Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Dinner


__ADS_3

Di kelas berenang, gia diberikan catatan tugas untuk pengganti nilai ujian praktek.


"Gia, kamu ga ikut berenang?," tanya ray


"Engga," jawab gia singkat saja.


"Kenapa gi?,"


"Ga kenapa-kenapa, cuma gak pengen ajah, jadi aku pilih tugas tertulis,"


"Owhh gitu, ko bisa seperti itu yaa," ujar ray yang heran sekaligus kecewa, karena sebenarnya dia sangat ingin melihat gia yang sangat cantik itu memakai baju renang.


Tentu saja tidak bisa bagi yang lain, tapi tidak bagi kemal, karena kemal memiliki 70% saham di sekolah itu, tentu saja bisa main atur seenaknya, Gia pun sudah tau hal itu dari nora, makanya gia tidak aneh kepala sekolah menuruti kemal.


Tidak mau semakin panjang lebar dengan ray, gia pun memilih pergi ke perpustakaan.


Di kantor pada jam makan siang daud mengajak kemal untuk makan siang bersama di ruangan nya sambil masih ada yang ingin dia bicarakan tapi bukan masalah pekerjaan.


Ketika akan makan kemal seperti biasa membuka jas nya, lalu dia menyingsingkan lengan kemejanya.


Daud sedari tadi memperhatikan lengan kemal, seperti ada yang aneh.


"Nak, kenapa lengan mu itu, sepertinya lebam-lebam?,"


"Hah, lebam?," kemal pun tidak sadar ternyata benar ada beberapa lebam dilengannya.


Kemudian kemal baru ingat kemarin gia mencubit lengan nya beberapa kali, tapi seingat kemal tadi pagi belum terlalu terlihat lebam-lebam nya.


Mengingat itu kemal hanya tersenyum - senyum tanpa sadar ada papah nya disitu.


"Kenapa kamu malah senyum-senyum?, itu lebam kenapa memangnya?,"


"Biasa pah, ini ulah menantu papah,"


"Dasar kamu ini, kamu apain gia, sampai gia kesal seperti itu?,"


"Yahh papah suka pura-pura ga tau, kata mamah kan kemal percis papah," jawab kemal sambil cengengesan.


Daud pun hanya bisa menggelengkan kepala karena dia sudah hapal betul pasti itu karena ulah mesum kemal, karena dulu daud pun suka seperti itu pada alice.


"Owhh iyah pah, papah tau ga mamah suka beli perhiasan dimana?,"


"Tau lah papah kan suami yang baik suka nganterin istri kemana pun, kenapa ? kamu mau beli sesuatu untuk gia?,"


"Iyah pah, tapi kemal ga pernah beli sesuatu untuk cewek apalagi perhiasan makanya kemal tanya papah,"


"Yaudah biar nanti papah telpon ajah toko perhiasannya biar mereka bawa koleksi terbaru dan terbaik mereka kemari, biar kamu bisa pilih-pilih,"


"makasih banyak ya pah,"


Di sekolah, gia yang sudah menyerahkan tugasnya kini segera membereskan tas nya untuk pulang.


Kemal kali ini menjemput istrinya pulang dan sudah menunggu didepan.


"Nor, aku duluan yaa, kak kemal udah sampai dari tadi katanya, sampai ketemu besok yaa,"


"Iyah hati-hati gi,"


"Hai sayang," sapa kemal pada gia


Gia hanya membalas dengan senyuman, lalu bertanya pada kemal " kak kemal udah makan?,"

__ADS_1


"Udah sayang tadi bareng papah di kantor,"


"syukurlah, owhh iyah kak aku lupa nanti akhir pekan mamah nyuruh kita nginep ke sana, kak ghani mau berangkat hari minggu sekarang,"


"Secepat itu, baiklah sayang nanti besok kita pulang ke mamah,"


"Bener ?," gia tampak sangat senang dengan ucapan kemal.


"Iyah sayang,"


Sesampainya dirumah gia segera hendak menuju kamarnya, "sayang tunggu,"


"Iyah, kenapa kak?,"


"Kamu gak usah masak ya, malam ini kita makan di luar,"


"Owhh yahh, makan kemana kak?," tanya gia dengan antusias.


"Rahasia dong, sekarang kamu istirahat ajah dulu, terus nanti siap-siap yaa,"


"Ok kak,"


Tepat pukul tujuh malam, kemal mengetuk pintu kamar gia,


"Sayang apa kamu sudah siap?,"


"Iyah kak sudah," gia pun membuka pintu kamarnya.


Gia sangat terpesona melihat penampilan kemal yang hanya memakai kemaja hitam dengan lengan sedikit dilipat keatas, sederhana tapi kalau kemal yang memakai tampak sangat tampan dan macho.


