
Setelah selesai dengan semua pekerjaannya, kemal bergegas pulang, tapi kali ini dia tidak pulang ke apartemennya melainkan pulang ke rumah daud papahnya, setelah pertemuannya tadi dengan gia kemal merasa sangat sedih dan bingung, dia ingin bertemu dengan ibunya alice untuk meminta saran.
Sesampainya di rumah daud, semua orang sedang makan malam, "Kemal, sayang, kamu kesini?, ayo makan nak, apa kamu sudah makan?," tanya alice pada anak sulungnya itu.
"Engga usah mah, kemal gak lapar, kemal mau ke kamar dulu,". Jawab kemal dan dia pun berlalu ke kamarnya.
"Kenapa anak itu?, semakin hari semakin terpuruk saja, lihatlah tubuhnya seperti lebih kurus,". Ucap daud.
"Biarin pah, itu hukuman nya, kak kemal udah jahat sih sama gia," cerocos nora.
Daud dan alice hanya diam, karena memang benar yang dikatakan nora.
"Iyah, dia frustasi gara-gara pisah dari gia, memang kalau di ingat-ingat mereka sudah berpisah sekitar dua bulan mungkin, waktu yang sangat lama untuk kemal, karena dia memang baru kali ini mencintai seorang gadis," ucap alice.
"Iyah, dia baru kali ini mencintai gadis, makanya dia gak tau bagaimana caranya memperlakukan seorang istri dengan benar," jawab daud
"Sudahlah sayang, aku ke kamar kemal dulu yaa, siapa tau dia ingin bercerita padaku," tambah alice.
"Iyah sayang, pergilah,"
"Sayang, apa mamah boleh masuk nak?," tanya alice sambil mengetuk pintu kamar kemal.
"Masuklah mah," jawab kemal
Kemal yang semula sedang merebahkan tubuhnya kini duduk dipinggiran tempat tidurnya, begitu pun alice yang langsung duduk dipinggir kemal.
Kemal langsung memeluk alice begitu ibunya itu duduk disampingnya, "mah kemal udah ga sanggup lagi mah pisah dari gia, kemal sangat merindukan gia,". Keluh kemal pada alice.
"Sayang mamah ga bisa bantu kamu soal ini, ini urusan kalian berdua, mamah tidak bisa membujuk gia buat maafin kamu, cuma karena kamu anak mamah sayang,". "Terus kemal harus bagaimana mah, gia masih saja tidak mau memaafkan kemal, bahkan bertemu kemal saja gia gak mau,".
"Kamu sabar yaa sayang, dan kamu harus tetap berusaha agar gia memaafkan kamu, kalau memang kalian berjodoh pasti nanti gia akan kembali sama kamu sayang," ucap alice.
"Sekarang kamu makanlah sayang, mamah sedih melihat kamu seperti ini," bujuk alice pada kemal.
__ADS_1
"Engga mah kemal sedang gak selera makan,"
"Tapi kamu tidak berselera setiap hari kemal, apa kamu sengaja ingin membuat mamah sedih?,".
"Engga mah, nanti kalau lapar kemal makan, sekarang kemal cape mau tidur dulu mah," kemal lalu merebahkan tubuhnya lagi, alice pun pergi dari kamar kemal sambil menyeka air matanya.
Alice sangat sedih melihat keaadaan kemal yang seperti itu.
Nora yang sedari tadi menguping pembicaraan mamah dan kakaknya itu segera bersembunyi begitu alice keluar. "Kasian mamah jadi sedih gara-gara melihat keadaan kak kemal, apa yang harus aku lakukan, kak kemal juga gak akan mendengarkanku, apa aku harus minta bantuan gia, iyah mungkin itu jalan satu-satunya, hanya gia yang akan kak kemal dengar," pikir nora.
Sepulang sekolah seperti biasa gia dan nora pulang bersama diantar shani, tapi kali ini nora minta shani untuk menunggunya karena nora ingin membicarakan sesuatu dengan gia.
"Ada apa sih nor?, kamu pengen bicara empat mata segala sama aku,". Tanya gia begitu sampai dikamarnya.
"Gi maafin aku kalau permintaan aku ini keterlaluan dan bikin kamu sedih, tapi aku lakuin ini bukan untuk kak kemal, aku lakuin ini untuk mamah,".
