Gia pun sangat kaget dengan situasi memanas yang dia lihat itu.
“ini ternyata istrinya kemal, kami saudara dari daud ayah mertua kamu,” ucap tia
“oh maaf tante saya tidak tau, iyah saya istrinya kak kemal nama saya gia,” ucap gia memperkenalkan dirinya dengan sopan.
“Sejak kapan kalian menikah, kenapa pernikahan kalian disembunyikan?, bahkan keluarga pun tidak ada yang kalian beri tahu,” tanya tante mala.
Gia pun bingung menjawabnya, gia menatap alice mertuanya.
“Ini urusan keluarga kami, maaf tante bukan nya saya tidak sopan, tapi kami benar-benar tidak bisa mengatakan alasannya, yang pasti putera dan menantu ku ini, tidak pernah melakukan hal yang kalian tuduhkan,” tegas alice.
“Hei wanita tua jelek, aku robek mulut mu itu, berani sekali kamu menyinggung ibuku,” teriak nora yang kini hendak menghampiri mala, karena tidak terima dengan perkataan mala yang menghina ibunya.
“Nora, jangan nor,” sergah gia yang kemudian memegangi tangan adik iparnya itu.
“Lepasin aku gi, mereka sudah keterlaluan,”
“Maaf kalau boleh saya tau, sebenarnya apa maksud kalian datang kemari ?, apa hanya karena pernikahan saya dengan kak kemal?,” ucap gia.
“Iyah benar kami ingin mengkonfirmasi pernikahan kalian,”
“Kalau begitu, saya yang akan menjawab nya, saya memang sudah menikah dengan kak kemal, mungkin sudah hampir satu tahun, alasan kami menyembunyikan pernikahan kami adalah karena kami butuh privasi ini, untuk urusan yang tentunya tidak perlu diberitahukan pada semua orang, apa penjelasan saya ini sudah dapat diterima?,” ucap gia dengan tenang tapi tetap tegas.
Mendengarkan penjelasan gia ketiga saudara daud itu tidak bisa berkata lagi, tapi mereka merasa belum puas kalau hanya begini.
“Kenapa diam?, jawabannya sudah kalian dapatkan, sekarang cepat keluar dari rumah ini,” usir nora.
“Belum selesai, kalau kalian sudah menikah memang kenapa?, aku adalah tetua di keluarga adnan, aku sungguh tidak menyetujui pernikahan ini, bagaimana kalian bisa menikahkan putera kalian itu dengan seorang gadis yatim piatu,” ujar mala.
“Tante cukup, jangan keterlaluan,”seru alice.
__ADS_1
“Wanita tua ini benar-benar,” teriak nora yang lagi-lagi hendak menghajar mala.
“Jangan nora, aku gak mau nanti kamu kena kasus penganiayaan,” sergah gia lagi padahal hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan itu.
“Tapi gi, mereka benar-benar keterlaluan, mereka menghina semua yang ada dirumah ini,”
“Sudah nora, belum tentu yang dihina lebih hina dari pada orang yang menghina,” ujar alice
“Apa maksud ucapan kamu itu alice, tante mala tidak salah, kalian bahkan menolak perjodohan puteri ku sarah yang seorang dokter, hanya untuk gadis yatim piatu ini,” ujar tia.
Deghh hati gia benar-benar sangat sakit kali ini, ternyata orang ini adalah ibu dari sarah, dan mereka kemari karena sarah.
“Tutup mulu mu tia, seandainya kamu tau siapa menantuku ini,” ujar alice dengan menggertakan giginya karena menahan emosi, alice sebenarnya tidak mau terbawa seperti mereka.
“Memangnya siapa menantu mu itu alice?, bukan kah dia hanya gadis yatim piatu, hanya bermodalkan cantik dan kerabat mu saja dia berhasil menjadi istri kemal,”ujar tia lagi.
“Benar, lebih baik kalian nikahkan lagi kemal dengan sarah, sarah lebih baik dari gadis ini, kasihan dia menunggu kemal sampai sekarang, usianya sudah tidak muda lagi sebagai seorang gadis,” ujar mala dengan seenaknya berbicara.
Gia yang mendengarkan suaminya diperintahkan menikahi lagi gadis lain pun ambruk, untung nora dan alice segera menangkap gia dan mendudukkan gia dikursi sofa tak jauh dari gia berdiri tadi.
Kali ini alice benar-benar tidak tahan lagi, Alice menghampiri mala lalu alice menampar tante dari suaminya itu.
“Alice kamu berani-beraninya” ujar tia, tanpa berpikir alice langsung berbalik dan kali ini dia langsung menampar tia juga, suami tia ammar yang dari tadi hanya diam pun sangat kaget.
“Bawa pergi istri dan tante mu itu dari rumah ini,” teriak alice pada ammar.
“Cukup kalian bersikap seperti ini padaku, aku terima dari dulu kalian selalu mengganggap aku tidak pantas untuk daud, aku pun dengan ikhlas menerima, tapi tidak kali ini, kalian sudah melewati batas kesabaranku,tidak akan aku biarkan kalian menyentuh menantuku,” ucap alice setengah berteriak.
“Dengarkan aku baik-baik menantuku hanya akan ada gia seorang, oh iyah aku belum mengenalkan menantuku ini, gia memang bukan seorang dokter seperti sarah, gia memang anak yatim piatu, tapi kalian ingat namanya baik-baik, Gia Daniella Adiratama menantuku adalah presiden direktur PT. Adiratama Holding, bahkan kemal putera ku hanyalah wakilnya diperusahaan,”
Seketika suasana menjadi hening, terlebih ammar yang sangat kaget, karena dia tau nama perusahaan itu dan sempat bertemu dengan Adam adiratama pemilik perusahaan adiratama holding yang ternyata adalah besan dari daud.
“Pergilah sekarang sebelum kesabaran ku habis,!!!” teriak alice.
Mereka bertiga pun pergi walaupun masih dengan wajah kesal. Alice lalu duduk disamping gia sambil kini dia menangis melihat menantunya itu.
“Sayang maafkan mamah yaa, kamu jadi harus sedih begini, mereka sungguh keterlaluan,” ujar alice.
“Bagaimana bisa mah, bagaimana bisa mereka meminta kak kemal menikahi dokter sarah, disaat mereka tau aku sekarang sedang mengandung anak kak kemal,”ucap gia sambil menangis.
Alice pun segera memeluk menantunya itu.
“Itu tidak akan pernah terjadi sayang, mereka bukan siapa-siapa yang bisa mengatur keluarga kita,”
“Bener gi, tunggu sampai papah sama kak kenal dateng, aku akan adukan semuanya, biar mereka diberi pelajaran,” ujar nora dengan kesal.
__ADS_1
“Iyah sayang, sekarang kamu lebih baik istirahat dikamar kamu yah sayang, nanti mamah yang anterin makan malam buat kamu,” ujar alice lagi.
Nora pun mengantarkan gia ke kamarnya dan menemani juga menghibur gia disana.