
Mata gia membelalak karena kaget dengan ciuman tiba-tiba kemal, tapi tidak bisa mengelak, apalagi ciuman kemal itu terasa sangat lembut. Gia hanya bisa diam merelakan ciuman pertamanya untuk laki-laki yang dia cintai itu.
Kemal akhirnya menyudahi ciuman nya, dan menatap gia,
Gia semakin salah tingkah dibuatnya.
" I Love U Gia," ucap kemal
Gia tersentak kaget dengan ucapan kemal itu, dia bingung harus jawab apa, padahal dia yang lebih dulu mencintai kemal.
"kenapa ga ngomong sesuatu, kamu ga cinta sama suami kamu?,"
"bukan gitu kak,, aku..aku.. Aku mau cari kak danny dulu yaa kak," jawab gia yang malah bingung sendiri dan pergi terburu-buru dari kemal.
Kemal hanya bisa tersenyum dalam hati melihat gadis kecil nya yang sangat pemalu itu,
"Tenang saja sayang masih banyak waktu untuk kita, ternyata ini rasa nya mencium bibir wanita, sangat menyenangkan juga," gumam kemal
"Maafkan aku gia, mungkin aku pernah tidur dengan wanita lain sebelum nya, tapi itu hanya kebodohan ku yang terpengaruh alkohol dan lainnya, tapi aku pastikan tadi adalah ciuman pertamaku dan kamu adalah cinta pertama dan terakhir untuk ku,"
Kemal memang tidak pernah mau mencium bibir kekasih atau mantan kekasihnya nya, dia selalu mengindari itu, karena tidak tau kenapa dia tidak ingin melakukan nya.
Tapi berbeda saat melihat Gia, kemal selalu ingin berdekatan dan menyentuh gia, Gia seperti memiliki magnet yang selalu menarik perhatian nya, sejak pertama dia melihat gia dirumah sakit.
Kemal pun segera pergi menyusul Gia, tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedari tadi melihat dan mendengarkan percakapan nya dengan Gia.
Seakan dunia nya sudah runtuh Ghani yang sedari tadi tanpa sengaja memperhatikan kemal dan gia, hatinya sangat sakit melihat kemal mencium gia, dan dia juga merasakan kalau gia juga mencintai kemal.
Ghani memang lebih dulu berada di tempat kemal membawa gia, karena ghani tidak menyukai acara seperti itu, jd dia menyendiri disana, dan tanpa terlihat oleh kemal dan gia yang kemudian pergi ke tempat itu.
"Sekarang sudah jelas semuanya Gia, aku harus ikhlas melepasmu, walaupun rasa nya sangat sakit, tapi aku yakin kakaku sangat mencintaimu dan dia bisa membahagiakanmu," ucap ghani sambil segera menyeka matanya yang mulai berkaca-kaca.
Gia terus berjalan tapi dipikiran nya masih selalu terbayang ciuman Kemal tadi, tanpa sengaja dia menabrak seseorang.
" Maaf..maafkan a,.."
Ucapan gia terhenti kala dia sadar yang dia tabrak adalah Dhany kaka yang sedari tadi dia cari.
" Kakak,..,"
Sambil menangis Gia langsung menghamburkan tubuhnya memeluk Dhany kakak yang sangat dia rindukan dan satu-satunya orang yang baik terhadap gia di keluarga ayahnya itu.
" Gia,..,maafkan kakak, kakak terlambat mengetahui soal ayah, semua orang di keluarga itu menutupinya, maafkan kaka gia," Dhany memeluk erat gia sambil tak terasa air matanya pun tak tertahan lagi mengingat adam yang sudah tiada.
Kemal yang baru saja tiba melihat gia berpelukan dengan seorang laki-laki sontak merasa geram, tapi dia harus segera meredam nya karena itu adalah kakaknya sendiri, walaupun tetap sulit baginya.
Kemal hanya memperhatikan dan mendengarkan gia dan dhany dari jauh agar tidak mengganggu mereka.
