
Tidak terasa hari senin pun sudah tiba, hari ini kemal berencana mengantar nora ke sekolah karena sekalian dia akan mengurus prosedur home schooling untuk gia. “Sayang kamu jadi sekarang ke sekolah dengan nora?,” tanya alice pada kemal.
“Jadi mah,”
“Oh iyah, kalau kamu banyak urusan biar nanti ghani atau papah ajah yang urus, mamah lihat kamu seperti kurang tidur nak,” ucap alice
“Tentu saja kurang tidur, kelakuan gia setiap malam seperti itu bagaimana aku bisa tidur nyenyak,” gumam kemal dalam hati, mengingat tingkah istrinya yang selalu saja ingin kemal tidur tanpa baju dan terus menerus mengeleus serta meraba-raba tubuh kemal dengan tangan halus dan mungilnya itu, membuat kemal selalu harus menahan godaan yang sangat besar sampai dia susah tidur sedang gia tidur dengan lelapnya.
“Bener kata mamah kak, biat ghani aja yang ke sekolah, kakak kan masih banyak pekerjaan di kantor,” ucap ghani.
“Gak usah ghan ga apa-apa, kamu lebih baik sekarang istirahat, bukannya kamu nanti malam sudah berangkat lagi ke german,” ucap kemal pada adik nya itu.
“Iyah kak,”
“Yasudah kamu istirahat saja, biar kakak yang urus, kakak kan memang wali nya gia juga,” tambah kemal lagi.
Setelah berpamitan dengan istrinya kemal dan nora pun berangkat ke sekolah, gia hanya menatap kepergian mereka dengan perasaan yang campur aduk, ada sedikit perasaan sedih karena dia sudah tidak bisa seperti nora lagi, sekolah seperti biasa gadis seusianya, tapi di sisi lain gia juga sangat bahagia dengan ke hadiran anak yang masih diperutnya itu.
“Ayo masuk sayang,” ajah alice pada gia.
“Iyah mah,”
“Kak awas yaa, jangan bareng sama nora nanti turun dari mobilnya, nora turun didepan ajah,” ucap nora pada kakak nya itu.
“Iyah bawel banget sihh, udah berapa kali kamu ngomong gitu,”
“Takutnya lupa,”
Dirumah ghani alice dan gia sedang menonton acara televisi bersama, Alice sedang mengajarkan menantu nya itu merajut, sudah lama alice tidak pernah melakukan hobby nya itu, sekarang karena dia akan memiliki cucu alice jadi ingin merajut kembali. Dia ingin membuatkan cucunya baju dan sepatu yang lucu-lucu.
Gia sangat bersemangat sekali memperhatikan ibu mertuanya itu, sampai-sampai tidak butuh waktu lama gia sudah mulai bisa melakukannya sendiri. “Ini sangat menyenangkan ya mah, pantas mamah suka sekali merajut,” ucap gia.
“Iyah sayang, Cuma merajut itu membutuhkan banyak waktu,”
Karena asik merajut alice dan gia sampai lupa sudah waktunya makan siang, karena khawatir menantunya itu kurang nutrisi alice sengaja menyiapkan semua makanan sehat untuk ibu hamil.
Tapi gia sekarang sudah memasuki usia kehamilan 4 minggu gia sepertinya mulai merasakan mual seperti wanita hamil pada umumnya, dari tadi gia terus muntah-muntah, alice sungguh sangat kasihan pada menantu nya itu.
Ghani yang melihat gia terus-terusan muntah pun menjadi sangat tidak tega, padahal gia sudah meminum obatnya. Ghani pun menelpon kakak nya kemal untuk segera pulang mungkin dengan adanya kemal gia bisa lebih baik.
__ADS_1
Ghani benar-benar belajar dari danny dalam hal mengikhlaskan sesuatu, dia berusaha menekan sakit hatinya menggantinya dengan kebahagian yang tulus untuk kemal dan gia.
Setelah mendapat telepon dari ghani, kemal segera pulang, kebetulan urusan di sekolah sudah beres, tinggal urusan di kantor, tadi dia langsung minta izin pada ayahnya untuk pulang lebih awal, dan tentu saja daud pun mengizinkan nya.
“Sayang kamu kenapa?, kamu mau apa sayang?, biar aku bawakan,” ucap kemal dengan panik begitu pulang melihat istrinya yang sedang lemas terduduk di tempat tidurnya.
“Buka bajunya kak,” ucap gia
Kemal pun hanya tersenyum mendengar permintaan istrinya itu, tanpa menunggu lama kemal lalu membuka bajunya dan duduk disamping istrinya itu.
Gia mulai meraba perut suaminya, seperti obat gia benar-benar merasa baikan, sampai tertidur di dada suaminya itu dengan tangan yang masih diatas perut suaminya itu.
Kemal yang juga kurang tidur akhir-akhir ini pun ikut serta istrinya tidur dengan lelap.
