Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Berhalusinasi


__ADS_3

Di rumah saudara sepupu daud, kedua orang tua dari dokter sarah baru saja tiba ke rumah mereka. “Bi tolong panggilkan sarah kemari,” ucap Tia ibu dari sarah yang kebetulan adalah saudara sepupu dari daud.


“Baik nyonya,”


Tak lama setelah di panggil sarah pun datang ke ruang keluarga dimana sudah ada ayah dan ibunya di sana.


“Bagaimana nak, tadi kamu kerumah daud untuk memeriksa kehamilan siapa?, apa benar istri dari kemal ?,” tanya ayah sarah sesaat setelah puterinya tiba.


“Iyah ayah, tadi aku memeriksa kehamilan istri dari kak kemal,”jawab sarah dengan wajah sedihnya.


“Keterlaluan,! Bagaimana bisa mereka menikahkan kemal secara diam-diam seperti itu, siapa istrinya kemal itu sarah?, apa kita mengenalnya?,” tanya tia pada puterinya itu.


“Kita tidak pernah mengenalnya mah, namanya gia, dia masih kerabat dari tante alice,” jawab sarah


“Alice lagi, dulu daud pun tidak mau di jodohkan karena memilih wanita bule itu, sekarang kemal anaknya pun begitu, mereka menolak puteri kita hanya karena gadis bule itu pah, kita harus berbicara dengan daud,” ucap tia pada suaminya.


“Benar mah, nanti kita minta tante mala untuk jadi mediasi kita, daud paling menghormati tante mala, dia pasti akan mendengarkan nya,” ujar amar ayah dari sarah.


“Seperti apa gadis itu sarah?, sampai membuat kemal yang tidak pernah mau dijodohkan itu bisa tunduk padanya,” tanya tia.


“Gia gadis yang sangat cantik mah, usianya pun masih muda dia baru berusia 16 tahun, dan kak kemal terlihat sangat mencintainya begitu pun om daud dan seluruh anggota keluarga adnan yang lainnya, mereka begitu menyayangi gia,” ucap sarah kali ini tak tahan menahan air matanya, sarah memang sungguh iri kepada gia, karena apa yang dia lihat dari gia dirumah adnan tadi, itulah kehidupan yang selalu sarah impikan.


“Apa, istrinya kemal baru 16 tahun?,”


“Iyah mah, gia baru 16 tahun sangat muda dan cantik berbeda dengan sarah yang sudah mau kepala tiga ini, gia sudah tidak memiliki orang tua lagi, ibunya gia adalah gadis italy seperti tante alice, sedangkan ayahnya orang indonesia, mereka sudah meninggal, gia hanya memiliki satu kakak laki-laki, tadi sarah pun melihat dia dirumah om daud,” terang sarah lagi.


“Jadi daud menikahkan anak nya kemal dengan gadis yatim piatu?,” seru tia lagi.


“Sudahlah sayang kamu jangan menangis lagi, kalau kamu tidak bisa memiliki kemal, jangan harap gadis itu akan bahagia dengan kemal, besok mamah akan menghubungi tante mala, agar membantu mengurus masalah ini,” ucap tia menghibur anaknya itu.


“Apa yang sedang kalian bicarakan?, sebenarnya sedang berada dimana otak kalian itu?,” seru seorang gadis yang sedari tadi ternyata menguping pembicaraan antara kakak serta kedua orang tua nya itu.


“Bicara yang sopan kamu dila?, tau apa kamu hah?,” seru tia.

__ADS_1


“Aku tau semuanya, aku tau dengan jelas masalah kalian yang selalu berhalusinasi tentang kemal adnan,” ujar dila lagi membuat ibunya semakin geram.


“Dila jaga mulut kamu, apa maksud kamu berhalusinasi?, kamu jangan melukai hati kakak kamu sendiri,” bentak amar pada dila.


“Justru karena dila tidak mau menyakiti kak sarah, dila berbicara seperti ini, dila ingin kalian sadar, stop dengan halusinasi kalian yang sangat ingin menjadikan seorang kemal adnan menjadi suami dan menantu dikeluarga ini,”seru dila lagi.


“Apa aku salah mencintai seseorang dila?, aku sudah berkorban waktu ku hanya untuk menunggu nya, sedang dia menikah dengan gadis muda dan cantik,” seru sarah pada adiknya.


