
Akhirnya hari keberangkatan gia dan kemal ke german pun tiba, semua anggota keluarga adnan beserta danny pun ikut mengantar ke bandara.
Tampak alice lah yang paling sedih, alice sangat sedih karena tidak bisa setiap hari menjaga menantu dan cucu pertama nya itu.
“Sayang, hati-hati yaa, ingat kamu setiap hari harus video call sama mamah yaa, mamah juga mau lihat perkembangan cucu mamah nanti. Kalau papah ada waktu senggang mamah sama papah nanti akan kesana yaa sayang,” ucap alice pada gia.
“Iyah mah pasti, mamah di sini jaga kesehatan yaa, masalah kemarin dengan keluarga papah gia harap mamah ga memikirkan lagi, gia gak mau mamah jadi emosi terus nanti mengganggu kesehatan,” ujar gia.
“Iyah sayang ,” jawab alice
“Sayang ingat selalu kabari kami yaa, papah pasti akan sangat merindukan putri papah yang satu ini, cucuku kamu jaga mamah kamu yaa, cukup papah kamu ajah yang menyusahkan,” ucap daud sekarang pada gia.
“Kemal gak menyusahkan ko pah,” bantah kemal.
“Iyah kamu gak menyusahkan, tapi meresahkan kemal, kamu pasti tau itu,” seru danny.
“Sayang hati-hati yaa, jaga kesehatan, kalau suami kamu aneh-aneh kamu telepon kakak yaa gi, kakak pasti langsung ke sana,” Ujar danny
“Hahaha iyah kak, tapi kak kemal sudah mulai jinak kok sekarang,” ucap gia sambil tertawa.
“Gia sayang, aku akan sangat merindukan kamu dan keponakan aku ini, kamu baik-baik disana yaa,” seru nora sambil memeluk gia dengan erat.
“Iyah nor, kamu juga baik-baik disini yaa, sampaikan salam ku pada anne dan diana maaf kita tidak jadi melakukan perpisahan,”
“Iyah gi, hati -hati yaa,”
Gia pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan memeluk kembali sahabat terbaiknya itu.
“Nak kamu jaga istri dan anak kamu dengan baik disana, pastikan mereka selalu sehat, jangan lupa selalu mengabari kami,” ujar daud lalu memeluk putranya kemal.
“Iyah pah pasti, kemal akan melakukan yang terbaik untuk menjaga mereka,” ucap kemal pada daud.
“Kalau begitu papah bisa tenang. Pergilah nanti kalian terlambat, doa kami selalu bersama kalian,” ujar daud lagi.
“Kami berangkat mah, danny, nora “ ucap kemal lalu dia pun merangkul istrinya yang sedang menangis untuk berjalan pergi menjauhi keluarga mereka.
“Sayang sudah kamu jangan nangis yaa , aku gak mau liat kamu sedih,”
“Iyah kak maaf, dari tadi gia udah berusaha tahan tapi tetap saja sedih,” jawab gia pada suaminya.
“Iyah sayang aku mengerti, yasudah sekarang ayo senyum,”
Gia pun tersenyum dan memeluk kemal yang sedang menghapus air matanya itu.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang akhirnya kemal dan gia pun sampai di tempat tujuan mereka.
“Selamat datang kak, gia,” sambut ghani yang sudah menunggu di bandara untuk menjemput kemal dan gia.
“Hai ghani maaf kakak akan merepotkan kamu selama disini,”
“Jangan bicara begitu kak, kita kan keluarga, ayo biar aku bawa koper kalian ke mobil,” ajak ghani lalu mereka pun segera pergi ke apartement ghani.
“Apartemen ini cukup besar juga yaa ghan,” ucap kemal begitu mereka sampai.
“Iyah kak, apartemen nya punya empat kamar, jadi lumayan besar, kata papah biar kalau keluarga kita main ke sini ada kamarnya,” ucap ghani
“Papah memang selalu memikirkan fungsi kalau membeli sesuatu,”
“Sayang, kamu suka rumah ini?,” tanya kemal pada gia
__ADS_1
“Iyah kak rumah nya bagus. Gia bakalan betah disini,” jawab gia.
“Yasudah ayo aku antar ke kamar kamu harus istirahat dulu,” ucap kemal.
“Kak sebentar lagi aku akan ke rumah sakit, kalau ada perlu apa-apa di meja ada nomor home service nya yaa kak,” ucap ghani.
“Iyah, ghan makasih yaa,”
“Makasih yaa kak ghani,” ucap gia pada ghani sambil tersenyum
“Iyah gi, oh iyah aku sudah bikin janji dengan dokter kandungan besok, dia masih temanku disini,”
“Iyah kak,”
“Ingat yaa ghan, aku mau semuanya cewek jangan ada cowok, mau itu perawat atau pun dokternya,” ucap kemal pada ghani dengan serius.
“Iyah kak, tenang ajah, semuanya cewek ko, kak kemal udah ngomong berapa kali kan,” jawab ghani.
Gia hanya menggelengkan kepala nya melihat suami nya yang sangat pencemburu itu.
“Aku ke kamar duluan yaa,” ucap gia pada ghani dan kemal yang masih mengobrol.
Sesampainya di kamar gia segera membuka kopernya dan memasukan pakaian nya dan juga pakaian kemal ke lemari.
“Sayang kamu sedang apa?, biar aku saja yang merapikan nya, kamu tidur ajah yaa istirahat, takutnya kamu kelelahan nanti,” seru kemal begitu melihat istri nya sedang membereskan pakaian mereka.
