
Begitulah isi surat dari adam yang membuat danny tidak kuat menahan air matanya, "ayah aku juga sangat menyayangimu, hanya ayah dan gia yang berarti untukku di dunia ini, aku akan menerima semuanya ayah, tidak usah ayah meminta maaf padaku,".
Begitu keluar kamar mandi kemal tersenyum melihat istri kecilnya itu ternyata sudah terlelap tidur, "padahal aku masih ingin mengganggumu sayang, tapi kamu sudah tidur,"ucapnya dalam hati.
Tak lama hp kemal berbunyi, "siapa malam-malam begini?," begitu kemal buka ternyata itu chat dari danny.
..."Kemal aku ingin bertemu dengan gia, aku sudah menerima pernikahan kalian aku tidak akan mengganggu hubungan itu, gia akan memjadi adik perempuanku selamanya, semua yang ayahku rencanakan pastilah yang terbaik untuk gia, aku hanya ingin berbicara dengan adik ku, aku harap kamu mengerti,"....
"Akhirnya si anak pungut ini paham juga,"
..."Baiklah besok pagi datanglah ke kamar kami, aku akan mengijinkan kamu berbicara dengan gia, tapi hanya jika diruangan ku sendiri, tidak bisa diluar,"....
Setelah membalas chat danny kemal merebahkan tubuhnya disamping gia, "istriku sayang kamu sangat lembut dan cantik," ucap kemal sambil mengelus wajah gia lalu menarik tubuh gia kedalam pelukannya.
"Sayang maafkan aku harus melakukan hal bodoh ini, tapi aku rasa ini perlu aku lakukan," ucap kemal lagi lalu menenggelamkan kepalanya ke leher gia, gia yang sudah tertidur lelap tidak merasakan sama sekali apa yang kemal lakukan.
Pagi hari sekali pintu kamar kemal sudah diketuk, kemal yang memang sudah bangun lebih dulu dari gia, tau itu pasti danny, kemal pun segera beranjak bangun dan membukakan pintu untuk danny.
"Masuklah, aku akan membangunkan gia dulu, gia masih belum bangun mungkin kelelahan semalam," ucapan ambigu kemal membuat danny sedikit emosi tapi dia sudah pada keputusannya untuk menerima semua keputusan ayahnya. Jadi dia harus menerima hubungan suami istri kemal dan gia walau hatinya sangat sakit.
"Sayang bangunlah, kakak mu ingin berbicara denganmu, sayang" kemal membangunkan gia dengan menciumi pipi gia, otomatis gia merasa sangat geli dengan kelakuan kemal yang memang memiliki beard di wajahnya itu.
"Kak,..hentikan, iyah aku bangun,"
"Danny mennunggu mu didepan sayang,"
"Kak danny?,"
__ADS_1
"Iyah aku mengijinkan nya untuk bicara denganmu, tapi ingat jaga jarak dan jangan lama-lama,"
Gia hanya mengangguk mendengarkan ocehan suaminya itu.
"Kak danny,."
"Gi,..boleh kakak bicara denganmu?,"
"Iyah kak, ada apa?," tanya gia lalu duduk dikursi yang sama dengan danny tapi menjaga jaraknya.
"Maafkan kakak gi, kakak tidak seharusnya mengatakan itu padamu, mulai sekarang kakak akan menjadi kak danny mu lagi, dan kakak menerima hubunganmu dengan kemal,"
Gia bingung dengan ucapan tiba-tiba danny seperti itu, tapi ada perasaan bahagia dihatinya mendengar ucapan danny itu.
"Apa kamu mau memaafkan kakak gi?,"
"Engga apa-apa, sepertinya hubungan mu dengan kemal, sangat harmonis, semoga dia selalu memperlakukan mu dengan baik gi, kakak harus bersiap untuk rapat dulu,"
"Iyah kak, gia juga mau mandi dulu, nanti gia suruh kak kemal nganter kaka keluar yaa gia masih pakai baju tidur soalnya,"
"Iyah sayang.." danny pun tersenyum melihat adik kecilnya itu lalu mengusap lembut kepala gia, walaupun hatinya sakit melihat gia, tapi ada rasa bahagia, setidaknya dia bisa dekat dan menjaga gia lagi.
"Kak, kak danny mau pulang, gia mau mandi dulu yaa," . "Iyah sayang aku akan antar dia keluar,"
"kamu jangan keterlaluan pada gia, dia masih dibawah umur, kendalikan hasrat liar mu itu, perlakukan adikku dengan baik," ucap danny sebelum pergi meninggalkan kamar adiknya itu. "Tentu saja," jawab kemal singkat.
Kemal pun kemali ke kamarnya, dan melihat gia baru keluar kamar mandi dengan santainya, " gia pasti belum menyadari nya, aku harus jawab apa yaa nanti kalau dia sadar," gumam kemal dalam hati.
