
Nora pun hendak membuka hot pants nya untuk memakai perlengkapan diving, tapi tiba-tiba, " Nora stop," ucap shani. Seketika nora bingung, shani memanggil nya nora lagi, tanpa menggunakan non, nora sebenarnya tidak keberatan, cuma heran kenapa shani suka spontan memanggil namanya.
"Ada apa kak shani?," tanya nora heran dan tidak jadi membuka hotpanst nya. "Kamu diving pakai itu saja, jangan dibuka," jawab shani.
"Memangnya kenapa? Kan lebih nyaman pakai baju renang ajah kalau diving," . "Itu...itu pesan nya tuan kemal pada saya, agar memperhatikan pakaian non nora, jangan terlalu terbuka di tempat umum,". "Benarkah?, apa-apaan kakak ku itu, memangng nya aku gia, dia larang-larang segala,".
"Benar non, kalau tidak percaya, non nora boleh menelpon tuan kemal,". "Tapi kakak lagi di paris nora gak mau ganggu cuma karena ini, nanti saja ditanyakan ketika pulang, cuma heran, kenapa kakak ngelarang yaa, padahal pas disekolah kakak ga larang, cuma gia ajah yang gak boleh lagi ikut kelas berenang sampai lulus sekolah," ucap nora panjang lebar. Shani hanya diam mendengarkan ocehan nora.
Tanpa mau pikir panjang lagi, nora pun meminta seorang pemuda yang tadi membantu anne dan dianna memakaikan perlengkapan diving untuknya, lagi-lagi shani menghentikannya lalu mengambil perlengkapan diving yang akan dipasangkan pada nora, " Biar saya saja yang pasangkan pada non nora," ucap shani yang langsung menggeser tempat pemuda itu berdiri.
Nora menatap heran pada shani, "memangnya kak shani bisa?,". "Bisa non, saya sering diving, nanti juga yang nemenin non nora ke bawah saya saja, gak usah dia," lanjut shani. Setelah memakaikan perlengkapan diving nora, shani pun memakai perlengkapan diving nya sendiri.
"Mari non," ucap shani mengajak nora untuk turun kelaut sambil dia dengan hati-hati menuntun nora.
Nora pun hanya mengikuti shani, karena nora tidak berpengalaman melakukan diving.
Sementara itu di paris, Kemal dan gia sudah sampai di hotel mereka, kemal mengajak gia untuk memasuki kamar mereka. "Wahhhh ini kamar gia kak?, mewah sekali sangat besar ini benar-benar indah, bahkan dari balcon nya kita bisa lihat view menara eifel," ucap gia mengagumi kamar hotel itu. "Iyah ini kamar kita tepatnya,". "Maksudnya kak kemal kamar kita?,".
__ADS_1
"Iyah kamar kita, kita akan satu kamar disini,". "Apa!?," terus bed nya apa ada bed tambahan? yang gia lihat hanya satu bed besar itu,". "Ya tentu saja kita tidur ditempat tidur yang sama," ucap kemal santai, padahal istri kecil nya itu sudah sangat ketakutan akan satu tempat tidur dengan kemal.
"Ap..apa..?". Melihat istrinya yang begitu kebingungan kemal malah jadi sangat ingin lebih menggoda istrinya itu. "Kenapa sayang?, bukan nya bagus, anggap saja ini bulan madu kita," ucap kemal sambil mendekat ke arah gia dan mencium pipi istrinya itu. Sontak gia kaget dan mundur selangkah dari kemal, "gia mau rapihin koper kita dulu kak," jawab gia dan langsung kabur dari kemal untuk merapikan bawaan mereka.
Di maldives anne dan dianna ikut-ikutan dibuat heran oleh sahabat dan juga sopir pribadinya itu, karena sedari masuk ke laut untuk diving, shani tidak pernah sedikit pun menjauh dari nora, mereka selalu berenang beriringan, sampai sekarang mereka selesai diving pun shani masih tidak menjauh sedikit pun dari nora, shani dengan telaten menuntun nora ke atas kapal, membuka perlengkapan diving nora, sampai-sampai memberikan handuk dan bathrobe pada nora.
"Nor, kak shani kenapa?," tanya anne. "Kenapa apanya?,". "Perasaan aneh banget, dia udah kaya tante alice ajah, ngurusin dan merhatiin kamu sampai segitunya, hehe,". "Entahlah gue juga sempet aneh, tapi mungkin itu perintah papah sama kak kemal, buat dia jagain gue selama disini, yaudah gue sih nurut-nurut ajah, takutnya kak shani lapor yang engga-engga tar gue gak diizinin lagi liburan sendiri,". "bener juga sih nor, cuma kalau dari pengamatan gue nihh yaa, dari tadi tatapan kak shani tulus dan lembut banget ama loh, apa jangan-jangan," tambah dianna sekarang yang mulai memberikan pendapatnya.
