
"Hai ayo jawab dong, siapa gebetan nora?," tanya gia yang sangat penasaran.
"Siapa lagi, kak shani tentunya," jawab dianna.
"Kak shani ?,".
"Iyah kak shani sopir pribadi nya nora,".
"Wahh benarkan tebakanku, kalau kak shani itu pasti punya perasaan lebih sama nora, aku bisa lihat dari dia natap nora gimana," ucap gia.
"Iyah bener gi, kak shani bener-bener bikin melting pokoknya, malah saking terlalu perhatiannya dia ama nora, kita ngerasa kak shani tuh kaya nyokapnya nora ajah, iyah kan ann?,"
"Iyah bener banget, mereka tuh yaa bikin kita berdua yang jomblo ini serasa benar-benar ngontrak di dunia ini,".
"Hehhhhh apa'an loh pada?, yang kalian omongin itu ada dibelakanh kalian yaa,,ngegibah mulu hobby nya," seru gia yang memang mendengarkan semua percakapan teman-temannya itu.
"Ishhhh,,siapa yang gibah, kita kan ngomongin fakta,bener kan ann,"
"Iyah semua yang kita omongin ini seratus persen fakta,"
Nora tidak mau menggubris lagi dianna dan anne, nora langsung mengambil hp nya dan mulai berbicara dengan gia.
"Haiii nor, gimana kabar kamu, kamu happy kan disana sayangku?," ucap gia dengan antusias melihat adik iparnya itu. "Iyah kita happy banget ko disini gi, owhh iyah gimana kamu disana?, mana kak kemal?,". "Aku disini baik-baik ajah, kak kemal lagi rapat belum lama pergi,". "Kamu gak ikut rapat gi?," tanya anne. "Engga, aku disini cuma nemenin kak kemal kalau ke acara formal-formal nya ajah, kalau urusan kerjaan tetep kak kemal ajah yang urusin hehe,".jawab gia sambil cengengesan.
"Enaknya yang punya pacar pinter," seru anne. "Heii nor, tadi kata mereka berdua kamu ama kak shani...," ucap gia sedikit menggoda nora. "Kata mereka apa?, mereka ini gak jelas, jangan dipercaya,". "Hei-hei apanya yang jangan percaya, bukannya kamu juga engeuh kalau sikap kak shani disini jadi beda banget ama kamu," seru anne.
"Yah aku juga kan bilang, mungkin dsuruh ama kak kemal sama papahku jadi dia begitu,". "Disuruh gimana maksud kamu nor, walaupun kak kemal sama papah nyuruh, tapi kan untuk detailnya mereka gak tau, lagian kak shani bukan cuma sekarang doang ko gitu ama kamu, kalian gak inget nora sempet ditolong ama kak shani waktu hampir tertabrak di depan sekolah," terang gia yang dengan semangatnya menjelaskan soal shani dan nora.
__ADS_1
"Owhh iyah bener tuh gi, kak shani dari dulu juga emang sedikit berlebihan sama nora, dan lagi dari kaca sopir dia suka liatin kamu tau nor," dianna menambahkan. "Akkkhhhh terserahlah, kalian ini mau ngomong apa, aku gak mau mikirin, mendingan kita ngobrolin yang lain ajah," ajak nora yang sudah jengah dengan omongan sahabat-sahabatnya itu.
"Ikhh sewot lagi nihh anak,,yaudah ini dah siang mendingan kita makan siang dulu aja yuk," ucap anne. "Owhh iyah aku juga belum sarapan, yaudah kalian makan siang sana, aku mau sarapan dulu," ucap nora.
"Ok bye,,nanti kita lanjut lagi yaa,". "Ok bye sayang-sayangku...". Ke empat sahabat itu pun mengakhiri panggilan video mereka.
"Aduuhh aku sangat lapar, aku telpon atau ke resto ajah atau langsung kesana yaa?, " gia sedang berpikir soal dia mau turun ke resto langsung atau menelpon dari kamar ajah untuk sarapan. "Aku ke bawah ajah deh, sepertinya lebih enak, bosen juga dikamar terus, lagian ini udah aku tutupin juga kan, jadi gak keliatan sekarang," ucap gia sambil menyentuh kissmark yang tadi sudah dia tutup dengan foundation.
