Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Cemburu lagi


__ADS_3

"Sore neng gia, mau pesan apa hari ini?," tanya bu lilis pemilik toko langganan gia itu.


"Yang seperti biasa ajah yah bu tapi gia mau empat yaa," jawab gia dengan tersenyum ramah pada bu lilis seperti biasanya.


"Siap, ibu siapkan dulu yaa neng,"


Didalam toko setiap orang memandangi gia dan kemal, terlebih kemal karena memang disana sedang ramai dengan pengunjung wanita berbagai usia.


"Neng ditunggu sebentar ga apa-apa soalnya masih ada yang baru diangkat dari oven kuenya, gak akan lama ko," terang bu lilis pada gia.


Gia pun segera menoleh pada kemal, seakan menanyakan apa kemal bersedia menunggu, soalnya kalau gia pasti bisa karena dia sudah biasa nunggu kalau misal kuenya masih di oven, tapi kali ini gia takut kemal sedang sibuk.


"Ga apa-apa sayang, aku ga sibuk ko," kemal seakan mengerti maksud pandangan gia.


"Ga apa-apa bu, gia tunggu," setelah mendengar jawaban dari kemal gia pun segera memberitahu bu lilis kalau dia akan menunggu.


"Ok neng gia, tapi ngomong-ngomong ini siapanya yaa?, ko ganteng amat neng, ngeliatnya jadi gimana gitu," ucap bu lilis sambil tersenyum-senyum pada kemal.


"Iyah siapa nya ini mba?, boleh kenalan gak?," tanya pelanggan lain.


Sekarang gia dan kemal merasa di kelilingi oleh pelanggan-pelanggan toko kue itu.


"In..ini," gia bingung harus menjawab apa.


"Pacarnya bukan mba, kalau bukan boleh dong kenalan," kata pelanggan yang lainnya.


"Pasti pacarnya yaa neng gia?, ganteng banget sih neng,"


Entah kenapa ingin rasanya gia menjawab kemal adalah suaminya, seperti dulu dia selalu mengatakan dengan bangga kalau kemal suaminya, tapi kali ini gia tidak bisa, selain karena dia masih marah pada kemal, gia pun masih memakai seragam sekolahnya, apa kata orang nantinya.


"Saya masih mengejar gia nyonya, tapi gia masih belum mau menerima cinta saya," Jawab kemal.


"Oohhhh, ya ampun neng gia, yang kaya begini jangan lama-lama digantungin nanti keburu disamber orang loh," ucap bu lilis


"Iyah bener, kalau mba nya gak mau kita-kita juga mau bener ga ?,"


"Iyah iyah bener,"


Semuanya saling berbicara berebut kemal di hadapan gia, ingin sekali rasanya gia menjerit dan memarahi mereka semua, kalau yang mereka ributkan itu adalah suaminya.

__ADS_1


"Kenapa aku ini, ternyata aku masih sangat kesal dengan situasi seperti ini, apa aku memang sangat cemburu," pikiran gia terus menerka-nerka isi hatinya itu.


"Iyah mas, sama saya ajah gimana?," semuanya berebut berbicara seperti itu pada kemal.


"Maaf nona-nona saya cuma menginginkan gia untuk jadi istri saya, bukan yang lain," jawab tegas kemal


Ada sedikit perasaan senang dihati gia mendengar jawaban kemal, tapi gia sangat gengsi kalau harus menunjukkan nya, "Bu lilis apa pesanan gia sudah jadi?," gia sudah ga sabar ingin pergi dari toko itu, takutnya gia tidak bisa lagi menahan kekesalannya disana.


"Sudah non, ini sudah dibungkus jadi empat yaa,"


"Iyah bu," gia pun segera menyodorkan kartu debitnya untuk membayar tapi kemal segera menarik lengan gia, "ini bu, pakai punya saya ajah,"


"Tapi kak, gausah ini pake punya gia ajah," tolak gia.


"Enggak pakai punyaku," jawab tegas kemal membuat gia tidak mau berdebat lagi.


"Wah-wahh lihat kartunya ajah warna hitam begitu, emang bener-bener keren ini cowok," kembali para pengunjung itu membicarakan kemal.


Setelah selesai membayar gia bergegas keluar setengah berlari karena sudah jengah dengan orang-orang itu.


Didalam mobil gia kembali diam tidak berbicara apapun pada kemal. "Gi dulu kamu pasti cemburu dan marah kalau ada wanita lain menggodaku seperti itu, apa sekarang kamu masih cemburu?,"tanya kemal dalam hatinya yang tidak bisa menebak ekspresi istrinya itu.