Sore hari kemal sudah terbangun, dia teringat adiknya ghani yang akan pergi ke german malam ini, tapi agar tidak tertinggal karena macet sore ini ghani sudah akan berangkat.
“Ghani, maaf kakak ikut tertidur dengan gia, biar kakak antar kamu ke bandara yaa, tapi maaf gia masih tidur sepertinya gia gak akan ikut mengantar kamu, kakak tidak tega membangunkannya,”
“Jangan dibangunkan kak, biar saja, kasihan gia dari siang terus-terusan muntah, pasti gia sangat lemas, kakak juga gak usah ikut anter ghani kak, kakak temani gia ajah, toh nanti gak lama lagi kakak sama gia nyusul ghani kesana,” ucap ghani pada kakaknya itu.
“Benar kemal, biar mamah papah sama nora ajah yang antar ghani, kamu temani gia dirumah, takutnya gia butuh sesuatu,” ucap alice
“Ghani kamu hati-hati yaa, kabari kakak kalau sudah sampai sana,” ucap kemal sambil memeluk adik nya itu.
“Iyah kak,” ghani pun membalas pelukan kakaknya itu.
Mereka sekeluarga pun pergi mengantar ghani ke bandara, tanpa kemal dan gia.
Kemal pun kembali ke kamarnya, dilihatnya istrinya gia masih tertidur nyenyak, kemal pun ikut membaringkan lagi tubuhnya dipinggir gia, kemal menarik istrinya itu kedalam pelukannya.
“Kak,” panggil gia yang terbangun akibat kemal yang tiba-tiba memeluknya.
“Kak, gia mau ice cream coklat,” ucap gia pada kemal.
“Apa kamu mimpi makan ice cream sayang?, bangun tidur langsung mau ice cream,” tanya kemal sambil tertawa melihat tingkah lucu istrinya itu.
Gia pun menganggukan kepalanya karena memang seperti itulah yang gia rasakan.
“Dasarr, baiklah aku ambilkan, sebentar ya sayang,”
__ADS_1
Dengan segera kemal pergi ke dapun mengambil ice cream coklat kesukaan istrinya itu.
“Ini sayang, ice creamnya,” ucap kemal sambil menyodorkan ice cream itu pada gia sesampainya di kamar.
Gia langsung melahap ice cream yang dibawakan suaminya itu.
“Sayang, pelan-pelan dong makan ice cream nya tidak ada yang akan merebut ice cream nya sayang,”
“Benarkah, bukan nya kak kemal juga suka ice cream ini yaa,” ucap gia.
“Aku?, aku tidak terlalu suka ice cream sayang,” elak kemal.
“Tapi waktu itu kak kemal bilang katanya ini enak,” jawab gia, membuat kemal mengingat adegan demi adegan panas mereka di dapur saat kemal pulang melihat gia sedang makan ice cream yang sama.
“Iyah kamu benar sayang, aku sangat suka ice cream ini, tapi kalau aku makan nya dari bibir kamu sayang,” ucap kemal lalu mencium lembut bibir istrinya.
Kemal terus mencium bibir istrinya menyesap dan merasakan ice cream dari bibir indah gia. Seperti sedang melahap ice cream kemal tidak hentinya menciumi bibir gia.
“Sayang kita ulangi yang seperti waktu itu yaa,” pinta kemal pada gia dengan tatapan penuh damba.
Gia pun segera menggelengkan kepalanya, “sekarang belum bisa kak, inget disini ada anaknya kak kemal,” jawab gia sambil menuntun tangan kemal menyentuh perutnya.
“Baiklah kita lakukan dengan cara lain saja yaa, yang penting tidak membahayakan anak kita,” pinta kemal.
Gia pun tersenyum melihat tingkah lucu suaminya itu dan tanpa basa-basi kemal pun memulai aksinya.
Di bandara daud nora dan alice sedang bergantian memeluk ghani, terakhir giliran nora yang memberikan pelukan perpisahan nya pada ghani kakak keduanya itu. Ditengah pelukannya dan setelah nora mengucapkan kata-kata perpisahannya, ghani membisikkan sesuatu pada nora agar tidak terdengar oleh kedua orang tuanya.
“Nor, kamu jaga gia yaa, jangan sampai dokter sarah memeriksa gia lagi,”
“Kenapa memangnya kak?,” tanya nora
“Sepertinya dia tidak sesederhana itu, coba kamu nanti cari tau yaa,” ucap ghani lagi
“Ok, tenang ajah kak, kalau berani dia macam-macam aku botakin nanti rambutnya,”
“Dasar kamu ini, yasudah kakak berangkat dulu ya nor,” ucap ghani sambil mengelus kepala sang adik
“Iyah kak hati-hati,”
__ADS_1
Nora alice dan daud pun menatap kepergian ghani, sampai ghani benar-benar hilang dari pandangan mereka.