
Pagi harinya gia bangun lebih dulu dari kemal, "aku tidur nyenyak sekali semalam, gara-gara peluk kak kemal kayanya," pikir gia dalam hati sambil masih menguap.
Gia pun turun dan masuk ke kamar mandi, gia buru-buru menyelesaikan acara mandi pagi nya karena takut telat ke sekolah dan lagi gia belum membuat sarapan untuknya dan suaminya.
Kemal yang terbagun karena istrinya sudah tidak ada dalam pelukannya melihat jam baru jam enam pagi kemal pun kembali hendak memejamkan matanya, tapi tiba-tiba gia keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk ditubuhnya.
Melihat istrinya berpenampilan seperti itu kemal pun terpesona, pikiran nya jadi kemana-mana, keinginannya seakan semakin memuncak apalagi teringat malam itu di paris kemal sudah merasakan tubuh indah istrinya itu, kenangan yang sulit kemal lupakan, karena malam itu dia sudah mengambil kesucian istrinya.
Kemal pura-pura memejamkan matanya, gia yang hendak memakai pakaiannya melirik dulu pada kemal dan ternyata suaminya itu masih tidur jadi gia pikir sudah lah gia pakai disini saja.
Begitu gia membuka handuknya kemal pun membuka matanya, "sayang tubuhmu benar-benar indah,," ucap kemal dalam hatinya sambil terus menelan saliva nya melihat tubuh istrinya itu.
Gia pun selesai memakai bajunya, lalu gia bergegas keluar untuk membuat sarapan.
"Ya ampun apa ini artinya aku sudah mengintip gia dua kali, pertama di kolam renang dan barusan itu, aku harus segera mandi kalau tidak tubuh ku ini akan semakin menagih," gumam kemal lalu masuk kamar mandi.
"Kak, kak kemal sarapan nya sudah siap,"
"Iyah sayang tolong ambilkan handuk yaa sayang, aku lupa bawa handuk," ucap kemal dari dalam kamar mandi.
Gia pun segera mengambil handuk dan memberikan handuk itu pada suaminya.
"Kak ini handuknya ," ucap gia dengan sedikit membuka pintu kamar mandinya.
"Masuk ajah sayang, aku tanggung masih mandi,"
Gia pun masuk ke dalam kamar mandi dengan menutup matanya, soalnya masih canggung dan malu rasanya bagi gia melihat kemal tidak memakai baju.
"Kak, ini ambil dong handuknya,"
"Sayang, kalau jalan jangan sambil tutup mata dong nanti jatuh," ucap kemal yang memang sengaja ingin menggoda istrinya itu.
"Yah makanya biar gia gak jatoh kak kemal cepet ambil ini handuknya,"
"Iyah sini kamu nya maju sedikit lagi,"
Gia pun mengikuti arahan kemal untuk maju tapi tanpa segaja gia menginjak sisa-sisa mandi kemal jadi lantainya licin, gia pun tergelincir.
Kemal pun kaget melihat gia yang akan jatuh, kemal segera menangkap tubuh gia. Gia yang kaget lalu membuka matanya dihadapannya sekarang sudah ada kemal dengan tubuh altetis tanpa busananya, gia pun tidak berani melihat kebawah.
Kemal terus memandangi wajah gia, yang tampak semakin cantik diguyur air shower.
__ADS_1
"Kak kemal, gara-gara kak kemal gia yang udah rapi jadi basah kuyup lagi begini, kak kemal gimana sih tadi kan gia bil..." kemal yang sudah gemas dengan istrinya itu segera meraih tengkuk gia dan mencium istrinya yang sedang marah-marah itu.
Semakin lama ciuman kemal semakin menuntut untuk dibalas, belum lagi tangan kemal yang sekarang sudah aktif menjamah tubuh gia. Kemal berhenti hanya untuk memberi jeda agar gia bisa benafas lalu dia kembali ******* bibir istrinya itu.
"Kak, gia mau sekolah nanti telat," ucap gia sambil terengah-engah membuat hasrat kemal semakin memuncak.
"Sayang, apa kamu mau membantuku?," tanya kemal dengan tatapan sayu membuat gia bingung.
"Iyah kak," jawab gia walaupun belum mengerti gia harus membantu apa.
