Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Keterlaluan


__ADS_3

Gia masih bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan pada kemal.


"Aku harus apa, gak mungkin aku nyuruh dia masuk, aku..." pikiran gia berkecambuk antara sayang dan bencinya pada kemal.


"Sudahlah aku kan lagi benci sama kak kemal, dan lagi aku sudah menyuruh kak kemal pulang tadi, kenapa kak kemal masih keras kepala,".


Besoknya pagi-pagi sekali kemal pulang dulu ke apartementnya untuk membersihkan diri, lalu dia bergegas kembali lagi ke rumah gia untuk mengantarkan gia sekolah.


Pagi itu gia melihat kemal, ingin sekali rasanya menanyakan keadaan kemal yang semalaman tidur di teras dan lagi hujan deras, tapi tetap saja ego gia mengalahkan segalanya.


"Makasih kak, gia sekolah dulu,"


"Iyah hati-hati sayang," kemal sangat senang mendengar gia berpamitan lagi seperti itu, walaupun gia belum mau mencium tangannya seperti dulu.


Mulai malam itu kemal terus-terusan tidur diteras rumah gia, gia sudah bingung harus apa terlebih tak jarang hujan tiba-tiba turun dimalam hari, gia hanya bisa menyuruh bi rani untuk memberikan selimut dan bantal untuk kemal dengan meminta bi rani merahasiakan kalau yang memberikan itu bi rani bukan gia.


Begitupun malam ini, sudah malam ke empat kemal tidur diteras gia.


"Makasih pak, besok hari libur bawa saja mobilnya pak, takutnya pak ridwan mau jalan-jalan dengan keluarga,"


"Gak usah den, nanti aden bagaimana?,"


"Pak, mobil saya kan gak satu, saya nanti bawa mobil sendiri kalau mau kemana-mana, tapi saya sangat cape mungkin gak akan kemana-mana," ucap danny kepada sopirnya.


"Makasih banyak den,saya sangat berterimakasih,"


"Iyah pak sama-sama"


Danny pun turun dari mobil dan berjalan kerumahnya, malam itu danny baru saja sampai di indonesia jam tiga pagi, dannya sangat terkejut melihat ada yang tidur dikursi terasnya.


Danny pun lebih terkejut lagi begitu melihat yang tertidur itu adalah kemal, danny pun segera membangunkan kemal.


"Kemal bangunlah...kemal,"


Kemal pun terbangun, "Danny kamu sudah pulang?,"


Jawab kemal sambil mengucek matanya yang masih sangat mengantuk.

__ADS_1


"Iyah aku baru saja sampai, kamu sedang apa tidur disini?,".


"Aku sedang menjaga gia?,"


"Memang adikku kenapa, apa yang terjadi sama gia?," tanya danny panik


"Gia gak apa-apa, cuma beberapa hari yang lalu disini ada pencurian, pencurinya bawa senjata, aku jadi khawatir kalau mereka berulah lagi, karena sampai sekarang polisi belum menemukan mereka,"jawab kemal


"Ya tuhan,. Lalu kamu kenapa tidur disini, gia tidak menyuruh kamu tidur didalam, anak itu memang benar-benar," geram danny


"Sudahlah dan, aku yang mau tidur disini, gia gak salah, gia nyuruh aku ke dalam ko,"


"Kamu gak bisa bohong soal gia padaku kemal, mungkin gia istrimu tapi lebih dulu gia adalah adikku, aku tau sikap dia bagaimana," terang danny.


"Tapi itu salahku dan, sudahlah gia memang belum memaafkanku dan aku akan menunggunya,"


"Iyah tapi kali ini dia sudah keterlaluan,Maafkan adikku, gia masih kecil, mungkin ego nya masih sangat tinggi,"


"Iyah aku mengerti,"


"Sudahlah sekarang aku sudah pulang, kamu pulang dan istirahatlah, kebetulan besok kan hari libur, beristirahatlah dengan baik, sekali lagi maafkan adikku, dan terimakasih aku sudah sangat merepotkanmu,"


Tanpa menunggu pagi hari, danny yang sudah geram pada gia, segera masuk ke rumah dan membangunkan adiknya itu.


Terus-menerus danny mengetuk pintu kamar gia, gia yang sedang tidur pun akhirnya terbangun.


"Kak danny, kakak sudah pulang, ada apa ngetuk-ngetuk pintu kamar gia keras sekali?," ucap gia sambil menguap membuat danny semakin kesal.