"Gia, kakak cuma bisa mencari tau tentang kamu secara diam - diam, dan kakak sangat lega kamu sekarang bersama keluarga om daud, dia adalah sahabat terbaik ayah,"
" Iyah kak, sejak ayah meninggal,gia tinggal dengan om daud, mereka melarang gia tinggal dirumah sendiri,"
"Bagaimana kamu diperusahaan apa Om reno mempersulit kamu ?," tanya Dhany
"Aku gatau kedepan nya kak, tapi pada saat rapat pemegang saham kemarin kak Kemal yang membantuku menghadapi nya," jawab Gia
" Kemal Adnan,,.dia memang selalu menjadi kesayangan ayah, aku pun selalu kalah dibandingkan kemal dimata ayah, sekarang pun begitu, ayah lebih memilih dia untuk menjaga kamu dibandingkan aku ,"
" Jangan bicara seperti itu kak, kak kemal yang selama ini membantu gia menghadapi semuanya, kak kemal sampai selalu pulang larut malam untuk mengurus semuanya, Gia sampai ga tau lagi harus dengan apa berterimakasih sama kak kemal,"
" Sepertinya kamu sangat dekat dengan nya Gia,..Dia sangat hebat dalam bisnis, apa dia menyuruh mu untuk membeli saham yang aku miliki gi, ?" Tanya Dhany yang sangat kesal karena gia terlihat sangat memuji kemal.
" Iyah kak, syukurlah kalau kakak sudah tau, apa kakak akan menjualnya padaku kak?," tanya gia penuh harap, karena kemal bilang gia harus memiliki lebih banyak saham Adiratama untuk menghadapi keluarganya yang sepertinya ingin mendapatkan bagian lebih dari Adam.
" Tentu saja gi, bahkan aku akan memberikan bagian saham ku pada mu tanpa harus kamu membelinya,"
" Benarkah kak, apa kaka sungguh-sungguh,?" Tanya gia dengan semangat
" Iyah, tapi dengan satu syarat Gi,"
"Syarat.. Syarat apa kak?," tanya gia yang mulai heran
" Menikahlah denganku Gia, aku akan memberikan semuanya yang aku miliki untukmu bukan hanya saham 10% itu, tapi segalanya, asalkan aku bisa memiliki dan menjagamu,"
Bak tersambar petir di siang bolong Gia hanya bisa tercengang dan terdiam shock mendengar kata-kata dhany, bagaimana mungkin laki-laki yang dia anggap kakak terbaiknya sekarang ingin menikahinya.
Kemal yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka dan sudah geram, sekarang sudah tak tertahankan lagi dia pun segera menghapiri Gia dan dhany.
" Kamu tidak apa-apa gi?," tanya kemal yang langsung merangkul pinggang Gia dan membelai wajah gia yang masih tanpa kata, hanya air mata yang sekarang sudah jatuh ke di pipinya.
__ADS_1
" Apa maksud perkataan mu tadi Dhany Adiratama ?," bentak kemal pada dhany
" Maksudku sudah jelas, Aku ingin menikahi Gia, dan menjaganya. Karena itu seharusnya tugasku bukan tugasmu," jawab Dhany Dengan menepuk bahu Kemal.
" Kamu sudah gila,,bagaimana kamu mau menikahi adik mu sendiri," Sentak kemal dengan diakhiri sebuah tinju ke muka dhany, kemal sudah tidak bisa lagi menahan emosi nya.
" Adik ku sendiri,..? Tanyakanlah kebenarannya pada Ayahmu dia mengetahui semuanya,"
Ghani yang dari jauh melihat kakak nya sedang memukul dhany segera menghampirinya.
" Ada apa kak, tenanglah semuanya sedang memperhatikan kita, jangan merusak acara Gia kak," sergah ghani sambil memegangi kemal.
" Aku sudah tidak tahan lagi ghan dengan manusia busuk ini,"
" Sudahlah kak kita selesaikan nanti, ayo kita pulang, sepertinya gia tidak baik-baik saja sekarang," ucap ghani
Kemal pun langsung melihat gia yang sedang menangis , " Ayo sayang kita pulang, tenanglah ada aku, semuanya akan baik-baik saja," bisik Kemal pada Gia dan berlalu sambil memeluk gia.
"aku pulang ikut kamu ghan," ucap kemal pada ghani
"Iyah kak,"
Didalam mobil, gia hanya menangis dipelukan kemal, Gia bahkan belum mengucapkan satu patah kata pun sedari tadi, gia sangat shock mendengar ucapan dhany.
Sesampainya dirumah semua nya berkumpul di ruang keluarga.
Sekarang Gia yang sedari tadi menangis sedang dihibur oleh Nora dan Alice.
