
Tak lama kemal pergi nora pun masuk ke kamar kakaknya itu.
“Hai ibu muda, kamu sudah bangun?,” sorak nora lalu menghambur memeluk gia.
“Hallo aunty cantik,” jawab gia tak kalah semangat walaupun tubuhnya masih lemas.
“Kamu harus istirahat yang bener, kamu mau makan apa gi?, nanti aku bawakan, jangan sampai keponakan aku di dalam perut kamu itu kelaperan,” cerocos nora.
“Kamu ini, kita kan belum lama habis makan siang nor, masa aku dah laper lagi,”
“Yah takutnya, kan katanya ibu hamil suka cepet laper,”
“Masa sih nor, kamu sampe tau segala, udah pinter kamu yaa,” ucap gia sambil mencolek pinggang nora.
“Heh, yang pinter itu kamu gi, gayanya ajah pisah kamar sama kak kemal, tau-tau sekarang udah hamil ajah, hei sejak kapan kalian jadi suami istri beneran?, coba anne tau pasti dia minta dijelaskan secara terperinci prosesnya? , hahaha,” ucap nora sambil mentertawakan sahabatnya gia.
Gia hanya tersenyum malu mendengar ucapan nora,”hehe yahh aku kan sebagai istri mau memberikan hak suami nor, kan kamu yang suka ngingetin aku soal itu, sekarang malah kamu ngetawain aku sihh,” ujar gia pada nora.
“Aduhh iyah juga bener, dulu aku suka dukung gia buat lebih deket ke kak kemal, gara-gara mau hadiah dari kak kemal,” gumam nora dalam hati.
“Euhh itu, itu iyah yaa bener juga gi, emang bener yaa aku pernah ngomong gitu?,” ucap nora kikuk
“Iyahlah masa aku lupa, sudahlah gak usah dipikirin, kata-kata kamu emang bener kok, nanti kalau kamu nikah, kamu juga harus siap,” ucap nora
“Yah siap melayani suami kamulah nor, dalam hal apapun, nanti suami kita diambil orang loh kalau kita gak layanin dia dengan baik, kamu pernah bilang gitu sama aku nor, apalagi kalau suami kita umurnya sudah dewasa kaya aku sama kak kemal,” ucap gia lagi membuat nora semakin ingat saja semua kata-katanya.
Di dalam ruangan kerja daud semua orang sedang berpikir sekarang, kecuali kemal yang masih belum ada disana.
“Gimana pah?, apa sudah ada solusi?, mamah mau gia sudah mulai gak sekolah sekarang juga, mamah khawatir sama kondisi gia pah, namanya wanita hamil mamah tau sendiri, susahnya seperti apa, ditambah usia gia masih belia,” ucap mamah alice dengan wajah terlihat sangat mengkhawatirkan menantu kecil nya itu yang sedang mengandung cucu pertamanya.
__ADS_1
“Gia gak akan ke sekolah lagi mah, gia akan home schooling, dan senin nanti gia akan berangkat dengan ghani ke german,” ucap kemal yang baru saja masuk ke ruangan itu.
Sontak semua yang ada diruangan itu kaget mendengar ucapan kemal.
“Kenapa harus ke german?, memang tidak bisa disini ajah?,” tanya danny.
“Sebetulnya bisa, tapi aku takut ada salah satu dari keluarga kamu yang mengetahui ini, serapat-rapatnya kita menyembunyikan, hal seperti ini pasti akan terlihat, mungkin sekarang masih aman karena kandungan gia belum terlihat tapi nanti, kita juga gak bisa menutupi nya,” ucap kemal
“ditambah aku juga memikirkan soal kesehatan gia, aku ingin memberikan perawatan kesehatan yang terbaik untuk gia dan anakku, kalau di german gia akan tinggal dengan ghani yang seorang dokter, ghani bisa menjaga gia nonstop, dan nanti aku akan carikan dokter kandungan terbaik untuk gia disana,” lanjut kemal.
“Kamu benar nak, tapi kamu juga harus ikut kesana untuk menjaga istri kamu,” ucap daud
“Itu juga yanh kemal inginkan pah, tapi kemal masih memikirkan jadwal pekerjaan kemal yang padat,” ucap kemal dengan wajah sedih.
