
"sayang kamu dimana, gia sayang maafkan aku kamu dimana sayang?," kemal membuka kamar mandi tapi gia tidak ada, kemal lalu menuju ruang ganti, disana dia sadar koper gia sudah tidak ada begitu pun barang-barang gia.
Kemal semakin tersentak "ya tuhan dimana gia, kemal kembali keluar, melihat handphone gia masih ada ditempat tidur, dia harus menelpon siapa, apa gia meninggalkan nya, tak lama kemal melihat secarik kertas dan kilau dari cincin yang ditaruh di atas kertas itu, kemal pun membaca nya.
#Flash back on#
Gia merasakan kemal sudah tidak berbicara lagi, perlahan-lahan gia mencoba melepaskan diri dari pelukan kemal. Seluruh tubuh gia terasa sakit, gia pun hanya bisa menangis menahan nya, agar kemal tidak terbangun.
"Kak, kak kemal sudah keterlaluan kak kemal gak percaya sama gia, istri kak kemal sendiri, sampai kak kemal berbuat seperti ini, tadi sudah gia bilang kalau kak kemal melanjutkannya gia akan sangat benci kak kemal," ucap gia pada kemal yang masih terlelap tidur.
Gia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah memakai bajunya walaupun dengan tubuh masih sakit, gia membereskan pakaian dan paspornya, lalu dia mengambil secarik kertas dan pensil yang ada di meja.
"Kak kemal, mungkin setelah kak kemal membaca surat ini gia sudah gak ada disamping kak kemal lagi, maaf kak sepertinya gia tidak bisa lagi menjadi istri kak kemal, dalam suatu hubungan itu dibutuhkan kepercayaan, tapi kak kemal sama sekali tidak percaya sama gia, jadi untuk apa semua ini kita lanjutkan.
Ini cincin pemberian kak kemal, dulu kak kemal bilang jangan pernah melepaskan cincin ini, kalau gia lepas, berarti gia melepaskan hubungan kita. Sekarang gia berikan kembali cincin ini kak, gia melepaskan hubungan ini,
Gia tidak akan memberitahu siapapun soal malam kelam yang gia alami ini, gia harap kak kemal juga merahasiakannya, gia gak mau mamah sama papah daud sedih, cukup saja beritahu mereka kalau kita bertengkar.
terimakasih untuk semua yang kak kemal lakukan untuk gia dan juga ayah.
Gia mungkin tidak bisa membalasnya.
#Flash back off#
Begitulah yang gia tulis untuk kemal, gia memutuskan meninggalkan kemal, gia sangat benci kemal.
Dengan hati-hati gia pun pergi meninggalkan hotel, entahlah mau kemana gia hanya ingin sendiri, menenangkan pikiran nya yang sangat kalut.
Setelah membaca surat gia kemal segera memakai pakaiannya, "sayang, tidak jangan tinggalkan aku, aku sungguh mencintaimu gi, jangan pernah melepaskan cincin ini, maafkan aku sayang, maafkan aku," kemal terus-terusan meminta maaf menyesali perbuatannya semalam.
Sekilas terbayang kata-kata yang gia ucapkan semalam, kalau gia akan membenci kemal jika kemal melakukan hal itu pada gia.
Kemal berlari keluar, mecari gia kesana kemari, danny yang melihat kemal kemudian menghampiri kemal.
"Ada apa?, kenapa kamu terlihat sangat bingung?," tanya danny.
"Gia, gia meninggalkan ku danny," ucap kemal dengan wajah frustasinya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan padanya kemal, apa maksudmu gia meninggalkan mu?,"
"Aku bertengkar dengan gia semalam, aku sudah tidak percaya pada gia, sekarang dia membenciku danny, dia ingin berpisah denganku danny," jawab kemal dengan frustasi dan danny bisa melihat kemal menangis, danny yang sebelumnya ingin menghajar kemal pun jadi mungurungkan niatnya dan kasihan pada kemal.
"Aku akan membantumu mencari gia dia adikku," danny pun segera mencari bantuan dan mencari dimana kira-kira gia berada.
"Apa handphone nya tidak aktif?"
