
Gia dan kemal baru saja tiba di apartement mereka,
"Kak, mau kemana?,"
"Mau ke kamarku sayang, memangnya kenapa?,"
"Kak kemal pindah ke kamar gia dulu ajah yaa, kaya kemarin, gia mau beresin kamar kak kemal dulu,"
"Loh kenapa sayang?, memang kamarku berantakan?,"
"Aduh, banyak tanya banget sih kak kemal, aku harus jawab apa?, owhh aku tau," gumam gia dalam hati.
Gia segera menghampiri kemal dan memeluk lengan kemal, "kak sepertinya setelah tadi malam, gia jadi lebih nyaman tidur sama kak kemal deh, jadi malam ini kak kemal mau gak tidur sama gia lagi?," ucap gia dengan manja dan terus memeluk tangan kemal sambil memainkan kancing kemeja suaminya itu.
Kemal pun terkesima melihat tingkah istrinya yang tidak biasa itu, "tentu saja sayang, dengan senang hati, tapi aku mau ambil baju dulu yaa, aku mau mandi," jawab kemal.
"Biar gia ajah yang bawakan kak, kak kemal mandi ajah dulu, awas jangan lupa bawa handuknya," ucap gia lagi sambil mencubit perut kemal.
"Hahaha iyah sayang," jawab kemal sambil tertawa.
Gia pun segera pergi ke kamar kemal untuk mengambil beberapa baju suaminya itu.
"Akhirnya aman juga, owhh iyah disini ada meja kecil gak yaa, owhh itu ajah deh," gia mengambil sebuah meja bulat dikamar kemal dan menaruhnya di balcon kamar kemal lalu dua kursi kecil yang tadi dia ambil.
"Sudah beres, gini aja cukup, sekarang waktunya bikin kak kemal tidur," ucap gia lalu turun lagi ke bawah.
"Kak ini baju nya,"
"Kok kamu lama sayang?, sampai-sampai aku udah selesai mandinya baru dateng, hampir ajah aku mau susul ke atas,"
"Iyah maaf kak, tadi aku malah berantakin bajunya, jadi aku beresin dulu deh," jawab gia sambil tersenyum manis pada kemal.
"Kak, kemal udah laper belum?,"
"Belum sayang, yaudah nanti ajah yah gia masaknya, sekarang gia mau nemenin kak kemal istirahat dulu," ucap gia lalu memeluk kemal.
Kemal merasa heran dengan sikap istrinya tapi dia sangat senang jadi tidak mau memikirkan apapun. "Baiklah ayo kita tidur gadis cantikku," ucap kemal lalu menggendong gia dan menjatuhkannya di tempat tidur.
"Kak, gia nya mandi dulu yaa,"
__ADS_1
"Gak usah sayang, kamu selalu wangi kok,"
"Yaudah, ayo tidur kak," ucap gia lalu memeluk suaminya itu seperti sedang menidurkan anak kecil.
Ghani sudah sampai dirumahnya dan disambut pelukan hangat oleh alice, yang sangat merindukan putera kedua nya itu.
"Sayang mamah kanget banget sama kamu, kenapa baru nyempetin pulang sekarang?,"
"Iyah mah, maafin ghani, ghani disana sangat sibuk mah, mamah jangan sedih gini dong, harusnya happy kan sekarang ghani ada disini,"
"Iyah sayang, ayo masuk nak, mamah sudah buatkan makanan kesukaan kamu,"
"Iyah mah,"
"Giliran anak kesayangan dateng ajah, lupa kan sama anak gadisnya, padahal cuma satu-satunya,"celetuk nora begitu melihat ibu dan anak itu masuk sambil merangkul dan melupakan dirinya.
"Kamu ini, bisa-bisa nya bilang begitu, kamu kan tiap hari sama mamah, kalau kakak kamu udah beberapa bulan mamah gak ketemu," ucap alice
"Iyah deh iyah,"
Setelah susah payah menidurkan kemal akhirnya berhasil juga, kemal sudah tertidur lelap dipelukan gia. "Akhirnya tidur juga, sekarang aku harus masak dulu,". Ucap gia lalu dengan hati-hati turun dari tempat tidurnya dan memasak di dapur.
Gia terlihat sangat sibuk, bolak-balik dari kamarnya ke kamar kemal, sampai tak terasa sekarang sudah malam, "aduh aku harus mandi, tapi biar kak kemal gak bangun, aku mandi dan berdandan di kamar kak kemal ajah deh," gia pun diam-diam mengambil bajunya di lemari dan pergi ke kamar kemal.
"Sayang kamu dimana?, sayang..," panggil kemal pada gia yang tidak tampak didalam rumah.
"Kemana gadis kecil ku itu, oh mungkin dikamarku,"kemal pun menuju kamarnya.
