Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Sopir idola


__ADS_3

Tak berselang lama gia dan kemal datang begitu mereka mendengar berita itu, diana menelpon gia, jadi belum sampai ke apartement gia sudah minta balik lagi,". Begitu sampai pun gia langsung turun dari mobil dan berlari ke arah nora.


"Noraaaa,, kamu baik-baik ajah, apa ada yang sakit nor?," ucap gia sambil membolak-balik tubuh nora dengan panik.


"Ga apa gi, kak shani tadi nolongin aku, jadi aku ga apa-apa, cuma kaget ajah,"


"Owhhh syukurlah, aku takut banget tadi waktu diana telpon," ucap gia yang sekarang baru menyadari keberadaan shani.


"Owhh ini kak shani sopir barunya nora, makasih yaa kak udah nolong nora,"


"Iyah non,sudah tugas saya,"


Kemal yang datang langsung mencium kening adik bungsunya itu, "syukurlah kalau kamu ga apa-apa bocah tengik," ucap kemal.


"Yasudah berhubung semuanya sudah datang kesini, ayo kalian masuk dulu sayang,"


"Iyah mah, ayo nora," gia pun menggandeng tangan nora menuju kamar nora.


"Loh shani mana sayang?, ko gak ikut masuk kedalam," tanya alice pada kemal.


"katanya dia mau pulang duluan mah, tadi dia pamit sama kemal,"


"Owhh yasudah kalau begitu,"


"Kamu dan gia mau menginap disini sayang?,"


"Sepertinya engga mah nanti sehabis makan malam kemal dan gia pulang,"


"Owhh mamah kira mau menginap disini,"


"Nor, ayo ceritain gimana hubungan kamu sama si kak shani itu?," tanya gia di kamar nora.


"Hubungan apa gi?, tadi kan sudah jelas kamu tau dia sopir aku," .


"Aku itu sahabat kamu dari kecil, juga kakak ipar kamu sekarang nor, sepertinya diantara kalian aku mencium bau-bau sesuatu,"


"Bau-bau apa?, ga ada bau apa-apa aku udah pake farpum yang banyak,"


"Ishhhh ini anak, kelakuannya makin kesini makin kesana ajah," ucap gia sambil menyentil jidat sahabatnya itu.


"Aduuh duh, makin kesana kemana?,"


"Makin mirip kemal adnan kamu nor,"


"Kamu lebih mirip gi, main sentil-sentil jidat orang ajah,"


"Yaudah gini nor, aku ini sahabat kamu, aku masih inget kamu dulu pernah dijodohkan dengan anak temen papah, tapi kalau kamu punya cinta kamu sendiri mau itu kak shani atau siapa pun, kamu harus inget nora, aku pasti dukung kamu,".


"Ikhhh sudah-sudah kamu ngomong seperti udah yakin ajah, orang aku gak ada apa-apa ama kak shani,"


"Mungkin sekarang engga, tapi nanti gak tau,hehe,"


Tak lama kemal pun masuk kamar adiknya tanpa mengetuk pintu dulu.


"Kak jangan kebiasaan dong main masuk-masuk ajah," ujar gia pada suaminya.


"Tau nih, kalau aku main masuk-masuk kamar kak kemal emang boleh?,"


"Yah ga boleh dong, nanti kamu kalau liat kakak ama gia lagi melakukan hal-hal yang belum pantes kamu lihat bagaimana?,"


"Ikhh kak kemal jangan mulai lagi, udah ahh gia mau bantu mamah nyiapin makan malam,"


"Dasarr mesum akut," gerutu nora pada kakak tertuanya itu.


"Kak kemal tunggu," ucap nora ketika kemal hendak keluar kamarnya.


"Apa?,"


"Kak boleh gak, nora ajak dua temen nora buat liburan nanti?,"


"Owhh kamu ini yaa dikasih hati minta jantung,"


"Kak, please yaa nanti nora ama siapa masa sendirian, gia kan gak bisa ikut," nora merengek pada kakaknya itu.


