Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Abg tua


__ADS_3

Sepulang sekolah diana dan anne sudah siap-siap akan menumpang pulang pada nora, mereka dengan semangat jalan mengekori nora, sedangkan gia sudah pamitan terlebih dahulu pulang dengan kemal.


"Ayo, itu shani sudah di depan," ajak nora pada teman-temannya.


"Ayo nor biar aku duduk didepan yaa, kamu dan diana di belakang," ucap anne.


"Mmmhhhh, modus ajah luh," solot diana.


"Biarin dong, namanya juga usaha,"


"Wawwww," ucap diana dan anne bersamaan ketika masuk mobil nora.


"Maaf ya san, mereka temenku mau ikut pulang bareng," ucap nora


"Iyah non ga apa-apa, pulangnya kemana yaa?,"


"Ahh engga kita ga akan pulang dulu kita main ke rumah nora dulu ajah, iyah kan na?," ucap anne pada diana.


"Iyah bener-bener kita ikut kerumah kamu ya nor, belajar bareng dulu, kan kamu pinter, ajarin kita yaa,"


"Dasarrr kalian ini," dengus nora kesal.


Mereka pun sampai di rumah nora, dan disambut ramah oleh alice.


"Nor, tolong panggilkan shani, suruh dia makan dulu,"alice memang selalu menyiapkan makan untuk sopir pribadi mereka dirumahnya.


"Nora, mah?,"


"Iyah kamu, emang kenapa?,"


"Yaudah kalau kamu gak mau aku ajah yang panggil kak shani nor," ucap anne


"Boleh kan tante?,"


"Boleh sayang, maaf yaa tante ngerepotin,"


"Engga ko tante, dengan senang hati,"


Tak lama anne dan shani pun datang,


" Halo kak shani, disuruh makan tuh sama tante Alice," ucap diana pada shani.


" Mau aku suapin atau aku temenin gak kak shani?," ucap anne.


"Heiii kalian ini jaga sikap kalian bikin malu gw ajah," solot nora.


"Ga apa-apa dong ikhh nor, kamu ini," ucap anne


"Iyah nor biarin dong temen kamu mau bilang apa ama shani, namanya juga abg, emang kamu abg tua, idupnya serius banget," ucap mamah alice.


"Dan lagi, kamu jangan manggil shani-shani, panggil kak shani kaya temen-temen kamu kan enak didengernya, shani itu dibawah kemal 2 tahun, dan lagi kerabat jauh papah, kamu harus sopan, bukannya dikeluarga papah silsilah senioritas keluarga diutamakan banget, kamu kira dikeluarga mamah bebas," tambah alice menceramahi anaknya itu.


"Ayo panggil kak shani nor," ucap anne


"Iyah kak shani," jawab nora dengan malas.


"Ayo nak shani kamu makan dulu yaa,"


"Iyah nyonya terimakasih,"


Mata diana dan anne terus mengikuti arah shani pergi, "kalian jadi ga mau belajar sama gw?, atau mau nemenin shani makan?,"


"Tuhh kan shani lagi, kak shani nor, bilangin tante alice nihh,"


"Iyah-iyah kak shani,"


"Ayo cepet kita belajar,"


Sorenya nora mengantar teman-teman nya yang akan pulang ke depan rumah, dijemput kakak mereka masing-masing.


"Temen-temen kamu udah pulang nor?," tanya alice.


"Sudah mah, barusan"


"Mamah mau kerumah kakak kamu kemal, kamu mau ikut gak sayang?,"


"Loh nanti papah kalau pulang gimana?,"


"Makanya mamah mau kerumah kakak kamu, karena papah mu bakalan pulang telat, jadi lebih baik kita makan di rumah gia dan kemal,"

__ADS_1


"Wahh ide bagus mah, ayo nora ikut mah, nora ganti baju dulu yaa mah,"


"Iyah sayang bilangin ke shani yaa, sekalian dia mau pulang, anterin kita ke apartement kemal dulu, kalau pulangnya nanti papah kamu jemput katanya,"


"Owhh ok mah,"


"Inget manggil nya, kak shani dia ampir seumuran kemal loh, yang sopan keluarga papah mu itu beda sama keluarga mamah,"


"Iyah mah iyah nora ngerti,"


"Shani,,ehh maksudnya kak shani, nanti anterin mamah dan aku ke rumah kak kemal dulu yaa, sekalian kak shani pulang,"


"Iyah non,"


"Ok deh, kita siap-siap dulu yaa,"


Shani pun menunggu nora dan alice siap-siap, begitu nora dan alice datang shani terdiam sejenak memperhatikan nora, entah apa yang shani pikirkan.


"Ayo shani, kita berangkat,"


"Iyah nyonya,"


Mereka bertiga pun berangkat ke rumah kemal.


Diperjalanan hanya alice dan shani yang mengobrol sedang nora hanya diam saja.


"Sudah sampai nyonya, semoga makan malam nya menyenangkan,"


"Iyah makasih yaa shan, kamu hati-hati pulangnya,"


"Iyah terimakasih nyonya,"


"Hallo gi, ketemu lagi kita," seru nora pada gia ketika gia membukakan pintu.