Kemal pun membuka pintu kamarnya dan terkejut melihat kamarnya yang sudah dihiasi lilin-lilin lalu kemal lebih terkejut lagi melihat istrinya yang sedang tersenyum ke arah nya dengan penampilan yang sangat berbeda, gia sangat cantik dengan lace mini dress hitamnya yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.
"Happy birthday my Husband," ucap gia lalu memengang wajah suaminya itu dan mencium sekilas bibir kemal.
Kemal sangat bahagia sampai masih belum bisa sadar dari lamunannya.
"Sayang apa ini nyata?,"
"Tentu saja, maafin gia kak, gia gak tau harus kado apa sama kak kemal, semuanya gak ada yang berharga dimata kak kemal, makanya gia bikin dinner ini, cuma buat kita berdua, sebelum dinner bareng dirumah mamah,".
Kemal segera menarik gia dalam pelukannya "sayang terimakasih, ini kado yang paling indah yang pernah aku terima, makasih sayang, ohh iyah aku lupa satu hal," kemal melepaskan pelukannya dan berjalan mengambil sesuatu di laci nakasnya.
__ADS_1
"Sayang, ini adalah cincin pernikahan kita, dulu karena kesalahanku, kamu mengembalikan ini, aku harap kamu menerimanya lagi sekarang, dan berjanji selamanya gak akan melepaskan ini, kalau aku salah kamu boleh menghukumku, tapi jangan pernah melepaskan cincin ini ataupun menyerah padaku, aku gak sanggup kehilangan kamu gia,"
Gia sangat terharu mendengar ucapan cinta kemal sampai matanya pun sudah berkaca-kaca dan tidak tau harus mengatakan apa, gia hanya mengangguk lalu menjulurkan tangannya, kemal pun memakaikan kembali cincin yang dulu dia berikan pada gia dijari manis istrinya itu.
"jangan pernah lagi melepaskan aku gi,"
"Tidak akan pernah,"
"Berjanjilah sayang,"
Gia pun menarik kerah baju kemal hingga sekarang wajah mereka saling bertatapan sangat dekat.
"Aku Gia Danniela Adiratama berjanji selamanya tidak akan melepaskan mu Kemal Adnan,"
Kemal pun sangat gemas dengan tingkah berani istrinya itu, hingga tanpa basa-basi lagi kemal segera menyambar bibir istrinya itu.
Mereka cukup lama berciuman, menumpahkan rasa cinta dan rindu masing-masing, "kak, ayo makan dulu," bisik gia disela-sela aktifitas panas mereka.
"Aku lebih ingin memakan dirimu sayang," jawab kemal lalu kembali menciumi istrinya itu.
Lama kelamaan kemal menjadi tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, dorongan hasrat untuk menyentuh istrinya sudah tidak tertahan lagi,tapi dia ingat janjinya pada gia, kemal tidak mau menyakiti gia untuk kedua kalinya.
"Sayang, aku sangat menginginkanmu, tapi kalau kamu tidak mengijinkan doronglah aku, maka akun akan menghentikan semua ini," bisik kemal pada gia dengan nafasnya yang sudah tidak beraturan, gia bisa merasakan dorongan keinginan kemal akan dirinya.
Kali ini bukannya mendorong tubuh kemal gia malah kembali mengalungkan tangannya dileher suaminya itu lalu mencium bibir kemal.
Tanpa berpikir lagi kemal yang senang dengan jawaban gia, segera melakukan semua yang memang selalu kemal dambakan selama ini terhadap istrinya itu.
Setelah menunggu sangat lama akhirnya kesabaran kemal pun terbayarkan, istrinya gia sekarang memberikan semua hak nya sebagai suami, kemal pun melakukan semuanya dengan hati-hati karena dia melihat istrinya masih sedikit kesakitan, mungkin karena mereka baru melakukan satu kali itu pun dengan paksaan.
"Sayang, kamu tidak apa-apa kan?,"
Gia hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mencoba menyembunyikan rasa sakit ditubuhnya.
"Maaf sayang, aku akan hati-hati,"
Mereka pun melalui malam yang sangat panjang, kemal yang memang sudah sangat lama mendambakan istrinya itu, seakan tidak pernah puas menjamah gia.
"Kak, gia rasa ini sudah cukup, gia sangat lelah, ini sudah mau pagi kak," ucap gia dengan lemas pada kemal yang kembali mengukungnya, padahal belum lama kemal menyudahi aktifitas nya pada gia, entah yang keberapa kali gia sudah tidak bisa mengingatnya.
__ADS_1
"Sayang aku janji ini yang terakhir untuk malam ini," ucap kemal lalu kembali mencumbui istrinya itu.
Gia pun hanya pasrah, gia berpikir sudahlah mungkin ini memang salahnya yang sangat lama memberikan kemal haknya sebagai suami, jadi suaminya menjadi sangat buas begini sampai-sampai acara makan pun tidak sempat mereka lakukan.