Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Tiba-tiba


__ADS_3

“I need you alena, and I want you, now,” ucap ghani lalu kembali mencium alena dengan bergairah, tangannya meraba-raba tubuh alena, bahkan jas dokter yang alena kenakan pun sudah dilepaskannya dengan cepat.


Alena yang kewalahan dengan sikap ghani kemudian berusaha mendorong tubuh suaminya itu, yahh suami, mulai tadi pagi ghani adalah suami dari dokter alena.


 #Flashback On#


 Pagi hari di rumah alena, alena dan ghani siap pergi ke rumah sakit, ghani akan mengantarkan alena karena ada jam praktik pagi ini.


“Sayang apa kalian sudah memutuskan?,” tanya meyleen di sela-sela sarapan mereka, mereka sarapan tanpa alex papah nya alena, karena alex yang juga seorang dokter di hubungi tengah malam untuk operasi darurat.


“Ghani gimana alena tante, ghani selalu siap, bahkan hari ini pun siap,” ucap ghani.


“Kamu ini ngebet sekali sama alena,” ucap meyleen, seketika alena malu karena mengingat semalam mereka kepergok sedang berciuman.


“Iyah sepertinya kalian harus cepat-cepat deh, takutnya terjadi hal-hal yang di inginkan,”


“Mahh...,” seru alena


“Loh iyah kan, kalian bisa menikah secara negara dan agama dulu, nanti baru resepsi dan lain-lain,”


Ghani pun menjadi terpikirkan dan menganggap ide meyleen itu sangat bagus, “Seandainya alena bersedia, ghani rasa ide tante bagus sekali,” .


“Ide apa itu ?,” tanya alex yang baru saja datang.


 “Pah kamu sudah datang, kebetulan sekali, ayo duduklah kita sarapan dulu,” ucap meyleen lalu menuntun suaminya ke meja makan dan menyiapkan makanan untuk alex.


“Pah tadi aku saran kan untuk mereka berdua menikah secara agama dan negara dulu, nanti resepsi belakangan,”


“Loh memangnya kenapa ?, kenapa harus terburu-buru?, tapi papah sih gimana mereka saja mah,” ucap alex


“Alena pikir ide mamah bagus pah, apa papah bersedia menikahkan alena dan ghani hari ini juga?,” ucap alena


“Uhhuukkkhhh....” alex yang sedang meminum air hangat yang baru saja di siapkan oleh istrinya seketika tersedak mendengar puterinya berbicara seperti itu.


“Sayang kamu jangan bercanda ini masih pagi,” ucap alex


“Papah tahu alena tidak pernah bercanda kan pah,” jawab alena yang kini sudah menatap serius pada ayahnya.


Ghani yang melihat sikap alena sangat kagum tapi juga malu, ghani merasa seperti dia yang anak gadis sekarang. Sikap alena dari dulu memang selalu berterus terang dan to the point, seperti dulu dia sangat jujur mengungkapkan kalau dia menyukai ghani.


“Baiklah sayang, papah akan menikahkan kamu,”

__ADS_1


“Terima kasih om,” ucap ghani begitu bahagia, ghani pun langsung berdiri dan menyalami alex dan juga meyleen.


“Sayang mulai sekarang panggil kami mamah dan papah yaa, sama seperti alena,”


“Iyah, makasih mah makasih pah, ghani janji selamanya ghani tidak akan menyakiti alena,” ucap ghani dengan sungguh-sungguh.


Begitulah pernikahan mereka yang tiba-tiba pun terjadi. Ghani pun sangat bersyukur masih bisa menelepon kedua orang tuanya yang akan segera terbang ke indonesia, daud dan alice pun menyempatkan mengobrol singkat dengan besan mereka sekarang.


 “Sayang sekarang kamu sudah jadi istriku,”ucap ghani pada alena di dalam mobilnya, setelah selesai mendaftarkan pernikahan mereka ghani segera mengantar alena ke rumah sakit.


Alena masih memasang wajah datar, alena hanya termenung diam dengan lamunanya sendiri. “Alena, apa kamu tidak bahagia?,” tanya ghani.


“Entahlah, harusnya aku bahagia menikah denganmu, tapi rasanya ada sesuatu yang kurang,” jawab alena.


Hati ghani pun sakit mendengar jawaban alena, tapi ghani sudah bertekad untuk membuktikan kalau ghani mencintai alena, jadi ghani akan sabar dengan sikap alena.


 #Flashback Off#


 Ghani pun kembali melepaskan tautannya pada alena, karena terus menerus alena memukul dadanya. Keduanya terengah-engah, alena yang kehabisan nafasnya karena dicium secara rakus oleh ghani, sedang ghani sudah tidak bisa menahan hasratnya.