"Jangan-jangan apa?," tanya nora. "Jangan-jangan kak shani jatuh cinta sama loh nora, pinter-pinter bodoh kamu ini nor," celetuk anne. "Hah,,. Gak mungkin kalian ini sering ngaco, sekarang malah bukan cuma pelajaran di sekolah aja ternyata ngaconya,". "Gak mungkin apanya?, mau taruhan gak loh ama gue?," lanjut anne. "Taruhan apanya, udah ah jangan ngomong yang aneh-aneh, kalau gak berenti ngomong aneh-anehnya, gak gue bawa pulang nanti," ucap nora pada sahabat-sahabatnya itu.
"Ikhh si nora ini dibilangin, lo gak liat dari tadi kak shani ampe bengong liat kamu, pas kamu tabrak tadi depan hotel," ucap dianna. Nora hanya sibuk mengeringkan rambutnya, tidak mau menanggapi omongan teman-temannya itu. "Kalau beneran nih yaa misalnya kak shani cinta ama loh, terus oneday loh juga suka ama kak shani, gimana nor?, ini pasti sangat seru sementara lo udah dijodohin, aduh-aduh jadi serasa nonton drakor gue," ujar anne dengan semangat.
"Gak ada urusan sama yang namanya dijodohin,kalau oneday gue jatuh cinta gue gak mau dipaksa, yang gue nikahin harus yang gue suka," lanjut nora.
"Kalaupun cuma sopir?," lanjut dianna. "Iyah, apapun profesi nya, yang penting dia tau diri, dia harus bisa kerjalah buat ngidupin gue,".
"Wihh hebat juga ternyata Nona Nora Adnan ini, bisa menerima cowok apa adanya,". "Udah ahh cepetan kalian keringin tuh rambut, gue laper bentar lagi kapalnya sampai ke tepi tuh dah keliatan kan,". "Owhh iyah, aku juga dah laper banget nih," sambung dianna.
__ADS_1
"Sayang...cepetan dong mandinya kita harus hadir di acaranya jam delapan sayang," ucap kemal pada gia yang sedang dikamar mandi, mereka harus menghadiri acara pembukaan di hotel itu malam ini.
"Iyah kak, ini juga udah ko," jawab gia dan langsung membuka pintu kamar mandinya dengan menggunakan bathrobe yang sedikit asal-asalan karena dari tadi suaminya terus-terusan merengek agar gia cepat selesai.
Kemal otomatis menelan saliva nya, melihat bathrobe gia yang terbuka dibagian atasnya sehingga sedikit memperlihatkan aset penting didaeran dadanya itu. "Tadi harus cepet-cepet terus sekarang bengong, cepet kak kemal masuk sana, gia mau ganti baju,". Kemal masih saja memanjakan matanya dengan pemandangan indah didepannya itu ditambah kalau dilihat-lihat lagi bagia bawah bathrobe nya juga tidak gia simpulkan dengan benar jadi kalau gia jalan, paha gia yang putih mulus itu terekspose dengan baik.
"Tuhan memang keputusan untuk sekamar dengan gia itu selalu salah, yang ada aku yang tersiksa,"gumam kemal dalam hati.
Setelah sekian lama, gia pun memperhatikan tingkah aneh suaminya itu, kenapa tidak segera masuk kamar mandi padahal dari tadi sangat bawel. "Ya ampunnnn, kemana arah matanya itu,"pikir gia sambil mengikuti arah mata kemal.
"Aaaaaaaaaaaa...dasar mesum jadi dari tadi kak kemal ngitip ini,"seru gia sambil langsung membetulkan bathrobe nya. "Dasar suami mesum, udah sana mandi, ini gara-gara kak kemal dari tadi ngomong terus cepet-cepet gia jadi gak bener kan pakai bathrobe nya,".
"Tapi gak apa-apa sayang aku seneng ko liatnya," jawab kemal. "Dasar ikhh...udah sana cepetan mandinya,". "Iyah sayang aku mandi dulu yaa,".
Setelah memastikan kemal masuk ke kamar mandi gia segera menuju closet kamarnya untuk memakai gaun pesta malam yang sudah disiapkan oleh mamah alice.
"Mamah memang selalu hebat dalam memilih baju, gaun ini sangat cantik hehe, sekarang make up nya, tapi aku gak bisa make up," gumam gia dalam hati. Tak lama hp gia pun berbunyi ternyata ada pesan dari mertuanya, "ya ampun apa mamah punya indra ke enam, tau ajah aku gak bisa make up, ngirim video tutorial make up simple segala,".
__ADS_1
"Makasih mah, mamah emang ter the best, gia sayang mamah," balas gia pada alice.
"Sama-sama sayang, mamah juga sangat sayang sama menantu kecil mamah yang cantik," balas alice pada gia.