
Setelah acara makan malam bersama selesai, kemal dan gia berpamitan pulang pada keluarganya.
"Sayang, kenapa gak menginap saja sih?," ucap alice pada gia.
"Iyah, gia sih pengennya nginep mah, udah lama gia gak tidur sama nora, tapi kasian kak kemal katanya mau pergi pagi-pagi ke kantor,"
"Ohh yasudahlah hati-hati dijalan ya sayang,"
"Iyah mah,"
"Tunggu gi," panggil ghani pada gia.
"Iyah kak ghani, kenapa?"
"Aku bawa oleh-oleh untuk kamu, semoga kamu suka,"
"Wahh makasih yah kak ghani, gia pasti suka, makasih banyak yah kak," ucap gia sambil tersenyum bahagia ke arah ghani, gia tidak sadar kemal memperhatikannya dari dalam mobil.
Kemal yang kesal pun membunyikan klakson mobilnya, "ah iyah kak ghani gia pulang dulu yaa, makasih oleh-olehnya yahh kak," ucap gia lalu berlari masuk ke mobil suaminya yang sudah menunggu dengan geram.
"Kak kenapa sih bunyiin klakson kenceng-kenceng gitu?, kan gak enak kedengerannya," ucap gia pada kemal dengan kesal.
"Aku kan udah bilang jaga jarak sama ghani, aku gak suka walaupun dia adik aku sendiri,"
"Kak, aku udah jaga jarak ko dari tadi emang kak kemal gak lihat? Barusan itu kak ghani ngasih gia ini, oleh-oleh masa gia harus dieum ajah gak berterimakasih,"
"Apa itu? Aku bisa beliin kamu apapun, kemarikan," seru kemal sambil merebut paper bag berisi oleh-oleh pemberian ghani dari tangan gia dan melemparkan nya ke kursi belakang mobilnya.
"Kak,..!" Gia sangat kaget dengan sikap kemal kenapa sampai seperti ini, padahal kak ghani adalah adiknya.
"Kamu gak tau saja gia, adikku itu mencintai kamu, bisa aku lihat dari sorot matanya dia masih sangat mencintai kamu, kalau saja ghani tidak seperti itu aku tidak akan emosi seperti ini, walaupun dia sudah ikhlas terhadap hubungan kita tapi dia tidak seperti danny yang benar-benar tulus,"ucap kemal dalam hatinya.
Begitu sudah sampai di apartement gia yang sudah kesal dengan kemal yang marah-marah terus akhirnya segera turun dari mobil dan menuju apartement nya tanpa menunggu kemal.
Kemal yang tau istrinya sedang kesal padanya segera berlari mengejar gia, "sayang kamu marah?," tanya kemal sambil menarik lengan gia yang hendak masuk rumah.
"Enggak," jawab gia singkat lalu mereka pun masuk rumah.
"Inget sayang kamu sudah janji kalau aku salah, kamu cuma boleh menghukumku, tapi gak boleh lagi ninggalin aku,"
__ADS_1
Gia pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan kasar untuk meluapkan emosinya.
"Gia gak marah sama kak kemal, gia seneng kak kemal cemburu, tapi ini cemburu nya sama kak ghani, gia rasa gak masuk akal, apalagi kak kemal gak mau bilang kenapa bisa cemburu sama kak ghani, dan hadiah itu, kita harus menghargai pemberian orang kak, apalagi dari keluarga sendiri, kak kemal gak bisa main lempar-lempar begitu," jelas gia panjang lebar.
"Iyah aku ngerti sayang, jadi kamu gak marah lagi kan sayang?, aku gak akan kamu suruh tidur sendiri kan?," tanya kemal yang ketakutan gia marah besar lagi padanya.
"Terserah kak kemal, kalau mau tidur sendiri boleh, kalau mau tidur sama gia juga boleh," ucap gia sambil ngeloyor pergi ke kamarnya.
"Kita tidurnya di kamarku yahh sayang, mulai malam ini kamu pindah ke kamar ku bagaimana?,".
