Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Menyadarkan ghani


__ADS_3

Di dalam kamar ghani masih tertunduk di lantai dengan wajah yang kini sudah babak belur karena dihajar oleh kemal kakak tertuanya itu.


“Kak apa kak ghani masih tidak mengerti maksud dari kak kemal tadi ?,” tanya nora yang diam-diam masuk ke kamar papah dan mamahnya untuk melihat kakaknya ghani.


“Nora maafkan kakak yaa, kakak sudah melakukan kesalahan, dan kakak gak tau kenapa kakak sampai seperti ini ?,” ucap ghani


“Kak ghani ini, pinter sekali di sekolah tapi dalam kehidupan nyata begini kenapa sangat bodoh,” gerutu nora


Ghani hanya diam mendengarkan omelan adiknya itu.


“Coba sekarang ceritakan dari awal kenapa kak ghani bisa sampai di rumah dokter alena dan melakukan hal seperti itu,”


Ghani pun menuruti adik kecilnya itu dan menceritakan dari mulai di pesta gender reveal gia dan kemal kalau dari awal dia sudah merasa tidak suka dengan pakaian alena dan seterusnya sampai selesai.


“Benar-benar bodoh!, kak , kak ghani tau gak kalau kak ghani itu sedang cemburu berat, itu artinya kak ghani sangat mencintai dokter alena,” seru nora


“Coba tadi kak ghani jawab ke kak kemal, kalau kak ghani melakukan itu karena cemburu, dan kak ghani mencintai dokter alena, pasti kak kemal gak akan mukulin kak ghani,”


“Benarkah, apa benar aku mencintainya?, tapi bukankah aku mencintai gia,” pikir ghani dalam hatinya.


“Kenapa masih berpikir juga?, memangnya kak ghani bisa melakukan itu pada gadis manapun ?,” tanya nora lagi yang sudah sangat kesal melihat kakak nya itu.


“Tentu saja tidak,” jawab ghani cepat pasti


“Yah makannya berarti kak ghani mencintai dokter alena, dan sangat cemburu padanya, sampai melakukan hal itu,”


“Kak ghani sungguh bodoh dan menyebalkan, bagaimana perasaan dokter alena mendengar kata-kata kak ghani yang bilang seenaknya tidak tau dan hanya emosi, setelah semua yang kak ghani lakukan padanya,”


“kamu benar nora, aku akan menemuinya sekarang dan menjelaskan semuanya pada alena,” seru ghani lalu bangkit dan segera pergi ingin menemui alena.


“Maafkan aku alena, aku mengerti sekarang, aku mencintaimu alena, aku cemburu hingga emosi seperti itu, maafkan aku yang terlambat menyadarinya,” ucap ghani di perjalanan menuju rumah sakit untuk menemui alena.


“Nor kamu kok sendirian mamah papah mana?,” tanya gia pada nora begitu dia keluar dari kamarnya

__ADS_1


“Mamah papah, aku gak tau gi, tadi begitu kalian pergi mereka juga tak lama pergi, makanya buru-buru aku pergi ke kamar papah untuk menyadarkan kak ghani yang bodoh itu,” jawab nora


“Menyadarkan?,”


“Iyah menyadarkan, kamu kan tahu sendiri bagaimana bodohnya kak ghani tadi, tidak tahu perasaannya sendiri pada dokter alena, jadi aku bantu dia buat sadar, kalau sebenernya kak ghani itu cinta sama dokter alena,” jelas nora


“Benarkah?, Apa kamu berhasil?,”


“Tentu saja, sekarang kak ghani sedang mengejar dokter alena untuk menjelaskan semuanya, apapun misi ku pasti akan berhasil, dulu juga kak kemal kalau ngasih misi padaku aku pasti akan menyelesaikannya dengan baik,”


“Syukurlah kalau begitu, eh tapi ngomong-ngomong memangnya suamiku itu pernah memberikan misi apa sama kamu nor?,” tanya gia langsung membuat nora menepuk jidatnya karena keceplosan berbicara.


“Ah itu paling cuma tentang sekolah gi, iyah soal nilai sekolahku,” jawab nora


“Nor, aku itu sahabat kamu aku sangat tahu sekarang kamu sedang tidak mengatakan yang sebenarnya,”


“Sudahlah gi, itu bukan hal yang penting ko, sekarang ayo kita lanjut menonton drama yang kemaren sekarang kan sudah rilis episode baru, dua episode lagi,”


“Dasar, yasudahlah kalau kamu tidak mau cerita,” ucap gia lalu gia pun mengikuti nora untuk ke kamarnya tapi belum juga masuk ke kamar tak lama kemal memanggil mereka


“Ke kamarku, kita mau nonton drama kesukaan kita, kak kemal mau ikutan ?,” tanya nora


“Drama ?, aku tidak suka,”


“Yasudah kalau begitu kita saja yang nonton, ayo gi,” ucap nora lalu menarik tangan gia masuk ke kamarnya


“Entah kenapa setiap ada nora, aku selalu merasa tersaingi, adikku itu selalu ingin berdekatan dengan gia,” gerutu kemal dalam hatinya.