“Enggak kok kak, gia baik-baik ajah, dari pada gia diem kan mendingan beresin baju, gia juga gak ngantuk tadi di pesawat gia kan tidur terus kak,” jawab gia.
“Kamu ini, yasudah aku bantu yaa,”
“Gak usah kak, biar gia ajah, kak kemal istirahat ajah, soalnya di pesawat gia lihat kak kemal gak tidur,” ucap gia pada suaminya itu.
“Ini udah beres ko, kak kemal sana istirahat, gia mau buatin makan yaa,”
“Gak usah sayang, selama disini kita beli aja yaa, aku gak mau kamu terlalu cape,” sergah kemal yang langsung menarik tangan gia yang hendak pergi ke dapur untuk memasak.
“Kak, gia masih kuat kok buat masak, pemborosan tau kalau beli terus,”
“Tapi sayang, aku Cuma khawatirin kamu,”
“Kak, gia mohon kak kemal jangan terlalu khawatir gitu, kalau kak kemal memperlakukan gia kaya gini, justru nanti gia jadi gak sehat diem terus gak ada kegiatan,” terang gia.
“Yasudah terserah kamu sayang, tapi jangan memaksakan yaa sayang,”
“Iyah kak, sudah kak kemal mandi dulu yaa, gia siapin makan nya nanti selesai mandi kak kemal makan,”
Gia pun segera menuju dapur untuk memasak makan malam untuk mereka bertiga.
“Wah kulkas nya kak ghani penuh sekali, beda banget sama kulkas di apartemen kakak nya dulu,” ucap gia sambil mengingat pertama kali dia pindah ke apartemen kemal, gia sama sekali tidak menemukan bahan makanan yang bisa dimasak.
Gia pun memasak dengan senangnya karena memang gia sangat hobby memasak. Tak berselang lama ghani datang, gia pun heran karena ghani belum lama pergi.
“Kak ghani, udah dateng lagi kak,”
“Iyah gi, aku tidak jadi ke rumah sakit, di jalan tadi temanku menelpon katanya sudah dibawa sama dia berkas yang mau aku ambil, yasudah aku balik lagi,” ujar ghani.
“Ohh, yasudah kebetulan gia lagi masak kak ghani tunggu yaa, nanti kita makan bareng, kak kemal nya lagi mandi dulu,”
“Iyah gi, kamu gak apa-apa masak begitu gi?,” tanya ghani
__ADS_1
“Gak apa-apa kak, gia baik-baik ajah ko, udah mulai enakan, gak seperti awal-awal hamil banget,”
“Syukurlah kalau begitu,” ghani pun duduk sambil menonton tv di ruang tengah.
Kemal yang sudah selesai mandi langsung menuju dapur dan tanpa melihat ada ghani disana kemal langsung saja memeluk gia dari belakang seperti kebiasaannya selama ini.
“Kamu masak apa sayang?, wangi sekali,” tanya kemal sambil memeluk gia.
“Kak, ada kak ghani, lepasin malu,” bisik gia pada kemal
Kemal pun segera melepaskan pelukannya dan melihat disekitarnya ternyata memang ada ghani di depan tv, ghani pun pura-pura fokus menonton tv dan tidak melihat ke arah dapur, padahal yang sebenarnya ghani melihat semuanya.
“Kamu sudah pulang lagi ghan?,”
“Iyah kak, ghani gak jadi ke rumah sakitnya,”
“ohh yasudah ayo kita makan,”
“Iyah kak,”
Adik kakak itu sekarang sedang duduk di meja makan sedang gia mulai menyiapkan makananya.
Dengan telaten seperti yang biasa dia lakukan, gia menyiapkan piring kemal, setelah selesai mengurus suaminya barulah gia duduk disamping kemal.
“Beruntung sekali kak kemal mendapatkan gia,” gumam ghani dalam hatinya melihat pemandangan suami istri yang sangat harmonis didepan matanya.
“Kak ghani, katanya dokter kandungannya gia nanti temennya kak ghani yaa?, orang nya seperti apa kak?,” tanya gia memulai obrolan di meja makan itu.
“Iyah dia temanku, tapi berhubung dia sangat pintar dia sudah jadi dokter utama, bukan seperti aku yang masih residen hehe,” ucap ghani.
“Ohh yaa hebat sekali, masih muda sudah jadi dokter spesialis,” ucap gia
“Iyah, dia harusnya adik kelasku kalau di indonesia, ,namanya dr. Alena dia juga ada keturunan indonesia dari neneknya,” ucap ghani.
“Besok jam berapa kita ke rumah sakit ghan?,” tanya kemal
“Pagi kak,”
“Baiklah, sayang setelah makannya kamu mandi terus istirahat yaa, aku mau menonton bola dulu yaa boleh kan ?,” ucap kemal pada gia.
“Gia boleh ikut nonton kan kak?,”
“Gak usah, aku gak suka kamu nonton bola,”
“Loh kenapa?,”
“Pokoknya jangan,”
“Yasudah gia ke kamar,”
“Memangnya sudah makannya?,”
“Udah,” jawab gia singkat lalu masuk ke kamarnya.
“Kenapa memangnya kak gia gak boleh nonton bola?,” tanya ghani yang heran pada kakaknya.
“Karena pemain bola luar itu ganteng-ganteng kamu tau gia sama nora suka bola karena pemain nya ganteng-ganteng, apalagi ronaldo, mereka suka banget sama ronaldo,”jawab kemal.
Ghani pun hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan penjelasan kakak nya yang sangat posesif itu.
__ADS_1