"Iyah,ayo masuk nor, mah, gimana perjalannya, diantar siapa kesini?,"


"Mamah ama nora diantar shani sayang,"


"Owhh sopir baru nora itu,"


"Iyah sayang,"


"Engga kok sayang, kamu pinter ngurus rumah,"


"Kemal mana sayang?,"


"Belum pulang mah katanya sih masih dijalan, mungkin sebentar lagi dateng, gia udah bilang ko mamah mau kesini,"


Tak lama kemal pun datang,


"Hai kak,"


"Hai bocah tengik kamu ikut juga,"


"Ikhhh sembarangan dasar balok es,"


"Udah-udah jangan kebiasaan kalau ketemu, jangan saling ngatain, kalian berdua sama,"


Ujar alice pada nora dan kemal.


"Sama gimana, maksud mamah?," tanya nora


"Sama-sama kaya Daud Adnan," jawab alice


"Mamah ini, yah sama dong kita kan anaknya," ucap kemal sambil memeluk ibunya itu.


Gia hanya tersenyum mendengar keributan keluarga suaminya itu, gia sangat senang sekarang memiliki keluarga yang lengkap, bahkan suami yang selalu gia impikan.


"Mah makanan nya udah siap, ayo kita makan dulu,nora ayo makan,"


"Suami kamu gak diajakin makan?," celetuk kemal.


"Iyah kak kemal juga ayo makan,"


Mereka berempat pun segera makan setelah itu mereka berbincang-bincang di taman kemal dekat kolam renang.


"Sebentar yaa, mamah terima telepon dulu,"


"Iyah pah, owhh sudah sampai, ok aku dan nora ke bawah sekarang, ok pah,"

__ADS_1


"Kemal, gia mamah sama nora pulang dulu yaa, maafin papah ga naik dulu katanya papah cape banget,"


"Iyah mah ga apa-apa, kita ajah yang anter mamah ke bawah, iyah kan kak,"


"Iyah sayang,"


Kemal dan gia pun mengatarkan alice dan nora ke lobi apartement mereka dan menjumpai daud.


"Malam pah, papah udah makan?," tanya gia pada daud.


"Udah sayang, owhh iyah sayang nanti sepertinya kamu harus ikut kemal ke paris untuk perjalanan bisnis,"


"Ke paris, kapan pah?," tanya nora yang kaget.


"Minggu depan,"


"Itu sih kebetulan liburan sekolah pah, terus gia jadi gak ikut ama nora dong, nora kan mau liburan juga, yaudah nora ikut gia juga deh,"


"Hehhh ga bisa seenaknya gituh bocah, kakak udah pesankan dan booking tempat untuk kamu di maldives, katanya kamu mau kesana, ga bisa dicancel," jawab kemal.


"Owhhh kalian merencanakan semuanya tanpa kasih tau mamah?, emang mamah bakalan izinin apa?,"


"Yaudah nanti dibahas lagi ajah nor soal liburannya, lagian ujian kita masih ada dua hari lagi, kasian sekarang papah kelihatan lelah,"


"Menantu papah ini emang paling pengertian," ucap daud sambil mengelus kepala gia.


"Iyah yaudah mamah ama papah pulang dulu yaa sayang,"


"Iyah mah,"


Kemal dan gia pun kembali ke apartement nya, di dalam lift kemal tiba-tiba mendorong gia hingga sekarang punggung gia menempel pada dinding lift,


"Kak ada apa?, jangan macam-macam disini ada cctv,"


"Aku ga akan macam-macam, cuma mau..."


Kemal pun segera mencium bibir gia.


Gia mendorong tubuh kemal, "Kakkk, sudah kan bisa dirumah ajah,"


"Iyah maaf-maaf aku udah ga tahan, soalnya dari tadi belum cium kamu,"


"ikhhh dasar mesuuummm,"


Begituh masuk kerumah, kemal langsung menarik tubuh gia lagi, "tadi katanya dirumah ajah kan," kembali kemal menciumi gia dan gia hanya bisa pasrah kali ini.


Gia mencubit perut kemal yang seperti tumpukan batu itu, karena kesal tangan kemal sudah mulai nakal sekarang, sentuh sana-sini.


"Aduuhh sayang,"


"Makanya jangan kemana-mana itu tangannya,"


"Iyah-iyah sekarang ga akan kemana-mana, ayo cium lagi,"


"Udah ahh kan tadi udah lama ciumnya,"


"Kak, kata papah nanti gia ikut kak kemal ke paris perjalanan bisnis, gia nanti disana gimana, gia gak suka acara seperti itu,"


"Tenang ajah sayang kan ada aku, owhh iyah apa kamu bisa bahasa prancis?,"


"Entahlah, masih ingat atau engga, dulu sih gia pernah kursus beberapa bahasa disuruh ayah, termasuk prancis,"


"Baguslah kalau gitu, yang penting sedikit paham,"


"Yaudah ayo kak kemal mandi dulu terus istirahat, gia juga mau belajar dulu yaa kak, selamat malam,"


"Kok ga cium,"


"Ikhhh kenapa sih ga pernah lupa,"


"Gak mungkin dong lupa, aku atau kamu yang cium?,"


"Gia ajah, kalau kak kemal, bisa-bisa ga belajar-belajar nanti,"


Gia pun berjinjit dan mencium pipi kemal, "malam kak istirahat yang baik yaa,"


"Iyah sayang, belajar yang baik juga ya sayang," ucap kemal sambil mencium kening gia.


Mereka pun pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2