Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Bergosip


__ADS_3

Gia yang berhasil mengejar kemal langsung menarik suaminya itu, " jangan harap bisa kabur yaa kak,". "Aku gak akan kabur kok sayang, ada apa sih sayang?,".


"Ada apa ada apa ?, masih tanya juga, apa maksudnya ini kak?, kenapa kak kemal ngelakuin ini waktu gia tidur, ini kan bikin gia malu, sekarang gia gak akan bisa kemana-mana,".


"Owhhh ya ampun," gia teringat danny yang tadi bilang soal hubungan yang harmonis, pasti danny melihat tanda merah-merah ini.


"Kenapa sayang?,"


"Berarti tadi kak danny lihat ini, ya ampun gia malu banget, semua ini gara-gara kak kemal menyebalkan,ikhhhhhh..." seru gia gemas dan kesal sambil mencubit dan memukul-mukul suaminya itu.


"Aduuuh duuhh sayang, cubitan kamu sakit banget sayang ampunin aku yaa, aku gak akan ulangi lagi sayang,". "Siapa yang bisa percaya sama kak kemal, dasarr mesum," gia pun terus berlari mengejar kemal sambil terus mencubit dan memukul suaminya itu.


"Aduhhh," gia yang sibuk mengejar kemal tidak memperhatikan selimut yang menjuntai ke lantai, gia pun terjerambab dan jatuh ke tempat tidur dengan menarik tangan kemal, alhasil mereka terjatuh dengan posisi kemal diatas gia.


Mereka pun saling menatap cukup lama, gia seakan melupakan amarahnya melihat dari dekat wajah kemal laki-laki yang selalu dia cintai selama ini. Kemal pun menatap gia dengan pikirannya yang tidak menyangka kalau dia akan seterikat itu pada gia, gia seakan mengalihkan semua perhatian hidupnya, gadis kecil yang sangat cantik ini.


Gia yang tersadar duluan dari lamunannya segera ingin melepaskan diri dari kemal. "kak bangun, katanya tadi mau berangkat, opss ya ampun," gia sadar tadi gara-gara kasus alergi kulit itu, gia belum sempat memakai bajunya dan masih menggunakan bathrobe, dan lagi dibalik bathrobe itu gia sama sekali tidak menggunakan apapun.

__ADS_1


"Aku gak buru-buru kok sayang, aku masih ada waktu untuk memandangi pemandangan indah disini," ucap kemal sambil menatap wajah gia kemudian tatapannya turun ke dada gia yang sedikit terlihat karena bathrobe yang gia pakai sudah semerawut dibagian atasnya.


"Kak jangan mulai lagi, ayo bangun gia mau pakai baju,". Bukan nya mendengarkan gia kemal malah membenamkan wajahnya di leher gia untuk menciumi rambut gia yang masih setengah basah. "Kamu sangat wangi dan cantik sayang, ". Ucap kemal sambil terus menciumi rambut dan leher gia, membuat gia sangat geli dibuatnya.


"Kak, cukup ayo bangun nanti kak kemal telat,". "Ssttttt,,,sayang aku sangat mencintaimu," ucap kemal sambil meletakan jari telunjuknya di bibir gia, agar gia tidak cerewet lagi mengganggunya yang sedang menikmati keindahan itu.


Gia pun melemah mendengar ucapan cinta kemal dan tidak berbicara lagi, mereka saling menatap lagi, kemal pun membelai lembut wajah gia, lalu mencium bibir istrinya itu dengan penuh perasaan, seakan mencurahkan seluruh isi hatinya untuk gia.


Kemal masih belum menyudahi ciuman lembut nya untuk gia, ini pertama kali nya untuk kemal dia merasa seperti kecanduan dan sangat menikmati ketika bersentuhan dengan seorang wanita, kemal terus menjelajahi wajah gia semuanya tidak ada yang luput dari ciuman sang cassanova itu. Sekarang ciuman itu turun keleher gia, dengan lembut kemal terus menerusuri tubuh gia dengan bibirnya, gia yang sudah terbawa suasana merasakan seakan tubuhnya melemah, tidak bisa melawan kemal, gia hanya bisa menerima setiap sentuhan kemal karena tidak bisa gia pungkiri gia pun menikmatinya.


