Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Surat untuk Danny


__ADS_3

"Apa maksudmu suami istri?," tanya danny yang sangat kaget dan penuh tanya mendengar perkataan kemal. "Gia adalah istriku,".


"Tidak..itu tidak mungkin, kamu mengatakan itu agar aku tidak lagi mengganggu gia bukan?," sergah danny yang sungguh kaget dan tidak percaya dengan apa yang diucapkan kemal.


"Terserah padamu mau percaya atau tidak, kenyataan nya memang seperti itu, kamu bisa tanyakan langsung pada gia, pasti kamu akan percaya bukan?, gia tidak pernah berbohong padamu kan?," ucap kemal lalu bergeser kesamping gia agar danny bisa berbicara pada gia menanyakan kebenaran pernikahan mereka.


"Apa benar itu gi?, apa dia suamimu?," tanya danny dengan sedikit terbata dan ragu dia bingung harus bagaimana mempersiapkan hatinya, karena sudah pasti akan sangat sakit jika yang dikatakan kemal adalah benar. "Benar kak, gia adalah istri kak kemal," jawab gia singkat sambil menundukkan wajahnya.


Hati danny benar-benar hancur, gia yang selama ini selalu dia sayangi dan cintai ternyata sudah menjadi milik orang lain, orang yang selama ini selalu menjadi saingannya dalam segala hal, bahkan kasih sayang Adam ayahnya pun,Danny selalu merasa kemal selalu menang, kemal selalu lebih disayang oleh adam daripada danny, anak yang sudah dia besarkan dari lahir dan dianggap puteranya sendiri.


"Hahaha..bagaimana..bagaimana itu bisa terjadi?, bahkan gia belum cukup umur untuk menikah, bagaimana pernikahan kalian itu legal secara hukum, dan kenapa..kenapa kalian harus menikah ?," ucap danny dengan nada dan tatapan frustasi nya, ada luka yang sangat dalam yang terlihat dari matanya meski dia memaksakan diri untuk tertawa dan tersenyum miris.


"Hanya ayahmu, atau lebih tepatnya ayah mertuaku yang tau jawaban dari semua pertanyaan mu itu danny, aku akan mengirimkan salinan wasiatnya kepadamu agar kamu mengerti,"jawab kemal.


Kemal pun menelepon asisten nya agar mengirimkan soft file wasiat dari adam kepada danny.


"Sejak kapan kalian menikah?," tanya danny kembali pada gia. "Tepat di hari ayah meninggal kak," jawab gia yang kini menatap danny dengan sedikit iba, karena kakak nya itu terlihat benar-benar sulit menerima keadaan nya sekarang.


"Sudahlah aku sudah menyuruh asisten ku mengirim salinan wasiatnya nya padamu, kamu bacalah baik-baik, gia sudah sangat lelah dan dia belum makan, kami tidak bisa menemani mu lagi disini," ucap kemal lalu menggenggam tangan gia dan berlalu melewati danny untuk pergi ke kamar mereka.


"Kamu mau pesan makan apa sayang?, biar aku pesankan," tanya kemal pada gia sesampainya mereka dikamar. "Apa ajah yang menurut kak kemal enak," jawab gia sekenanya dengan nada yang lemas.


"Kamu kenapa, aku sudah sering bilang kamu tidak aku izinkan memikirkan laki-laki lain selain aku bukan, apa sekarang kamu sedang memikirkan si danny itu?,". "Maaf kak, tapi gia benar-benar sulit untuk tidak memikirkan kak danny, karena dari kecil gia udah terikat dengan kak danny sebagai saudara kandung, tiba-tiba sekarang situasinya menjadi rumit begini,"jawab gia dengan raut wajah sedih menatap kemal yang sekarang sedang berjongkok dihadapannya.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, aku gak mau kamu sedih, sekarang lebih baik kita makan dulu terus istirahat yaa, aku akan pesankan semua menu special untuk kamu,". "Makasih yaa kak,..cupp.." tiba-tiba gia mencium pipi kemal, membuat kemal kaget dan sangat senang dengan sikap istrinya yang sekarang sudah sering berani berinisiatif duluan.


