Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Kalah telak


__ADS_3

“Benar-benar kurang ajar si alice beraninya dia menamparku, tunggu sampai aku memberitahu daud tentang perlakuannya,” ucap mala dengan emosi dalam perjalanan mereka pulang dari rumah alice.


“Benar tante, lihat saja demi gadis yatim piatu itu dia berani menampar kita, alice benar-benar sudah hilang akal,” timpal tia.


“Jangan lagi meremehkan istri kemal itu tia,” ucap ammar kini.


“Memangnya kenapa?, kenapa kamu jadi pendiam begini?, sejak tadi di rumah daud kamu kenapa hanya diam saja?,” tanya tia yang bertanya-tanya tentang sikap suaminya itu.


 “Seperti yang diucapkan alice, gia menantunya itu memang bukan gadis kecil biasa, dia memang presiden direktur PT. Adiratama Holding yang menggantikan ayahnya adam yang belum lama meninggal, kemal adalah wali nya sekaligus pengganti gia sementara dia cukup umur untuk menduduki jabatannya,” jelas ammar yang memang mengetahui cerita itu dari temannya yang adalah salah satu pemilik saham disana.


 “Kenapa kalau dia presiden direktur?, anakku pun seorang dokter,” ujar tia lagi.


“Bagaimana seorang dokter bisa sebanding dengan seorang presiden direktur sebuah perusahaan besar tia?, kamu boleh membela puteri kita aku pun sama, aku akan selalu membela dan mendukung sarah, tapi kita juga tidak bisa menutup kenyataan kalau sekarang buktinya memang anak kita kalah telak dari istri kemal itu,” ujar ammar


 “Lalu maksud mu bagaimana ?, apa sekarang kita harus merelakan masalah ini, dan membiarkan puteri kita semakin menderita karena cintanya itu?,” tanya tia dengan marah pada suaminya.


“Iyah, benar yang dikatakan dila, kita memang harus membantu membuat sarah membuka hatinya untuk pria lain selain kemal,”jawab ammar.


“Tidak bisa seperti itu, sarah pasti akan sangat sakit hati lagi,”


“Harus bagaimana lagi, kita memang tidak akan menang melawan mereka tia, karena aku juga nendengar dari temanku, kemal belum lama mangehancurkan usaha rekan bisnisnya karena putranya berani mengganggu gia, apa kamu mau juga keluarga kita mengalami hal yang sama?,” ujar ammar lagi, yang sekarang sudah mulai tersadarkan.


“Tenang saja, tante akan urus semuanya, tante akan bicara pada daud nanti,” ujar mala


 Dirumah keluaga adnan, Daud yang baru saja pulang dari kantor merasa ada yang aneh dengan rumahnya, karena tidak biasanya istri beserta anak dan menantunya itu, tidak ada di meja makan di saat jam makan malam. “Bi dimana ibu dan anak-anak?,” tanya daud pada bi tina.


“Mereka sedang di kamar non gia pak,”


“Gia kenapa ?,” tanya daud lagi dengan panik, karena takut menantunya yang sedang hamil itu kenapa-kenapa.


 “Papah, papah sudah pulang?,” ucap nora dari atas tangga, nora langsung berlari menghampiri papahnya itu. Belum lagi nora sampai pada daud, kakak nya kemal pun datang. “Baguslah kalian sudah pulang,” ujar nora yang melihat sekarang kedua orang yang sudah dia tunggu dari tadi akhirnya datang juga.


 “Ada apa sayang ?, apa gia baik-baik saja?,” tanya daud pada nora.


Mendengar pertanyaan dari papahnya kepada nora kemal menjadi sangat panik, dan tanpa bertanya lagi kemal berlari ke kamarnya.


“Ada apa sayang?, kemana mamah kamu?,” tanya daud lagi.


