Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Pindah rumah


__ADS_3

Pagi ini adalah hari libur, setelah acara yang melelahkan hati dan pikiran semalam, rasanya Gia hanya ingin tidur didalam kamar seharian.


"Gi,,ayo kita kebawah untuk sarapan," ajak nora


"Nanti ajah deh nor aku belum lapar, masih mau rebahan rasanya masih lelah,"


"Yaudah, tapi nanti kalau mamah tanya terus khawatir gimana ?,"


"Bilangin ke mamah aku nanti sarapan nya nyusul, jangan bilang aku ga mau sarapan,"


"Ok, deh kalau engga tar aku bawain ajah yaa,"


"Unncchh,, nora kamu emang yang terbaik,"


Seru gia yang langsung memeluk nora dan melanjutkan lagi tidur nya.


"Dasar, kamu itu cewe pemalas tau ga gi, setiap libur, sudah mandi dan rapi malah mau tidur lagi,"


"Itulah gunanya libur nor, kamu ga ngerti,"


"Udah deh terserah kamu gi," nora pun turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Loh mana gia sayang, kok ga sarapan?," tanya Alice


"Masih lemes katanya badan nya mah, jadi nanti nora ajah bawain gia sarapan, gia masih pengen tidur mumpung libur, kaya gak tau gia ajah mah," jawab nora


Alice memang sudah tau kebiasaan Gia yang suka tidur kalau libur.


"Iyah, mamah hampir lupa, yasudah kalau gituh,"


" Biar kakak ajah nor, yang nganterin sarapan buat gia,"


" Bi tolong siapin sarapan buat kemal sama gia yaa," pinta kemal pada asisten rumah tangga nya.


" ehemmm suami yang baik banget sih kakak ku ini, gituh dong ," ejek nora


" Iyah dong, kakak emang suami sempurna kamu baru sadar,"


" iyuhh narsis, sudah sana anterin sarapan nya, awas jangan macem-macem di kamarku loh ya kak,"


"Engga kok, paling satu macem doang,"


"Ishhh...." sungut nora.


"Sudah-sudah ayo makan sayang, biarin pengantin baru kita makan berdua di kamar," ucap mamah alice sambil tersenyum bahagia melihat kemal.


Kemal pun pergi ke kamar nora,tanpa mengetuk pintu kemal langsung masuk lalu menyimpan nampan yang berisi sarapan untuk nya dan gia di meja.


Kemal menghampiri gia yang sedang tertidur berselimut di tempat tidur, tapi bukan nya membangunkan gia kemal malah ikut tidur dan memeluk gia dari belakang.


"Nor...ko udah lagi sih sarapan nya cepet banget," ucap gia tanpa membuka matanya


"Kok kamu jadi keras dan berat gini nor, biasanya kalo dipeluk kamu ga seberat ini, sana ikhh jangan ganggu, aku mau tidur, "


"Owhhh, jadi selama ini kalian suka peluk-pelukan kalau tidur?,"


Suara bariton kemal langsung membuat kantuk gia hilang dan membuka matanya.


"Kak kemal, kenapa disini?,"


"Nganterin sarapan buat kamu, ayo kita sarapan bareng,"


"Iyah kak, tapi lepasin dulu kak," gia mulai kewalahan karena kemal malah mendekap nya.


"Jawab dulu, apa pelukan ku tidak nyaman?, apa lebih nyaman pelukan nora ?,"


"Apa sih kak, udah ahh lepasin katanya mau sarapan," pinta gia sambil terus berusaha melepaskan diri dari dekapan suaminya.


"Jawab dulu,"


"Iyah-iyah lebih nyaman pelukan kak kemal, puas sekarang ayo lepasin kak,"


"Ok, ayo kita sarapan," kemal langsung bangun lalu segera menggendong gia ke sofa untuk sarapan.


"Kak, kenapa harus di gendong terus sihh, kalau ada yang lihat kan malu,"


"Kenapa malu kita kan suami istri, owhh iyah aku lupa sesuatu,"


"Apa?,"


"Cupp..morning cantik," kemal mengecup singkat bibir gia yang langsung membuat sang empunya bibir berteriak.


"Kak kemalllllll,,...selalu ajah curi-curi cium-cium gia terus,"


Kemal hanya tersenyum melihat gia yang marah sambil cemberut, tapi terlihat menggemaskan sekali dimata kemal.


"Sudahlah ayo makan, jangan cemberut seperti itu, malah bikin orang ingin terus mencium bibir yang manis ini," ucap kemal sambil mencubit bibir gia.


