
Pagi-pagi sekali gia dan kemal sudah bersiap pergi ke bandara untuk penerbangan pagi mereka. Setelah semua beres mereka segera turun ke bawah untuk berpamitan dengan daud dan alice yang dari tadi memang sudah menunggu mereka dibawah.
"Mah gia pergi dulu yaa, gia pasti bakalan kangen sama mamah apalagi masakan mamah, doa in gia yaa mah semoga semuanya lancar," ucap gia pada ibu mertuanya itu. "Tentu saja sayang mamah pasti selalu mendoakan kalian semuanya," ujar alice lalu mencium menantu kecilnya itu yang sudah dia anggap puterinya sendiri.
"Kemal jangan selalu isengin istri kamu disana, jaga gia yang bener, awas kalau ada apa-apa sama gia, mamah pukul kamu nanti," ancam alice pada putera tertuanya itu. "Iyah mah tenang ajah, kemal pasti jagain gia, gia kan istrinya kemal, masa gak dijagain," ucap kemal.
"Pah gia berangkat dulu yaa, papah jaga kesehatan yaa, jangan pulang malem terus yaa pah,". "Iyah sayang, kamu memang anak papah yang paling manis," jawab daud lalu mencium kening gia.
"Tentu saja gia paling manis, gia kan mirip aku, kalau anak-anak mu itu kecuali ghani tentunya semua copy kamu pah, mana bisa ngomong manis," sindir alice pada suaminya.
"Emang aku kurang manis apa sih sayang,?" Tanya daud sambil mencubit pinggang istrinya itu, "kalau aku gak manis, masa kita bisa punya tiga anak," lanjut daud lagi sambil merangkul mesra istrinya itu
"Sudah-sudah mamah sama papah ini malah mesra-mesraan depan kemal sama gia, nanti kemal sama gia jadi pengen mesra-mesraan juga nih, akhirnya gak jadi berangkat,iyah kan sayang?,"
"Kak kemal ikhh," seru gia yang langsung melotot pada kemal yang malah meniru gaya papahnya merangkul gia.
"Hahaha kamu ini, sudah-sudah sana segera berangkat, hati-hati kalian disana papah selalu mendoakan disini, kalau sudah sampai jangan lupa kasih kabar," lanjut daud.
__ADS_1
"Yasudah kami jalan dulu yahh pah mah," ucap kemal dan kemudian berangkat dengan istrinya.
Sementara di maldives nora, diana dan anne sudah sampai di kamar hotel mereka. " wahh luar biasa memang disini, kita asalnya nya cuma bisa lihat di tv hotel di atas laut ini, sekarang kita nginep disini, keren banget, ayo kita mulai foto-foto," seru anne dengan semangatnya.
"Heh jangan foto-foto dulu beresin dulu tuh koper loh, jangan berantakan gitu," ucap diana pad anne. "Itu mah bisa nanti tenang ajah, ayo kita keluar yuu kita foto-foto sambil cuci mata, siapa tau ada yang nyantol,"
"Nyantol apa,? Kebanyakan yang kesini juga yang pergi bulan madu, awas loh nanti disamber bini nya," saut nora yang sedari tadi sedang berbalas pesan dengan alice dan daud mengabari kalau mereka sudah sampai.
"Iyah juga yaa nor, tapi pasti ada juga yang single,"jawab anne. "Udah deh dari pada ribeut banget lebih baik kita disini senengin diri sendiri ajah gak usah mikirin cowo segala, lagian dikamar sebelah, kita udah punya tuh cowok keren," ucap diana.
"Siapa na,?" Tanya anne. "Siapa lagi, cowok yang kita bawa jauh-jauh dari indonesia, kalau bukan kak shani hehehe," jawab diana. "Ishh bener juga loh na, kita kan punya yaa cowok keren, yaudah ayo kita ajakin kak shani ke pantai yuu buat jalan-jalan, ayo kita ganti baju dulu," kata anne lagi.
"Mana ada gue punya baju kaya gitu ann, orang yang handle baju gue nyokap gue sendiri, yang packingin juga mamah, mana mungkin ngasih gue baju sexy," jawab nora. "Owhh pantesan, hehehe,". "Alah lagian lo itu, segala ngurusin baju orang, lo ga bisa liat apa?," tambah diana pada anne.