“Ayo papah juga ikut ajah ke kamar gia dulu, mamah ada disana,”

__ADS_1


 “Gia kenapa sayang?,”


“Gia gak apa-apa pah, Cuma lagi muntah-muntah ajah, tapi takutnya hati nya yang kenapa-kenapa,” ujar nora


“Apa maksud kamu?,”


“Papah ikut ajah dulu, sebenarnya nora sangat mau menjelaskan, tapi kata mamah, biar mamah aja yang bilang ke papah,”.


 Tanpa mengetuk pintu kemal langsung masuk ke kamarnya. “Gia sayang kamu kenapa?,” tanya kemal dengan panik, sedang gia sedang muntah-muntah di kamar mandi yang dia dengar hanya suara gia, “Huekkk...huekkk...hoekkkk,” terus-terusan gia mual dan muntah-muntah, kemal pun melihat mamah alice pun sedang terlihat sedih dan panik di dalam kamar gia. “Mah gia kenapa?, biasanya gia tidak pernah mual di jam-jam ini,” tanya kemal pada alice lalu dia pun masuk ke kamar mandi untuk melihat istrinya.


 “Sayang,,”ucap kemal dengan wajah sedih melihat istrinya yang sepertinya sudah sangat kecapean muntan-muntah terus seperti ini, gia sudah tampak lemas.


“Kak kemal sudah pulang,” ucap gia yang sudah membersihkan dirinya.


Kemal langsung memeluk istrinya itu, “ Kak ayo kita keluar dulu,” ucap gia lalu mereka pun keluar dan mendapati daud dan juga nora sudah ada disana.


 “Sayang kamu kenapa?, kamu baik-baik ajah nak?,” tanya daud yang langsung menghampiri gia begitu melihat menantunya itu.


“Gia gak baik-baik saja pah, lihatlah gia jadi lebih parah seperti itu gejala hamilnya, itu gara-gara banyak pikiran, semuanya itu gara-gara saudara-saudara kamu yang brengsek itu, untung saja aku tadi sempat menampar mereka,” cerocos mamah alice yang sekarang masih sangat marah, akibatnya daud suaminya pun kena imbasnya.


 “Saudara-saudara ku?, apa maksud kamu mah?, aku tidak mengerti, dan menampar, kamu menampar siapa sayang?,” tanya daud yang tidak mengerti tiba-tiba istrinya marah-marah padanya.


“Siapa wanita tua, maksud kamu tante mala?” tanya daud.


“Iyah tante kesayangan kamu itu,”ucap alice lagi.


“Ada apa mah?, mereka bicara apa sama gia?,”tanya kemal sekarang.


Nora yang sudah gregetan dari tadi pun segera menghampiri kakak tertuanya itu dan hendak mengadukan semuanya.


“Tadi wanita tua itu bilang kalau gia gak pantas nikah sama kak kemal, gia Cuma anak yatim piatu, kak kemal lebih pantas menikah dengan sarah,” terang nora.


 “Apa,!!” ucap kemal dan daud bersamaan karena kaget mendengar ucapan nora itu.


“Sarah siapa maksudnya ?, berani sekali mereka berbicara seperti itu pada istriku,”


“Sarah dokter yang waktu itu kemari memeriksa gia kak, dan yang lebih parah lagi mereka bilang kalian menikah karena,.”


 “Nora...,”sergah gia pada adik iparnya itu, gia takut kemal menjadi sangat marah, gia sudah tau bagaimana kemal, kalau urusannya dengan orang lain mungkin gia akan tidak peduli tapi ini adalah saudara papah daud.

__ADS_1


“Sayang, biarin nora bicara sama kemal, kamu jangan mencegahnya, kali ini perbuatan mereka bukan untuk dimaafkan, tapi harus diberi pelajaran,” ujar alice, gia pun melepaskan tangannya dari nora karena melihat kemarahan yang nyata dari ibu mertuanya itu.


 “Kak, tadi mereka bilang kalau kakak sama gia menikah sembunyi-sembunyi karena gia sudah hamil duluan, walaupun gia sudah menjelaskan kalau pernikahan kalian sudah lama, tapi tetap mereka gak percaya, malahan lagi,.” Ucap nora terhenti sejenak karena melihat dulu ke arah gia.