“Tentu saja salah kak, siapa bilang cinta tidak pernah salah?, tentu saja cinta juga akan salah, seperti cinta kakak pada kak kemal, itu cinta yang sangat salah,”terang dila.


“Apa maksud kamu?,”


“Cinta kakak pada kak kemal itu salah kak, dari awal om daud dan tante alice sudah menolak dengan baik-baik perjodohan kalian, tapi ayah sama mamah masih saja berusaha menjodohkan kakak, sekarang Kakak selalu menolak siapapun demi menunggu kak kemal, itu bukan salah kak kemal kak, kak kemal tidak pernah minta kakak menunggunya karena kak kemal kenal kakak pun tidak,” ucap dila kali ini dila mendapat tamparan dari kakaknya itu.


“Cukup dila !, cukup..!,”


“Sudah dila pergi ke kamar kamu sekarang,” seru amar


“Enggak ayah, seharusnya kalian ikut menyadarkan kak sarah juga, dila gak mau berhenti sampai kakak sadar, kenapa kak?,kakak tersinggung dila bilang kak kemal bahkan tidak mengenal kakak?, siapa itu sarah yang menunggunya sampai sekarang?,” lanjut dila.


“Cukup dila cukup !,” teriak sarah pada adiknya dia pun sudah tidak sanggup mendengar perkataan adiknya, sarah berlari sambil menangis ke kamarnya.


“Sudah puas kamu dila, membuat kakak kamu menangis histeris?,”


“Belum, selama kak sarah dan kalian belum sadar, dila belum puas,” ucap dila lalu dia pun pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


Di dalam kamar mereka, kemal dan gia sudah bersiap untuk tidur, “Kak kenapa belum tidur?,” tanya gia pada kemal yang masih saja sibuk dengan laptopnya.


“Iyah sayang, ini aku udah selesai kok, aku matiin dulu yaa laptopnya,” ucap kemal lalu segera mematikan laptopnya dan meyimpan nya dimeja kerja nya.


Segera kemal menghampiri istrinya di tempat tidur tapi baru saja mau menjatuhkan diri di tempat tidur gia sudah mencegah kemal.


“Kak tunggu!,” seru gia

__ADS_1


“Kenapa sayang?, apa mau aku ambilkan sesuatu?,”


“Engga kak, boleh gia minta sesuatu?,” tanya gia sambil menggigit bibirnya karena ragu untuk mengucapkan permintaan nya itu, tapi entah kenapa ada dorongan yang kuat dari dirinya agar keinginannya itu terpenuhi.


“Minta apa sayang?, apapun boleh,”


“Kak kemal buka baju kak kemal,” ucap gia


“Hah, kamu mau itu..?,”


“Enggak kak, gak mau kan udah jangan macem-macem yah kak, nanti bahaya buat anak kita,”


“Terus kamu mau apa dong nyuruh aku buka baju?,”


“Yah gia pengen kak kemal buka baju aja memangnya gak boleh? Ucap gia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


“Ya ampun bakal nangis lagi ini, iyah sayang-sayang aku buka baju sekarang yaa, celananya buka juga gak?,”


“Enggak usah, udah baju ajah,”


“Ok..ok ini udah aku buka, sekarang aku harus apa?,”


“Sini tidur deket gia,” ucap gia seketika tangisannya tadi pun hilang digantikan dengan senyuman yang menggemaskan dimata suaminya itu.


“Sudah ayo tidur,” ucap gia mengajak kemal berbaring di sampingnya seperti biasa.


“Sayang tangan kamu apa harus seperti ini?,” ucap kemal yang sangat terganggu dengan tangan istrinya yang terus meraba dan mengelus perutnya itu.


“Memangnya kenapa?, gak boleh ?, waktu di apartement boleh kan,” ucap gia lagi, kemal pun teringat ketika malam sebelum ke rumah mamahnya gia melakukan hal ini juga, tapi rasanya sekarang lebih parah lagi.


“Ah boleh-boleh kok sayang, masa gak boleh, tubuhku ini kan milik kamu, masa gak boleh, tapi kalau bisa jangan lama-lama dan jangan terlalu ke bawah yahh sayang,”


“Kenapa memangnya?, banyak sekali aturannya,”

__ADS_1


“Karena aku takut, aku takut tidak bisa menahannya sayang, kan sekarang kamu tidak bebas seperti dulu,”


“Hah dasarr, pokoknya kak kemal harus tahan,” ucap gia tidak peduli apa kata-kata kemal yang penting keinginanya terpenuhi.


__ADS_2