"Makasih kak udah anter jemput gia hari ini, ini gia titip untuk nora, nora juga suka cake ini, dan ini satu lagi untuk kak kemal di kantor karena udah anter gia beli cakenya," ucap gia dengan memberikan dua kota cake nya pada kemal.


"Iyah, kalau gak mau ya gausah untuk nora ajah dua-duanya," jawab gia ketus kembali pada kemal.


"Aku mau sayang, akan aku makan nanti dikantor,"


"Yaudah gia turun dulu,"


"Hati-hati dirumah sayang, kalau ada apa-apa kamu telpon aku,"


Gia tidak menjawab kemal gia bergegas turun dan masuk kerumahnya.


"Mmmhhh cake coklat ini memang paling enak," ucap gia, berbicara sendiri sambil menikmati cake coklat favoritnya itu.


"Tapi tadi disana apa aku masih sangat cemburu soal kak kemal?, kalau aku sangat cemburu seperti itu berarti aku masih sayang dong sama kak kemal," gia terus nyerocos sendiri memikirkan kejadian tadi.


"Ya ampun,,,aku sangat bingung, kenapa aku jadi melemah gini sama kak kemal, baru ajah ketemu lagi sehari sudah seperti ini, apa karena aku terlalu cinta sama kak kemal kali yaa,"

__ADS_1


"Akkkhhhh sudah-sudah gia kamu jangan bucin gitu ahh, kamu harus jual mahal sedikit, masa begitu ajah udah langsung mleyot," ucap gia pada dirinya sendiri.


Di kantor kemal sedang menyelesaikan pekerjaan nya yang sudah menumpuk lagi, padahal tadi sebelum menjemput gia sudah tidak ada pekerjaan lagi, tapi kemal teringat cake dari gia, kemal belum sempat memakannya, dia pun menghentikan pekerjaan nya dan membuka cake dari gia.


"Ternyata ini makanan favorit kamu sayang, mmhh enak juga," ucap kemal sambil memakan cake itu.


Tak terasa kemal memakan habis semua cake nya, "ya ampun apa karena ini kesukaan gia, aku juga jadi suka, padahal biasanya aku tidak terlalu suka makanan manis begini," gumam kemal.


"Owhh cake nya satu lagi dimobil untuk si bocah tengik, yasudah aku antar dulu kesana deh, kalau titip papah pasti papah sudah pulang, ini sudah malam,". Pikir kemal yang teringat titipan gia untuk adiknya nora.


"Malam mah pah," sapa kemal begitu sampai dirumahnya, kebetulan daud alice dan nora sedang makan malam, kemal pun langsung duduk di meja makan.


Daud dan alice yang melihat perubahan kemal hanya saling pandang dan tersenyum


"Malam sayang, apa kamu sudah makan?, ayo makan bareng sayang?," ajak alice pada anak sulungnya itu.


"Engga mah, kemal sudah kenyang tadi gia ngasih kemal cake, owhh iyah ini ada satu lagi, gia titip buat kamu bocah tengik," ucap kemal membuat papah dan mamahnya heran.


"Wahhh makasih yaa kak, udah jauh-jauh kesini nganterin cake nya,"


"Heii, sebentar kamu tadi bilang apa kue dari gia?," tanya alice


"Owhh iyah mamah gak tau yaa sekarang ada yang beralih profesi jadi sopir pribadi,"


"Apa maksud kamu sayang?," tanya alice kembali.


"Tuh tanya sama anak mamah itu,"


"Ini mah kemal sekarang jadi sopirnya gia, anter jemput gia kesekolah, itu kue nya tadi sekalian pulang kemal beli sama gia,"


"Kamu jadi sopir gia? Emang gia nya mau, apa kalian udah baikan?, terus danny kemana memangnya?," cerocos alice pada anaknya itu.


"Mah tanyanya satu-satu dong, kasian kemal jawabnya harus yang mana dulu," timpal daud yang ikutan bingung mendengar istrinya yang terus mengintrogasi putera sulungnya itu.


"Gini mah kemal diminta danny untuk anter jemput gia kesekolah selama danny pergi ke italy, asalnya gia marah dan gak mau, tapi danny yang memaksa gia, akhirnya gia mengalah dan mau kemal anter jemput," jelas kemal pada ibunya.


"Terus sikap gia sama kamu gimana sekarang sayang?,"


"Masih sama mah, cuma engga seperti dulu, mamah doain kemal yaa, semoga cepet-cepet gia maafin kemal,"

__ADS_1


"Syukurlah kalau hubungan kalian agak membaik, setidaknya mamah gak akan lihat orang frustasi lagi dirumah ini," celoteh alice menyindir anaknya.


Nora dan daud yang mendengar ucapan alice itu langsung tertawa terbahak-terbahak, kemal jadi malu dibuatnya.


__ADS_2