Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Dia masih TK


__ADS_3

“Kak, apa ajakan kak kemal tadi pagi masih bisa diperhitungkan?,” bisik gia ditelinga kemal.


Seketika tubuh kemal meremang mendengarnya.


“Tentu saja sayang,” jawab kemal dan tanpa basa-basi lagi langsung menggendong gia ke kamar mereka.


“Sayang kamu sangat wangi dan lembut aku sungguh sangat merindukan kamu,” ucap kemal yang sekarang sudah mengukung tubuh gia.


“Iyah kak, gia juga sangat merindukan kak kemal tapi kak, ini bukan apartemen kita, kunci dulu pintunya yaa,”


“Ah iyah sayang,” kemal pun segera bangun dan mengunci pintu kamar nya.


 Setelah mengunci pintu kemal pun kembali pada istrinya dan segera memulai semua yang sudah lama dia pendam.


 “Kak kemal dan gia kemana, kok sepi sekali rumah nya,” ucap ghani yang baru saja pulang dari kampusnya sore itu.


 “Sayang..ayo kita lakukan sekali lagi,” ucap kemal yang masih saja tidak melepaskan gia


“Kak ini sudah sore, kayanya kak ghani juga udah pulang, masa kita mau di kamar terus,”


“Biarkan saja ghani kan sudah dewasa dia pasti mengerti, yahh sayang yaa,” pinta kemal dengan wajah sangat memohon.


 “Ya ampun, suamiku ini kalau ada mau nya sudah seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan saja,” gerutu gia dalam hatinya tapi gia pun pasrah pada akhirnya menuruti semua keinginan suaminya itu.


 Setelah kegiatan panas mereka, gia yang merasa sangat lelah pun tertidur lagi, kemal membiarkan istrinya beristirahat. Setelah selesai membersihkan diri kemal pun keluar kamar untuk membeli makanan lagi untuk makan malam, karena tidak mungkin meminta istrinya memasak saat ini karena gia sudah kelelahan akibat ulahnya.


 “Ghan kamu sudah pulang? Sejak kapan?,” tanya kemal begitu melihat adiknya sedang membaca buku di sofa depan.


“Dari tadi kak, gia kemana kak?,”


“Gia sedang tidur, makanya kakak mau pesan makan buat kita makan malam, atau kamu yang pesankan yaa, kan kamu tau makanan yang enak disini,”


 “Oh Ok kak,” jawab ghani lalu dia pun memesankan makan malam untuk mereka.


Kemal pun menemani ghani duduk di sofa.


“Kak bagaimana dokter alena temanku, apa gia cocok dengannya?” tanya ghani


“Iyah sepertinya begitu, aku lihat tadi gia dan dokter itu sering mengobrol seperti sudah akrab,” jawab kemal


“Iyah memang dokter alena sangat ramah, makanya pasiennya sangat banyak kak,”


“Oh yaa, kalau begitu dia cocok dong dengan kamu,” ujar kemal


“Maksud kak kemal?,”


“Yah kalian sama-sama dokter yang ramah, kamu kan anak kesayangan mamah yang selalu dibilang paling mirip mamah karena ramah, sedang aku dan nora dibilang foto copy papah,” terang kemal.


“Kak kemal bisa saja,”


“Kamu sama dokter alena memang Cuma berteman?,”


“Tentu saja kak, memang mau apalagi?,”


“Yah aku kira kalian sedang dekat, aku rasa dia suka sama kamu ghan,”


“Gak mungkin kak, dokter alena banyak yang suka, masa suka sama ghani,” ucap ghani sedikit berbohong pada kakak nya padahal dia sudah tau alena menyukainya.


 “Percayalah pada kakak kamu ini,”

__ADS_1


“Ghani gak mau mikirin itu kak, ghani mau sukses dulu seperti hal nya kak kemal yang sukses jadi pengusaha ghani pun mau sukses jadi seorang dokter,” jawab ghani


 “Tapi kalau kita sudah menemukan orang yang tepat, kesuksesan pasti akan mengikuti kita, bahkan mungkin kesuksesan yang kita raih akan lebih besar lagi karena ada dukungan dari pasangan kita,”


 “Kakak saja dulu kalau misalnya pas kuliah sudah ketemu gia, pasti bakalan langsung kakak nikahin, tapi sayangnya itu gak mungkin untukku, tidak seperti kamu sekarang ini,”


“Kenapa tidak mungkin kak?,” tanya ghani tanpa berpikir lagi


“Pakai tanya kamu, yah tentu saja karena ketika aku kuliah, dia masih anak TK ,” jawab kemal seketika ghani pun tertawa mendengarnya.