Tak hanya gia yang terpesona begitu pun kemal, gadis kecil nya itu memang selalu tampil cantik begitu pun sekarang dengan dress hitam selututnya, memperlihatkan pinggangnya yang ramping dan juga kulitnya yang sangat putih dan halus.


Tapi berbeda dengan gia yang sangat pandai menutupi rasa terpesonanya, kemal sangat memperlihatkan dengan terus memandangi gia. " kak ayo kita jalan, ajak gia," lalu menggandeng tangan kemal.


"Sudah berani ya sekarang" gumam kemal dalam hati.


Ketika di lift apartement gia yang masih menggandeng tangan kemal, melihat sesuatu ditangan suaminya itu.


"Kak ini kenapa, biru-biru gini?,"


"Kamu lupa sayang?, kan kamu yang bikin tangan aku kaya gini,"


"Owhh iyah kak, kemarin aku nyubitnya kekencengan yaa," ucap gia sambil merasa bersalah.


"Tapi salah sendiri kak kemal sih mesum nya kebangetan,"


"Abisnya kamu sangat..."


"Sangat apa?,"


"Ga apa-apa, ayo jalan sayang" ajak kemal yang buru-buru ajak gia untuk ke mobilnya, karena takut gia mencubitnya lagi.


"Kita mau makan kemana sih kak?,"


"Sabar dong sayang, nanti juga sampe,"


"Owhh kak berenti di depan sebentar yaa,"


"Ada apa sayang?,"


"Ada yang mau gia beli,"

__ADS_1


Gia pun turun dari mobil menuju sebuah apotek dipinggir jalan. Kemal pun hendak turun untuk ikut tapi gia segera mencegahnya.


"Kak ga usah ikut, biar gia sendiri ajah cuma sebentar kok,"


"Owhh yaudah hati-hati sayang,"


Tak lama gia pun kembali masuk mobil kemal dengan membawa keresek kecil.


Gia lalu membukanya, ternyata itu salep untuk lebam.


Tanpa bicara apapun lagi, gia segera mengoleskan salep itu ke lengan kemal yang lebam-lebam akibat dirinya.


Kemal dari tadi hanya diam melihat sikap istrinya itu, dia sungguh senang dengan yang gia lakukan. Gadis sekecil itu, sudah sangat perhatian pada suaminya, gia benar-benar istri idaman.


"Sudah kak, ayo kita jalan lagi, semoga lengan kak kemal cepet sembuh yaa, maafin gia, abisnya kak kemal suka mesum,"


"Mesum sama istri sendiri kan boleh,"


Gia hanya melirik kemal, "udah ahh ayo kita jalan lagi,"


Tak lama kemal sampai di sebuah hotel mewah, kemal langsung mengaitkan tangannya dengan jemari gia dan mengajak istrinya itu masuk.


Ternyata kemal memesan sebuah tempat makan privat dirooftop dengan view dan tataan yang sangat indah, begitu sampai ditempat itu, gia terlihat sangat bahagia.


"Ini indah sekali kak,"


"Syukurlah kalau kamu suka sayang,"


"Ayo kita duduk, aku sudah memesankan menu-menu special untuk kamu,"


"Makasih yaa kak," ucap gia sambil menatap kemal dengan penuh bahagia.


Mereka pun makan malam bersama setelah selesai kemal mengeluarkan sesuatu dari saku nya, sebuah kotak kecil.


Tak lama kemal menghampiri tempat gia duduk, lalu dia berjongkok didepan gia.


"Kak, ada apa bangunlah,"


"Tidak gia, sebelum kamu menjawab pertanyaanku,"


"Pertanyaan apa kak?,"


"Gia, sayang...apa kamu mau menikah denganku, seandainya tidak ada wasiat dari ayahmu?,"


Gia tersentak dengan pertanyaan kemal, dalam hati gia berpikir, tentu saja gia akan mau menikah dengan kemal, gia sudah mencintai kemal sejak kecil. Dan memang hanya kemal laki-laki yang ada di hatinya.


"Sayang jawablah,"


"Iyah kak, gia mau"


"Walaupun tidak ada wasiat dari ayahmu?,"


"Iyah seandainya pun tidak ada wasiat itu, gia mau menikah dengan kak kemal,"


Kemal tersenyum bahagia mendengar jawaban gia.


"Lalu, apa kamu mencintaiku gi,? kamu tidak pernah mengucapkan kalau kamu mencintaiku gi, Aku ingin mendengarnya,"


Gia lalu berdiri dari tempat duduk nya, kemudian gia membangunkan kemal.


Gia mengalungkan tangannya di leher kemal, dan mendekatkan wajahnya ke wajah kemal.

__ADS_1


"I Love U,"


"I Love U Kemal Adnan," ucap gia di telinga kemal.


__ADS_2