Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Pengintip


__ADS_3

Gia pun langsung menceburkan diri ke kolam, berenang dengan asiknya sampai-sampai dia tidak melihat sepasang mata yang sedari tadi terperangah melihat adegan yang sungguh membuat nya merasakan sesuatu yang hebat di dalam dirinya, iyah sedari tadi kemal melihat dari awal adegan eksotis gia.


~satu jam yang lalu~


"Sayang, maafkan aku, sepertinya hari ini aku ga bisa jemput kamu pulang sekolah, aku ada meeting mendadak di kantor papah, kamu pulang minta diantar ghani ya sayang,"


Begitulah pesan dari kemal pada gia, disela-sela meeting nya.


Begitu selesai meeting di kantor papahnya, kemal bergegas menyiapkan berkas-berkas untuk ke perusahaan Adiratama.


"Kemal, kamu mau kemana nak?," tanya daud yang melihat anaknya begitu terburu-buru saat tak sengaja berjumpa begitu keluar dari lift.


"Kemal mau meeting di Adiratama pah, cuma ada softfile yang tertinggal dirumah, jadi kemal harus ambil dulu, makanya kemal buru-buru,"


"Owhh, apa meeting dengan klien?,"


"Bukan pa, hanya meeting dengan bagian pemasaran,"


"Apa papah bisa ngobrol sebentar,"


"Bisa pah, soal apa pah?, apa soal tender tadi?,"


"Bukan nak, ini masalah pribadi bukan pekerjaan,"


"Owhh ok pah,"


Kemal pun kembali keruangan papah nya, karena daud ingin membicarakan sesuatu dengannya, setelah itu kemal pun bergegas pulang untuk mengambil softfile bahan meeting sekarang.


Begituh sampai dirumah kemal segera menuju ke kamarnya, dan mengambil sebuah flashdisk berisi softfile untuknya meeting.


Setelah itu dia segera akan keluar kamarnya, tapi begitu melewati jendela yang lurus ke balcon kamarnya, kemal seperti melihat gia.


"Gia, dia sudah pulang, mau apa dia membuka cardigan dan ikatan rambutnya?,"


Adegan selanjutnya yang dilakukan gia membuat kemal tercengang dan merasakan sesuatu yang luar biasa di tubuhnya.


"Ya tuhan cobaan apa ini?, gadis itu..." kemal sudah kehilangan kata-kata, yang dia bisa lakukan hanya melihat dan menikmati pemandangan indah didepan matanya.


"Bukankah, waktu itu mamah bilang gia belum lama ulang tahun ke 16, tapi kenapa tubuhnya bisa seperti itu,"


"Sungguh luar biasa indah kamu gia, tubuh mu pun sungguh sexy, "


"Apa yang aku lakukan, aku seperti pengintip saja, tapi yang aku intip kan istriku, hal ini gak salah sepertinya, aku bahkan halal melakukan hal-hal lebih pada gia," pikiran kemal terus bergelut sambil tak hentinya ia menelan salivanya melihat gia.


Tak lama gia pun naik dari kolam dan menuju kamar nya, begitu pun kemal yang segera menuju kamar mandi.


"Ya tuhan aku harus mandi air dingin, sampai otak dan tubuhku ini jernih kembali, sungguh berat menahan semuanya ini, entah sampai kapan gia mau menerimaku,"


Setelah selesai semua ritual nya dikamar mandi, kemal segera menelpon sekertaris nya di Adiratama.


"Halo lea, tolong kamu batalkan meeting sekarang yaa, maksudku diundur jadi besok pagi, aku kurang sehat,"


Pada akhirnya kemal harus membatalkan meetingnya, dia merasa sudah tidak bisa konsentrasi lagi karena gia.


Walaupun tubuhnya sudah sedikit terkendali, tapi bayang-bayang adegan gia dari awal sampai akhir tadi masih terus memenuhi pikiran kemal, apalagi bila dia memejamkan mata.


-------------


Gia yang sudah membersihkan diri dan sebagainya, sekarang terlihat sedang meyiapkan makan malam di dapur dan gia masih belum tau kalau kemal sudah ada dirumah.