“Sudahlah jangan mentertawakan kakak kamu sendiri,” protes kemal yang melihat ghani terus tertawa.


“Memang sejauh itu yaa usia kak kemal sama gia?, aku kira gak sejauh itu,”


“Kamu pikir saja sendiri aku dengan mu saja sudah jauh kita beda 10 tahun, bagaimana lagi dengan gadis kecil itu,” jawab kemal


“Benarkah?, berarti kalian beda 15 tahunan yaa,” ucap ghani


“Sudahlah kamu jangan mengingatkan ku soal itu, yang penting aku akan selalu muda dan bersemangat untuknya, urus saja hubungan mu dengan dokter itu, kakak sudah bilang kalian serasi,” ujar kemal lagi.


“Kak kemal ini, sudah sana ke kamar lagi, nanti kalau makananya sudah siap aku panggil kakak dan gia,” jawab ghani


 “Dasar anak ini sudah berani mengusirku, untung saja aku memang mau menemani gia tidur,” ucap kemal lalu kemal pun masuk ke kamarnya.


“Alena adalah teman terbaikku yang selalu membantuku dari awal aku datang ke german, dia juga bilang dia menyukaiku,” seketika pikiran ghani pun melayang mengingat kata-kata kemal barusan kalau bisa jadi kesuksesan kita akan lebih jika kita memiliki pasangan yang mendukung.


 “Ya ampun gara-gara kak kemal aku jadi mikir kemana-mana, sudahlah jangan dipikirkan lagi, lanjut baca buku saja,” ucap ghani.


Di kamar kemal melihat gia yang sedang tertidur dia pun merebahkan tubuhnya disamping gia.


“Anakku sayang, kamu sudah mulai terlihat membesar sekarang, bahkan tubuh mommy mu jadi semakin sexy saja,” ucap kemal sambil mengusap-usap perut polos gia dibalik selimutnya.


“Kamu sudah bangun sayang? Aku kira masih tidur, hehe,”


“Kak kemal ini bicara sama anak kemana-mana aja, segala tubuh sexy di curhatin,”


“Habisnya memang iyah sayang, tubuh mu jadi lebih sexy, bagian-bagian tertentu lebih padat dan berisi ,”


“Kak sudah jangan diperjelas gia jadi malu kan,”seru gia lagi.


“Memang begitu kok sayang,”


“Udah ah, anterin gia ke kamar mandi yaa kak, gia masih lemes tapi pengen mandi,”


"Ok sayang, kalau gitu aku bantu kamu mandi yaa,”


“Enggak usah kak,” ucap gia sambil melotot


“Aku janji cuma mandi,” jawab kemal


 “Yasudah awas macem-macem loh ya,” ujar gia lalu dia pun mau dibantu mandi oleh suaminya dan kali ini benar memang hanya mandi.


Setelah selesai gia pun segera memakai piyama tidurnya dan kembali memeluk kemal.


“Aku suka sekali kamu yang manja dan terus melekat padaku seperti ini sayang,”


“Untunglah kak, biasanya kata mamah ada cewek yang gak mau deket sama suaminya pas hamil, tapi gia malah makin nyaman kalau peluk kak kemal, apalagi mainin otot perut ini,” ujar gia lalu menyelusupkan tangannya kedalam kaos yang dipakai kemal dan meraba-raba otot perut suaminya itu.


 “Sayang kamu jangan mengaktifkan sesuatu yang sedang tenang dong, kalau kamu mau bertanggung jawab, aku sih gak apa-apa,” ucap kemal yang selalu merasa terpancing jika tangan halus istrinya itu meraba-raba tubuhnya.

__ADS_1


 “Enggak , gia lapar kak, ayo kita keluar,” ucap gia seketika menggandeng suaminya itu keluar kamar.


“Ghan, makanannya udah dateng belum?,” tanya kemal pada ghani yang sedang asik kembali membaca bukunya.


 “Belum kak mungkin sebentar lagi,” lalu terdengar suara bell, “Tuh kan baru ajah diomongin,” ujar ghani.


Mereka bertiga pun makan bersama


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2