
Di dalam kamar nya alena sedang terduduk melamun di sofa , hati nya benar-benar bingung harus menanggapi bagaimana permasalahan di hadapannya sekarang.
Ghani yang dia tahu hanya mencintai gia, dalam sekejap mata berubah mencintainya dan ingin menikahinya, “ Ya tuhan, apa yang harus aku lakukan, apa semua ini bukan mimpi, kenapa begitu tiba-tiba seperti ini, mungkin kalau tidak ada kejadian semalam hal ini tidak akan pernah terjadi,” pikir alena dalam hati nya.
“Alena...”
“Ghani, kenapa kamu kemari ?, ini kamarku, keluarlah, atau sebaiknya kamu pulang mumpung ini belum larut malam,” seru alena begitu melihat ghani masuk kamarnya dan menghampirinya.
“Aku akan pulang, tapi setelah memastikan kamu menerima lamaran kedua orang tuaku alena,”
“Aku tidak bisa ghani, aku takut ini terlalu memaksakan, karena kejadian semalam semuanya menjadi seperti ini,”
“Tapi karena kejadian semalam, aku pun jadi sadar alena, kalau aku mencintaimu, jadi aku harap kamu mau menerimaku dan jadilah istriku,” ucap ghani sambil menarik dan menggenggam tangan alena.
“ Apa kamu bisa memberiku waktu ?,”
“ Tentu saja, tapi aku tidak menerima penolakan alena,” jawab ghani.
“ Tentu saja, dan sepertinya aku pun tidak punya pilihan, bagaimana aku bisa menikah dengan pria lain sedangkan aku sudah tidak layak untuk nya,” ucap alena, ghani bisa melihat raut wajah alena yang sedih.
“Maafkan aku alena, apa kamu begitu menyesal memberikan malam pertama mu padaku ?," tanya ghani yang memang sangat ingin tahu bagaimana perasaan alena.
“Permintaan maafmu tidak bisa mengubah keadaan ghani, kamu tahu aku mencintaimu, sungguh aku pasti tidak akan menyesal yang aku sesalkan adalah waktu yang tidak tepat, kita belum menikah ghani,"
Ghani pun hanya terdiam mendengarkan ucapan alena yang selalu jujur padanya, tapi kini alena seakan dingin menghadapinya, ghani berpikir mungkin alena sudah bosan dengannya.
"Apa kamu masih mencintaiku alena ?,"
"Aku mencintaimu ghani, tapi entahlah perasaanku seperti hampa sekarang, aku sudah tidak memiliki keinginan untuk memiliki kamu ghani, mungkin aku sudah mensetting hatiku untuk mengikhlaskan kamu beberapa hari ini," jawab alena
"Jadi itulah alasan kamu menjauhiku akhir-akhir ini alena?,"
"Iyah, aku lelah terus mencintaimu, tapi kamu selalu saja memikirkan cinta pertamamu itu, yang sekarang aku tahu itu adalah gia," jawab alena membuat hati ghani semakin sakit dan merasa bersalah.
__ADS_1
Di sisi lain alice dan daud baru saja pulang setelah mereka pergi, yang ternyata kepergian mereka itu adalah melamar alena.
“ Kemal, kamu kenapa menonton tv sendirian, dimana istri dan adik-adik mu?,” tanya alice begitu dia dan daud sampai rumah.
“ Seperti biasa nora selalu merebut istriku, dia sedang menonton drama dengan gia di kamarnya, dan ghani dia pergi tak lama setelah mamah pergi,”
“ Kemana anak itu?,” tanya daud
“ Mungkin menyusul alena pah,” jawab kemal
“ Sudahlah pah, itu memang harus ghani lakukan,” bujuk alice pada suaminya.
Daud yang sudah lelah pun sudah enggan mengomentari lagi, dia segera menuju kamarnya untuk beristirahat.
“ Sayang mamah nyusul papah kamu dulu yaa,” ucap alice pada kemal
“ Iyah mah, mamah jangan terlalu memikirkan ini yaa, ghani sudah dewasa, kemal yakin ghani bisa bertanggungjawab untuk semuanya,”
“ Iyah sayang,”ucap alice lalu bergegas menuju kamar menyusul suaminya.
Tanpa mengetuk pintu kemal pun masuk ke kamar nora.
