Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Tertangkap basah


__ADS_3

Berbeda dengan kakak nya yang sedang menikmati keharmonisan hubungan suami istri, ghani yang masih berada di rumah gadis yang baru sadar dia cintai sedang berusaha keras agar gadis nya percaya kalau dia sunggung-sungguh sudah melupakan cinta pertama nya.


Ghani dan alena yang masih membicarakan soal pernikahan mereka di kamar alena, dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar yang ternyata itu adalah meyleen ibu dari alena.


“Ahh maaf tante, ghani sudah terlalu lama berbicara pada alena, ghani pamit pulang sekarang tante,” ucap ghani begitu membuka pintu dan ibunya alena lah yang dia lihat.


“Ahh jangan ghani, lagian ini sudah malam kamu menginap ajah disini yahh, tante gak tega kalau biarin menantu bungsu tante bawa mobil jam segini, mana jauh lagi, udah kamu nginep ajah yaa disini,” ucap meyleen


Ghani seketika melirik pada alena yang berada dibelakangnya tapi alena tidak menunjukan sikap yang ramah, ghani sudah mengira alena tidak akan setuju.


“Gak apa-apa tante ghani pulang ajah,”


“Jangan ghan, tante ngomong gini bukan asal larang, tapi katanya perkiraan cuaca malam ini kurang bagus karena musim dingin, makanya tante khawatir,”


“Betul ghani menginaplah om juga khawatir soal itu,” ucap alex yang kebetulan lewat hendak ke kamarnya di lantai atas.


“Tuh kan om ajah udah setuju kamu nginap disini, iyah kan pah,,”


“Iyah menginaplah ghani, cuaca juga makin dingin walaupun di dalam rumah apalagi diluar,”


Ghani yang semakin bingung kembali melihat ke arah alena yang masih dengan wajah datarnya, meyleen pun akhirnya menyadari kebingungan ghani itu karena puterinya.


“Sayang, ayolah biarkan calon suami mu ini menginap disini Cuma malam ini ajah, emangnya kamu tega sama calon suami kamu sendiri,” ucap meyleen


“Terserah mamah ajah,” jawab alena lalu masuk ke kamarnya.


“Yasudah ghani om ke kamar dulu yaa, biar tante yang menyiapkan keperluan kamu,”


“Iyah makasih banyak om,”


Ghani pun akhirnya memutuskan untuk menginap.


Sepeninggalan ibunya alena untuk mengambil perlengkapan tidur ghani, ghani pun kembali ke sofa depan untuk merebahkan tubuhnya yang memang sangat lelah hari ini.

__ADS_1


Hari yang benar-benar sangat melelahkan untuk ghani, setelah mengakui perbuatanya pada alena kepada keluarganya, ghani harus berlutut dari pagi sampai siang belum lagi di hajar oleh kemal kakaknya, lalu dia pun langsung pergi mencari alena agar dimaafkan dan alena mau menerimanya.


“Sayang, kenapa kamu tidur di situ kemarilah,” ajak meyleen sambil menarik lengan ghani.


“Kenapa tante ?, ga apa-apa ghani tidur di sofa ajah tante,”


“Jangan kemarilah,”


Setelah sampai di depan kamar puterinya meyleen pun mengetuk pintu kamar alena. Tak lama alena yang memang belum tidur pun keluar.


“Ada apa mah ?,”


“Ini urusin suami kamu, ini baju ganti buat ghani setelah mandi,”


“Kenapa mamah kasih ke alena ?, langsung kasih ke ghani ajah kan bisa,”


“Ishhh anak ini sekolah ajah pinter, yang begini telat banget, maksud mamah ghani tidur di kamar kamu malam ini alena,”


“Apa !!!,” seru alena dan ghani serempak.


“Mah gak bisa dong ghani tidur di kamar tamu ajah kan kosong, ngapain tidur di kamar alena,”


“Udah gak usah protes lagi alena kasian ghani harus mandi dan istirahat, udah sana ghani masuk jangan dengerin gadis kuno itu,”


Meyleen pun mendorong ghani hingga masuk ke kamar alena.


“Sayang ghani itu calon suami kamu, kamu gak usah terlalu ketat begitu, ghani kamu gak usah malu sama tante, sudah tidur di kamar alena ajah, lagian memangnya kalian belum pernah melakukan itu,?” ucap meyleen berbisik pada ghani tapi alena masih mendengarnya.


