Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
It's a boy


__ADS_3

Semakin lama acara gender reveal gia pun semakin ramai, akhirnya saat-saat yang dinantikan pun tiba, gia dan kemal sudah siap di posisinya, lampu di ruangan pesta itu pun sudah dimatikan.


Mereka bersama-sama meletakan tangan mereka disebuah tombol yang sudah disiapkan.


 “ 1...2...3....” semua orang bersama-sama menghitung lalu kemal dan gia pun menekan tombol itu.


Setelah kemal dan gia menekan tombol terdengarlah sorak sorai suara dari para tamu, kemudian di sebuah layar besar yang sudah disiapkan munculah cahaya gemerlap seperti pertunjukan petasan dilangit.


Setelah pertunjukan itu munculah warna gender bayi dari gia dan kemal semuanya sangat bergembira dan heboh bersorak ria.


Ternyata yang muncul dilayar itu adalah cahaya gemerlap warna biru yang lebih meriah dari pada sebelumnya, itu menandakan kalau anak gia dan kemal adalah laki-laki.


 “It’s a boy,” tulisan itu muncul dilayar besar itu sekarang dan lampu pun sudah dinyalakan kembali.


Kemal yang sedari tadi memeluk gia, sekarang sedang menatap istri kecil nya itu.


“Anak kita laki-laki sayang, apa kamu senang?,”


“Tentu saja kak, mau laki-laki atau pun perempuan gia sangat senang dan bahagia, yang penting baby nya sehat,”


 “Iyah sayang, aku pun begitu,” ucap kemal lalu mencium bibir gia dihadapan semua orang, membuat gia sangat malu dibuatnya tapi tidak mungkin menolak suaminya yang sedang bahagia itu.


 Merasa ciuman kemal semakin dalam gia lalu mendorong dada suaminya itu. “Kak cukup semuanya sedang melihat kita,” ucap gia lalu menundukkan wajahnya karena malu melihat ke sekitarnya.


“Oh iyah aku lupa sayang,”


“Hei sudah mesra-mesraan nya, mamah juga kan mau memeluk menantu mamah ini,” ucap alice lalu memeluk gia.


“Selamat yaa sayang, bayi kalian laki-laki, sehat terus yah sayang, mamah selalu berdoa untuk kalian,” ucap alice lalu semuanya bergantian mengucapkan selamat pada gia dan kemal.


Di akhir acara semuanya satu persatu meninggalkan acara itu, gia kemal nora dan danny pun sudah lebih dulu pulang, sedang daud dan alice mereka masih terlihat bercengkrama dan berencana akan pulang bersama sahabat daud.


Ghani yang juga masih disana rupanya sedang sibuk memperhatikan alena yang sedang mengobrol dengan salah satu tamu ayahnya, mereka terlihat sedang berbincang santai dan tak lama mereka pergi. Ingin rasanya ghani tidak peduli tapi kakinya serasa bergerak sendiri untuk mengikuti mereka.


 “Ghan mau kemana?, “ tanya alice begitu melihat anaknya seperti terburu-buru pergi.


“Ghani ada perlu dulu dengan teman ghani yah mah, “

__ADS_1


“Ohh yasudah hati-hati yaa nak,”


“Iyah mah,”


Kemal dan gia sudah sampai di apartemen mereka, nora yang sudah sangat lelah segera masuk ke kamarnya begitu mereka sampai di rumah begitu pun danny. Danny ingin segera beristirahat karena besok dia akan segera kembali ke indonesia.


"Kak, gia yang mandi duluan yaa," ucap gia pada kemal begitu masuk ke kamar mereka


"Iyah sayang,"


Gia pun segera membersihkan dirinya karena merasa sudah sangat lengket karena keringat.


Sementara gia mandi kemal membuka laptopnya, karena masih ada pekerjaan yang belun selesai dia kerjakan.


Kemal begitu asik dengan pekerjaan nya sampai tidak memperhatikan gia yang sudah selesai mandi dan kini menghampiri suaminya itu.


"Kak, sibuk sekali sedang mengerjakan apa?," tanya gia lalu duduk disamping suaminya.