Tampak oleh kemal gia dan nora sedang tiduran berdua sambil melihat laptop yang sedang memutar drama kesukaan mereka.
“ Sayang sudah cukup, ayo ikut aku,” seru kemal lalu menghampiri gia dan menarik tangan gia untuk ikut bersamanya.
“ Kak kemal kenapa, kak jangan tarik-tarik sahabat aku kaya gitu dong gia mau dibawa kemana sih?,” teriak nora pada kakaknya itu.
“Diam kamu bocah tengik, ini istriku, terserah kakak mau kakak bawa kemana,” jawab kemal yang masih terus menarik gia keluar kamar nora.
“Kak, kenapa sih tarik-tarik gini ?, kak pelan-pelan dong,” ucap gia sambil terus berusaha melepaskan tangannya dari kemal.
Kemal baru melepaskan tangan gia begitu mereka sampai di kamar. “Ada apa sih kak?, suka aneh-aneh ajah?,” tanya gia lagi.
__ADS_1
“Kamu yang ada apa gi, dari tadi aku di cuekin, kamu liat gak ini udah jam berapa?, dan udah berapa lama kamu nonton drama sama nora,” seru kemal dengan kesal.
“Memangnya sudah berapa la..” ucapan gia terhenti begitu gia melihat jam dinding di kamar mereka, “Ya ampun jam delapan malam, bukannya tadi aku hanya nonton beberapa episode doang, ohh ya ampun satu episode nya 45 menit, aku hampir lupa,” gumam gia dalam hati sambil memejamkan matanya.
“Kenapa ?,mau bilang baru engeuh ?,” gerutu kemal.
“Iyah kak maafin gia kak, kak kemal mau makan malam apa?, biar gia masakin dulu yaa,”
Mohon gia dengan wajah penuh menyesalan karena telah begitu lama mengabaikan suaminya.
“Tidak usah aku tidak lapar, aku akan langsung tidur,” ucap kemal lalu pergi merebahkan tubuhnya di tempat tidur tanpa berkata apapun lagi.
Melihat suaminya yang bersikap seperti itu gia yang selalu di manjakan oleh kemal merasa sangat sedih dan bersalah sampai tak tertahan lagi gia pun menangis terisak.
Kemal yang memang belum tidur mendengar isak tangis gia, dia pun langsung bangun dan menghampiri gia.
“Sayang kamu menangis ?, kenapa kamu nangis gini ?,” tanya kemal heran dan panik seketika amarahnya pada gia hilang.
“Kak kemal gak maafin gia kan, gia tahu kak gia salah, tapi gia kan mau minta maaf tapi kak kemal gak mau maafin terus ninggalin gia tidur gituh ajah,” ucap gia sambil terus menangis lebih kencang lagi.
“Sayang sudah-sudah aku minta maaf yaa, kamu jangan nangis yaa, aku maafin kamu ko sayang, “ ucap kemal dengan gugup karena takut tangisan gia di dengar oleh kedua orang tuanya yang sekarang sedang bersama mereka.
Apa yang di takutkan kemal pun terjadi, alice yang memang sedang ingin menemui menantunya itu, mendengar tangisan gia di balik pintu, karena khawatir alice langsung membuka pintu kamar puteranya itu tanpa mengetuk terlebih dulu.
“Sayang ada apa ?, mamah denger gia nangis jadi maaf mamah langsung buka pintu kamarnya,” ucap alice begitu memasuki kamar kemal.
Kemal sangat kaget dan bingung harus ngomong apa begitu melihat ibunya datang.
“Ya ampun, pasti sekarang makin rumit urusannya,” gumam kemal dalam hatinya.
“Kemal kamu apakan istri kamu ini, kenap gia nangis gini ?,” teriak alice pada puteranya.
“Gia gak kenapa-kenapa mah, hormon kehamilan memang bikin gia jadi lebih gampang nangis,” jawab kemal dan memang itu kenyataan nya, gia memang jadi lebih sensitif selama kehamilannya ini.
__ADS_1
“Walaupun gituh tapi kan pasti ada penyebabnya , jawab yang bener kamu apain menantu mamah ini hah ?,” ucap alice yang malah semakin kencang hingga kini daud dan nora pun menghampiri mereka.
“Ya tuhan...” ucap kemal sambil mengusap kasar wajahnya begitu melihat ayah dan juga adik bungsunya itu datang.