Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Insting seorang istri


__ADS_3

Kemal memapah gia turun ke ruang keluarga disana sedang berkumpul seluruh anggota keluarga daud, dan terlihat oleh gia dokter sarah pun masih disana sedang mengobrol dengan papah daud yang kedengarannya sedang menanyakan kondisi gia.


“Gia, kenapa kamu turun sayang?, emang kamu udah baikan?,” ucap danny yang dengan segera menghampiri gia.


“Gia udah baik ko kak, gia bosen di kamar terus,”jawab gia.


“Dokter sarah masih disini, “ sapa gia


“Iyah sayang, papah sedang menanyakan keadaan kamu dan cucu papah sama dokter sarah,” ucap daud pada menantu kecilnya itu, lalu papah daud pun menghampiri gia seperti danny.


“Yasudah aku mau cari pak asim dulu yaa sayang, kamu duduk ajah dulu disini,”ujar kemal sambil mengelus kepala sang istri.


Gia pun mengangguk dan segera duduk dibantu danny dan papah daud mertuanya.


“Pah, kak, gia gak kenapa-kenapa ko, papah sama kak danny bikin gia ngerasa kaya ibu yang udah hamil tua,” ucap gia sambil tersenyum, karena perlakuan ayah mertua dan kakaknya itu.


“Sayang papah Cuma takut menantu papah yang cantik ini masih pusing,” ucap daud lalu mengusap kepala gia.


“Gia udah gak apa-apa kok pah, gia udah sehat, kalau semuanya pada gini, nanti gia jadi ibu hamil yang manja,” ucap gia.


“Ga apa-apa yang penting kalian berdua sehat,” ucap papah daud lagi.


“Ada apa kamu mencari pak asim nak?,” tanya alice pada kemal


“Kemal mau minta pak asim membelikan resep obat ini mah,”jawab kemal.


“Tapi pak asim nya libur sekarang sayang,”


“Oh yasudah biar kemal ajah yang menebus resepnya,” lanjut kemal.


“Biar ghani ajah yang tebus resepnya kak, sekalian ghani disuruh mamah nganterin kak sarah pulang,” ucap ghani


“Oh, syukurlah kalau gitu, kakak minta tolong ya ghan,” ucap kemal lalu memberikan resep ditangannya pada ghani.


“Iyah kak, oh iyah gi apa kamu mau pesan sesuatu ?,” tanya ghani pada gia.


“Aku mau kak, tolong beliin cake coklat yang biasa aku sama gia beli yaa kak, kak ghani kan tau tempatnya,” seru nora dengan semangat.


“Hehh aku kan tanya gia bukan kamu bocah,”


Gia yang takut suaminya berpikir macam-macam pun melihat dulu ke arah kemal sebelum menjawab pertanyaan ghani, kemal pun menganggukkan kepalanya, barulah gia berani untuk menjawab ghani.


“Gak apa-apa kak, gia juga mau cake coklat yang nora pesan,” ucap gia pada ghani.

__ADS_1


“Ok aku akan belikan,” ucap ghani pada gia.


“Makasih yaa kak ghani,”


Ghani pun mengangguk sambil tersenyum pada gia.


“Tuh kan, giliran gia langsung iyah, giliran aku engga, kak ghani dari dulu selalu pilih kasih,” ujar nora.


“Sudah-sudah, kapan kakak kamu berangkatnya kalau gitu, sudah sana ghan jangan dengerin adik kamu,” ucap mamah alice.


Sarah pun segera berpamitan dengan semua anggota keluarga daud, tak terkecuali dengan kemal, lagi-lagi gia melihat tatapan dokter sarah yang terasa aneh, sedari tadi gia memang sudah melihat sejak dia turun dengan kemal ke lantai bawah sarah sudah menatapnya dengan aneh walaupun diwajahnya dia tersenyum.


“Nora daripada protes terus ayo bantu mamah buat nyiapin makan malam,” ucap alice setelah sarah dan ghani pergi.


“Ikhh mamah enggak ah, nora mau nyelesein drama yang lagi nora tonton, masih banyak nih, ayo gi temenin aku nonton,” ucap nora pada gia.


“Enggak ah nor, aku mau bantuin mamah dulu,” ucap gia


“ikhh kamu mah gak seru gi,”


“Kamu yang gak seru sudah sana, bikin mamah kesel ajah,” seru alice.