“Malah lagi apa nora?, jangan bikin kakak penasaran,”ucap kemal.


“Malahan tadi si nenek tua itu bilang kak kemal disuruh nikah lagi sama si sarah itu,” terang nora.


“Apa,??!!!” teriak kemal lalu dia segera menatap istrinya itu dan segera memeluk gia.


“Sayang, ini pasti sangat menyakitkan untuk kamu, maaf sayang aku tidak ada saat itu,” ucap kemal lalu berbalik menatap kedua orang tua nya.


 Gia hanya bisa diam, hatinya memang sakit tapi anak dalam kandungannya lebih penting untuk gia sekarang, dari tadi dia kepikiran dan menangis yang ada kondisinya sekarang malah semakin lemah dan muntah yang tidak berhenti. Jadi gia memilih untuk tidak memikirkan hal ini, karena dia yakin pada suaminya dan juga keluarga suaminya yang selalu menjaganya.


 “Sebenarnya ada apa ini mah pah?, kenapa mereka ingin aku menikah dengan sarah, aku kenal nenek mala tapi aku tidak tau keluarga dokter sarah itu, apa hubungannya mereka denganku?,” tanya kemal pada kedua orang tua nya.


 “Mereka dari dulu ingin menjodohkan kamu dengan sarah anak mereka, padahal kami sudah langsung menolak mereka tapi mereka tetap saja keras kepala,” jawab daud yang sekarang pun sudah sangat emosi.


 “Sangat tidak masuk di akal, mereka sungguh tidak tahu diri, dan mereka sudah berani berbuat seperti itu pada gia, lihat saja apa yang bisa aku lakukan,” seru kemal dengan mengepalkan kedua tangannya menahan emosi yang sedari tadi dia tahan.


“Dimana alamat mereka mah?, aku akan mencari mereka sekarang juga,” tanya kemal pada alice.


“Jangan nak, lebih baik kamu sekarang jaga istri kamu, gia sedang tidak sehat akibat kejadian tadi, besok kita bicarakan mau bagaimana kita memberi mereka pelajaran,” ucap daud pada putra nya itu.


“Iyah sayang, kamu jaga istri dan anak kamu, dari tadi gia belum masuk makan apa pun karena selalu muntah, makan sedikit pun muntah lagi,” tambah alice.


 Kemal pun mengangguk dan merangkul istrinya lagi “Sayang kamu tenang ajah, aku akan memberi mereka pelajaran yang setimpal,” ucap kemal lalu mencium rambut istrinya itu.


Daud menghampiri gia dan mengelus kepala menantunya itu. “Maafkan papah sayang, papah tidak menjaga kamu dengan baik, adam pasti marah padaku kalau tau putrinya dihina seperti ini,” ucap daud dengan wajah penuh penyesalan dan rasa bersalah akibat ulah saudara-saudaranya itu.


 Gia pun lantas memeluk ayah mertuanya itu, “Enggak pah, gia gak apa-apa kok, gia sudah punya kalian sekarang, jadi gia bisa sangat kuat, apalagi ada anak gia sekarang,” ujar gia sambil tersenyum kepada daud.


“Kamu memang sangat kuat sayang, terimakasih kamu tidak menyalahkan papah,” ucap daud lalu mencium kepala menantu kecilnya itu.


 “Yasudah sayang sekarang kamu istirahat ajah yaa, sudah ada suami kamu sekarang, kami keluar dulu,” ucap mamah alice


“Iyah mah, makasih dari tadi mamah udah jagain gia, maaf gia sangat merepotkan mamah,”


“Sayang kamu ini anak mamah dan didalam perut kamu itu cucu mamah, masa kamu bilang makasih,” ucap alice gia pun tersenyum melihat betapa baik dan tulusnya ibu mertuanya itu.

__ADS_1


__ADS_2