Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Calon menantu


__ADS_3

“Apa perbuatanku semalam itu tidak akan menumbuhkan sesuatu disini dokter alena?,” ucap ghani sambil mengelus perut alena yang ramping itu.


Alena begitu terkejut dengan ucapan ghani, “Kenapa?, apa dokter alena sudah sadar sekarang?,”


“Kamu..” seru alena lalu menepis tangan ghani yang sedang meraba perutnya dan segera meninggalkan ghani dengan paksa


“Apa yang dia katakan, mungkinkah aku akan hamil karena semalam, tapi semalam dia , ya tuhan dia benar itu bisa saja, tapi aku sedang tidak dalam masa subur, tapi..” otak dan pikiran alena terus berputar memikirkan perkataan ghani.


Ghani hanya memperhatikan alena sambil tersenyum. “Kamu sangat lucu sekali, kenapa sampai berpikir keras begitu, aku pasti akan menjagamu dan calon anak kita dengan baik, sudahlah ayo kita ke rumah mu ,” ajak ghani lalu menggenggam tangan alena.


Alena yang masih tenggelam dalam pikirannya kali ini hanya mengikuti ghani dengan menurut sampai di parkiran mobil.


“Masuklah, hati-hati “ ucap ghani, seketika alena sadar kalau dia sudah dengan patuhnya mengikuti pria itu, sekarang sudah tidak ada pilihan lagi selain ikut dengan ghani.


“Tas ku,” ucap alena tiba-tiba sadar kalau tadi dia sampai lupa tas nya.


“Ini..sudah aku bawakan,” ucap ghani sambil menunjukkan tas alena ditangannya.


“Terimakasih,” ucap alena lalu mengambil tasnya dan masuk ke dalam mobil.


“Ghani tunggu,” seru alena begitu ghani bersiap menyalakan mobilnya


“Ada apa?,”


“Kemarilah dekatkan wajahmu padaku,” ucap alena dengan senang hati ghani pun mendekat pada alena


“Hei, tidak usah sedekat ini, mundurlah sedikit,” seru alena sambil mendorong pundak ghani


“Kamu ini, tadi disuruh mendekat sudah dekat disuruh jauh,”


“Sudah banyak bicara sekali kamu hari ini, sini,” ucap alena lalu menarik wajah ghani menangkupnya dengan kedua tangannya.


“Alena kamu..,”


“Diam, jangan berpikir yang macam-macam lihatlah aku Cuma mau menutupi lebam-lebam kamu dengan ini, pejamkan matamu,” ujar alena yang sudah siap dengan bedak yang biasa dia pakai.


“Oh baiklah,”


Alena pun dengan hati-hati menepuk-nepukkan spons nya diwajah ghani yang lebam.


“Sudah, sepertinya ini lumayan,” ucap alena


“Coba aku lihat,” ucap ghani lalu dia pun bercermin dengan cermin di mobilnya.


“Benar lebamnya tersamarkan, kenapa tidak dari tadi kamu pakaikan,”


“Gak usah protes, ayo jalan,”

__ADS_1


“Baiklah istriku,” ucap ghani


“Apa?,”


“Sebentar lagi kamu akan jadi istriku kan,”


“Ghani berhentilah bersikap aneh seperti ini, kamu seperti berubah menjadi orang lain, aku sangat tidak terbiasa dengan kamu yang begini,” ujar alena


“Kamu yang sudah merubahku alena,” jawab ghani sambil menatap alena.


Alena tidak mau hanyut dalam perasaannya dia sudah bertekad ingin tahu betul perasaan ghani padanya.


“Sudahlah, ayo jalan, aku sangat mengantuk, aku ingin tidur, bangunkan aku kalau sudah sampai,”


“Tentu saja, tidurlah,”


Tidak butuh waktu lama alena pun terhanyut dalam tidurnya.


Sudah cukup lama ghani menyetir untuk sampai di rumah kedua orang tua alena, hampir dua jam ghani mengemudikan mobilnya tapi mereka belum sampai juga di rumah alena, mungkin butuh sekitar tiga puluh menit lagi untuk sampai ke sana.


Alena masih terlelap dalam tidurnya, ghani memperhatikan alena sesekali dan tersenyum melihat gadis itu begitu lelap tertidur.


“Kamu memang benar-benar kelelahan sepertinya alena, maafkan aku,” ucap ghani sambil mengusap kelapa alena dan menyingkap rambut alena yang menutupi wajahnya.


Alena yang merasa terusik pun menepis lengan ghani lalu dia merubah posisi tidurnya, alena menaikkan kakinya sekarang. Perubahan posisi tidur alena seketika membuat ghani melotot.


Alena yang masih terlelap sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada pria disebelahnya itu.


“Tuhan ada apa aku ini, kenapa otakku jadi semesum ini sekarang,” gerutu ghani yang merasakan pikirannya jadi melantur pada malam dia melakukan hal itu pada alena.


Untunglah tak lama mobil ghani pun menepi di halaman rumah alena. “Alena bangunlah kita sudah sampai, alena,” ucap ghani sambil beberapa kali menepuk lengan alena dan membelai lembut wajah dokter cantik itu.