“Gia sayang, kamu istirahat ajah gak usah bantuin mamah di dapur,”


“Enggak kak, gia ga apa-apa kok, gia mau bantuin mamah ajah,”


“Yasudah kalau gitu, biarin gia melakukan kegiatan yang gia mau, kamu dan danny ikut papah ajah ke taman, kita mengobrol hal-hal yanh harus diurus nanti,” ujar daud


“Ok pah,”


Kemal daud dan danny pun pergi ke taman dan mengobrol disana.


Gia dan alice sedang sibuk didapur untuk menyiapkan makan malam, sambil sesekali mereka mengobrol, alice dengan tidak bosannya memberikan pemahaman seputar kehamilan kepada gia, karena alice sadar menantunya ini masih dibawah umur untuk hamil.


“Mah boleh gia tanya sesuatu?,” tanya gia di sela-sela obrolan mereka.


“Boleh dong sayang, mau tanya apa?,”


“Mah, apa dokter sarah pernah ada hubungannya dengan kak kemal?,” tanya gia ragu-ragu.


“Hubungan?, enggak ada sayang, memang nya kenapa nak?,” tanya alice.


“Gia ngerasa dari cara dokter sarah ngeliat kak kemal, agak aneh ajah mah, atau mungkin itu cuma perasaan gia ajah yah mah?, tapi entahlah gia merasa ada yang aneh mah,” ucap gia lagi.

__ADS_1


“Insting seorang istri memang gak pernah salah sayang,” ucap alice sambil mengelus kepala menantunya itu.


“Maksud mamah?,”


“Kamu janji gak akan terlalu memikirkan hal ini yaa sayang, mamah gak mau sampai hal seperti ini mempengaruhi pikiran dan perasaan kamu yang sedang hamil muda,” ucap alice.


“Iyah mah gia janji,”


“Sayang, dulu itu keluarga papah yahh seperti yang kamu tau, keluarga papah itu hobby sekali jodoh menjodohkan anak-anaknya, tak terkecuali ayah dan ibu dari sarah, sejak sarah masih duduk dibangku smp kedua orang tua sarah sudah meminta papah untuk menjodohkan kemal dan sarah,” ujar alice.


Deghhh’!! Hati gia seakan dijatuhkan dari atas gedung sampai lantai dasar mendengar penjelasan ibu mertuanya itu, pantas saja tadi gia merasakan sesuatu dari sarah.


“Apa kak kemal tau soal ini mah?,” tanya gia.


“Enggak sayang, kemal gak pernah tau soal ini, karena mamah sama papah langsung menolak mereka waktu itu,” ucap alice lagi.


“Kenapa mamah sama papah langsung menolak mereka mah?,”


“Karena kami tahu bagaimana kemal, dia anak yang keras kepala, kesuksesan karir adalah segalanya bagi kemal, gak akan mungkin kemal mau dijodohkan, terlebih lagi kemal selalu tinggal di luar negri,”


“Papah juga mau kemal mampu memimpin perusahaan nantinya, jadi papah kalian pun sangat tidak menyetujui rencana itu, tapi dulu kedua orang tua sarah tidak pernah menyerah mereka terus saja membicarakan perjodohan kemal dan sarah disetiap kesempatan,” lanjut alice


“Apa kak kemal sama dokter sarah pernah bertemu mah?,”tanya gia lagi.


“Mungkin sewaktu kecil pernah, tapi setelah dewasa mamah rasa tidak pernah, hanya saja kemal itu selalu jadi kebanggaan dikeluarga papah, karena kemal yang sudah sukses di usia muda, mungkin mereka selalu mencari tau tentang suami kamu sayang,”tambah alice lagi.


“Apa sekarang mereka masih membicarakan soal perjodohan itu mah?,”


“Entahlah , sepertinya enggak sayang, mamah sama papah juga sudah jarang ikut acara keluarga papah,”


“Apa dokter sarah sudah menikah mah?,”


“Tadi mamah denger sih belum sayang,”


“Bukannya di keluarga papah kata nora umumnya menikah diusia muda yaa mah?,”


“Iyah sayang, mereka biasanya menikah muda terutama yang gadisnya, mamah juga tadi sempat mengira kalau sarah itu sudah menikah,”


“Kenapa dokter sarah belum juga menikah?, apa jangan-jangan dia dan kedua orang tua nya masih berharap pada kak kemal,”gumam gia dalam hati.


“Sayang, jangan terlalu dipikirkan yaa, mamah gak mau kamu jadi banyak pikiran, ini bukan hal penting sayang,” ucap alice ketika melihat gia melamun


“Iyah mah, gia gak apa-apa kok mah,” ucap gia mencoba menutupi perasaannya yang sebenarnya masih tertuju pada sarah.

__ADS_1


__ADS_2