__ADS_1
Gia pun masuk ke closet untuk berganti baju. "Kak..kak kemal, boleh minta tolong ambilkan hp gia kak, bawa kesini yaa kak, kak kemal ga buru-buru berangkat kan?," teriak gia dari dalam kamar ganti.
"Iiii...iyah sayang aku bawakan," jawab kemal terbata dan bingung.
"Ini sayang, kenapa kamu ribut sekali ada apa?," tanya kemal pura-pura. "Lihat ini kak, gia kenapa yaa?, kenapa leher dan tengkuk gia merah-merah gini, perasaan gia gak punya alergi apapun deh kak apalagi alergi kulit gini," jawab gia lalu segera menelpon ibu mertuanya.
"Kamu mau nelpon siapa sayang?," tanya kemal tapi sudah telat alice sudah mengangkat video call gia.
"Haii kenapa sayang?," tanga alice, kemal segera mengambil hp gia dan berbicara pada alice. "Ga apa-apa mah, gia cuma kangen mamah ajah," jawaban kemal membuat gia heran dan segera merebut lagi handphone nya dari kemal.
"Kak kemal kenapa sih, ko bilang gia ga apa-apa udah jelas gia nelpon mau tanya mamah,". "Tanya apa sayang?, kemal kamu jangan ikut campur, kenapa kamu sewot begitu," seru alice.
Kemal hanya menepuk jidatnya dengan gusar, pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. "Ada apa sayang?, ayo cerita sama mamah,". "Ini mah gia gak ngerti kenapa, leher sama tengkuk gia merah-merah begini, bahkan ada di bawah leher, gia harus pakai apa yaa mah?, semalam gia emang makan banyak mah tapi kan gia gak punya alergi makanan, karena kekenyangan gia langsung tidur puleus gak inget apa-apa lagi,tapi ini gak gatel-gatel tau-tau merah-merah gini," jelas gia pada mertuanya.
Alice memelototkan matanya melihat keadaan menantu kecilnya itu, apalagi melihat bercak-bercak merah yang gia tunjukan padanya. "Dimana suami sayang?," tanya alice dengan nada geram.
"Kak..kemana kak kemal,tadi disin mah, sebentar gia panggilin dulu yaa mah,". "Iyah sayang kalau sudah ketemu suamimu itu, berikan hp mu padanya,". "Iyah mah,".
Dibalkon kamar kemal sedang terlihat sangat bingung,membuat gia tidak mengerti. "Kak kenapa gak nyahut dari tadi gia panggil, ini mamah mau bicara ama kak kemal,". Gia langsung memberikan hp nya pada kemal, yang mau tidak mau kemal terima. "Kak itu mamah mau ngomong, kenapa ga cepetan di lihat hp nya,". "Iyah..iyah,".
"Kemal adnannnnn... jangan harap bisa kabur kamu yaa!!!!," teriak alice di balik telpon itu. Gia pun menjadi kaget kenapa tiba-tiba ibu mertuanya itu berteriak pada suaminya. "Iyaah mah iyah kenapa mah?," tanya kemal terbata. "Masih tanya kenapa?," apa yang sudah kamu lakukakan hah,? Tidak tahu malu,". Alice terus meneriaki dan memarahi anaknya itu, gia yang melihat semakin heran.
"Kemal juga malu sebenernya mah, tapi kemal harus lakuin itu, untuk memberitahu seseorang kalau gia itu milik kemal seutuhnya mah, tapi kemal gak apa-apain gia kok mah, cuma itu doang mah,". "Mau menunjukan pada siapa?,". "Nanti kemal nelpon mamah yaa setelah rapat,". "Yasudah berikan hp nya ke istrimu lagi,".
"Sayang kamu gak usah khawatir, itu bukan alergi atau semacamnya, nanti juga bakal hilang sendirinya,". "Owhh iyah mah, memangnya ini kenapa yaa mah?," . "Tanyakan pada suamimu yang mesum itu sayang, dia melakukan apa saat kamu tidur,". "Aaa..apa, kak kemal,..". Gia pun segera menyadari kalau bercak-bercak merah itu adalah kissmark yang dibuat kemal, pasti karena lelah dan sangat kenyang gia sampai tidak merasakan apa yang kemal lakukan. "dasarrrr mesummm,..." seru gia.
"Sayang aku berangkat dulu yaa.."teriak kemal pada gia yang hendak segera kabur dari istrinya yang dia lihat sudah selesai menelpon ibunya itu, pasti sekarang gia sudah sadar kalau tanda merah-merah itu adalah ulah kemal semalam, agar danny melihat kalau mereka adalah suami istri sesungguhnya.
__ADS_1
"Jangan harap bisa pergi sebelum aku bikin perhitungan yaa...kak kemal...," seru gia sambil berlari mengejar kemal yang hendak pergi.