"Yaudah kak kemal ke kamar duluan ajah, gia mau mandi dulu disini, nanti gia nyusul ke atas,"
"Kita mandi bareng ajah yahh,"
"Engga usah kak, mandi masing-masing ajah udah sana kak kemal ke atas,"
Tapi kemal tidak mendengarkan gia, malah kemal mengangkat tubuh gia menuju kamar mandi lalu mengunci pintu kamar mandi nya.
"Kak, turunin gia kak, gia gak jadi mandi kak, gak jadi ajah, gia mau langsung tidur,"teriak gia pada suaminya tapi kemal tidak menghiraukannya.
"Kita mandi bareng sayang, kamu gak bisa kabur lagi,"ucap kemal sambil membuka bajunya.
Setelah hampir satu jam kemal dan gia berada di kamar mandi, sekarang tampak gia yang sudah memakai baju tidurnya sedang dibantu kemal mengeringkan rambutnya, sedang kemal masih menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Sudah selesai sayang, rambutnya sudah kering,"
"Ah iyah makasih kak, gia ngantuk banget kak,"
Tanpa berbicara lagi kemal pun langsung menggendong istrinya itu menuju kamarnya.
"Tidurlah sayang, pasti kamu sudah lelah," ucap kemal sambil mencium kening istrinya itu lalu kemal melepas handuknya dan tidur disebelah gia.
"Kak ko gak pakai baju dulu, pakai baju dulu sana,"
"Ga apa-apa sayang, biar gampang nanti,"
Gia pun terkejeut mendengar ucapan kemal.
"Gampang apa kak?, kan tadi sudah," ucap gia sambil mencubit lengan kemal.
__ADS_1
"Hahaha iyah sayang, aku bercanda yasudah aku ambil baju dulu," kemal pun berdiri dan mengambil celana panjangnya.
"Sudah, ayo tidur sayang," ucap kemal sambil memeluk gia.
"Yasudahlah begini cukup lumayan, dari pada telanjang seperti tadi," ucap gia yang melihat kemal sekarang hanya memakai celana panjangnya.
Hari ini gia tidur dengan nyenyak tanpa melakukan aktifitas malam dengan suaminya, jadi gia bisa bangun pagi dan bersiap melakukan kegiatan nya seperti biasa menyiapkan sarapan dan kebutuhan kemal.
Setelah sarapan berdua kemal pun mengantar gia kesekolah.
Dikelas dianna dan anne sudah datang lebih dulu, "hai gi, kemarin kamu sakit apa?," tanya anne
"Aku gak enak badan ajah ann,"
"Ohh, sekarang udah sembuh?,"
"Iyah sudah, udah baikan ko,"
"Syukurlah,"
Tak berselang lama nora pun datang ke kelas, nora membawa paper bag cukup besar, "hai nor kamu bawa apa?," tanya anne lagi.
"Iyah apa itu nor?," tanya dianna juga
"Ini aku bawa oleh-oleh dari kak ghani buat kalian berdua, kalau gia sudah kak ghani sendiri yang ngasih,"
"Wahhh, makasih nor, makasih yahh bilangin ke kak ghani," ucap dianna.
"Iyah kak ghani perhatian banget, apa jangan-jangan kak ghani naksir aku yaa," ucap anne seenaknya.
"Heh, sembarangan kalau ngomong, masa kak ghani naksir ama kamu gak mungkin kayanya ann haha," ucap nora sambil tertawa
"iyah gak mungkin kayanya ann, kalau naksir gia mungkin," ucap dianna
"loh kok naksir aku sih," tanya gia heran
"iyah dulu kalau aku gak tau dari awal kamu udah suka ama kak kemal, aku ngiranya kamu ama kak ghani deket gi, soalnya keliatan perhatian ajah kak ghani sama kamu," jelas dianna
Mendengarkan ucapa dianna gia jadi termenung mengingat suaminya kemal, "apa pikiran dianna sama kaya kak kemal, apa kak kemal juga menyangka kak ghani suka sama aku, tapi apa mungkin kak ghani suka sama aku, sepertinya gak mungkin, aku udah kenal kak ghani dari kecil,".
__ADS_1