"Aaaaaaaaa....."


Jerit gia, karena kaget ada yang memeluknya dari belakang sedang yang gia tau dia hanya sendiri dirumah.


"Kenapa menjerit sayang, telingaku sampai sakit,"


"Kak kemal, kapan pulang?," bikin kaget ajah, gia tau nya sendirian dirumah, makanya gia bener-bener kaget, kok kak kemal udah pulang, tadi katanya mau meeting,"


"Belum lama, barusan pulang karena sedikit ga enak badan jadi meetingnya dicancel besok," jawab kemal berbohong pada istri kecil nya karena takut ketahuan dia dari tadi mengintip gia.


"Ya ampun, kakak sakit apa, demam atau gak enak badan?, Apa nya yang kerasa ga enak kak?, " cerocos gia sambil menyentuh wajah dan tubuh kemal.


"Kamu yang buat aku ga enak badan gia, dan sekarang malah sentuh sana-sini, membuatku semakin stress," gerutu kemal dalam hati.


"Ga apa-apa ko, nanti aku istirahat cepet juga baikan lagi,"


"Yaudah gia siapin makan dulu yaa, kak kemal tunggu ajah dikamar, biar bisa tiduran, nanti gia antrin makan nya ke kamar ya kak," ucap gia sambil mengelus dada kemal dan memapahnya ke kamar.


Di kamar kemal gia masih memapah tubuh kemal dan membantunya untuk membaringkan badan di tempat tidur.

__ADS_1


Kemal yang semakin stress menahan hasrat nya hanya bisa diam, terlebih begitu melihat gia, hanya kejadian tadi yang dia bayangkan, padahal gia sekarang memakai piyama panjang tapi entah kenapa dimata kemal hanya ada gia yang tadi di kolam renang.


"Istirahat yaa kak, gia bikinin makan nya dulu nanti gia kesini lagi," ucap gia sambil memakaikan selimut pada kemal lalu mengelus refleks wajah kemal.


"Aku udah tidak tahan lagi gi," seru kemal sambil dengan cepat menarik gia ke pelukannya dan menggulingkan nya di tempat tidur sampai gia sekarang berada di bawah kukungan nya,"


"Kak...kak kemal kenapa, apanya yang ga tahan, gia telpon dokter sekarang ya kak," gia mulai panik dengan sikap kemal, gia pikir kemal sedang betul-betul merasakan sakit yang sudah tak tertahankan.


Gia pun hendak melepaskan diri untuk menelpon dokter, tapi kemal tidak melepaskan.


"Tidak usah gi, yang bisa nyembuhin cuma kamu," ucap kemal dengan tatapan lemah penuh damba.


"Benarkah, gia harus apa kak?,"


"Apa mau gia pij...mmppphhhh..," belum selesai gia menawarkan pijatan, kemal sudah membungkam bibir gia dengan ciuman.


Gia terus memukul-mukul dada kemal, karena gia sudah kehabisan nafas nya dengan ulah kemal itu tapi tubuh tegap kemal seakan tidak terpengaruh oleh pukulan gia, gia pun mencubit lengan kemal sekuat tenaganya agar kemal melepaskan ciumannya.


"Awwhhhhhh,..." ringis kemal yang merintih kesakitan akibat cubitan gia.


Akhirnya kemal pun melepaskan ciumannya.


"Sayang itu sangat sakit,"


"Rasain,..gia ga bisa bernafas kak, kak kemal mau bunuh gia,"


Gia pun mendorong tubuh kemal agar dia bisa turun dari tempat tidur itu tapi ketika gia hendak turun, gia sangat kaget dengan kancing piyamanya yang ternyata sudah terbuka.


"Aaaaaaaaaaa....," jerit gia, dia baru ingat ketika mencium nya tadi kemal sempat meraba-raba tubuhnya dan lalu tanpa gia sadari kemal membuka kancing piyamanya.


"Kak kemalllllllllll,,,"


"Dasarrrrr mesummmmmmmmm,"


Teriak gia sambil memukul-mukul dada kemal.