"Gia tidak membawa handphone nya," kemal pun menceritakan tentang seseorang yang menelpon dan memberikan chat yang menyulut emosi nya.
Danny yang mendengarkan itu menjadi emosi, "siapa dia?, apa kamu sudah mulai melacaknya?,"
"Sudah, aku harus menemukan dia dan menghancurkan hidupnya tanpa ampun,".
"Aku sudah cek bandara, tapi tidak ada penerbangan atas nama gia,".
"Berarti gia masih disini," ucap danny.
"Serahkan gia padaku, aku akan membawa nya pulang ke indonesia langsung ketika aku menemukannya,"
"Kamu urus urusan disini, dan temukan lelaki brengsek itu," ucap danny pada kemal.
"Sepertinya aku tau, dulu gia pernah cerita kalau ke paris gia ingin mengunjungi tempat itu, kalau pun tidak ada, aku pasti akan menemukan nya, dia adikku," ucap danny yakin.
"Tidak kita cari bersama, aku tidak bisa tenang kalau belum melihat gia,"
"Baiklah,"
Sudah dua hari kemal dan danny mencari gia, tapi tidak membuahkan hasil, tapi akhirnya mereka menemukan petunjuk kalau gia sudah pulang ke indonesia.
Kemal dan danny pun segera terbang ke indonesia, dan lagi mereka sudah menemukan petunjuk soal siapa penelpon brengsek itu.
"Kamu urus si brengsek itu, biar aku cari gia,". Ucap danny pada kemal sesampainya di indonesia.
"Iyah, kabari aku langsung kalau ada kabar soal gia,".
"Tentu saja,"
__ADS_1
Danny menebak gia pasti tidak akan ada di apartmen ayahnya yang lama, mungkin gia ada dirumah masa kecil mereka, karena gia sangat dekat dengan pengasuh mereka disana.
Danny pun bergesas menuju ke sana.
Sesampainya dirumah kemal sudah di sambut dengan tatapan marah kedua orang tua nya, begitu pun nora yang baru kemarin pulang dari maldives.
Kemal heran padahal dia belum bercerita apapun soal gia.
"Kemari kamu anak kurang ajar, apa yang sudah kamu lakuin sama gia hah?," teriak daud pada anaknya.
"Dimana gia kemal?," tanya alice.
"Gia, gia pergi dari kemal mah," jawab kemal dengan sedih
Kemal pun memceritakan yang terjadi, tapi sesuai yang gia minta kemal tidak menceritakan kelakuan jahat nya soal kemal sudah memaksa gia.
"Keterlaluan kamu, ini terimalah hasil perbuatan mu itu," daud yang sangat marah melempar sebuah berkas pada kemal.
Betapa terkejutnya kemal begitu membuka map tersebut, itu adalah surat gugatan cerai dari gia, "apa ini?, gia mau berpisah denganku, engga gak mungkin aku gak akan pernah ngelepasin gia ga akan pernah," rancau kemal yang sangan terkejut dan panik.
Keluarganya hanya bisa memperhatikan kemal, tanpa tau harus berbuat apa, karena mereka juga tidak tau gia dimana.
Tak lama handphone kemal berbunyi.
Danny memberi tahu kalau dia sudah bertemu dengan gia, tapi gia tidak mau bertemu dulu dengan kemal, gia ingin sendiri.
"Ada apa?,dimana gia?," tanya daud dengan nada masih emosi.
"Dia bersama danny dirumah lama mereka, tapi gia gak mau ketemu kemal,"
"Itulah resiko nya, papah tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini,"
"Ayo kita temui gia, kamu tidak usah ikut kemal,"
"Apa papah tau dimana rumah gia?," tanya kemal.
"Tentu saja, adam adalah sahabatku, tapi awas kalau kamu berani kesana, kalau gia bilang tidak mau bertemu kamu, kamu jangan kesana," lanjut daud.
__ADS_1
Daud, alice dan nora pun segera berangkat menemui gia, kemal pun mengikuti mereka dari jauh, kemal hanya ingin tahu dimana istrinya sekarang.
Begitu sampai disana danny menyambut baik keluarga daud, karena danny tau daud sahabat terbaik ayahnya, dan selama ini yang mengasuh gia kebanyakan adalah Alice istri daud.