Setelah selesai drama dikamar mandi sekarang gia dan kemal tampak sudah rapi kembali, gia bergegas menyiapkan bekal untuknya dan untuk kemal karena mereka jadi tidak sempat untuk sarapan ini saja sudah pasti telat.
Tidak seperti biasanya gia tampak canggung dan malu melihat kemal, "sayang maafkan aku yah kamu jadi telat ke sekolah,". Ucap kemal sambil membelai pipi gia.
"Iyah kak, ga apa-apa, ini gia udah siapin makan buat kak kemal dikantor sarapan," ucap gia sambil memberikan kotak makan pada kemal tapi tidak menatap kemal.
"Sayang kamu kenapa?,"
"Ga apa-apa kak,"
Kemal bukan tidak mengerti kenapa gia seperti itu, tapi kemal hanya ingin melihat wajah malu istrinya itu.
Gia pun berpamitan seperti biasa pada kemal, dan segera berlari takut gerbangnya keburu ditutup.
"Gi, kenapa kamu telat tumben banget," tanya nora
"Iyah tadi aku bangunnya kesiangan," jawab gia berbohong pada sahabatnya itu.
"Iyah tapi kamu emang anak beruntung gi, guru mata pelajaran pertama gak akan dateng, jadi walaupun telat kamu belum ketinggalan," ucap anne
"Oh syukurlah, aku mau makan dulu kalau gitu, aku laper belum sarapan hehe,"
Setelah selesai makan gia pun membuka bukunya, tapi bayang-bayang kejadian tadi dikamar mandi kembali terlintas dipikirannya.
"Mungkin selama ini kak kemal memakai cara seperti itu yahh, kasihan sekali" gia pun tersenyum sendiri mengingatnya.
"Heh, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?," tanya dianna pada gia.
"Ahh ga apa-apa, kepikiran hal lucu ajah," jawab gia.
"Gi nanti pulang sekolah mau ikut aku gak?,"
__ADS_1
"Ikut kemana nor?,"
"Jemput kak ghani di bandara,"
"Oh yaa kak ghani pulang nor?, senangnya aku sangat rindu sama kak ghani," ucap gia dengan riangnya.
"Iyah kan besok malam, mamah mau bikin acara makan malam keluarga ulang tahun kak kemal, kamu gak lupa kan?,"
"Gak lupa dong, cuma hadiahnya yang aku lupa, aku bingung soalnya,"
"Aku tanya kak kemal dulu ya nor, boleh atau enggak nya aku ikut kamu," ucap gia
"Ok deh,"
Gia pun segera mengirim pesan pada kemal untuk meminta izin.
"Nor, maaf aku ga diizinin ama kak kemal, besok malem ajah paling kita ketemu dirumah mamah yah,"
"Owhh ok, tapi kenapa padahal cuma sebentar doang,"
"Katanya kak kemal gak enak badan lagi, jadi mau cepet-cepet pulang,"
"ikhh manja banget," ucap nora gia pun hanya tersenyum menanggapinya.
Di kantornya kemal yang tadi menerima chat gia yang meminta izin untuk menjemput ghani, sedang uring-uringan. "Dasar bocah itu, mana mungkin aku menijinkan kamu menjemput ghani," ucap kemal yang sedang cemburu itu.
Seperti biasa gia pun pulang bersama kemal, dan nora bersama shani pergi ke bandara untuk menjemput gia.
"Kak ghani,..." nora pun segera berlari dan langsung memeluk kakak kedua nya itu.
"Aku kangen banget sama kak ghani, kakak apa kabar?,"
"Baik, sangat baik kamu gimana sekolahnya, gimana gia ?," tanya ghani.
"Semuanya baik-baik kak, gia juga baik tadinya dia mau ikut kesini, tapi gak diizin tuh sama suaminya, katanya gak enak badan, manja banget kak kemal sekarang," ucap nora panjang lebar.
"Yasudah ayo kita pulang,"
"Dia,.." ucap ghani begitu melihat shani.
"Dia kak shani, sopir pribadi nora kak, dia gantiin kak ghani kan,"
__ADS_1
"Ohhh," jawab ghani tidak ambil pusing lalu dia naik mobil.
"Ghani-ghani ternyata kamu memang bodoh, setelah sekian lama masih saja memikirkan gia," gumam ghani dalam hati lalu tersenyum pahit.