"Kakak...ikhh,, dasar mesum," gerutu gia


"Ga apa-apa mesum sama istri sendiri,"


Jawab kemal sambil cengengesan, sepertinya sangat menyenangkan sekali mengganggu istri kecil nya itu.


Mereka pun akhirnya makan bersama setelah perdebatan suami istri yang panjang itu.


Setelah selesai gia merapihkannya dan lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai dari kamar mandi gia hendak membawa nampan itu ke bawah,tapi kemal mencegahnya.

__ADS_1


"Sayang biar nanti bibi ajah yang bawa, ayo ikut aku ke bawah,"


Gia hanya mengangguk dan ikut bersama kemal kebawah.


Kemal dan gia pergi ke ruang keluarga yang ternyata semua anggota keluarga daud sudah selesai sarapan dan sedang bersantai diruang keluarga.


"Hai sayang ayo duduk disini dekat mamah," sapa Alice begitu gia datang.


Gia pun langsung duduk di dekat ibu mertuanya itu.


"Apa kamu ada acara minggu ini sayang?," tanya alice pada kemal.


"Engga mah, tapi sebentar lagi kemal mau pergi ke apartment kemal dulu, sudah lama kemal ga kesana,"


Gia hampir lupa kalau kemal memang sebelum ayah gia meninggal tidak tinggal dengan keluarga daud, tapi sudah tinggal sendiri di apartementnya.


"Owhh iyah, tapi kamu kesini lagi kan sayang?,"


"Iyah mah, kemal ga akan lama, cuma mau mengecek ajah soalnya kemaren kemal udah nyuruh orang buat merapihkan katanya sih udah beres, dan rencana nya kemal mau tinggal di apartment lagi mulai besok,"


"Lalu apa gia akan kamu ajak pindah juga sayang?," tanya alice lagi.


"Rencananya sih iyah mah, tapi kemal juga belum tanya sama gia, apa mau kemal ajak pindah,"


Gia kaget mendengar perkataan kemal, kenapa tiba-tiba sekali gia jadi bingung harus bagaimana.


"Bagaimana sayang, apa kamu mau ikut suamimu?," tanya daud pada gia.


Gia hanya terdiam bingung harus menjawab apa, gia pun lalu menatap Alice, seakan meminta pendapat ibu mertuanya itu.


"Sayang, mamah tau pasti kamu bingung menjawab nya, tapi menurut mamah seorang istri itu harus mengikuti kemana suaminya pergi, mamah yakin kamu sudah paham kan sayang?," ucap mamah alice


"Yes, akhirnya rencanaku berjalan lancar,"gumam kemal dalam hati. Ini memang rencana kemal tidak membicarakan nya berdua dengan gia tapi didepan alice, karena kemal tau alice pasti akan menyuruh gia ikut dengannya.


"Bagaimana sayang, tapi keputusan tetap ada ditangan kamu, kami semua disini juga senang kamu tinggal disini," ucap alice kembali.


"Gia akan ikut kak kemal mah," jawab gia sedikit ragu tapi dia bisa apa memang seharusnya seperti itu.


"Yahh aku ga ada temen tidur dong,,ishh kakak ini mencuri teman tidur orang ajah,"gerutu nora pada kemal.


"Cari teman tidur lain kucing ke kambing ke, jangan istri orang," jawab kemal


"ishhh,, iyah deh iyah yang punya istri,"


"Mah, gia mau beresin bawaan gia dulu kalau gituh,"


"Gausah sayang, sekarang kamu ikut aku ke apartement, nah sebelumnya kamu bisa membeli keperluan kamu buat disana,jadi gausah cape-cape bawa yang disini,"


Ucapan kemal itu padahal adalah rencana nya lagi, yang sebenarnya adalah kemal mau nanti di apartmennya gia hanya memakai baju-baju yang kemal sukai,baju yang sexy dan imut sepertinya cocok untuk gadis kecilnya itu.


"Wahh aku ikut yaa kak, kalau mau belanja, kan nanti kakak ama gia juga pulang lagi kesini," rengek nora pada kakaknya itu.


"ikkhhh kakak ayolah,,gia ajak aku dong gi," sekarang nora merengek pada gia.


"Kak, ajak nora yaa, biar gia juga ada teman nantinya, please kak," mohon gia pada kemal.


Sudah pasti kemal tidak bisa menolak gia,


akhirnya mereka bertiga pun pergi ke sebuah mall untuk berbelanja.


Seperginya Kemal, gia, dan nora, Ghani yang sedari tadi tidak banyak bicara, menghampiri papahnya.


