Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Tidak peka


__ADS_3

Gia yang sendirian di apartemenya sedang tidur dikamarnya yang sekarang adalah kamar kemal suaminya. Suara petir yang kecang membangunkan gia, "jam berapa ini, ternyata hujan,kok kak kemal belum dateng juga yaa," ucap gia sambil memakai kimono tidur satinnya tapi tidak gia ikatkan, gia biarkan saja terbuka lalu dia turun ke bawah untuk mengambil minum.


Gia pun membuka lemari es nya, dan mengambil juice kesukaannya," ahh segarnya, tapi perasaan aku mau ice cream coklat deh, semoga ada," ucapnya


"Asikk ada ternyata," tanpa basa-basi lagi gia pun melahap ice cream coklatnya sambil berdiri di dapur.


Ketika sedang asik memakan ice cream coklatnya gia tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan kemal yang langsung memeluk tubuhnya dari belakang.


"Lagi apa sayang, kaya maling ajah makan sambil gelap-gelapan gini,".


"Ya ampun kak kemal, hampir ajah jantung gia copot, iyah ini gia tadi lagi minum tapi jadi tiba-tiba pengen ice cream, untung ice cream nya ada, enak lagi nih kak kemal mau nyobain,"ucap gia lalu berbalik dan menyodorkan ice cream coklatnya pada kemal.


"Iyah aku mau,"


"Nih buka mulutnya gia suapin," ucap gia sambil menyodorkan sendok yang sudah dia isi ice cream nya.


Kemal pun menerima suapan dari istrinya itu.


"Gimana enak kan?," tanya gia


"Iyah enak, tapi ada yang lebih enak," ucap kemal lalu menarik tangan gia sampai sendok yang sedang dipegang gia pun terjatuh ke lantai, kemal pun langsung mencium bibir istrinya itu dengan rakusnya. Sambil tangannya dengan aktif meraba-raba tubuh gia yang memakai baju tidur satin itu.


"Ini yang lebih enak sayang," ucap kemal lalu melanjutkan menciumi istrinya.


"Sayang buka baju ku,"pinta kemal disela-sela ciumannya.


"Kak kita ke kamar dulu,"


"Sudah ga sempat sayang, ayo bukalah bajuku,"pinta kemal lagi.


Gia yang sudah terbawa permainan suaminya itu menuruti saja, gia pun membuka baju kemal tanpa terkecuali.


Setelah selesai melakukan kegiatan panasnya didapur kemal pun menggendong gia yang masih terengah-engah akibat ulahnya itu ke kamarnya.


"Tidurlah sayang, aku mandi dulu,"ucap kemal lalu mencium bibir gia.


Tak butuh waktu lama gia pun tertidur, kemal yang sudah selesai mandi pun segera merebahkan diri di sebelah istrinya.


Pagi hari nya seperti biasa gia yang selalu bangun duluan, pergi ke dapur untuk membuat sarapan.


Begitu sampai dapur gia terkejut melihat betapa berantakannya dapur nya itu.

__ADS_1


"Ya ampun ini," ucap gia melihat baju kemal yang semalam dia buka berserakan di dapur, sedang kemal hanya membuka baju dlam gia tanpa membuka baju tidur gia.


Gia pun tersenyum mengingat kejadian semalam yang dia lakukan dengan suaminya itu. Adegan-adegan yang sangat erotis, kemal memang sangat bisa diandalkan kalau masalah seperti itu.


"Pagi sayang," sapa kemal


"Pagi kak, hari ini kak kemal buru-buru gak?,"


"Engga sayang, memangnya kenapa?, mau olahraga pagi dengan ku?," tanya kemal sambil tersenyum usil pada gia.


"ishh bukan kak, gia mau minta anterin ke toko buku dulu sebentar, kemarin kan kak kemal pulang malem jadi gia gak sempet beli,"


"Oh iyah sayang boleh,"


Diperjalanan ke sekolah setelah membeli buku yang diperlukan gia terus membaca nya hingga membuat kemal jadi kesepian di jalan. "Sayang kamu baca nya di sekolah ajah bisa kan, aku jadi dicuekin?" Ucap kemal dengan nada sedih membuat gia tidak tahan menahan tawanya.


"Hahaha kak kemal ini, manja banget sihh, bikin gemess aja," seru gia sambil mencubit pipi suaminya itu.