"Baiklah, terserah kamu nora, tapi dengan satu syarat,"


"Syarat apa kak?,"

__ADS_1


"Shani ikut dengan kalian, nanti kakak kasih tau si shani,"


"Loh kenapa shani ikut?,"


"Nora kakak gak bisa tenang kamu pergi keluar negeri sendirian, harus ada yang jaga kamu, kakak ga bisa, ghani pun gak bisa, jadi sekarang ada shani setidaknya mungkin orang yang dipilih papah buat jadi sopir kamu itu pasti juga orang yang bertanggung jawab,"


"Yasudahlah gimana kak kemal ajah, tapi beneran temen-temenku boleh ikut yaa kak,"


"Iyah-iyah bawel, tapi urus paspor masing-masing,"


"Ok kak makasih yaa," nora pun memeluk kakaknya itu.


"Iyah-iyah," ucap kemal sambil mencium kepala adiknya itu.


"Mah sini nora bantu,"


"Iyah sayang, kamu makin pinter ajah masak nya sayang,"


"Iyah dong siapa dulu gurunya," ucap gia sambil memeluk ibu mertuanya itu.


"Bisa ajah kamu, coba nora mau belajar masak juga, dia itu malas sekali ngelakuin pekerjaan cewek,"


"Mungkin belum kepengen mah, nanti kalau udah ada cowok yang nora suka pasti nora sedikit mau belajar jadi cewek beneran hehe,"


"Hahaha kamu ini ada-ada ajah, terus ada gak yang nora suka?,"


"Nah itu dia mah belum ada, terus nora itu kan galak banget mah jadi ga pada berani ama nora," lanjut gia sambil cengengesan.


"Iyahh dasar tuh anak, padahal mukanya udah ke mamah banget tapi kenapa sikap nya kaya papahnya banget, nora itu kemal versi cewek,"


"Iyah bener mah nora juga ngerasa gitu, nora itu mirip banget sama kak kemal,"


Alice dan gia pun tertawa bersama sambil masak.


"Kamu gak takut kualat ngatain suami kamu?,"


"Ehh ada kak kemal, sejak kapan disitu?,"


"Sejak tadi kamu sama mamah ngata-ngatain aku sama nora mirip papah?,"


"Owhh yah syukur kalau kamu dengar," kata alice.


"Gak jelek sih, cuma menyebalkan ajah," jawab alice.


"Tapi mamah suka kan?,"


"Iyah suka makanya punya kamu, ghani dan nota, tapi emang cuma ghani yang mirip mamah,"


"Iyah-iyah kak ghani emang kesayangan mamah," timpal nora sekarang yang tadi sebenarnya juga mendengar percakapan gia dan alice.


"Nah ini anak gadis mamah satu lagi, ayo sini belajar masak ama mamah nak," ajak alice pada nora.


"Engga ah mah, kan udah ada mamah ama gia yang pinter masak, aku tinggal pinter makan nya ajah," jawab nora sambil cengengesan.


"Ampun ini anak, gimana nanti kalau punya suami, nanti dibilang mamah ga ajarin kamu masak, padahal kamu nya yang males,"


"Udah mah kalau nora ga mau belajar masak ga apa-apa, nanti kemal suruh suaminya yang masak,"


"Giliran begini kalian kompak, padahal biasanya berantem mulu," ujar alice.


"Mah, ini udah beres, gia ke kamar dulu ya mah, mau mandi,"


"Iyah sayang, makasih yaa udah bantuin mamah,"


"Iyah mah,"


"Sayang aku ikut, mandinya di kamarku yaa,"


"Ikut apa, aku mandi di kamar nora, ga ada baju di kamar kak kemal,"


"Yaudah aku ambilin dulu ya,"


"Gausah aku mandi dikamar nora ajah,"


Kemal terus-terusan mengikuti gia.


Alice dan nora hanya tersenyum cengengesan melihat kelakuan mesum kemal itu.

__ADS_1


"Kakak kamu itu bener-bener ga tau malu,"


"Iyah mah, dia bener-bener berusaha banget,"


Setelah daud datang, semuanya berkumpul untuk makan malam bersama, daud pun menanyakan keadaan nora puteri semata wayangnya, dia lega san sangat berterimakasih pada shani yang sudah menolong nora.


"Sayang apa kamu mau menginap?," tanya daud pada gia.