"Pah, boleh ghani bicara sama papah dan mamah,"


"Tentu saja, kenapa ghan?,"


"Sepertinya ghani mau melanjutkan sekolah spesialis bedah ghani di luar negeri pah, apa boleh?,"


"Tentu saja sayang, papah sangat senang mendengar keputusan kamu itu," ucap daud yang gembira mendengar keputusan anaknya itu.


Awalnya daud memang kecewa ghani tidak memilih bisnis seperti kakak nya, tapi seiring berjalan nya waktu, ghani selalu bisa membuktikan dengan prestasi yang baik di sekolah, Daud pun akhirnya mendukung sepenuhnya cita-cita ghani untuk jadi dokter spesialis bedah.


Karena sangking mendukungnya, sudah lama sekali daud memberi saran agar ghani sekolah ke tempat yang lebih baik lagi misalnya diluar negeri, bukan berarti di dalam negeri tidak bagus,cuma daud merasa agar jam terbang dan pengalaman ghani juga meningkat.


Daud ingin anaknya menjadi dokter yang sangat hebat, tapi saran daud itu selalu di tolak ghani dulu, karena sebenarnya ghani tidak mau meninggalkan gia, tapi sekarang alasan nya itu sudah tidak ada.


"Kenapa mendadak sekali sayang?, apa terjadi sesuatu?," tanya Alice


"Enggak kok mah, ghani emang sudah memikirkan ini dari dua bulan yang lalu," jawab ghani sedikit berbohong pada alice.


"Kalau begitu, mamah sama papah cuma bisa mendukung kamu sayang, apapun itu mamah sama papah selalu berdoa untuk kesuksesan kamu sayang,"


"Iyah mah, makasih yah mah pah,"


"Lalu dimana rencananya kamu mau kuliah sayang?," tanya alice lagi.


"Di german mah, ghani sudah memilih-milih tapi mungkin itu pilihan akhir ghani,"


"Baiklah, apa perlu papah bantu prosedur dan lain-lain nya?,"


"Gausah pah, nanti dibantu dosen ghani di kampus,"


"Syukurlah kalau begituh nak," ucap daud sambil menepuk bahu putera kedua nya itu.


Di sebuah mall,Gia dan nora sedang asik memilah milih baju termasuk kemal, melihat kakak nya yang juga ikut berbelanja nora menjadi aneh lalu dia meninggalkan gia dan menghampiri kakaknya itu.


"Owhhh,,aku mengerti sekarang, kenapa tadi kakak ga mau aku ikut, ternyata kakak merencanakan sesuatu yang mesum yaa," cerocos nora pada kemal sambil menunjuk ke tumpukan baju wanita ditangan kakaknya itu.


"Apa maksud kamu?,"

__ADS_1


"Itu lihat di tangan kakak apa?, baju-baju untuk gia kan, dan baju-baju nya minim-minim sekali, dasar yaa, aku akan laporin ke gia sekarang,"


"Heiii,tunggu bocah tengik, kamu jangan ikut campur yaa,, emang kamu mau bayar sendiri sekarang, belanja sebanyak itu,"


Nora berpikir sejenak, dia ga mau bayar belanjaan nya yang segunung itu, lagi pula ga ada salahnya juga kakaknya kan suami gia, kalau mau lihat gia pakai pakaian rada sexy, tapi kalau dilihat-lihat pakaian yang dipilih kakaknya bukan pakaian yang tidak senonoh juga, cuma dress-dreas minim dan imut ajah.


"Yaudah deh iyah engga, tapi awas loh bayarin yaa,"


"Nah gituh dong baru adik pinter," ucap kemal sambil mengelus kepala nora.


"Loh kok kakak belanja banyak juga," gia yang aneh melihat baju-baju yang menumpuk di kasir.


"Iyah, tadi aku dan nora lihat baju-baju yang bagus jadi aku beli sekalian," jawab kemal


"Makasih yaa kak," ucap gia sambil tersenyum tanpa tau rencana suaminya itu. Nora hanya melirik sambil tersenyum.


Sesampainya di apartement gia sangat takjub melihat apartement kemal, apartement yang sangatlah mewah, bahkan kamar kemal memiliki balcon serta dibawahnya ada kolam renang, sungguh hebat ada kolam renang pribadi disebuah apartement.


"Bagaimana gia, apa kamu suka apartement nya?," tanya kemal pada gia


"Suka kak, sangat suka,,"


"Syukurlah kalau begitu,,"


"Tapi kak, kamar gia yang mana kak? Gia mau beresin baju-baju ini,"


"Kamar kamu ?, tentu saja kamarku gia, kita kan suami istri,"


"Kak, maaf tapi sepertinya gia belum siap kalau harus satu kamar dengan kak kemal,"


Jawab gia ragu tapi mau bagaimana lagi dia ga mau satu kamar dulu dengan kemal.