"Sayang apa kamu sedang menggodaku?,"."engga gia cuma ngucapin makasih kok, tulus,". "Tapi sepertinya aku.." kemal kini memulai aksinya karena merasa terpancing oleh ciuman gia tadi, dengan cekatan kemal meraih tengkuk leher gia, dan mulai menciumi bibir istrinya itu, semakin lama ciuman kemal semakin liar, gia sampai kewalahan membalas ciuman suaminya itu yang sepertinya tidak akan berakhir. "Ehmmmpphh,,. Kak lepas.." gia pun akhirnya berontak dan mendorong kemal dengan kuat karena kemal sudah sangat lama kemal terus mencumbui nya.


"Sayang aku kan masih belum selesai," ucap kemal yang malah mendekat kembali pada gia. "Kak gia lapar, kita kan mau makan tadi," jawab gia dengan nada lemas. "Ya ampun sayang maaf, maafkan aku sayang, aku sampai lupa," jawab kemal lalu segera menelepon memesankan makanan untuk mereka.


"Sekali lagi maaf yaa sayang,". "Dasar mesum,,emang kak kemal gak lapar juga, tadi kan kita gak makan di sana,". "Kalau lagi makan kamu mana mungkin aku bisa inget perut lapar sayang, sampai besok gak makan pun ga apa-apa,". "Apa..?"gia hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban kemal.


"Makanannya enak sekali kak, sepertinya gia suka semuanya, maaf gia makan banyak banget hehe," ucap gia setelah selesai melahap makanannya. "Syukurlah kalau kamu suka sayang, nanti besok aku pesankan lagi yang lebih enak dari ini,". "Owhh yaah, masih ada yang lebih enak lagi?, wahh jadi gak sabar, kalau yang menurut kak kemal paling enak dan paling kakak suka yang mana?,".


"Yang menurutku paling enak dan paling aku suka yaa kamulah sayang," jawab kemal sambil tersenyum pada gia. "Kak maksud gia itu menu makanannya,". "Hahaha.." kemal hanya tertawa melihat istri kecilnya yang sekarang sedang melotot padanya.


"Kak gia mandi duluan yaa gia cape banget, pengen cepet-cepet rebahan,". "Iyah sayang, aku mau manggil dulu service room buat beresin ini,".


"Ahhh nyaman sekali," ucapnya sambil menenggelamkan kepalanya di bantal yang sangat lembut dan empuk itu, tanpa gia sadari gaun tidur selutut yang dia pakai tersibak cukup tinggi dan kini terlihat oleh kemal yang sedang menuju kamar tidur mereka.


"Kenapa kamu selalu menggodaku sayang?,". Ucapan kemal sontak membuat gia yang sedang menikmati kelembutan dan keempukan tempat tidur itu kaget dan langsung bangun. "Kak kemal, apanya lagi yang menggoda? Kenapa aku selalu salah, sedikit-sedikit dibilang menggoda,".


"Coba kamu lihat bajumu itu,". Gia pun segera melihat baju nya yang tersingkap, gia kaget dan segera membetulkan pakaiannya, lalu gia menutup dirinya dengan selimut.


"Sudah, kak kemal mandi sana, sekarang sudah aman kan?,". "Dasar gadis kecil, gak ada yang aman kalau berdekatan terus dengan mu, kamu sangat menguji kesabaranku sayang," gumam kemal dalam hati lalu pergi ke kamar mandi.