"Project baru sayang, aku kemarin sudah deal tapi perencanaannya belum sepenuhnya rampung, jadi aku selesaikan sekarang,"


"Iyah sayang, kalau kamu sudah mengantuk, kamu tidur duluan ajah sayang, aku sebentar lagi juga selesai ko,"


"Gak apa-apa kak gia mau nemenin kak kemal," ucap gia sambil duduk di sofa di samping suaminya.


"Yasudah, aku juga gak akan lama ko sayang,"


Sambil duduk disebelah kemal gia terus memperhatikan suaminya itu.


"Aku sangat beruntung memiliki suami seperti kak kemal, dia sudah berbuat banyak untuk perusahaan ayah, dia tidak pernah berkata lelah walaupun harus mengurus dua perusahaan sekaligus," gumam gia dalam hati.


"Nah, aku sudah selesai," ucap kemal setelah beberapa saat.


"Sayang, kenapa menatapku seperti itu?,"


"Terimakasih yaa kak, kak kemal sudah berbuat banyak untuk gia,"


"Sayang, kenapa tiba-tiba berbicara seperti itu?, aku hanya melakukan yang seharusnya aku lakukan sebagai suamimu, kamu tidak usah berterimakasih," ujar kemal sambil mengusap lembut wajah gia.

__ADS_1


"Kak, apa sebaiknya kita kembali ke indonesia?,"


"Sayang, kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti itu?, bukankah kita semuanya sudah sepakat dengan keputusanku ini?,"


"Gia hanya merasa urusan pekerjaan kak kemal menjadi lebih merepotkan, jadi bagaimana jika kita kembali saja, agar semuanya kembali seperti semula, bukankah gia juga bisa homeschooling dari rumah,"


"Sayang, masalahnya tidak semudah itu,"


"Memangnya kenapa?, apa masalahnya kak?, gia bisa kok bersembunyi gak pergi kemana-mana kalau yang kak kemal khawatirkan itu keluarga adiratama tahu kondisi gia,"


"Sayang, kamu jangan memikirkan hal ini lagi yaa, kamu percaya kan padaku sayang?,"


Gia pun menganggukkan kepalanya, "Kalau kamu percaya, kita jalanin seperti ini yaa, aku sama sekali tidak merasa repot atau pun cape, aku menyukai pekerjaanku ini," ujar kemal.


"Yasudah gia ikut apa yang kak kemal putuskan ajah," ucap gia lalu memeluk suaminya itu.


"Maafkan aku sayang, sebenarnya keluarga adiratama sudah tahu, makanya aku membawa mu kemari, setidaknya mereka tidak bisa membuktikan perkataan si brengsek ammar itu jika mereka tidak melihal kondisi kamu secara langsung," gumam kemal dalam hatinya


Sebenarnya kemal ingin mengatakan kebenaran itu pada gia, tapi kemal tidak mau istrinya yang sedang hamil itu memikirkan hal-hal yang bisa mempengaruhi kesehatannya dan juga calon anak mereka.


Kemal sudah tahu kalau keluarga adiratama sudah mengetahui kehamilan gia dan pernikahan diam-diam kemal dan gia dari salah satu pemegang saham di perusahaan, yang ternyata dia adalah sahabat dari ammar sepupu daud yang mungkin masih sakit hati karena kemal sudah menghancurkan keluarganya.


"Kak, kenapa jadi melamun?," tanya gia karena melihat suaminya itu seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Enggak kenapa-kenapa kok sayang, ayo kita istirahat pasti kamu juga sudah sangat lelah,"jawab kemal


Gia pun menganggukkan kepalanya lalu menghamburkan dirinya memeluk suaminya itu.


"Gia kangen banget sama kak kemal," ucap gia sambil membenamkan wajahnya di tengkuk suaminya itu dengan sesekali menciumnya.


"Sayang, apa kamu berencana untuk tidak tidur malam ini?,"


Gia yang masih memeluk kemal segera melepaskan pelukannya dan menatap wajah suaminya itu.


"Enggak kak, gia sekarang mau istirahat kok, ayo kita tidur kak, kan tadi gia nungguin kak kemal," ucap gia sambil berdiri dan menarik lengan kemal .


"Sepertinya sudah terlambat sayang, kamu yang memancing duluan," ucap kemal dan dengan segera menangkup wajah gia dan mencium bibir istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2