Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Pertemuan


__ADS_3

Nora yang melihat keadaan gia seperti itu karena kakaknya, meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk menginap menemani gia, daud dan alice pun mengijinkan nora menginap di rumah gia.


"Gi, kamu makan dulu yaa, nanti sakit," ajak nora. "Enggak nor aku gak apa-apa,". "Jangan gituh dong gi, ayolah," paksa nora sambil menarik tangan gia. "Awww sakit nor," teriak gia. "Sakit, kenapa sakit aku kan megang tangan kamu biasa ajah," nora mengerutkan dahi nya, heran kenapa gia mengeluh sakit waktu nora menarik tangannya, "ahh engga ga apa-apa aku cuma keseleo ajah kemarin jadi sakit sedikit," elak gia.


Nora yang sudah sangat mengenal gia, tidak percaya begitu saja, nora segera mendekati gia, menarik paksa tangan gia dan membuka jaket oversize yang gia kenakan, terlihatlah oleh nora lebam-lebam ditangan gia, "ya tuhan gi, apa ini ulah kakakku gi?," tanya nora dengan berderai air mata, tak tahan melihat keadaan sahabatnya yang tangannya penuh dengan lebam berwaran ungu, sekencang apa kemal memegang tangan gia, sampai bisa seperti ini.


"Aku ga apa-apa nor, ini hanya lebam biasa,". "Engga gi, aku harus laporin kak kemal ke papah biar dia tau rasa,". "Jangan nor jangan papah sangat keras, nanti kak kemal bakalan dihukum berat, aku mohon jangan nor, sudahlah aku akan melupakan semuanya ini, bagaimana pun kak kemal sudah sangat membantu aku dan ayahku nor, biarlah kita berpisah secara baik-baik," mohon gia pada nora.


"Tapi ini sudah keterlaluan gi,". "Kumohon sudahlah nor, aku mohon,". "Baiklah tapi kamu janji mulai sekarang kamu makan, jangan lagi sedih gara-gara kak kemal,". "Iyah pasti nor, ayo kita makan," ajak gia.


Kemal yang sangat terpuruk pulang ke apartement nya, begitu akan naik ke kamarnya kemal melihat kamar gia, dia masuk kamar gia, melihat-lihat di sekitar1 kamar, masih dipenuhi barang-barang istrinya itu, wangi kamarnya pun masih tercium wangi aroma gia, kemal pun memutuskan untuk tidur dikamar itu.


"Sayang maafkan aku, aku sangat merindukanmu," ucap kemal sambil mengenang kenangan indahnya dengan gia.


Waktu sekolah sudah tiba, sekarang gia dan ketiga sahabatnya itu sudah kelas tiga SMA, gia diantarkan ke sekolah oleh danny, sekarang danny bagaikan seorang ayah untuk gia, kemana pun danny pasti menemani gia.


"Gia sekolah dulu yaa kak," . "Iyah hati-hati sayang,". Ucap danny dia pun segera melaju ke kantornya.


Gia memasuki gerbang sekolah dengan jalan gontai, ada rasa sedih di hati gia, selama liburan sekolah kemarin gia mengalami hal buruk, gia yang masuk ke sekolah sekarang sudah gia yang berbeda, tapi gia harus tetap jadi gadis yang kuat demi ayahnya.


Kemal dari jauh memperhatikan gia, tapi dia tidak berani menghampiri gia, takut gia kembali menangis histeris lagi, Melihat gia dari jauh pun sudah cukup rasanya bagi kemal.


Hari-hari tanpa gia benar-benar berat untuk kemal, kemal yang sekarang sangat berantakan tidak ada keinginan mengurus dirinya, dia hanya melamun bahkan makan pun harus selalu diingatkan oleh mamah alice.


"Sayang, apa kamu akan memaafkan ku?," ucap kemal begitu melihat gia.


Dijam pulang sekolah pun kemal terlihat kembali memperhatikan gia pulang sekolah, yang selalu ikut nora dan shani karena kebetulan danny selalu tidak bisa menjemput adik nya di waktu jam pulang sekolah.

__ADS_1


Danny sebenarnya sangat kasihan melihat kondisi kemal, begitu pun papah daud, kemal terlihat sangat terpuruk berpisah dari gia, frustasi seperti bukan kemal yang sebelumnya.


Dirumah danny bertekad akan mencoba mempertemukan kemal dan gia, siapa tau gia bisa sedikit membuka hati lagi untuk kemal. Danny meminta gia pergi ke kantor dengan alasan ada yang harus ditanda tangani, padahal danny ingin mempertemukan kemal dan gia disana.


Gia pun tanpa berpikir panjang menyetujui permintaan kakaknya itu.


Di kantor adiratama, gia sudah tiba bersama danny, gia langsung menuju kantor pemasaran, seperti yang diminta kakaknya.


"Selamat siang nona gia," ucap karyawan pemasaran.


"Selamat siang, mana berkas-berkas yang harus saya periksa,".


"Ini bu, semuanya ada di map ini," gia pun duduk dikursi nya dan memeriksa berkas-berkas itu.


