
"Nor, rahasia apa sih, udah jangan tarik-tarik terus," ucap gia ketika sampai dikamar nora.
"Dengerin baik-baik yaa, tadi kan aku sama mamah jemput kak kemal, kamu tau gak kak kemal tidur dikamar kamu sekarang gi?, terus yang menyeramkannya, dia tidur sambil bawa-bawa baju kamu gi, ikhh serem banget kan, dia terobsesi sama kamu gi, bucin akut,"
"Benarkah," tanya gia yang juga heran kenapa kemal begitu, tapi dia juga senang kalau benar kemal begitu mencintainya.
"Iyah, kata mamah itu wajar, mamah juga dulu suka ciumin baju papah kalau kangen sama papah yang lama ke luar negeri,"
"Ohh yahh, mamah sama papah memang pasangan paling serasi dan romantis,"
"Uweekkkk,,romantis itu memang menggelikan," ucap nora
"Ohh,,yah kita lihat sampai kamu jatuh cinta, kamu juga bakalan gitu," jawab gia sambil tersenyum mengejek pada nora.
"Gak lah, gak bakalan,"
"Siapa yang tahu kan, udah ah aku mau jenguk kak kemal nor,"
"Apa?, kamu mau jenguk kak kemal?,"
"Iyah, aku sebenernya tau kak kemal kenapa sakit, tapi kamu jangan bilang-bilang mamah yah nor,"
"Iyah, kenapa?, aku pasti jaga rahasia kan kamu tau aku gi,"
Gia pun menceritakan kejadian soal gia yang membiarkan kemal tidur diteras rumahnya pada nora.
"Oh gitu, yah gak salah kamu juga sih, itu kan mau nya kak kemal sendiri, lagian memang kak kemal suka sakit begini dari dulu, karena dia udah kaya mesin, kerja mulu hidupnya, hehe" ucap nora sedikit ingin menghibur sahabatnya yang terlihat sangat merasa bersalah.
"Yaudah ayo kalau mau jenguk kak kemal,"
"Iyah,"
Mereka pun berjalan menuju kamar kemal, didepan pintu kamar kemal sudah ada mamah alice yang sedang menggerutu.
"Mah,," tanya nora
Alice pun berbalik mendengar suara nora dan melihat gia juga ada disana.
"Hai sayang, kapan kamu datang?," tanya mamah alice pada gia.
"Belum lama mah,"jawab gia
"Mah kenapa mamah marah-marah gituh tadi?," tanya nora
__ADS_1
"Itu kakak kamu, kelakuan nya kaya anak kecil ajah, mamah cape-cape bikinin sup ini biar dia cepet sehat, malah bilangnya gak mau makan, susah banget dibilanginnya," jawab alice yang kesal pada kemal.
"Mah boleh gia coba anterin makannya ke kak kemal?," tanya gia membuat alice bengong tapi dia sangat senang dan langsung tersenyum.
"Tentu saja sayang, mamah yakin kalau kamu yang bujuk pasti dia mau makan,"
"Mudah-mudahan mah," ucap gia sambil tersenyum pada mertuanya itu dan mengambil nampan sup itu dari alice.
Gia pun masuk ke kamar kemal diikuti nora dibelakangnya, tapi belum juga masuk alice sudah menarik baju anak gadisnya itu.
"Hehh, mau kemana kamu?,"
"Mau ke kak kemal lah mah, kemana lagi,"
"Ini anak yahh, biarin kakak kamu berdua sama gia, kamu mau jadi lalat pengganggu?,"
"Owhh iyah yah mah hehe nora lupa,"
Nora dan alice pun meninggalkan kamar kemal, dan membiarkan gia berdua saja dengan kemal di dalam.
Begitu masuk gia melihat kemal sedang tertidur, gia pun langsung duduk di tepi tempat tidur kemal, melihat kemal yang sedang tertidur lemas membuat gia sangat sedih, walaupun ragu, gia memengulurkan tangannya memegang kepala kemal.
"Badan kak kemal panas, bener yang kak danny katakan, aku memang gak punya hati," gumam gia dalam hatinya tak terasa air matanya pun jatuh di pipi gia.
"Mah, kemal udah bilang kemal belum mau makan," kemal yang mengira yang memegang dahinya itu alice pun sangat terkejut ketika menyadari kalau yang didepannya itu adalah istrinya.
"Gia kamu benar-benar disini sayang, tapi kenapa kamu menangis sayang?," ucap kemal yang bahagia ternyata gia benar-benar ada dihadapannya bukan ilusi nya semata tapi kemal juga bingung kenapa gia menangis.
