Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Sangat merindukan


__ADS_3

Pagi hari dirumah gia, "Loh kak ko bawa koper, kak danny mau kemana?," tanya gia pada danny


"Maaf sayang kakak selalu lupa ngabarin kamu, hari ini kakak harus ke italy," jawab danny


"Berapa lama kak?,"


"Mungkin seminggu kalau molor yaa jadi dua minggu, kamu hati-hati dirumah, atau kalau kamu mau menginap dirumah om daud juga boleh,"


"Engga kak, gia mau dirumah ajah," sontak gia menjawab danny dengan cepat, sebenarnya gia sangat ingin dan betah dirumah daud, tapi sekarang dia takut bertemu kemal.


"Yasudah kalau begitu, hati-hati dirumah," tak lama bell pintu berbunyi bi rani pun membukakan pintu sekarang tampak kemal datang memasuki rumah itu. Gia yang melihat kemal terus berjalan mendekat sangat kaget, ada apa kemal pagi-pagi sudah kemari dan benar yang dikatakan nora, kemal sudah berubah, dia memang sangat tampan.


"Owhh iyah sayang, kakak lupa ngabarin lagi hehe, mulai hari ini kakak minta tolong kemal buat antar jemput kamu sekolah yaa sayang," terang danny


"Apa?,!!!" Seru gia


"Kak gia bisa pergi ke sekolah sendiri, kenapa harus merepotkan orang lain,"


Deghh hati kemal terasa sakit gia menyebutnya orang lain, padahal kemal adalah suaminya dan kemal sangat mencintainya.


"Sayang, tidak ada bantahan, kakak cuma tenang kamu dengan kemal, toh ini cuma sementara saja sampai kakak pulang lagi ke sini,"


"Tapi kak gia gak mau, kenapa kak danny maksa, pokoknya gia gak mau, gia berangkat sekarang kak, sendiri aja," gia kemudian berlari keluar hendak berangkat ke sekolah sendiri tidak mau diantar kemal.


Kemal segera mengejar gia, "Sayang, apa kamu masih sangat membenciku?, jangan pergi sendiri, biarkan aku yang mengantar, aku janji tidak akan macam-macam aku hanya akan mengantar dan menjemputmu sekolah," ucap kemal sambil menarik tangan gia.


"Sudah gia kamu harus nurut sama kakak sekarang masuk mobil kemal sana, jangan membantah supaya kakak disana nanti tenang ninggalin kamu, kalau kamu pergi dan pulang sekolah sendiri kakak jadi gak tenang,"


Gia pun akhirnya mengalah "Lepasin...," gia menghempaskan tangan kemal dengan kencang.


Kemal hanya bisa bersabar menerima perlakuan kasar gia padanya, karena itu belum seberapa dengan apa yang sudah kemal lakukan pada gia.


"Ayo sini, masuk mobil suamimu," danny menarik tangan gia untum memasuki mobil kemal dan mendudukkan gia dikursi depan, "Awas kamu jangan duduk di kursi belakang, hormati sedikit perasaan kemal," bisik danny pada adiknya itu.


Gia yang sudah kesal hanya diam mendengarkan kakaknya itu.


"Sudah beres, ayo antar adikku ke sekolah, kenapa malah bengong disitu kamu?,"


"Iyah tentu, danny makasih untuk ini, aku benar-benar berterimakasih, nanti kalau ada kesempatan aku pasti akan membalasnya,"


"Tentu saja, kita kan pengusaha, pasti semua harus ada keuntungannya,"


Kemal pun tersenyum mendengar danny," iyah tentu saja, yasudah aku berangkat dulu,".


Didalam mobil gia tidak mau menoleh ke arah kemal, sepanjang perjalanan gia hanya terus memandangi jalan menghadap ke jendela mobil, tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya begitupun kemal, kemal sangat takut untuk memulai pembicaraan dengan gia, takut gia semakin marah padanya.