Gia pun pergi ke resto, setelah sebelumnya mengirim chat pada suaminya, kalau dia akan ke resto untuk makan.
Di ruang rapat kemal yang tadi sudah datang telat sekarang juga tidak fokus memperhatikan jalannya rapat. Kemal terus memikirkan kejadian pagi tadi dengan gia, bagaimana dia mencium gia masih sangat dia ingat, kemal sangat bahagia," Gia sayang kamu memang benar-benar cantik, tubuh mu pun indah sayang, aku benar-benar dibuat gila oleh anak 16 tahun ini, ya tuhan" ucap kemal dalam hati, tak lama handphone nya berbunyi, kemal menyempatkan melihatnya di bawah meja rapat agar orang lain tidak melihat.
"Kak gia pergi sarapan ke resto yaa, gia bosan di kamar terus,".
Setelah membaca chat gia, kemal segera membalas chat istrinya itu lalu memasukkan kembali handphonenya ke dalam saku jas, dan berusaha fokus walaupun sangat sulit untuknya bisa fokus terlebih gia barusan memberitahu akan ke resto sendirian.
"Iyah sayang hati-hati , nanti begitu selesai disini aku langsung menyusul yaa."
Tapi dibalik rasa heranya itu, danny menyunggingkan senyuman tipis nya,
"Gia...pasti alasannya gia, adik kecil ku itu sungguh hebat, bisa membuat mesin tua ini sampai begini,". Gumam danny dalam hati.
Akhirnya rapat pun selesai, kemal yang sedari tadi sudah tidak sabar ingin menemui gia bergegas meninggalkan ruang rapat itu. "Heii kemal tunggu," seru danny. "Terburu-buru sekali kamu pergi, mau kemana?, datang paling terakhir pulang ingin lebih awal, sepertinya hari ini sang kemal adnan sudah berubah," ucap danny dengan nada mengejek.
"Terserah padamu mau bilang apa, aku buru-buru sekarang istriku sedang pergi makan sendirian kalau aku buang-buang waktu denganmu bisa-bisa ada yang ganggu gia," ucap kemal lalu bergegas pergi dengan langkah panjangnya.
"Hahaha, ternyata benar tebakanku adikku lah alasan untuk semua ini," gumam danny yang sekarang sudah tidak bisa menahan tawanya melihat tingkah kemal.
__ADS_1
"Gia...kamu beneran gia kan?," seseorang memanggil gia yang sedang asik makan sendirian di meja resto hotel. "Iiii...iyah haii,," ucap gia kikuk melihat ternyata ray ada di hotel yang sama dengannya. "Ya ampun aku gak nyangka kamu liburan kesini juga,". "Owhh iyah," jawab gia sigkat sambil masih berusaha tersenyum pada ray.
"Tapi kamu ko sendiri dimana ketiga sahabat kamu itu, bukannya kalian gak terpisahkan yaa,". "Owhh mereka berlibur ke maldives, kamu juga sendiri disini ray?," jawab gia mencoba mencairkan susana yang canggung untuknya itu. " engga aku sekeluarga kesini, kebetulan papahku lagi ada perjalanan bisnis disini, kalau kamu dengan siapa disini gi?,".
"Denganku,." Jawab kemal yang baru saja datang dan memperhtikan gia sedang bersama laki-laki tentu saja dia marah.
"Owhhh,,ini.." tanya ray terbata melihat kemal, "ini kak kemal, kakaknya nora aku disini dengannya," jawab gia. "Owhh iyah, berarti ini kak kemal yang suka kalian bicarakan disekolah, hallo kak aku ray teman gia disekolah,".
"Mmhh," jawab kemal singkat. "Sayang apa kamu sudah selesai makannya?,". "Sudah selesai kak,". "Yasudah ayo kita kembali ke kamar, aku mau makan dikamar ajah,". "Ok, kalau gitu, aku duluan yaa ray,". "Iyah gi,sampai jumpa,".
