
"Nora sayang, temui lah gia, dia pasti membutuhkan kamu," ucap daud pada nora. "Iyah pah,". Nora pun segera pergi ke kamar gia diantar oleh bi rani pengasuh gia waktu kecil.
"Ini kamar non gia non, silahkan masuk,"
"Makasih yaa bi," jawab nora. "Iyah non silahkan,".
Begitu masuk kamar gia, nora melihat gia sedang duduk melamun menghadap jendela kamarnya. "Aku belum lapar bi, nanti ajah makan nya," ucap gia yang mengira itu adalah bi rani yang mengantarkan makan untuknya.
"Ini aku gi, gimana keadaan kamu gi?,"
Gia sontak bangun dan berlari ke arah nora, lalu memeluk sahabat terbaiknya itu.
"Maafkan kakak ku yaa gi, aku gak tau apa yang udah kakak ku lakuin gi," ucap nora.
"Sudahlah, tidak usah dibahas lagi nor, aku ingin melupakan semuanya, termasuk kak kemal," . Jawab gia.
"Walaupun kak kemal kakak kandungku tapi kamu sahabatku gi, aku akan selalu mendukung kamu," nora bisa melihat rasa sakit sahabatnya itu, kakak nya sungguh sudah keterlaluan.
Nora sama sekali tidak ingin membahas kemal, takut sahabatnya itu bersedih mereka hanya menceritakan hal-hal yang biasa mereka obrolkan,
"Owhh iyah gi, mamah sama papah juga ikut kesini mereka ada dibawah,"
"Benarkah aku kangen banget sama mereka kenapa kamu gak bilang dari tadi,"
__ADS_1
Gia pun segera turun ke bawah untuk menemui daud dan alice.
"Mah, pah ," sapa gia kemudian berlari kearah daud dan alice,
Mereka pun saling berpelukan melepaskan rindu sudah sepekan lebih tidak bertemu. "Sayang apa kamu baik-baik ajah?," . "Maafkan mamah yaa, mamah gak mendidik kemal dengan baik, sampai dia nyakitin kamu,".
Mendengar ucapan alice gia menjadi sangat sedih dan terharu, daud dan alice langsung saja lebih membela nya dibanding membela kemal, padahal mereka belum tau masalahnya. "Ini bukan salah mamah papah ko, mungkin gia sama kak kemal memang gak cocok ajah mah pah,".
"Iyah sayang, apapun keputusan kamu, selamanya kamu adalah anak kami, puteri kami yang sangat cantik," ucap daud sambil mengelus kepala gia.
Melihat adegan itu danny sangat bahagia, adik kecil nya yang selalu tidak diinginkan keluarga adiratama, ternyata sangat dicintai keluarga daud sahabat ayahnya.
Mereka pun berpamitan setelah selesai berbincang-bincang, sedangkan kemal masih setia bersembunyi diluar didalam mobil nya.
"Gi kakak ke kantor dulu yaa, kamu baik-baik dirumah, kalau ada apa-apa kamu telpon kakak yaa,". "Iyah kak, kakak hati-hati dijalan,". Danny pun pergi ke kantornya.
Kemal yang dari tadi memperhatikan gia, memberanikan diri turun dari mobil, kebetulan gia sedang memetik bunga di taman, kemal melihat gia dengan tatapan sedih, gia terlihat sedih dengan mata yang masih sembab juga tangan nya, tangan gia yang sekarang menyingsingkan lengan baju nya yang panjang, terlihat lebam-lebam, mungkin akibat kemal yang memegang tangan gia sangat kencang waktu itu.
Tak terasa air mata kemal menetes di pipinya, "tuhan apa yang sudah aku lakukan, aku menyakiti istriku yang sangat baik ini, bahkan gia pasti menyembunyikan luka nya dari semua orang," ratap kemal dalam hati, kemudian dia masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.
Didalam mobil kemal terus menyesali perbuatannya, juga kemal teringat akan laki-laki brengsek yang sudah membuat dia terpancing melakukan hal itu pada gia.