"Ya tuhan, gadis kecilku ini memang benar-benar cantik, dia pun sangat baik dan istri yang sempurna, izinkan aku memilikinya lagi tuhan," gumam kemal dalam hatinya.


Berbeda dari gia, kemal terus saja memandangi istrinya itu, kemal sangat merindukan istrinya itu sudah dua bulan mereka berpisah.

__ADS_1


"Sayang sudah sampai, kamu hati-hati disekolah yaa awas jangan macam-macam, nanti aku jemput lagi pulangnya," ucap kemal begitu mereka sampai gerbang sekolah dan gia akan membuka pintu mobilnya.


Gia pun memelototkan matanya heran, apa maksudnya kata-kata kemal itu, dan lagi kemal meyodorkan tangannya untuk gia cium seperti biasa dulu dia mengantar gia sekolah.


"Makasih," tanpa menyahut uluran tangan kemal gia bergegas keluar dari mobil kemal.


"Apa maksudnya dia itu, menyebalkan sekali," celetuk gia dengan wajah kesalnya.


"Heii heii kenapa gadis cantik kita ini pagi-pagi sudah marah-marah, apa kamu sarapan petasan tadi gi?," tanya dianna yang kebetulan baru datang juga.


"Sembarangan, aku kan cuma lagi kesel ajah,"


"Eh tadi aku lihat kamu turun dari mobil kak kemal lagi yaa, aku kira kamu putus, udah lama gak dianterin kak kemal,"


"Keppo banget sihh nih anak, udah ah aku gak mau bahas itu, ayo kita ke kelas ajah,"


Di dalam perjalanan ke kantornya, kemal terus menyesali sikapnya tadi pada gia, kenapa kemal bisa lupa kalau gia sedang marah padanya, kemal jadi sedih gia sekarang tidak mau mencium tangannya, "Sayang, aku gak akan pernah menyerah bagaimanapun sikap kamu padaku, sampai kamu yang nantinya akan menyerah karena cape terus-terusan aku kejar," ucap kemal yakin.


Setelah pagi-pagi bertemu gia, kemal seakan menemukan semangat baru yang dua bulan ini sudah hilang dari dirinya, kemal kembali menjadi kemal adnan yang dulu yang gila bekerja, dan bersemangat dalam hal apapun selama itu urusan pekerjaan.


Dikantin sekolah, "Hei kalian sudah tau belum ada gosip baru nih," bisik dianna pada teman-temannya.


"Gosip baru apa?, cepet-cepet aku penasaran," tanya anne yang selalu jadi si paling biang gosip


"Tadi pagi aku liat ada yang dianterin lagi ke sekolah sama kekasih lama hehe," ucap dianna sambil melirik pada gia.


"Siapa?, gia ?," tanya anne lagi


"I..iyah nor kak danny yang minta kak kemal buat anter jemput aku sekolah selama kak danny pergi,"


"Memangnya kak danny kemana gi?," tanya anne


"Kak danny ada urusan ke italy ann,"


"Owhhh," sahut nora singkat padahal dalam hatinya tersenyum senang untuk kakak nya kemal, "Semoga bocah tua itu bisa memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan maaf dari gia, biar aku nanti malem ngobrol deh sama kak kemal soal gia, mumpung ada kesempetan dia deket-deket sama gia lagi," ucap nora dalam hati.


"Udah ahh jangan bahas aku terus, udah basi mendingan bahas nora sama kak shani gimana sekarang, aku udah lama ga ngikutin perkembangannya nih," tanya gia sambil tersenyum ke arah nora.


"idihh kenapa jadi aku kebawa-bawa," sewot nora


"Kalau nora sama kak shani, ngebingungin gi, kalau kak shani nya udah cinta banget sih keliatannya, tapi ini nih si princess adnan kita, bener-bener kaya balok es, dia super cuek dan dingin banget, kadang kita kasian liat kak shani, perhatian sendiri," terang anne pada gia.


"Haha benarkah?, emang nora itu kak kemal versi cewek, mamah alice aja sering sebel sama nora," ucap gia sambil tertawa.