" sudahlah sayang jangan menangis lagi, ada apa,? Kamu cerita sama mamah," bujuk alice
" ada apa sebenarnya kemal ? Kenapa kamu sampai tidak bisa menahan emosi seperti itu,"
" sebelum kemal jawab, kemal mau tanya sama papah, apa sebenarnya hubungan dhany dan ayah adam ?,"
" Apa maksudmu bertanya begitu ?,"
"Jawablah pah, kemal mohon,"
" Dhany adalah putera satu-satunya adam, siapa lagi, apa maksud perkataan kamu itu ?," jawab Daud yang heran dengan pertanyaan anaknya, dan dia memang sudah terbiasa menutupi rahasia sahabatnya itu.
" Pah, kemal mohon, sekarang bukan waktunya menutupi kebenaran, apa papah tidak tau, tadi sudah terjadi hal gila apa, sampai menantu papah menangis seperti itu ," ujar kemal sambil menunjuk ke arah gia.
" Tadi si brengsek Dhany Adiratama itu, mengatakan pada gia kalau dia akan memberikan 10% saham nya pada gia dengan cuma-cuma, asalkan gia memenuhi satu syarat darinya,"
"Syarat.. syarat apa ?," tanya daud kembali
" syaratnya gia mau menikah dengan nya," jawab kemal sambil mengepalkan tangan nya karena masih sangat emosi dengan dhany.
" Apa...."
Semua yang ada disana kaget mendengarnya.
" Apa dia sudah gila,.?" Ucap ghani yang kini juga emosi.
Daud termenung sejenak kemudian dia mulai menjelaskan kepada keluarganya, kebenaran yang selama ini ingin adam tutupi.
" Sebenarnya Dhany bukanlah anak kandung Adam,"
" Apa maksud papah ?," tanya kemal
" Ini adalah aib rumah tangga sahabatku, dan dia ingin menutupi semuanya selamanya, tidak disangka, anak tidak tahu diri itu malah melakukan hal gila yang bisa membongkar jati dirinya sendiri,"
" Dulu Adam adalah pengusaha muda sukses yang tentu saja banyak di incar wanita, tapi dia sama sekali belum tertarik menikah, sampai singkatnya datanglah chyntia istri pertama nya dia menjebak Adam pada suatu acara,"
" Akibat jebakan itu, Adam terpaksa menikahi chyntia, karena dia mengaku hamil gara-gara adam,"
" selama pernikahan Adam tidak pernah menyentuh chyntia, dia hanya menikah demi anak yang dikandung chyntia yaitu dhany, Adam sangat menyayangi dhany, walaupun dia tidak pernah menganggap chyntia,"
"Sampai tragedi itu terjadi, Dhany kecil mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah, dari situ terkuaklah kalau dhany bukanlah anak kandung Adam,"
"Adam sangat murka saat itu, dia langsung menceraikan chyntia, tapi dia sudah sangat menyayangi Dhany, jadi Adam tetap menganggap dhany anaknya dia tidak ingin menghilangkan namanya dibelakang nama dhany,"
"Dhany pun setelah dewasa dan mengetahui kebenaran nya, dia sangat marah kepada ibunya dan dia tidak mau tau siapa ayah kandungnya, dia hanya ingin mengakui Adam sebagai ayahnya,"
Kemal terduduk lemas mendengar penjelasan papah nya, kemal tidak menyangka hal seburuk itu pernah terjadi di hidup ayah mertuanya, dan lagi ternyata si brengsek dhany itu bukan kakak kandung gia.
" Tapi walaupun bukan kakak kandung, bagaimana dia bisa ingin menikahi gia," ucap Alice
" Entahlah, perasaan seseorang siapa yang tau, dan siapa yang bisa mengendalikan ," jawab Daud yang sebenarnya juga heran dengan dhany.
__ADS_1
" Sudahlah, nora antar gia istirahat, pasti semuanya sudah lelah, jangan terlalu dipikirkan ya sayang, " ucap daud pada gia
Gia hanya mengangguk dan segera di ajak pergi oleh nora menuju kamarnya.
" Kalian juga,,beristirahatlah pasti sangat melelahkan tadi, apalagi kamu kemal, istirahatlah nak, kamu pasti sangat lelah,"
" Iyah pah,"
Semuanya pun pergi ke kamar mereka masing-masing.
Kemal bergegas mandi dan berpakaian dia ingin segera ke kamar nora untuk melihat bagaimana keadaan istrinya sekarang.
Dikamar nora, gia yang sudah mandi dan berganti pakaian, sedang terduduk sambil termenung di sofa.