Kemal kemudian menelpon nora, untuk pergi ke kantor polisi memberikan kesaksian agar mudah mendapatkan petunjuk.
__ADS_1
Nora pun tiba dikantor polisi, sebagai sahabat baik gia, nora ternyata tau soal tanda lahir gia, dan nora bilang hanya dia anne dan dianna yang tau itu, mungkin ada yang menguping percakapan mereka di sekolah soal itu.
Kemal pun teringat akan bocah laki-laki yang bertemu dengan nya dan gia di paris, kemal meminta foto kelas pada nora dan melihat satu-satu siswa disana begitu melihat wajah ray kemal langsung menanyakan pada nora, dan nora menjawab itu ray, cowok yang selalu mengejar-ngejar nora, kemal pun meminta polisi untuk menyelidiki semua tentang ray, dan apa mungkin itu ray.
Esoknya polisi sudah mengantongi bukti bahwa itu benar ray, kemal pun geram dan segera mendatangi kantor polisi, kemal yang melihat ray disana segera menghajar habis ray, polisi segera menghentikan kemal. Tapi kemal tetap tidak bisa menahan emosi nya, disaat itu danny dan gia datang ke kantor polisi, kemal langsung berhenti, dan melihat istrinya yang sudah satu minggu tidak dia lihat.
Baru kali ini kemal melihat gia secara dekat lagi, gadis cantik yang selalu dia rindukan. Kemal tidak nyenyak tidur tanpa gia. Gia tidak mau melihat ke arah kemal, dia hanya bersembunyi di belakang danny.
"Kak gia mau pulang, selesaikan saja sebagaimana seharusnya, gia gak mau disini lagi," ajak gia pada danny, gia tidak nyaman melihat semuanya, terlebih ada kemal, gia sungguh tidak ingin bertemu dengan kemal.
Danny pun mengurus administrasi pelaporan dulu kepada polisi, gia yang menunggu diruangan sendiri dihampiri oleh kemal, "sayang apa kamu tidak mau memaafkan aku, aku minta maaf, aku benar-benar khilaf, sayang aku gak bisa kalau kita berpisah," ucap kemal pada gia.
"Keputusanku sudah bulat kak, gia mau bercerai dari kak kemal, tidak ada guna nya hubungan ini kita lanjutkan,".
"Engga gi aku gak mau, kita gak akan pernah bercerai, ga akan pernah,"
Gia yang kesal dengan kata-kata kemal memberanikan diri menatap wajah kemal, "cukup kak, dimalam itu sudah gia katakan, gia akan sangat benci kak kemal, cukup kak gia ingin sendiri dan tidak mau melihat kak kemal lagi,".
Kemal sangat sedih mendengar kata-kata gia, baru kali ini kemal melihat gia marah padanya, dan bahkan ingin bercerai dari nya, "gia harap kak kemal mengerti, gia gak bisa maafin kak kemal, kak kemal udah nuduh gia tidak suci, dengan membuktikan sendiri harusnya kak kemal sudah puas, gia tidak mau punya suami seperti kak kemal gia gak mau kak gia gak mau," ucap gia sambil menangis, tangisan gia didengar oleh nora yang baru saja datang kesana.
"Kenapa gi?, kak kemal apain lagi gia kak?," tanya nora menatap sinis pada kakaknya, lalu membawa gia pergi. Kemal yang melihat gia histeris seperti itu, kakinya lemas dan terduduk dikursi ruangan tunggu itu, kemal gak tau harus bagaimana dunianya sudah hancur sekarang, istri yang sangat dia cintai, sangat membencinya, tidak ada lagi gadis kecil cantik yang selalu bersikap manis padanya, semua gara-gara kelakuan jahatnya bisa-bisa nya kemal melakukan hal itu pada gia, kata-katanya juga sudah benar-benar menyakiti gia.
Sebelum pergi meninggalkan kantor polisi kemal memastikan terlebih dahulu kalau ray dan keluarganya dipastikan mengalami kebangkrutan.
__ADS_1