"Iyahhh...iyah..maaf sayang,maaf yaa.." ucap kemal tapi matanya melotot ketika melihat ternyata gia belum mengancingkan bajunya, jadi terpampang jelas tubuh bagian atas gia yang hanya menggunakan bra dihadapan kemal.


Sekali lagi kemal dibuat frustasi oleh gia, dia menelan salivanya, "Ternyata memang sesexy itu kalau dilihat dari dekat, dan memang lebih indah kalau dilihat dari dekat," pikiran kemal terus melayang-layang melihat gia, sampai akhirnya gia sadar dengan arah mata kemal, dan lagi ternyata hampir sajah kemal menyentuh aset pribadinya itu, jika gia belum sadar juga.


"Kak kemallllllllllllllll..." gia segera turun dari tempat tidur kemal, menutup dada nya, dan lari ke kamar nya karena kesal dengan kemal.


"ishhhh mengesalkan sekali kak kemal itu, kenapa dia sangat-sangat mesum, selalu saja cari-cari kesempatan," gerutu gia didalam kamarnya.


Kemal sadar sudah dua jam gia terus di dalam kamar, dari tadi kemal menunggu gia keluar tapi gia tidak juga mau keluar dari kamarnya.


"Sayang, kamu masih marah?, maafkan aku sayang, aku khilaf tadi, sayang maaf kan aku,"


Bujuk kemal dibalik pintu kamar gia.


Gia tidak mau menyahut ucapan kemal itu, gia ga mau membuka pintunya.


"Sayang, please aku mohon gi, maafkan aku ya,"


"Gi, aku kan sedang tidak enak badan, terus sekarang aku sangat lapar, karena sebenarnya tadi siang aku lupa makan siang, mungkin jadinya perutku sedikit sakit sekarang," ucap kemal dengan nada memelas, berharap gia kasihan dan membuka pintu untuknya.


Rencana kemal berhasil mendengar kemal berbicara seperti itu gia pun merasa kasihan mendengarnya, dan segera membuka pintu.


"Kenapa sampai ga makan siang?, emang sama sekali ga ada waktu untuk makan, kak kemal ini bukan anak kecil, harusnya nyempetin makan dong kak, dimana yang sakit perutnya?,"


Kemal tersenyum melihat gia, ternyata istrinya itu sangat mengkhawatirkan nya.


"Kenapa senyum-senyum, tunggu di sofa sana, gia siapin makanannya dulu," ujar gia masih dengan nada ketus tapi sangat perhatian.


Gia pun segera memasak dengan cepat, karena khawatir pada kemal, walaupun hatinya masih kesal.


"Ini kak, ayo dimakan,"


"Iyah, makasih yaa sayang," kemal pun segera memakan makanannya, karena kemal memang tidak sepenuhnya berbohong kali ini, dia memang tidak sempat makan siang tadi, hanya saja tidak sampai juga perutnya sakit.


Ketika gia sedang membereskan bekas makan malam mereka, handphone gia berbunyi, kebetulan handphone nya berada didepan kemal.


"Sayang handphone mu bunyi,'


"Owhh iyah, sebentar,"


Karena pekerjaan nya kebetulan sudah selesai, gia bergegas mengangkat telpon nya.


"Halo, iyah nor, ga ada apa-apa kok, aku cuma mau minta tolong bawakan aku baju renang ya nor besok kan ada kelas renang, aku lupa membelinya kemarin,"

__ADS_1


Kemal langsung melotot mendengar ucapan gia, "Enak saja mau berenang di sekolah maksudnya?, dengan tubuh nya yang seperti itu, mana rela aku membiarkan orang lain melihatnya, apalagi bocah lelaki brengsek itu," gerutu kemal lalu segera dia mengambil handphone nya.


"Halo, iya saya kemal adnan, saya mau meminta untuk siswa bernama Gia kelas dua iyah, Gia Daniella Adiratama, dia jangan diberikan kelas berenang mulai saat ini sampai dia keluar sekolah,"


"Iyah, ok, bagus, terimakasih," kemal pun menyudahi telpon nya.


"Mulai besok kamu tidak akan ada kelas bereng gia, awas saja kalau kamu berenang dan memakai pakaian renang disekolah,"


"Tapi kenapa kak?, nanti nilai ku bagaimana?,"


"Tenang saja, nanti penilaian digantin dengan tugas tertulis,"


"Tapi kak,.."