“Oh kita sudah sampai, syukurlah,” ucap alena lalu terperanjat saat sadar posisi tidurnya itu.


Ghani pun hanya tersenyum melihatnya lalu turun dari mobil, alena pun dengan cepat merapikan penampilannya dan turun.


Alena dan ghani disambut hangat oleh kedua orang tua alena.


“Hallo calon menantuku sudah datang,” seru meyleen ibu dari alena.


Ghani dan alena sangat terkejut dengan sikap mayleen.


“Mah, ada apa ini?, kenapa mamah panggil ghani seperti itu?,” tanya alena segera yang heran dan kesal melihat ibunya.


“Nanti mamah jelasin di dalem, ayo sekarang masuk dulu,” ucap mayleen lalu dia pun menggandeng lengan ghani dan masuk ke rumahnya, dan dia tidak menghiraukan tatapan kesal puterinya alena.


“Hai sayang, apa kabar mu ?, bagaimana pekerjaan kamu apa semua nya baik?,” tanya Alex ayah alena begitu dia melihat puterinya.

__ADS_1


“Alena baik pah, semuanya baik, papah juga yang terbaik tidak seperti seorang ibu yang lupa pada anak bungsunya begitu melihat seseorang,” sindir alena sambil melirik ibunya.


“Sudahlah sayang, dia mungkin terlalu bahagia, kan masih ada papah disini,” ucap alex lagi sambil terus memeluk puteri bungsunya itu.


“Kemarilah sayang, papah sama mamah mau membicarakan sesuatu pada kalian berdua,” lanjut alex.


“Ghani, om mau tanya apa kamu benar-benar serius pada hubunganmu dengan alena?, dan apa kamu benar mencintai puteriku ?,” tanya alex to the point


“Iyah om aku sungguh mencintai alena, dan ingin dia jadi istriku,” jawab ghani dengan tegas.


“Hebat sekali menantuku ini, benar kan pah jawabanku pada kedua orang tua ghani tadi sudah benar ?,” seru meyleen.


“Mah, kita tanya dulu puteri kita “ ucap alex


“Ada apa ini mah, pah ?, apa maksud nya ucapan mamah itu?,” tanya alena, ghani pun menantikan jawaban itu sekarang karena dia pun bingung tadi kedua orang tua nya sempat disebut-sebut.


“Sayang tadi ada Daud dan Alice kemari, mereka orang tua ghani, benarkan ghani?,”


“Iyah tante mereka kedua orang tua ku,”


“Baguslah, mereka bilang mereka kemari atas permintaan ghani, untuk melamarkan alena puteri kami menjadi istri putera mereka ghani, benarkah itu ghani?,” lanjut meyleen


Ghani sangat kaget sekaligus bahagia, ternyata walaupun sangat marah papah nya daud tetap membantunya.


“Apa mah ?, Lalu mamah dan papah jawab apa?,” tanya alena


“Tentu saja mamah jawab iyah, kami menerima lamaran mereka,” jawab meyleen dengan gembira.


“Apa ?,” teriak alena begitu mendengar jawaban santai ibunya.


“Ada apa sayang ?, ghani ada apa ini kalian sebenarnya memiliki hubungan apa ?, tolong jelaskan pada kami, “ ucap alex yang sebenarnya masih bingung dengan sikap puterinya itu, terlebih lagi istrinya sangat bersemangat sekali menikahkan puteri mereka dengan ghani.


“Pah, alena belum siap untuk itu, alena belum mau menikah,” jawab alena


“Tapi sayang, apa kamu ingat yang aku katakan tadi di kantormu?,” sela ghani pada alena


“Aku...akhhhh kenapa jadi begini aku jadi sangat bingung,” seru alena lalu pergi ke kamarnya ghani pun dengan refleks mengejar alena, tapi untunglah dia ingat untuk meminta izin dulu kepada ayah alena.


“Om boleh aku masuk kamar alena ?,”


“Tentu saja sayang, kamu masuk saja,” meyleen lah yang menjawab ghani dengan semangat.


“Mah sebaiknya kita tanya alena dulu, kamu jangan memutuskan sendiri, kamu tadi dengarkan alena tidak mau menikah, “ ucap alex pada istrinya setelah ghani dan alena pergi.


“Pah kamu itu tahu apa. Aku ibunya alena, aku sangat tahu alena dari dulu memiliki perasaan pada ghani, tapi dari dulu ghani selalu menganggap puteri kita hanya sahabatnya, dan sekarang ketika ghani tau perasaannya pada alena, apa aku harus menolak kebahagian untuk puteriku,” jawab meyleen.


“Tapi tadi alena langsung menolak,”

__ADS_1


“Alah mungkin dia punya drama lain yang harus dia lakukan, aku mengerti anak itu, sudahlah kita harus mendukung ghani pah, mau kapan lagi kita memiliki menantu seperti ghani, juga besan seperti keluarga adnan itu, iyah kan,” cerocos meyleen alex pun hanya bisa diam mendengarkan istrinya itu.


__ADS_2