Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Menjemput kemal


__ADS_3

Setelah semalam dimarahi oleh danny gia tidak bisa tidur kembali, gia terus menangis merenungkan ucapan kakaknya itu.


Gia hanyut dalam lamunannya sampai terdengar suara telpon menghancurkan lamunan gia, ternyata yang menelpon adalah nora.


"Hallo gi,"


"Iyah nor, kenapa?,"


"Kamu jadi kan menginap ke rumahku?, mamah nanyain terus ke aku gi, karena kamu bilang waktu itu kalau libur kamu akan menginap dirumah ku kan,"


"Aku,,."jawab gia bingung, sebenarnya gia ingin menginap dirumah nora, tapi keadaan nya sekarang sedang tidak memungkinkan.


"Kenapa gi?, jangan bilang kamu gak jadi nginep yaa, mamah pasti bakalan kecewa, soalnya mamah udah siap-siap buat nyiapin makanan kesukaan kamu, sekarang aja aku mau anterin mamah pergi belanja ke pasar, sekalian jemput kak kemal dari apartement,".


"Jemput kak kemal?, kak kemal emang kenapa nor, kenapa harus di jemput?,"


"Kak kemal sakit gi, dia suka kebiasaan gak pernah bilang ke mamah kalau kenapa-kenapa, untung ajah dokter yang meriksa kak kemal bilang ke mamah,"


"Kak kemal sakit?, sakit apa nor?," tanya gia lagi terdengar sangat khawatir, nora pun senang mendengar gia seperti sangat mengkhawatirkan kakaknya, timbulah sebuah ide jahil di pikiran nora.


"Kak kemal jatuh pingsan katanya gi, entahlah karena dia kelelahan mungkin, pokoknya keadaannya ngedrop banget," ucap nora yang dengan sengaja membesar-besarkan keadaan kemal.


Tapi nora tidak sepenuhnya berbohong, keadaan kemal memang drop karena kelelahan, tapi tidak sampai pingsan, kemal masih bisa menelpon dokter keluarganya untuk memeriksa keadaannya.


Gia pun menangis mendengar penjelasan nora,


"Gi, apa kamu masih disana?, bagaimana, kamu jadi nginep kan gi?,"


"Iyah nor, aku ngomong dulu sama kak danny ya nor," jawab gia sambil mengusap air matanya, sekarang gia putuskan untuk menginap, karena gia juga ingin melihat keadaan kemal dan meminta maaf pada kemal.


"Ternyata kamu masih mencintai kakaku gi, apa cinta bikin orang jadi bodoh begitu yaa, mau dia melakukan kesalahan apapun kita bakalan memaafkan bahkan masih saja sangat khawatir tentangnya, akhh sudahlah membingungkan, yang pasti syukurlah, aku tidak jadi ganti kakak ipar," ucap nora setelah memutuskan telpon nya dari gia, dan ternyata ucapan nora itu didengar oleh shani yang berdiri dibelakang nora hendak mengantarkan nora dan ibunya ke apartement kemal.


"Kak, maafin gia, kak kemal jadi sakit pasti gara-gara gia," ucap gia masih sambil menangis.


Gia segera pergi ke kamar mandi untuk bersiap, pagi ini tidak seperti biasanya, danny kakak nya tidak memanggil gia untuk sarapan bersama, gia sadar pasti danny masih marah dan kecewa padanya.


Setelah selesai bersiap-siap, gia memberanikan diri mencari kakaknya danny, gia ingin meminta izin untuk menginap di rumah papah daud.


"Kak, kak danny," panggil gia pada kakaknya yang ternyata sedang duduk sambil membaca koran di taman.


"Ada apa?," jawab danny dengan nada tidak ramah, hati gia pun sakit mendengar ucapan kakaknya itu, karena dari kecil danny tidak pernah memarahi nya walau gia melakukan kesalahan apapun,tapi sekarang memang kesalahan nya sungguh fatal, hingga membuat kakaknya itu sangat marah.

__ADS_1


"Kak, boleh gia minta izin menginap di rumah papah daud?," tanya gia.


"Pergillah," jawab danny lagi makin membuat gia semakin sedih


"Makasih kak, tapi boleh gak gia minta anterin kak danny kesana?," ucap gia hati-hati takut kakaknya itu marah lagi padanya.


"Yasudah, tunggulah didepan kakak ambil kunci mobilnya dulu," jawab danny masih dengan sikap dingin pada gia.


Selama diperjalanan danny tidak mengucapkan apapun dia hanya diam, biasanya danny pasti mengajak gia mengobrol soal apapun itu.


Tiba-tiba gia menangis sesegukan, danny pun menoleh ke arah gia karena heran, "kenapa kamu nangis?, ada apa?," tanya danny panik.