"Gak bisa liat apa?," tanya anne balik pada diana. "Loh gak bisa liat walaupun baju renang nora biasa ajah dan ditambah hot pants, tapi nora tetep lebih sexy dari kita ann?," lanjut diana, anne pun berhenti berjalan dan memperhatikan nora dengan seksama. "Kalau dilihat-lihat dan dipikir-pikir, bener juga na, nora keliatan tetep lebih sexy dari kita yaa, sangat menggoda," ucap anne yang berhasil membuat nora menjitak kepalanya.
"Menggoda apa maksud loh?," ucap nora sambil menjitak kepala temannya itu. "Aduuhh duhh, main jitak ajah ikhh nora, sakit tau,"
__ADS_1
"Lagian ngomong sembarangan ajah loh," ujar nora. "Tapi bener nor, lo keliatan sexy ko walaupun baju loh ga sexy, mungkin karena lo blasteran yaa, jadi tubuh loh udah bagus di usia dini,hahah," timpal dianna.
"Iyah bener itu nor, tubuh lo tumbuh dengan baik sepertinya,hahaha," lanjut anne. "Mau gue jitak lagi loh, sini gak, apanya yang tumbuh dengan baik hah?,". "Enggak-enggak nor ampun-ampun haha," nora pun berlari mengejar anne yang ketakutan di jitak lagi oleh nora, mereka berdua seperti anak kecil yang memperebutkan sesuatu berlari kesana - sini.
Tanpa mereka sadari shani keluar dari kamarnya dan berjalam menuju ke arah mereka bertiga, nora yang sedang berlari mengejar anne tidak sengaja menabrak shani yang berjalan ke arahnya, "aduhh,, maaf kak shani, nora gak sengaja," ucap nora pada sopirnya itu. "Tapi bukannya menjawab shani malah bengong memperhatikan nora,"
"Hai kak shani," sapa diana dan anne bersamaan, tapi tetap shani masih bengong dan tidak memperhatikan mereka. "Kak shani, kak shani ga dengerin kita, kenapa bengong begitu?," tanya diana sambil menepuk lengan shani.
"Owhh maaf-maaf tadi saya lagi ngelamun jadi kaget," jawab shani dengan kikuk. "Yasudah kak shani sekarang anterin kita ke pantai yaa," ucap nora yang masih bingung dengan sikap shani, tapi gak mau semuanya di buat panjang lebar oleh sahabat-sahabatnya nanti, yang sepertinya sudah siap-siap mau mengatakan sesuatu lagi.
"Baik non mari saya antar, owhh iyah non dianna biar saya saja yang bawa kameranya," ucap shani. "Wah kebetulan banget, kak shani foto in kita yang bagus-bagus yaa nanti,". "Baik non,"
Mereka berempat pun berjalan menuju pantai yang tidak jauh dari sana, "wahhh benar-benar indah, kak shani ayo fotoin yaa," seru dianna.
Shani pun memotret ketiga sabahat itu yang sedari tadi entah sudah berapa kali ganti gaya dan tempat foto.
"Sepertinya sudah deh sesi fotonya, kita naik kapal ke laut yuu, terus nanti bisa diving di tengah laut," ajak anne. "Iyah bener kayanya seru, ayo nor kita kesana," ajak dianna juga pada nora. "Ok ayo kita ke dermaga," . Shani pun mengikuti ketiga gadis belia itu pergi.
__ADS_1
Mereka akhirnya naik kapal ke laut, semunya sedang bersantai diatas kapal sambil memandangi indahnya laut maldives, kecuali shani yang sedari tadi selalu sibuk memotret kesana-sini dengan kamera dianna itu.
"Ayo kita diving," ajak nora. "Ok siapa takut," sahut anne. Mereka pun segera meminta kepada orang yang biasa ditugaskan untuk memakaikan perlengkapan diving mereka, tapi sebelumnya anne dan dianna tak lupa melepas dulu rok pantai mereka untuk diving. "Nor kita duluan yaa, kamu susul yaa,". "Ok tar gue nyusul,". Nora pun segera hendak membuka hot pants nya untuk memakai perlengkapan divingnya, tapi tiba-tiba, " Nora stop," ucap shani. Seketika nora bingung, shani memanggil nora lagi, tanpa menggunakan non, nora sebenarnya tidak keberatan, cuma heran kenapa shani suka spontan memanggil namanya.