"Pppfftthhhh,,,"nora sekuat tenaga menahan tawanya mendengar permintaan sahabatnya itu, "sungguh malang sekali nasib kakaku ini, sudah merencanakan segala sesuatu nya dari awal akhirnya hancur juga,"


"Yasudahlah kamar kamu yang dibawah aja, ada dua kamar, terserah kamu mau yang mana,"


"Terimakasih kak," kata gia dengan gembira karena kemal bisa mngerti gia juga. Gia pun segera pergi ke kamarnya.


"Sebahagia itu kamu pisah kamar dengan suami mu gia, awas saja nanti kamu gadis kecil," gumam kemal dalam hati.


"Heii bocah,,jangan mesam-mesem terus gituh ayo bantu gia beresin baju, jangan lupa kesepakatan kita nih beresin baju ini di lemari gia dan bilang kalau ini baju pilihan kamu buat gia yaa, awas kamu yaa," tegas kemal pada nora.


"Iyah-iyah,,tapi jangan lupa hp keluaran terbarunya kak,"


"Tenang saja sekarang pun kaka langsung belikan setelah tugasmu selesai, ok,"


"Siappp boss,," nora pun pergi ke kamar gia, dan membantu gia memasukan pakaian-pakaian yang ke lemari.


"Nor, perasaan aku ga beli baju-baju ini,"


"Owhh itu tadi aku yang pilihin buat kamu, itu loh baju-baju yang kak kemal bawa aku bantu kak kemal pilihin baju buat kamu," jawab nora.


"Owwhhh,,tapi baju-baju nya sedikit sexy nor, ga salah ini,"


"Mana nya yang sexy engga ahh, biasa ajah, bajunya lucu-lucu gini, awas nanti pakai loh yaa, kalau engga kamu ga menghargai usaha aku cape-cape pilihin baju kamu," ujar nora sambil pura-pura cemberut.


"Iyahh..iyah nanti aku pasti pakai ko nor, udah jangan ngambeuk gitu ah," bujuk nora sambil memeluk sahabatnya itu.


"Sepertinya kamu suka sekali memeluk dan dipeluk nora ya sayang," kemal masuk tanpa ketuk pintu lalu melihat adegan itu.


"Ahhh engga kak, tadi gia cuma lagi bujuk nora doang yang lagi ngambeuk,"


"Iyahh, ikhhh dasar bucin, masa aku ajah di cemburuin," ketus nora


"Dasar bocah tengik, apa udah beres-beres nya, mamah mau kita pulang sebelum makan malam,"


"Iyah udah kok kak," jawab gia


"Yaudah ayo kita pulang,"


Nora dan gia pun bergegas untuk pulang, namun segera kemal memegang tangan nora dan berbisik, "Good job,"


🌘🌘🌘


Keluarga daud sedang makan malam bersama, Kemal, gia dan nora juga sudah pulang.


"Sayang, sudah beres tadi disana," tanya alice pada anaknya kemal.


"Sudah mah, tinggal pindah saja besok,"


"Owhh iyah, mumpung semuanya kumpul, papah mau bilang kalau ghani akan melanjutkan kuliah diluar negeri, tepatnya di german,"


"Hahh,,benarkah kak, terus nanti aku siapa yang antar jemput dong,," ucap nora


"Kamu ini, cuma kepentingan kamu ajah yang dipikirin, nanti papah carikan sopir baru,"


"Owhhh,,oke deh kalau gitu,, kapan kakak berangkat nya?," lanjut nora


"Mungkin akhir bulan ini," jawab ghani


"Wahh sebentar lagi dong kak, semoga kakak sukses yaa disana," ucap gia sambil tersenyum kearah ghani.


Sedangkan kemal sedari tadi hanya melanjutkan makan nya dan tidak berkomentar apapun.


Setelah selesai makan malam kemal segera menuju kamar nya, membersihkan diri dan langsung merebahkan tubuh nya di tempat tidur.


"Ghani, maafkan kakak, apa kepergian mu ada hubungannya dengan pernikahanku dan gia?, maafkan kakak jika itu benar, tapi kakak sungguh tidak bisa melepaskan gia," Kemal tenggelam dalam lamunannya memikirkan ghani.


Ada sedikit rasa bersalah di hati kemal, walaupun kemal jarang bertemu ghani tapi ghani adalah adik kandung nya, kemal tau perasaan ghani untuk gia, tapi sekarang gia hanya boleh menjadi miliknya seorang.

__ADS_1


__ADS_2