“kamu pergi saja kemal, temani adikku jaga gia dan anak kalian dengan baik, biar aku yang urus urusan di adiratama,” ucap danny
Kemal sangat bahagia mendengar ucapan danny dan papah nya daud, mereka saling menbantu untuk memberikan solusi terbaik untuk kemal dan gia, “Terimakasih pah, papah memang ayah yang paling hebat, semoga nanti kemal bisa jadi kaya papah buat anak-anak kemal nanti,” ujar kemal yang langsung mendapatkan jeweran dari alice.
“Anak-anak kata kamu hah,! Satu saja baru mau, dan sudah menyusahkan istri kamu, mamah kan sudah bilang kalau kamu tidak bisa tahan, jangan biarkan dulu istri kamu hamil, bukan mamah gak mau punya cucu, tapi demi masa depan gia,” cerocos alice sambil semakin kencang menjewer putera pertamanya itu.
“Aduhh aduhh sakit mah, iyah nanti mah maksud nya kemal bukan sekarang,”
“Nanti – nanti dasar kamu ini,”
Setelah ibunya melepaskan nya, kemal kemudian menghampiri danny, “Terimakasih banyak yahh dan, aku sungguh banyak berhutang budi sama kamu, entah bagaimana aku membalasnya,” tutur kemal.
“Kamu perlakukan adikku dengan baik, asalkan gia sangat bahagia dengan mu, itu sudah lebih dari segalanya untuk ku, percayalah,” jawab danny sambil menepuk bahu kemal.
“Yahh pasti aku akan selalu membuat gia bahagia, sekali lagi terimakasih,”
__ADS_1
Danny pun hanya tersenyum dan mengangguk.
Setiap gerak-gerik danny dirumah itu, tidak pernah luput dari perhatian ghani, sejak danny datang tadi ghani terus memperhatikan danny dengan heran.
“Bukankah dulu dia ingin menikahi gia, kenapa sekarang dia memiliki hubungan sangat baik dengan kak kemal dan gia, bahkan mereka terlihat sangat dekat,”pikir ghani dalam hatinya.
Ghani sungguh tidak mengerti bagaimana kakak nya kemal yang sangat posesif itu tidak keberatan dengan kedekatan gia dan danny, sedangkan dengan nya, ghani menyadari gia yang semakin menjauh darinya akhir-akhir ini pasti adalah keinginan kakaknya kemal.
Tanpa ikut mengomentari mereka, ghani pun keluar ruangan kerja papahnya, yang kebetulan berpapasan dengan nora, “Kak ghani, mau kemana ?, memang diskusi nya udah selesai?,” tanya nora.
“Kakak mau melihat keadaan gia nor,” jawab ghani.
“Jangan kak, gia baru ajah tidur lagi, katanya masih lemes,” ucap nora.
“Oh yasudah, ahh nor ada yang mau kakak tanyakan sama kamu,”
“Tanya apa kak?,”
“Kakak dari tadi aneh melihat danny kok sama kak kemal deket banget sekarang, bukannya kak kemal benci banget sama danny, kenapa hubungan mereka bertiga sekarang sangat baik?,”
“Ceritanya panjang banget kak, pokoknya intinya kak danny udah taubat, sekarang dia jadi kakak yang sangat baik buat gia, bahkan waktu itu kak kemal ada masalah ama gia, kak danny lah yang bikin mereka bersama lagi,” jelas nora.
"begitu kah?, memang benar tadi aku melihat danny sangat tulus bahagia mendengar kehamilan gia, sedangkan aku, aku masih saja sedikit kecewa dengan hal itu. Tadi pun danny mau membantu kak kemal, dia memang sudah berubah," gumam ghani dalam hatinya.
"Kak kenapa bengong lagi, yasudah nora mau nemenin gia lagi yaa kak,"
"iyah nor,".
"Seperti nya aku harus belajar darinya tentang keikhlasan, danny bisa sampai seperti itu kenapa aku tidak, aku akan mencobanya lagi," ucap ghani dalam hatinya, ghani memang sudah mencoba melupakan gia, bahkan dia sampai pergj jauh ke german, tapi itu semua masih saja belum berhasil.
__ADS_1