Ghani pun kaget dan melihat ke arah alena yang tampak marah dan juga sedih mendengar pertanyaan ibunya itu alena pun segera pergi ke dalam kamarnya.


“Gadis itu, maklum yaa ghani alena walaupun besar di eropa tapi papahnya keturunan muslim yang taat, dari kakeknya sudah mualaf, jadi dia selalu punya impian kalau malam pertamanya akan dia berikan untuk suaminya nanti, syukurlah sekarang mungkin keinginan itu akan terwujud setelah di menikah dengan kamu sayang,”


“Iyah tante, alena memang gadis yang hebat,”ucap ghani dengan hati yang sangat sakit karena telah menghancurkan prinsip alena soal pernikahannya yang dengan tega ghani telah mengambil kesucian alena secara paksa sebelum pernikahan mereka.

__ADS_1


“Yasudah masuklah, selamat malam,” ucap meyleen yang kembali mendorong ghani masuk ke kamar alena lalu menutup pintu kamar itu.


Ghani pun dengan terpaksa masuk kamar alena dan melihat alena sedang tertidur, tapi samar terdengar alena sedang menangis.


“Alena maafkan aku,”


Mendengar ucapan ghani itu alena lalu bangun dari tempat tidurnya lalu menghampiri ghani, alena menatap ghani dengan tajam.


Ghani benar-benar dibuat mati gaya oleh alena, ghani merasa bersalah kini melihat alena menatap tajam pada dirinya sambil menangis ingin rasanya ghani memeluk gadis itu, tapi ghani takut alena menolak dengan histeris.


“Ini semua gara-gara kamu ghani...gara-gara kamu, kenapa kamu harus melakukan itu padaku, kenapa ?, walaupun aku mencintaimu aku juga tidak akan memberikan itu sebelum menikah, tapi kamu malah merenggutnya ghani, kamu keterluan,” ucap alena sambil memukul-mukul dada ghani dan masih dengan berderai air mata.


Alena mengeluarkan kekesalannya pada ghani, ghani pun hanya bisa pasrah menerima perlakuan alena itu.


Ghani menangkap kedua tangan alena yang sedari tadi memukulnya, lalu dia menarik alena ke pelukannya.


Ghani mendekap tubuh mungil alena dengan erat, seakan takut kehilangan gadis itu, alena pun menjadi tenang dan hanya menangis sesegukan di dada ghani.


“Maafkan aku alena, aku memang salah, tapi impian mu itu tidak hancur, hanya waktunya yang tidak tepat, aku akan menjadi suami kamu alena, kamu memberikan malam pertama mu padaku, aku akan menikahi kamu alena, maafkan aku,” ucap ghani sambil menangkup wajah alena dengan kedua tangannya.


Ghani menatap alena yang hanya diam dengan dalam, “ Sungguh manis dan baik gadis ini, aku sangat menyesal telah mengabaikan nya sangat lama, hingga kini dia ingin menjauh dan tidak percaya padaku,” gumam ghani dalam hatinya.


Tanpa ghani sadari dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya, ghani mencium bibir alena yang kini berada di hadapannya. Ghani mencium alena dengan sangat lembut, alena pun terhanyut dan tidak menolak ciuman ghani.


“Oppsss maaf-maaf, lanjutkan saja, mamah Cuma mau nganterin ini selimut buat ghani tadi mamah lupa,” ucap meyleen sambil mesam-mesem karen melihat puteri dan calon menantu idamannya itu sedang berciuman.


“Ma..makasih tante,” jawab ghani gugup, sementara alena hanya bisa diam sambil menundukkan wajahnya karena malu, sama sekali tidak bisa menatap ibu nya yang kini sudah keluar kamar.


“Dasar gadis itu, munafik sekali, di depan mamah menolak di belakang mamah kamu mesra-mesraan, sudah tertangkap basah baru gak bisa ngomong, dasar alena," gerutu meyleen sampir tertawa kecil.


“Alena maaf tadi aku,”


“Sudahlah, kamu mandilah dan tidur di sofa, aku mau tidur duluan,” ucap alena lalu pergi ketempat tidurnya sambil di dalam hati terus menggerutu karena malu.

__ADS_1


Ghani pun tersenyum senang melihat alena sekarang, “ Tadi dia tidak menolakku, semoga dia secepatnya bisa menerimaku,” gumam ghani dalam hatinya lalu pergi k kamar mandi.


__ADS_2