Kemal yang mendengar pintunya terus-terusan diketuk terpaksa menghentikan kegiatannya sejenak, "siapa sih berani-berani nya menggangguku,biarkan sajalah," kemal yang lengah menjadi kesempatan untuk gia kabur dari cengkraman suaminya itu, gia pun mendorong tubuh kemal dan melepaskan diri, "kak aku mau pakai baju dulu," ucap gia setelah lepas dari kemal, dan berlari keruang ganti baju.


"Shitttt,,,awas kamu andy, sudah mengganggu kesenanganku," seru kemal setelah gia memasuki ruangan ganti baju.


Kemal pun sadar dia sudah terlambat menghadiri acara rapat pagi ini, tapi untuk pertama kalinya kemal yang gila kerja itu tidak menyesal, malah yang dia sesali adalah kegiatannya dan gia tadi yang terganggu.


"Oppsss..ya ampun apa yang aku lakukan?, sepertinya kalau tidak ada yang mengetuk pintu tadi, aku akan melakukannya dengan kak kemal tadi, ya tuhan..." gia terus bergumam menyenderkan tubuhnya dibalik pintu closet sambil memegang dada nya yang terus berdetak kencang akibat kegiatannya dengan suaminya tadi.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu masih lama di dalam?," tanya kemal pada istrinya yang tak kunjung keluar, sedangkan dia akan segera pergi keruang rapat dengan andy.


"Iyah, aku belum selesai kak, kalau kak kemal mau pergi, pergi ajah ga apa-apa gak usah tunggu gia keluar," jawab gia yang sebenarnya sudah selesai berpakaian tapi tidak berani bertemu kemal karena masih malu mengingat kejadian panas yang mereka lakukan tadi.


"Baiklah, aku pergi ya sayang, aku sudah sangat terlambat, si andy sudah sangat berisik diluar sana," . "Iyah kak," jawab gia sambil menghela nafas lega.


Kemal pun pergi bersama andy untuk mengikuti rapat, meninggalkan gia yang masih betah di ruang ganti kamarnya.


Setelah selesai berganti pakaian, gia pun berusaha menutupi tanda-tanda merah akibat ulah kemal semalam dengan foundation, gia berencana menelpon adik ipar dan sahabat-sahabatnya, bisa gawat kalau mereka melihat ini. "Akhirnya ketutup juga, ok sekarang aman untuk menelpon bocah-bocah itu hehe,"


kenapa lama banget sihh angkatnya nor," gerutu gia karena sudah 2x gia telpon tapi nora gak angkat-angkat, "sekali lagi deh aku telpon,". Akhirnya panggilan video gia pun diangkat, tapi ternyata anne lah yang mengangkat telpon gia. "Haiii anne, dimana nora?,". "Halloo gia sayang, gimana kamu disana seru gak?, si nora lagi mandi makanya tadi aku izin angkat nya karena kamu yang manggil ternyata,". Seru anne dengan hebohnya.


"Owhh pantesan,,owhh yahh mana dianna?". "Hallo aku disini, gimana kabar kamu disana gi?, apa sudah melakukan sesuatu yang dinginkan dengan pujaanmu itu,". "Heii bagaimana dia tau, dasar memang sahabatnya yang satu ini selalu bisa menelaah sesuatu," gumam gia dalam hati. "Apa an sih kamu na, gimana kalian disana, happy kan?,".


"Kita happy dong, apalagi yang lagi mandi tuh, dia punya gebetan disini, mesra-mesraan mulu depan kita yaa gak na?,". "Gebetan?, nora maksud kamu ann?,". "Iya nora siapa lagi adik ipar kamu sekarang sudah punya gebetan,". "Benarkah?, siapa gebetannya?, aku jadi sangat penasaran,".


Mereka terus bergosip, tanpa sadar nora yang sudah sedari tadi keluar dari kamar mandi mendengarkan percakapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2