Sementara disuatu kamar danny sedang dengan sungguh-sungguh membaca salinan wasiat dari ayahnya kepada kemal. "Kenapa ayah,,kenapa kamu begitu percaya dan menyayangi dia lebih dari aku, selalu aku yang kalah dibanding dia dimata mu, bahkan gia engkau percayakan padanya dan menjadikannya suami gia,puterimu satu-satunya," ucap danny sambil meneteskan air mata nya seketika membaca wasiat dari ayahnya itu, setelah selesai membaca wasiat ayahnya itu danny membaca nama andy pengacara ayahnya.

__ADS_1


"Om andy, aku akan menanyakan pada om andy soal ini," danny segera menghubungi andy pengacara ayahnya yang sudah lama dia kenal. "Halo..om andy, aku danny adiratama, aku mau menanyakan soal keaslian surat wasiat ayah om, kapan ayah membuatnya dan soal pernikahan gia, sejak kapan ayah merencanakan semuanya itu?,".


"Owhh hallo nak danny, saya sangat sulit menghubungi anda setelah kematian tuan adam, soal wasiat yang dituliskan untuk tuan kemal, semuanya adalah sah dan asli wasiat dari tuan Adam Adiratama sendiri, dia sudah menyusun wasiat itu jauh sebelum dia meninggal, sepertinya tuan adam sudah punya pirasat, atau entahlah saya tidak mengerti saya hanya menjalankan tugas saya, untuk membuat semuanya legal dan sesuai keinginan tuan adam,".


"Owhh iyah nak sebetulnya ada sebuah surat yang tuan adam tinggalkan untuk anda, tapi saya sangat sulit untuk menghubungi anda,".


"Surat...?"


"Iyah tuan surat yang ditulis tangan tuan adam sendiri,"


"Bisa om andy buka saja lalu difotokan padaku?,"


"Sebaiknya anda ambil saja tuan suratnya,"


"Saya sedang di paris om, jadi tidak apa-apa atas persetujuanku buka saja suratnya nanti besok asisten ku akan mengambil surat itu ke rumah om andy,"


"Baiklah nak danny, saya akan segera kirimkan,"


Mereka pun penutup panggilan telepon mereka, tak lama andy mengirim foto dari surat adam untuk danny.


"Danny puteraku, ketika kamu membaca surat ini ayah sudah meninggalkan kamu nak, ayah sangat menyesal tidak bisa berjumpa denganmu sebelum kepergian ayah. Danny, ayah sangat menyayangimu, walaupun mungkin kamu menganggap ayah selalu membedakan mu dari kemal, tapi percayalah ayah sangat menyayangimu. Kamu pasti kecewa dengan wasiat yang ayah buat untuk kemal, ayah mengerti kamu nak, ayah yang membesarkan kamu, ayah juga mengerti perasaanmu pada gia, walaupun kamu tidak pernah mengatakannya pada ayah. Sejujurnya ayah kecewa soal perasaanmu itu, kamu adalah kakak untuk gia, tapi ayah sadar perasaan tidak bisa kita kendalikan itu datang dari tuhan, tapi keputusan ayah menikahkan gia dan kemal sama sekali tidak ada hubugannya dengan itu nak.


Ayah menikahkan gia dengan kemal, pertama tentu saja karena ayah tau adikmu itu mencintai kemal adnan sudah sejak lama, gia tumbuh dengan perasaan yang dia bangun hanya untuk kemal, ayah bisa melihatnya, kedua karena kemal bisa membantu gia mengurus perusahaan, kemal itu kuat dalam segala hal tidak ada yang akan bisa mengganggu posisi gia jika kemal yang membantu gia termasuk om mu itu, bukannya ayah membandingkan dia denganmu tapi kamu pasti sudah memahami pola pikir ayah bukan,. Jadi maafkan keputusan ayah, yang ayah tau pasti akan membuat mu sakit hati nak, ayah harap kamu bisa menerimanya, dan tetap menyayangi adik mu gia dengan sepenuh hati sebagai adik mu selamanya.

__ADS_1


Adam Adiratama


__ADS_2