"Cie..cie tadi katanya jangan bahas, udah basi, sekarang malah sendirinya yang bahas lagi ayangnya, hihi," ejek dianna


"apa'an sih na ikh," ucap gia malu pada teman-temannya itu yang sekarang malah mentertawakannya.


Sepulang sekolah kemal sudah on time didepan gerbang untuk menjemput gia, membuat teman-temannya heboh lagi, "gi tuh your king udah nunggu ajah disana, patuh banget sihh unchh bikin iri," ejek anne pada gia.

__ADS_1


"Apa sih anne, aku pulang duluan yaa," jawab gia


Nora memperhatikan gia, ternyata benar kakanya yang menjemput. Nora pun segera membuka handphone nya " Kak semangat yaa,. Nora gak mau ganti kakak ipar, kakak ipar nora harus gia,". Itulah isi chat nora pada kemal.


"Ishh anak ini, awas nanti," gerutu kemal begitu membaca chat adiknya itu.


Gia hanya memperhatikan kemal, sebenarnya gia sangat ingin bertanya tapi rasanya gak mungkin.


"Jangan sembarangan ngomong kamu bocah tengik, tentu ajah kakak ipar kamu cuma akan gia, ga akan pernah ganti," balas kemal pada nora.


"Hahaha," nora tidak kuat menahan tawanya membaca balasan dari kemal.


"Kenapa kamu nor?, bikin kita takut deh,"


"Ga apa-apa ko ann, ada yang lucu aja, eh yaudah aku pulang yaa,"


"Iyah bye kita juga pulang yaa,"


Diperjalanan pulang, gia melewati toko cake favoritnya rasanya gia ingin sekali makan cake coklat itu, tapi apa tidak apa-apa minta kemal menepi dulu, kalau dulu gia pasti akan langsung minta kemal belikan, tapi sekarang rasanya sangat canggung.


Gia terus berpikir, gia harus cepat karena kalau engga nanti terlewat jauh tokonya, "yaudahlah aku beli ajah, aku pengen banget soalnya,"


"Kak gia boleh minta tolong,"


"Apapun boleh sayang, tolong apa?," jawab kemal yang terdengar sangat senang mendengar suara gia."


"Gia mau beli cake disana, bisa ke toko itu dulu gak," tanya gia yang walaupun ragu tapi akhirnya dia ucapkan juga, karena dia sangat ingin makan cake favoritnya itu.


"Tentu saja sayang,"


Setibanya disana kemal segera turun dari mobil dan membukakan pintu untuk gia.


"Kak ga usah seperti ini,"


"Kenapa memangnya, ini kan bukan sekolah, ini tempat umum, memangnya aku masih dilarang keluar mobil juga?,"


"Bu..bukannya gitu tapi..,"


"Tapi apa?,"


"Gia gak mau ngerepotin kak kemal, biar gia ajah yang beli kakak tunggu dimobil ajah," jawab gia yang sebenarnya bohong, padahal gia gak mau kemal ikut karena di toko ini dan disekolah sama saja menurut gia.


"Engga ko sayang, kamu gak pernah ngerepotin, sudah ayo kita masuk," kemal lalu menautkan tangannya pada tangan gia dan berjalan ke toko kue itu.


"Kak..," gia memberikan kode pada kemal agar melepaskan tangannya.


"Apa lagi sayang?," kemal pura-pura tidak tau.


"Lepas kak," ucap gia pelan sambil melotot ke arah kemal, gia gak bisa kasar atau menghempaskan tangan kemal karena sekarang mereka sudah didepan pintu toko yang kebetulan semuanya kaca, jadi pasti orang-orang di dalam akan melihat mereka.

__ADS_1


Kemal pun melepaskan tangannya sambil tersenyum kecil, kemal sangat bahagia bisa melihat wajah cemberut dan kesal istrinya lagi, sangat menggemaskan sekali buat kemal.


__ADS_2