Di rumah sakit tempat alena bekerja, ghani sedang mencari dokter pujaan hatinya itu, tapi begitu dia sampai di tempat praktek alena, asistennya bilang kalau alena baru saja meninggalkan ruangannya, ghani pun segera mencari kesana kemari.


“Alena, kamu dimana?,” gumam ghani sambil terus melihat-lihat kesegala arah.


Tiba di sebuah lorong rumah sakit ghani akhirnya melihat sosok yang sedang dia cari sedang berjalan sendiri.

__ADS_1


Alena berjalan dengan sangat pelan, sebenarnya dia masih merasakan sakit di tubuhnya terutama di bagian intinya akibat ulah ghani semalam, tapi alena juga tidak bisa kalau tidak ke rumah sakit karena dia sudah banyak janji dengan pasien.


“Ya tuhan, ini sangat menyakitkan, belum lagi dari semalam kaki ku ini sudah sangat sakit memakai sepatu seperti ini,” ucap alena sambil merintih lalu dia menyandarkan tubuhnya ke dinding rumah sakit dan mencoba untuk memijat kakinya yang sakit.


Ghani yang melihat alena seperti itu sungguh merasa sangat bersalah, “Alena maafkan aku, ini semua gara-gara kebodohanku, bukan kah semalam kamu sudah beberapa kali mengatakan kalau kamu lelah dan ingin beristirahat, tapi dengan kejamnya aku malah membuatmu semakin kesakitan,” gumam ghani dalam hatinya lalu segera bergegas menghampiri alena.


 “Alena, kemarilah biar aku menggendong mu, kamu mau aku antar kemana?,” ucap ghani lalu menarik tubuh alena dalam dekapannya.


“Ghani,” ucap alena pelan begitu melihat ghani dihadapannya, tapi ada yang membuatnya aneh, kenapa wajah ghani bisa lebam-lebam begitu, alena ingat tadi pagi ghani masih baik-baik saja, tapi alena tidak mau menanyakan apapun alena ingin berusaha tidak memperdulikan ghani.


“Iyah aku disini, kamu mau kemana ?, aku yang akan mengantarkan kamu, maafkan aku alena, ini semua adalah salahku kamu sampai kesakitan seperti ini,”


“Syukurlah kalau kamu tahu, sekarang pergilah aku bisa berjalan sendiri,” ucap alena lalu mendorong tubuh ghani menjauh darinya


“Alena kumohon, biarkan aku membantumu, kalau tidak kamu akan semakin kesakitan,” ucap ghani lagi lalu kembali menarik alena.


“Ghani cukup, kamu kenapa seperti ini, apa kamu masih belum puas juga dengan apa yang sudah kamu lakukan?, aku mohon jauhi aku ghani,”


“Bagaimana aku bisa menjauhi kamu alena?, dulu tidak mungkin apalagi setelah semalam, aku benar-benar tidak akan bisa melepaskanmu alena,” ucap ghani tegas


Alena sangat terkejut mendengar ucapan ghani, jujur hatinya memang sangat senang mendengarnya tapi alena juga tidak bisa berharap banyak pada ghani yang dia tahu sangat mencintai gia.


“Aku sudah bilang anggap saja tidak pernah terjadi apapun diantara kita, aku tidak akan menuntut apapun darimu ghani,”


“Tidak alena, aku akan mempertanggung jawabkan semuanya,”


“Itu tidak ada artinya ghani, bukankah kamu bilang kamu hanya sedang emosi, aku mengerti mungkin kamu sebagai laki-laki normal hanya sedang membutuhkan hal itu tidak lebih, mungkin kalaupun bukan aku, kamu bisa melakukannya dengan yang lain,”


“Alena..”seru ghani yang tidak terima dengan ucapan terakhir alena


“Kenapa?, aku benarkan?, sudahlah ghani aku tidak ada waktu untuk mengobrol seperti ini, pekerjaanku masih banyak, kamu pergilah,” ucap alena lalu alena segera berjalan meninggalkan ghani


Alena yang baru berjalan beberapa langkah dengan tertatih-tatih itu tiba-tiba berhenti ketika dia mendengar ucapan ghani yang sangat membuatnya terkejut.

__ADS_1


“Aku mencintaimu alena,” ucap ghani lalu kembali ghani menghampiri alena


 


__ADS_2