"Sudah gia tidak ada tapi-tapi, kamu itu milikku gia, aku suamimu, hati mu dan tubuhmu itu juga milikku, cuma aku yang bisa melihatnya, jangan harap laki-laki lain bisa melihat apa yang menjadi milikku,"


Kemal berbicara sangat serius dan tegas pada gia, kemal benar-benar tidak bisa membayangkan, kalau sampai orang lain juga melihat apa yang sudah dia lihat tadi, walaupun pakaian renang sekolah memang tidak terbuka, tapi tubuh indah dan sexy istrinya itu tetap hanya milik nya.


Gia pun tidak bisa berkata lagi, selain menerimanya, memang suaminya itu posesif sekali, tapi jauh didalam hati gia, sebenarnya gia senang dengan sikap kemal, berarti kemal benar-benar menganggap gia berharga.


🌅🌅🌅


"Ingat sayang kamu tidak boleh mengikuti kelas berenang, awas kalau sampai kamu diam-diam ikut berenang,"


"Iyah kak, kalau gia bilang enggak, yaa enggak, gia ga akan bohong," Jawab gia yang entah sudah berapa kali kemal mengingatkan padanya, padahal kemal bilang mau segera pergi ke kantor Adiratama untuk meeting yang diundur kemarin.


"Bagus kalau begitu, kamu berangkat sama ghani, tadi aku sudah telpon ghani untuk menjemput kemari,"


Gia dan kemal pun turun ke lobi apartement nya bersama-sama, Kemal menemani gia sampai ghani dan nora datang.


Tak lama mobil ghani pun terparkir didepan mereka, "Kak, gia berangkat dulu yaa," pamit gia pada kemal sambil mencium tangan kemal seperti biasa.


"Iyah sayang, ingat pesanku tadi yaa," kemal tak bosan-bosannya mengingatkan gia, kalau gia tidak boleh berenang.


"Iyah kak, aku ingat" jawab gia sambil cemberut kesal.


Dengan gemas kemal pun mencium pipi istrinya itu.


"Kak kemal ikhhh,,," seru gia sambil mencubit lengan kemal, sekarang gia sangat malu untuk berbalik melihat nora dan ghani.


"Aduhhh..duhhh sakit sayang, kamu cubitnya kenceng banget sayang," ringis kemal.


"Rasain..udah gia berangkat dulu," gia segera naik ke mobil ghani.


Nora yang duduk di depan dengan ghani dari tadi cengengesan terus melihat gia.


"Mesra-mesraan terus didepan umum nihh,,pengantin baru,"


"Apa nya yang mesra-mesraan, kakak kamu itu sangat menyebalkan," gerutu gia sambil cemberut, masih kesal dengan kemal.


"Tapi cinta kan,.."


"Noraaaa..."


"Iyah deh iyah,.. nih baju renang nya," ucap nora sambil memberikan paperbag kepada gia.


"Gausah nor ga jadi, aku ga akan ikutan kelas renang lagi mulai sekarang,"


"Loh, kenapa ?,"


"Yahhh gara-gara kakak kamu itu, dia gak ngijinin aku buat berenang di sekolah,"


"Kenapa?, terus sampai kapan, terus nilai kamu gimana?,"


"Sampai aku keluar sekolah dan nilai aku nanti diganti dengan test tertulis,"


"Unchhhhhh,,posesif nya kakak ku itu," ejek nora.


"Terus gimana kak kemal bisa tau, kalau ada kelas renang?,"


"Karena semalam pas aku nelpon kamu, kak kemal denger,"


"Hahahha,,. Nasib-nasib, yang sabar yaa gi, punya suami seposesif itu,"


"Jangan banyak ketawa nor, nanti kita senasib tau rasa kamu,"


"Hahahha,," nora hanya menanggapi dengan tertawa kata-kata gia, sedangkan ghani dari tadi hanya diam dalam lamunannya.


"Ternyata, kakak secinta itu sama gia,"

__ADS_1


__ADS_2