"Ternyata itu Kemal adnan yang kamu suka, memang sesuai yang selalu kalian deskripsikan, tentu sajah kamu tidak akan melihat laki-laki lain gi, bahkan kamu sudah menyerahkan diri kamu padanya, aku ternyata salah menilai kamu gi, tapi tidak apa, aku selalu ingin mencoba hal-hal baru," ucap ray dengan senyum menuh artinya melihat kepergian gia dan kemal.
Gia yang masih malu kalau ingat kejadian tadi pagi, terus menundukkan wajahnya ketika berjalan bersama kemal ke kamar, "kenapa sayang?," tanya kemal sambil merangkul pinggang istrinya. "Ga apa-apa kak," jawab gia dengan tersenyum. "Awas yaa sayang, kalau kamu ngobrol lagi sama bocah ingusan seperti itu, dia sepertinya suka sama kamu,".
Gia hanya bisa terdiam mendengar kemal, benar sekali yang kemal katakan ray memang sempat menyatakan cintanya pada gia. "Untung ajah seperti nya kak kemal lupa soal ray," gumam gia dalam hatinya.
"Sayang kamu mau dipesankan makanan lagi?," tanya kemal yang hendak memesan makanan, "gia kenyang kak, tapi gia mau es cream kayanya, aku lihat tadi dessert nya sangat unik-unik kak,". "Oke sayang,"
Tak berselang lama pesanan makanan pun datang, kemal dan gia segera makan bersama dikamar mereka. Melihat gia yang asik memakan es cream nya, kemal menjadi tidak fokus makan. " tuhan, aku ini kenapa, kenapa yang dia lakukan selalu memicu hasratku untuk menyentuhnya, kenapa hanya makan es cream saja begitu terlihat menggemaskan," gumam kemal dalam hatinya.
Gia yang sedang asik melahap es cream nya, sambil sesekali menjilat bibirnya yang belepotan karena es cream, tidak menyadari tepat di depannya ada suami nya yang sudah begitu tergoda dengan kelakuan nya itu. "Kak ko malah bengong gitu, ayo dong makan, belum habis tuh makanannya, lagi mikirin apa sih kak?,". "Iyah sayang, aku gak mikirin apa-apa ko?," jawab kemal lalu melajutkan makannya dengan cepat.
"Aku sudah selesai aku mau ganti baju dulu ya sayang, owhh iyah nanti malam ada acara lagi sayang, kita harus kesana, kamu ga apa-apa kan?,". "Ga apa-apa kok kak, mamah juga udah nyiapin baju formal gia beberapa karena papah udah ngasih tau, kalau acaranya egga sekali,". "Iyah, sukurlah kalau begitu, aku ke kamar mandi dulu yaa sayang,"
"Iyah kak," jawab gia lalu melanjutkan acara makan es cream nya, yang serasa tidak habis-habis karena gia memesan tiga macam menu es cream sekaligus, gia sangat penasaran dengan rasa es cream yang sangat keren penyajiannya itu, jadi dia pesan semuanya, kalau saja tadi tidak bertemu ray, pasti gia sudah pesan di restonya langsung tadi.
Kemal yang sudah membersihkan diri dan berganti pakaian, terlihat tersenyum melihat istri kecilnya itu masih saja sibuk dengan dessert-dessert yang dia pesan itu.
__ADS_1
"Apa seenak itu sayang?, sampai kamu belum berhenti makan begitu?,". "Iyah ini enak banget loh kak, sayangnya di tempat kita gak ada ya kak, aku baru pertama coba yang seperti ini, coba deh kak kemal cobain sini," jawab gia sambil tersenyum pada kemal mengajak kemal mencicipi es cream nya.
Kemal pun segera menghampiri gia. "Ini kak cobain deh," ucap gia sambil menyodorkan sendoknya pada kemal. Bukannya mengambil sendok yang diberikan gia, kemal malah menarik tangan istrinya itu, " cupppppp...." kemal pun tanpa ragu ******* bibir istrinya itu.