"Ini lihat buku nya udah gia tutup terus gia masukin tas, sekarang gimana seneng kan?,"


"Iyah, nah gitu dong,"


"Nah, sudah sampai gia berangkat dulu yah kak,"


"Iyah sayang,"


Di sekolah gia dan ketiga sahabatnya sedang berdiskusi soal tugas mereka di perpustakaan.


"Hei, apa kalian dapet buku nya?," tanya dianna


"Aku dapet, walaupun barusan aku beli nya, hehe,"jawab gia sambil menunjukkan buku yang baru tadi pagi dia beli dengan suaminya.


"Aku juga ada nih," seru anne


"Kamu nor?," tanya dianna


"Aku juga ada walaupun susah dan harus keliling dulu sama kak shani nyarinya, mana ada tragedi dulu lagi di salah satu toko buku nya," ucap nora sambil mengembusakan nafas kesal.


"Hah, tragedi apa nor?,"


Nora pun menceritakan soal kejadian di toko buku itu pada sahabat-sahabatnya.

__ADS_1


Setelah menceritakan kejadian di toko buku itu, reaksi ketiga sahabatnya tidak seperti yang nora kira, mereka malah terfokuskan pada shani dan nora.


"Wahhh keren sekali kamu nor, terus kak shani gimana nor?, pasti wajahnya blushing di akuin pacar sama kamu," ucap anne


"Iyah pasti ann, itu kan yang dia harepin tapi kasian yahh nora cuma pura-pura doang," tambah dianna


"Ehh siapa tahu sebenernya itu yang di harepin nora juga, iyah kan cuma nora belum tau ajah sama perasaan nya sendiri," ucap gia


"Ikhhh apa'an sih kalian ini, bukannya bahas soal berandalan-berandalan itu, malah bahas soal kak shani sama aku,"


"Yahh itu mah gak penting nor, mereka mah pasti kalah sama kamu, jadi yang penting itu kak shani, kasian tau nor dia kayanya jadi makin melayang," jawab anne


"Heh, kalian ini gak ada bosen-bosennya jodoh-jodohin aku sama kak shani, siapa yang bilang kak shani suka sama aku, kalian doang yang nerka-nerka," ucap nora.


"Nora sayang, dengerin yaa, laki-laki itu paling gak bisa nyembunyiin rasa nya ke cewek, jadi kalau ada cowok yang lagi suka atau jatuh cinta sama ceweknya itu tuh kelihatan banget dari sorot matanya, dari gerak gerik nya, pokoknya kelihatan deh," jelas gia.


"Bener kata gia nor, kamu mah gak peka,"sambung anne.


Mendengarkan penjelasan gia, nora pun membenarkan didalam hatinya, karena dia melihat contoh di sekitarnya sendiri yaitu mamah dan papahnya, apalagi kemal yang serasa ditempel ke gia, gak pernah mau jauh, bahkan pas dulu ada masalah kakaknya bisa seterpuruk itu.


"Nah kepikiran kan sekarang?," tanya gia.


"Ahhh udah ah, lanjut bahas lagi tugas jangan gosip mulu," sewot nora


"Ikhh nih anak dibilangin," seru anne


Di perjalanan pulang dari sekolah nora jadi terpikir kata-kata sahabatnya itu, nora memperhatikan shani "apa iyah kak shani suka sama aku?, tapi kalau pun suka apa urusannya sama aku, apa jangan-jangan aku..., ahh ga mungkin deh," gumam nora dalam hati.


"Non, itu ada penjual permen gula yang biasa non beli, apa mau saya belikan?," tanya shani, karena nora biasanya minta berhenti dulu kalau pas dijalan ada penjual permen gula jaman dulu kesukaannya.


"Ahh iyah, aku mau beli kak," jawab nora


Shani pun menepikan mobilnya di pinggir jalan, nora dan shani pun turun, shani jadi lebih protektif lagi pada nora setelah kejadian di toko buku kemarin.


"Kak, kak shani mau gak, selama ini suka nganterin nora doang, tapi gak perah nyobain, ini untuk kak shani," ucap nora sambil menyodorkan dua buah permen kepada shani.


"Owhh iyah makasih yan non,"


"Sama-sama kak, yaudah ayo kita pulang,"


Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang.

__ADS_1


__ADS_2