"Gia gak bisa kak, gia gak bisa kalau kak danny kaya gitu, maafin gia kak, kak danny jangan giniin gia," ucap gia sambil terus menangis kencang membuat danny mengalah karena kasihan dengan adiknya itu.


"Sudahlah, sudah-sudah jangan menangis, kamu memang bikin kakak kecewa, tapi kamu gak salah sama kakak, kalau mau minta maaf, minta maaf lah baik-baik sama suami kamu itu," ucap danny sambil mengelus kepala adiknya itu.


"Iyah kak, gia akan meminta maaf ke kak kemal nanti di rumah papah daud,"


"Yasudah jangan nangis lagi," ucap danny sambil tersenyum pada gia, memang adiknya ini sangat manja, danny harus mengalah tidak bisa marah pada gia lama-lama.


Di apartement kemal mamah alice terus-terusan memijit bell tapi kemal tak juga membukakan pintunya, mamah alice sudah sangat bingung, nora pun punya ide untuk menanyakan pada gia, akhirnya nora mengirim chat pada gia menanyakan kode kunci apartement kemal, karena nora tau, hanya gia dan kemal yg tau kodenya.


"Nah ini kode kunci nya mah, sebentar nora bukain,"ucap nora pada ibunya begitu dapat balasan chat dari gia.


"Kemana anak itu?,"


"Mungkin di kamar bawah mah, kamar gia," ucap nora.


Mereka pun menuju kamar bawah dan benar saja kemal ada disana sedang tertidur.


"Ya ampun, sebucin ini kakak ku ternyata masa tidur ajah bawa-bawa baju gia, lihat mah, ishh menjijikan sekali, kak kemal menyeramkan, masa sampai segitu terobsesinya," ucap nora sambil bergidik ngeri melihat keadaan kakaknya itu.


"Heii...kamu jangan sembarangan ngomong, namanya juga orang cinta, kalau kangen yaa gitu, mamah juga suka ciumin baju papah kamu dulu kalau ditinggal lama keluar negeri," ucap alice mengenang masa muda nya dulu.


"Hahhhh, masa sih mah?,"


"Sudah lah nanti juga kalau kamu jatuh cinta bakalan ngerti, sekarang ini urusin kakak kamu dulu jangan cerewet,"


Mamah alice pun segera menghapiri puteranya itu,


"Sayang, ayo bangun sayang ini mamah nak,"

__ADS_1


"Ya ampun badan kakak kamu panas banget nor," seru alice begitu mengelus kepala kemal.


"Mamah,."ucap kemal saat membuka matanya.


"Iyah ini mamah sayang, kamu bangun yaa ayo kita pulang, biar mamah bisa rawat kamu, jangan disini sendirian, kamu itu selalu begini setiap sakit gak pernah ngomong sama mamah,"


"Maaf mah, tapi kemal ga terlalu parah ko, besok juga sembuh,"


"Apa nya yang sembuh, pokoknya kamu ikut mamah sekarang pulang,"


"Nor, bilangin shani kita gak jadi belanja yaa, kita ke rumah sakit sekarang, mamah takut kakak kamu kenapa-kenapa, biar nanti mamah nyuruh bi tina aja yang belanja,"


"Ok mah,"


"Ayo sayang, mamah bantu kamu," ucap alice sambil hendak memapah kemal.


" ga apa-apa ko mah kemal masih kuat,"


"Udah deh jangan cerewet, giliran dipeluk mamah gak mau, kalau dipeluk gia pasti mau,"


"Mah, itu kan lain ceritanya," jawab kemal yang sangat bahagia bila mendengar nama gia, kemal jadi rindu pada gia, sekarang danny sudah datang, pasti kemal ga bisa lagi anter jemput gia ke sekolah.


"Kak gia nginep disini dulu yaa, kakak hati-hati pulangnya,"


"Iyah sayang, inget pesen kakak kamu harus bener-bener minta maaf sama suami kamu,"


"Iyah kak,"


Gia pun turun dari mobil kakak nya dan berjalan memasuki rumah alice,


"Haii gia, kamu udah datang," sambut nora dengan hebohnya


"Iyah nor, mamah dimana?,"


"Mamah di kamar kak kemal, kita juga baru pulang dari rumah sakit,"


"Ohh yah, gimana keadaan kak kemal?,"


"Yahh gituh deh, tadi udah ke rumah sakit, untungnya gak harus sampai dirawat, mungkin dia sakit batin gi, kamu tolak terus hehe,"


"Apa sih nor,"

__ADS_1


"Beneran kan, sini-sini aku kasih tau kamu rahasia menyeramkan, ayo kita ke kamar dulu," ucap nora sambil menggandeng tangan gia menuju kamarnya.


__ADS_2