"Gia ayo tidur, sudahlah jangan dipikirkan lagi kejadian tadi, sangat menyebalkan," bujuk nora
"Aku hanya sedih nor, ternyata sekarang aku benar-benar sendirian di dunia ini, aku tidak punya siapa-siapa lagi, dulu aku kira aku masih punya kakak, tapi ternyata dia bukan kakak ku, dan malah...," ucapan gia terhenti dan dia menangis kembali mengingat dhany.
"Sudahlah gi, gausah dipikirkan lagi, siapa bilang kamu ga punya siapa-siapa, semuanya ada kok lengkap malah, ada mamah ada papah ada kak ghani, ada aku, adik kamu yang imut gini,.dan juga hebatnya lagi baru kelas dua sma kamu sudah ada suami..hehe,"
Ucapan nora yang terakhir berhasil membuat gia tersenyum.
" Bener yang dibilang nora kamu punya semuanya, apalagi suami kamu ini," kemal tiba- tiba datang dan tanpa sengaja mendengar percakapan mereka tadi.
Kemal masuk dan langsung berjongkok dihadapan nora lalu memegang tangan nora.
"Kamu tidak diizinkan untuk memikirkan laki-laki lain selain aku gia, apalagi si brengsek dhany itu," ucap kemal dengan tegas sambil menyeka air mata gia.
" Maaf kak," jawab gia singkat lalu menurunkan tangan kemal yang sedari tadi selalu mengelus pipi nya, karena gia sangat malu dengan nora.
" Ehh bocah tengik,, kakak menginap di sini yaa malam ini, " seru kemal pada nora.
"Menginap ?, kasurku kecil cuma cukup berdua dengan Gia, lagian kenapa menginap disini tempat tidur kak kemal kan lebih gede," sungut nora.
"Kak, kenapa mau tidur disini ?, sekarang udah malem aku juga mau tidur, kakak kembalilah ke kamar kakak untuk istirahat," ucap lembut gia.
"Baiklah, tapi kamu harus janji tidak akan menagis lagi,"
"Iyah gia janji, gia akan langsung tidur juga kak,"
"Kalau begitu ayo aku antar tidur," kemal langsung menggendong gia ala bridal style.
"Kak, turunin gia, kenapa kakak gendong gia segala," teriak gia yang juga malu dilihat nora
"Sudah sampai, sekarang kamu tidur yaa, jangan berpikir macam-macam, selamat tidur gadis kecil ku..cupp,." Ucap kemal yang diakhiri kecupan singkat di bibir gia.
Gia hanya mengangguk malu dan Nora yang dari tadi menonton adegan romantis kakak nya auto bengong sambil menutup mulutnya.
"Ada apa ini gi, apa aku ga salah lihat, kak kemal dia...,dia bisa juga bersikap seperti itu ternyata, dia udah bucin banget ama kamu gi, dan ciuman tadi harusnya itu ciuman pertama kamu kan gi.,"
"Bukan, itu bukan ciuman pertamaku nor, tapi yang kedua, " jawab gia sambil menggelengkan kepalanya.
"Terus yang pertama kapan dengan siapa, kok kamu ga bilang-bilang pernah ciuman ?,"
"Heii,, sabar dulu, yang pertama juga dengan kak kemal ko," jawab gia sambil cengengesan malu.
" Hah...kapan,?"
"Tadi di acara pesta, aku sudah sangat jenuh dengan acaranya, terus kak kemal ngajak aku ke tempat yang jauh dari kerumunan,"
"Terus dia cium kamu disitu ?," potong nora
Gia mengangguk menjawab pertanyaan nora.
"Waw bergerak cepat sekali kakak ku, sungguh mesum haha, terus - terus bagaimana rasanya ciuman pertama gi," tanya nora lagi yang sekarang antusias sekali.
"Hahaha memang bener kakak pertama kamu itu mesum sekali, selalu saja curi-curi kesempatan,"
"Terus ciuman pertama nya gimana gi, ko belum dijawab sih," tanya nora lagi yang dari tadi ingin tau soal ciuman pertama gia.
"Rasanya sangat lembut dan tadi kak kemal cium aku lama banget, tapi penuh perasaan, lalu dia juga bilang," jawab gia sambil menutup muka nya karena malu sebenarnya.
"Bilang apa ?,"
"Kak kemal bilang, "I Love U Gia",," jawab gia sambil tersenyum bahagia.
"Waduh-waduh, kalau udah gini apa malam ini kamu bisa tidur gi ?,"
"Entahlah sepertinya...enggak,,"
__ADS_1
"Hahahahaha..." dua sahabat itu pun tertawa bersama.