“Kenapa lagi kamu ghani?, sekarang alasan apa kamu begini, apa karena cemburu pada kakak kamu sendiri, setelah mendengar gia sangat mencintai kakakmu?,” tanya alena.


 Ghani pun menggelengkan kepalanya dan dengan nafas tersengal-sengal ghani pun menjawab,


Ghani segera kembali mencumbui istrinya, entah dorongan liar apa yang juga ada pada diri alena, hingga kini dia benar-benar terbawa mengikuti permainan ghani.


 Setelah melakukan penyatuan mereka untuk yang kedua kalinya di ruangan kecil itu, kini alena sedang membersihkan diri di toilet ruang praktiknya, sedang ghani dengan semringah sedang duduk di sofa menunggu istrinya itu keluar.


 “Sayang, apa masih sakit ?,” tanya ghani yang berlari menghampiri alena begitu istrinya itu keluar dari toilet.


“Aku bisa mengatasinya, aku dokter kandungan bukan?,” ucap alena.


“Tentu saja sayang,” jawab ghani lalu mencium kening alena.


 “Sayang kamu mau pulang ke rumahku atau ke rumahmu?,” tanya ghani di perjalanan pulang mereka.


“Ke rumahku, terserah kalau kamu mau pulang ke rumahmu,”


 “Mana mungkin aku tidak serumah denganmu, kita kan sudah menikah,” sergah ghani, alena hanya diam memandang keluar kaca mobil, pikirannya masih mengingat hal gila dan panas yang tadi sudah dia lakukan dengan ghani.


 “Aku sudah menerimanya sebagai suamiku, sudahlah aku tidak bisa munafik, aku sangat mencintainya, rencanaku untuk melakukan tarik ulur pun akhirnya gagal, karena tadi aku pun menginginkan hal yang sama, ” gumam alena dalam hati.

__ADS_1


“Apa kamu tidak akan bilang dulu pada kakak mu ghani ?,”


“Kak kemal pasti sudah tahu soal pernikahan kita alena, bukankah tadi dia mendoakan kita?,” jawab ghani, alena pun teringat ucapan kemal di rumah sakit tadi.


 “Bagaimana dia bisa tahu?,”


“Tentu saja papah, tidak ada apapun yang tidak papah katakan pada kak kemal alena,”


“Benarkah ?,”


 “Iyah, papah dari dulu memang seperti itu, dia selalu menyiapkan kak kemal untuk menjadi penggantinya, makanya kak kemal diberi tanggung jawab penuh oleh papah dalam segala hal,” jelas ghani.


 “Owhh begitu, apa kak kemal tahu kamu mencintai istrinya ?,”


Ghani hanya diam mendengar pertanyaan alena, dari situ alena menyimpulkan kalau kemal pasti sudah tahun


Apa dia marah padamu?,”


 “Tidak, dia hanya mengingatkan posisiku, dan aku pun selalu berusaha melupakan gia, karena dia adalah kakak iparku, untunglah aku bertemu denganmu, jadi sayang, jangan ungkit lagi soal itu ok, aku suami kamu sekarang aku akan mencintai kamu, hanya kamu,”


 “aku merasa aku cuma pelarian untuk mu, bukankah begitu?,”


“Alena, bagaimana kamu bisa di sebut pelarian?, Bukankah aku butuh waktu yang lama untuk menyadari perasaanku padamu?, bahkan kita hanya bersahabat sebelumnya,”


 “Perasaanku padamu tumbuh perlahan, mungkin kamu seperti obat untukku alena, dan sepertinya aku akan kecanduan obat yang satu ini,” ucap ghani sambil membelai wajah alena.


 “Ghani, jangan sembarangan, menyetirlah dengan benar,” bentak alena padahal dia sedang malu.


 Sesampainya di rumah alena, ghani baru teringat bagaimana dia bisa pindah ke rumah alena sedang dia sama sekali tidak membawa baju.


 “Sayang aku tidak punya baju, sepertinya aku harus pulang dulu mengambil beberapa baju,” ucap ghani.


“Pulanglah, aku ingin beristirahat,”


“Sayang bolehkah aku meminta kunci rumah cadangan?, aku tidak mau mengganggu kamu nanti.


“Kuncinya ada di dekat pintu masuk, ambilah satu,”


“Baiklah terima kasih sayang, aku tidak akan lama,” ucap ghani lalu menarik alena ke pelukannya.


“Ada apa?,” tanya alena yang heran dengan ghani.

__ADS_1


“Aku hanya ingin memelukmu sebelum berangkat, kamu istirahat yang baik yaa sayang, aku gak akan lama,” ujar ghani lalu dia mencium bibir alena sekilas dan langsung pergi meninggalkan alena dalam mode bengong.


“Kenapa dia?, aneh sekali,” ucap alena setelah ghani pergi.


__ADS_2