Tanpa sengaja karyawan yang berlalu diluar sedang membicarakan kemal, "hai sudah tau belum kapan pak kemal kesini?,"


"Entahlah dia sering disini kan sekarang bahkan menginap diruangannya tuan adam, pak kemal sekarang sangat berbeda, di seperti tidak terurus yaa hehe,".


"Iyah sih hehe,"


Gia seketika berhenti membaca berkas-berkasnya. "Kak kemal menginap disini, kenapa?, sudahlah aku ga peduli lagi," gumam gia dalam hati.


Selesai mengerjakan pekerjaan nya dibagian pemasaran, gia hendak mengontrol kantornya, gia pun berkeliling disana, ke setiap divisi.


Begitu memasuki lift akan menemui danny di ruang rapat, gia begitu terperangah melihat kemal, benar apa yang di katakan karyawan tadi, kemal sangat berubah.


Gia langsung memalingkan wajahnya, tidak ingin melihat kemal.

__ADS_1


Berbeda dengan kemal yang langsung terlihat bahagia melihat gia, kebetulan di lift hanya mereka berdua, kemal kemudian menekan tombol lift sampai ke rofftop agar dia bisa lebih lama bersama gia. "Apa maksudnya ini pak kemal, biarkan aku turun dulu, aku mau ke ruang rapat, setelah itu terserah anda mau ke lantai berapa,". Ketus gia pada kemal dan langsung ingin menekan lagi tombol lift, tapi kemal dengan cepat memegang tangan gia.


"Gi please beri aku kesempatan memperbaiki semuanya, sayang aku tidak bisa kalau tanpa kamu gi, aku sangat mencintai kamu, sampai kapan pun aku tidak mau berpisah dengan mu sayang, kumohon maafkan aku," pinta kemal sambil berusaha menyentuh tangan gia.


"Jangan menyentuh tanganku, itu membuatku jijik, kenapa tidak bisa berpisah dengan gia? Apa karena kak kemal sudah berhasil membuktikan kalau gia masih perawan, tidak seperti tuduhan kak kemal hah?, kalau waktu itu gia tidak perawan mungkin kak kemal yang akan menceraikan gia, begitu kan?,"


"Engga begitu sayang aku minta maaf,"


"Sudahlah kak, cukup, jangan membuat gia semakin benci kak kemal,". Seru gia setengah berteriak dan pintu lift pun terbuka danny melihat sikap gia pada kemal.


"Gia cukup, jaga sikap kamu gi, kemal masih suami kamu, ayah akan sedih melihat sikap kamu seperti itu," ucap danny pada gia. Gia pun keluar lift sambil menundukan wajahnya dan pergi meninggalkan danny dan kemal.


"Ga apa-apa dan, gia berhak bersikap seperti itu padaku, bahkan lebih pun gia berhak, aku memang salah sama gia,".


"Engga, gia sudah keterlaluan, maafkan adikku kemal, aku akan menasehatinya nanti," ucap danny sambil menepuk pundak kemal.


Didalam mobil perjalanan pulang, gia terus diam tidak berbicara pada danny, dipikirannya gia selalu terbayang kemal, benar kemal sudah berubah kenapa kak kemal berantakan seperti itu dan terlihat sedikit kurusan, apa iyah ini karena dirinya.


"Gi, lain kali kamu jangan bersikap begitu pada suami mu, itu ga baik,". Ucap danny pada gia.


"Tapi kak kemal itu selalu memaksakan kehendaknya kak, gia mau berpisah tapi dia bilang sampai kapan pun gak akan mau berpisah dengan gia, dan memang sampai sekarang kak kemal belum juga menandatangani berkas-berkas perceraian itu kak,".


"Sudahlah sayang, jangan selalu membicarakan perceraian, kamu pikirkanlah dulu baik-baik, apa memang itu yang kamu inginkan, kakak tau kesalahhan kemal fatal, tapi lihatlah dia sekarang, aku seperti tidak mengenal kemal adnan lagi,".


"Kenapa kakak malah mendukung kak kemal?,".


"Bukan nya kakak mendukung kemal sayang, kakak akan selalu mendukung kamu, tapi sebagai kakak pasti aku ingin yang terbaik untuk adikku, kemal adalah pilihan ayah, kakak juga yakin dia adalah yang terbaik untuk kamu gi, buktinya saja sekarang meskipun dia tampak tidak bersemangat, tapi dia tetap dengan baik menjalankan tugas yang diberikan ayah di perusahaan,"

__ADS_1


"Kakak memang tidak tau percis apa yang sudah kalian alami malam itu di paris, tapi cobalah kamu pikirkan lagi, apa itu bisa kamu maafkan atau tidak, atau kamu bisa kan membuat kemal untuk tidak mengulanginya lagi,".


Mendengar semua nasihat kakaknya gia kembali merenung," kejadian malam itu di paris, sebenarnya aku bisa memaafkan kak kemal, dia hanya mengambil haknya sebagai suami, tapi alasannya yang tidak bisa aku maafkan, kak kemal meragukan kesucianku, dan dia melakukan itu hanya untuk pembuktian, itu yang aku tidak bisa maafkan, seandainya kak kemal meminta baik-baik aku pun pasti akan memberikan hak nya, tapi kak kemal.. ahh sudahlah aku tidak mau memikirkan orang itu lagi," gumam gia dalam hati.


__ADS_2