Tanpa berkata apapun gia langsung menghamburkan tubuhnya memeluk kemal, kemal sangat bingung tapi sangat bahagia, kemal pun segera membalas pelukan gia, kemal memeluk gia dengan sangat erat, sudah berbulan-bulan kemal tidak sedekat ini dengan istrinya apalagi memeluknya seperti ini.
"Maafin gia yaa kak," ucap gia sendu disela tangisannya.
"Maaf kenapa sayang?," tanya kemal yang sekarang melepaskan pelukannya dan memandangi istri cantiknya itu.
"Karena gia kak kemal jadi sakit, kak kemal berhari-hari tidur di teras rumah gia, maafin gia yah kak,"
"Bukan sayang, aku hanya kecapean ajah gak kenapa-kenapa ko sayang,"
"Jangan nangis yaa sayang, aku pengen lihat kamu senyum, jangan nangis begini," ucap kemal sambil mengapus air mata di pipi gia dengan tangannya,"
"Kak, tadi mamah bilang kak kemal gak mau makan, makan dong kak, kalau gak makan gimana bisa cepet sehat, sekarang makan ya, gia yang suapin mau gak?,"
"Iyah sayang kalau kamu yang suapin bagaimana aku bisa nolak,"
__ADS_1
Gia pun tersenyum lalu mulai menyuapi kemal makan.
"Nah, sup nya udah habis, sekarang minum obatnya yaa kak," gia pun menyiapkan obat yang ada di atas meja, yang harus diminum kemal siang ini.
"Ini kak obatnya," gia pun menyuapi kemal obat lalu memberikan kemal minum.
Tak terbayang bahagianya kemal, diurusi oleh gia seperti ini setelah hampir tiga bulan istrinya itu sangat marah padanya.
"Makasih sayang,"
Gia hanya tersenyum pada kemal, lalu dia membereskan bekas makan tadi.
"Kak, gia kebawah dulu yaa, kak kemal istirahat yaa, biar demam nya cepet turun," ucap gia lalu berdiri hendak pergi.
Kemal menarik tangan gia, "Jangan pergi, kamu disini ajah sayang," ucap kemal manja.
"Kalau gia disini gimana kak kemal bisa tidur,"
"Ga apa-apa aku akan tidur, tapi kamu disini,"
"Yasudahlah, kak kemal cepetan tidurnya, gia mau bantu mamah dibawah,"
"Gi,..sayang," panggil kemal
"Apa kak?, ko belum tidur,katanya tadi mau tidur," ucap gia
Kemal pun bangun dan duduk di dekat gia.
"Gi, apa kamu bisa maafin kesalahanku waktu itu?, aku benar-benar minta maaf sudah melakukan itu sama kamu, aku dibutakan cemburu dan emosi,"
"Gia, maukah kamu memaafkan ku, dan menjadi istriku lagi gi, aku berjanji kali ini aku tidak akan menyentuh kamu tanpa izin gi, aku hanya tidak bisa tanpa kamu gia, aku tidak bisa," ucap kemal dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ya tuhan, benarkah ini, kak kemal menangis gara-gara aku?,"gumam gia dalam hati.
"Gia jawablah, aku mohon gi," tanya kemal lagi sekarang gia bisa melihat air mata kemal mulai turun ke pipi nya.
Gia pun mengusap air mata kemal dengan lembut. "Gia maafin kak kemal ko, kak kemal maafin gia juga yaa udah keterlaluan sama kak kemal, gia yang lebih banyak berdosa sebagai istri,".
"Benarkah sayang?, kamu benar-benar memaafkan ku?, kamu gak salah apapun sama aku sayang, aku yang salah sama kamu," tanya kemal lagi dengan kebahagian yang sangat terlihat dimatanya.
Gia pun mengangguk sambil tersenyum pada kemal, kemal langsung menarik gia dalam pelukannya, sangat erat kemal memeluk gia. "Makasih sayang, makasih aku janji, gak akan ngulangin lagi kesalahan seperti itu,"
"Gi,,boleh aku cium kamu?," tanya kemal setelah sesi pelukan mereka yang panjang.
__ADS_1
"Hahh...!!!," gia terkejut mendengar pertanyaan kemal, tapi gia ingat tadi kemal bilang sekarang dia tidak akan menyentuh gia tanpa izin.
"Haduuhh,,apa sih kak kemal ini, kalau begini malah aku kan yang malu harus jawab apa, kalau mau cium kenapa gak cium ajah, orang dia udah ngelakuin semuanya sama aku, sekarang malah izin-izin segala," gumam gia dalam hati.