"Masih bisa kamu tidur pulas seperti itu gia?,"


"Kenapa kak?, kenapa kak danny marahin gia?,"


"Kemarilah kamu gia?," danny menarik tangan gia keluar kamar.


"Gia, dengarkan kakak baik-baik, kenapa kamu bersikap seperti itu pada kemal?,"


"Kenapa apa kak?, aku memangnya kenapa?,"

__ADS_1


"Cukup gia, kali ini kamu sudah keterlaluan, apa kamu tidak punya hati gi?, apa ayah atau kakak pernah mengajari kamu jadi wanita jahat seperti ini?," emosi danny sudah tidak terbendung lagi melihat sikap gia.


"Kenapa memangnya kak?, kak kemal sudah salah sama gia, gia benci kak kemal emang gia harus apa?, gia belum bisa maafin kak kemal," jawab gia.


"Kamu boleh benci sama dia gi, kamu boleh tidak memaafkan dia, tapi coba kamu punya hati sedikit sebagai manusia gia," seru danny.


"Asal kamu tau gia, suami kamu itu bukan orang sembarangan, bukan laki-laki sembarangan dia kemal adnan pewaris adnan group, pengusaha sukses yang tidak perlu merendah dihadapan orang lain, tapi apa kamu pernah berpikir bagaimana kamu memperlakukan dia, dia sudah sangat merendah dihadapan kamu gi," ucapan danny kali ini membuat gia terdiam merenungkan setiap kata yang kakaknya ucapkan.


"Kamu juga harus tau, kakak sengaja meminta kemal untuk menjadi sopir kamu, mengantar dan menjeput kamu kesekolah,semua itu hanya untuk mengetahui apa kemal sungguh-sungguh ingin meminta maaf padamu gia, dan apa benar dia sangat mencintai kamu,"


"Sudah kakak tebak kamu pasti juga tidak akan tau gia, pikiranmu itu sudah tertutup oleh benci dan egomu yang tinggi itu, jawab kakak gia apa kamu tau kenapa?,"


Gia hanya diam sambil menggelengkan kepalanya.


"Iyah pasti kamu tidak tau, kamu sudah beberapa bulan jadi istri kemal, apa kemal pernah bilang kenapa dia tinggal di apartement sendiri?, jawab kakak gia kamu harus menjawab semua yang kakak tanyakan," seru danny


Gia pun kembali menganggukan kepalanya, sekarang dengan air mata yang sudah mulai akan membasahi pipinya, gia memang masih ingat dulu kemal pernah bilang kalau rumah papah daud itu sangat jauh ke kantor ataupun kesekolah gia, apalagi kalau ke kantor ayah adam, makanya kemal mengajak gia pindah.


"Kamu sudah tau kan jawabannya, karena jauh gi, kakak ingin tau apa kemal sanggup mengantar kamu di pagi hari lalu pergi ke kantornya siang menjemput kamu lagi lalu pergi ke kantor ayah, setiap hari seperti itu, kakak ingin melihat kesungguhan kemal,"


"Sekarang jawab kakak lagi gia, apa kemal pernah telat mengantar kamu kesekolah?," gia menggelengkan kepalanya


"Apa kemal pernah telat menjemput kamu pulang sekolah?," kembali gia hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah deras membasahi wajahnya.


"Bukan hal yang mudah untuk seseorang yang sibuk seperti kemal melakukan hal itu, tapi untuk kamu dia sanggup melakukannya, bahkan beberapa hari tidur diteras,"


"Apa pernah turun hujan ketika kemal tidur diteras kita gia?,"


Kali ini gia menganggukkan kepalanya, dengan tangisan yang pecah karena gia sudah tidak bisa menahannya lagi.


"sungguh keterlaluan kamu gia,"teriak danny


"Dia suami kamu, dimana hati nurani kamu hah?,"


"Kakak sudah tidak bisa bicara lagi, kamu pikirkan baik-baik kesalahan kamu, kakak sangat kecewa sama kamu gi," ucap danny lalu pergi meninggalkan gia yang sedang menangis menyesali sikap nya pada kemal.


Seperginya danny gia kembali ke kamarnya, gia tidak bisa berhenti menangis mengingat semua ucapan kakaknya itu.

__ADS_1


"Maafkan gia kak kemal maafkan gia, gia sudah keterlaluan,".


__ADS_2