"Kenapa mamah nor?," panik gia
"Semalam aku menguping pembicaraan mamah sama kak kemal, kak kemal pulang ke rumah semalam dia menangis ke mamah gi, dia bilang sudah ga sanggup lagi pisah dari kamu,"
"Iyah gi, tapi yang bikin aku sedih, mamah jadi kepikiran soal kak kemal yang sekarang seperti itu, bahkan mamah sudah sering membujuk kak kemal untuk makan dan memperhatikan kesehatannya, tapi gak pernah kak kemal denger," terang nora
"Bukan maksud aku buat maksa kamu buat maafin kak kemal gi, tapi apa kamu bisa ngomong sedikit aja ke kak kemal, dia pasti dengerin kamu, aku gak mau soalnya liat mamah nangis lagi liat keadaan kak kemal," lanjut nora.
"Apa benar aku bisa nor?,"
"Pasti bisa gi, kak kemal frustasi seperti itu gara-gara pisah sama kamu, kalau kamu yang ngomong pasti kak kemal bisa berubah gi,"
"Yasudahlah aku akan coba nor, demi mamah," ucap gia.
"Beneran gi?, makasih yaa gi, kamu emang sahabat aku yang terbaik,"
"Iyah nor, ga usah makasih, aku juga sayang sama mamah, aku ga mau mamah nangis lagi,"
__ADS_1
"Terus aku harus gimana nor?," tanya gia
"Kamu bisa gak makan malam dirumahku sekarang?,"
"Bisa sih kayanya, aku telpon kak danny dulu yaa,"
Tak lama gia menelpon danny dan danny pun mengijinkan gia makan malam dirumah nora, nanti pulangnya danny jemput sepulang dari kantor.
Setelah mandi dan berganti pakaian gia pun mengikuti nora pulang.
Keluarga daud sudah selesai makan malam begitu pun gia, sekarang mereka sedang menonton tv diruang keluarga, nora sengaja meminta daud menelpon kemal untuk mengantarkan berkas-berkas kerumah, agar kemal bertemu dengan gia.
"Nanti aku harus bagaimana nor?," tanya gia yang bingung harus bagaimana.
"Udah kamu tinggal jawab, iyah-iyah ajah, dari pada kamu harus bujuk kak kemal, aku yakin cara ini juga bakalan mempan, karena kak kemal kan cinta mati sama kamu gi,"
"Kamu ini ngomomg sembarangan ajah,".
Begitu sampai dirumah kemal segera menuju ruang keluarga karena dia tau pasti ayahnya ada disitu, kemal sangat terkejut karena ada gia disana, gadis kecil cantik nya itu sedang duduk disamping alice menonton acara tv, memang sangat meneduhkan melihat gia, biasanya sepulang kerja, kemal pasti disambut oleh gia, rasa lelahnya pun serasa hilang melihat gia yang selalu tersenyum padanya menyiapkan makan dan mengurus semua keperluannya.
Ingin rasanya kemal mendekati gia, tapi pasti gia menolaknya, kemal gak mau memaksa gia apalagi sekarang didepan kedua orang tuanya.
"Gia itu cowok ganteng banget yaa," tanya nora sambil mengedipkan mata pada gia.
"Iyah nor," gia langsung menjawab iyah, dia ingat pokoknya tugas gia hanya menjawab iyah semua yang dikatakan nora.
"Liat deh mah ini ganteng banget, kriteria gia banget nih badannya tegap, ganteng rapih, kalau dicium juga pasti wangi nih, bener kan gi?,"
"I...iyah," jawab gia sambil berusaha untuk terus mengabaikan kemal, gia jadi merasa seperti dulu, kalau dulu nora seperti ini dihadapan kemal, sudah pasti kemal akan langsung menariknya dan menghukum gia di kamar, tapi sekarang kemal gak akan berani.
"Owhh iyah yaa gi, cari cowok harus yang kaya gitu gi, tegap badannya besar gagah jangan yang kurus gak ada wibawanya," sahut mamah alice, yang ternyata sudah di setting juga oleh nora.
Kali ini gia sudah tidak bisa mengatakan iya, sudah gak nyaman rasanya buat gia diperhatikan kemal seperti itu, gia hanya mengangguk sambil terpaksa tersenyum.
__ADS_1
Kemal yang memang sudah kesal, hanya bisa mengepalkan tangannya, mendengarkan ocehan-ocehan itu, "Jadi kamu suka cowok seperti itu gi, sedangkan aku sekarang berubah pasti kamu gak mau lagi sama aku, padahal aku begini juga gara-gara kamu, baiklah aku akan jadi kemal yang dulu lagi yang kamu suka, aku juga gak akan kalah dari cowok di tv itu," geram kemal dalam hatinya dan lalu pergi meninggalkan ruang tv itu ke kamarnya.