"Engga pah, kak kemal katanya ada meeting besok pagi, jadi biar cepat sampai kantor harus berangkat dari sana,"


"Owhh iyah, bagaimana ujian kalian?,"


"Alhamdulillah lancar pah,"


"Pah, soal rencana liburan nora, apa papah sama papah ngizinin nora?," tanya nora pada daud dan alice.


"Kalau kakak kamu yang sudah atur, papah sih ikut ajah, papah percaya kakak kamu pasti mengatur semuanya dengan baik,"


"Beneran pah, wahh makasih yaa pah," saking senang nya nora pun segera menghampiri daud dan mencium papahnya itu.


"Hati-hati disana tapi nor, nanti mamah packing kan baju buat kamu," ucap alice.


"Sayang sekalian packing kan baju buat gia juga, sepertinya gia butuh gaun malam buat disana nanti,"


"Tenang semuanya mamah paling jago soal itu," ucap alice dengan bahagia.


Disekolah kedatangan nora sepertinya sedang ditunggu-tunggu beberapa siswi yang sedari tadi berjejer didepan gerbang sekolah.


"Itu-itu nora dateng," seru salah satu dari mereka.


"Heii-heii ada apa ini," tanya nora begitu keluar dari mobil.


"Nor, boleh kenalan ama sopir kamu ga nor, kemarin katanya banyak yang bilang sopir kamu ganteng banget boleh kita kenalan ga nor,"


"Ya ampun mulai lagi deh," gumam nora dalam hati.


"Terserah ama sopir gw nya ajah, tuh lihat dia didalem mobil, gw mau ke kelas dulu yaa," ucap cuek nora dan langsung segera menuju kelas.


Tak lama gia datang setelah berpamitan dengan suaminya, gia segera menghampiri diana yang kebetulan juga baru datang dan mengjak jalan bareng ke kelas.


"Na, itu ada apa yaa?, ko mobil nora dikerumunin gitu," tanya gia pada diana.


"Ya ampun itu kak shani gi, dia lagi di kecengin cewek-cewek tuh," jawab diana.


"Tapi kayanya kak shani gak nyaman gitu, mungkin dia gak suka kali yaa, kita bantuin kak shani dulu yu na,"


"Owh iyah sih kayanya gi, yaudah ayo cepetan,"


Gia dan diana pun segera berlari menghampiri shani.


"Kak shani, cepet masuk mobil," ucap gia pada shani.


"Owhh iyah makasih yaa," shani pun segera pergi dengan dibantu diana dan gia untuk mengusir siswi-siswi centil itu.


"Kalian ini kecentilan amat, udah jangan gangguin sopir nora, tar gw laporin kakaknya nora mau? Kak kemal pemilik saham terbesar disekolah ini, mau kalian diskors atau dihukum gara-gara kecentilan gitu,"


"Kalian ini kenapa sih, orang nora juga biasa ajah,"


"Yah memang tuh anak cuek, tapi kita engga, jangan ngelakuin hal-hal keterlaluan deh, udah sana bubar," ucap diana lagi.


"Udah na, ayo kita ke kelas yang penting kak shani udah pergi," ucap gia sambil menarik tangan diana.


"Nor, lo tega banget sihh ama kak shani," seru diana begitu sampai di kelas.


"Tega apa?, kak shani kan sekarang lagi jadi sopir idola gara-gara kemaren keliatan orang-orang, yah gw bisa apa kalau kak shani lagi dikerubutin cewek ngajakin kenalan.


"Kak shani kerepotan nor, dia keliatan ga nyaman, untung ajah gw ama gia dateng, jadi bisa dibantuin," lanjut diana.


"Iyah nor, harusnya tadi kamu suruh kak shani pergi ajah cepet-cepet, biar ga di kerubutin gituh," tambah nora.


"Iyah kan kemaren kak shani keluar mobil juga gara-gara nolongin kamu, sekarang kamu malahan gitu," sekarang giliran anne yang bicara.


"Udah-udah aku yakin nora juga tadi ga sengaja," ucap gia.


Nora merenung sejenak, walaupun temen-temennya itu main keroyokan tapi kalau dipikir-pikir mereka semuanya bener juga.


"Yaudah maaf-maaf aku salah, nanti aku minta maaf sama kak shani," ucap nora

__ADS_1


"Nah gitu dong," seru diana.


Nora hanya tersenyum melihat adik iparnya itu.


__ADS_2